Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 15. Perburuan I



Dua hari kemudian.


Para peserta yang ingin ikut di acara perburuan hewan spiritual berkumpul di bukit belakang kota, selain para murid dari beberapa sekte, para kultivator tanpa sekte pun juga ikut serta dalam acara itu.


Tidak hanya itu saja, para generasi muda dari klan bangsawan pun juga ikut serta dalam acara itu, sehingga jumlah pesertanya jauh lebih banyak dibandingkan dengan turnamen kultivator sebelumnya.


Beberapa saat kemudian, kaisar beserta rombongannya tiba di tempat tersebut dan seketika itu juga, semua orang yang ada di bukit itu membungkuk untuk memberi hormat pada Zhao Yujin.


Setelah itu, seorang pria memakai zirah lengkap melangkah maju, lalu menjelaskan beberapa hal yang harus dilakukan oleh para peserta dalam acara perburuan hewan spiritual tersebut.


Yang pertama adalah mereka diharuskan untuk mengumpulkan kristal jiwa sebanyak-banyaknya, karena pemenang akan ditentukan dari jumlah dan kualitas kristal jiwa yang didapatkan.


Lalu yang kedua, para peserta diizinkan untuk merebut kristal jiwa milik peserta lain, yang artinya mereka harus siap untuk menghadapi pertarungan yang bisa terjadi kapanpun.


Terakhir, mereka diberikan waktu selama satu bulan penuh untuk mengumpulkan kristal jiwa sebanyak mungkin, setelah itu mereka diharuskan untuk segera kembali ke ibukota kekaisaran.


"Jika kalian sudah paham, maka acara perburuannya akan dimulai sekarang juga!" ujar sang jendral setelah menjelaskan semuanya.


Setelah itu, empat orang kultivator ranah Nirvana melangkah maju, lalu keempat kultivator itu mengaktifkan lingkaran formasi teleportasi untuk mengirim para peserta ke hutan belantara.


Hanya dalam hitungan detik, ratusan kultivator yang mengikuti acara perburuan hewan spiritual itu langsung menghilang dari pandangan, hanya menyisakan kaisar beserta rombongannya.


***


Bagian timur hutan belantara.


"Syukurlah, aku pikir kita semua akan terpisah" ucap salah seorang murid sekte Teratai Giok setelah menghitung jumlah mereka.


Pada awalnya, hanya ada tiga orang murid yang mengikuti acara turnamen kultivator muda di kekaisaran, namun karena acaranya berubah, semua murid pun diizinkan untuk ikut serta.


Meskipun begitu, jumlah mereka masih kalah jauh bila dibandingkan dengan sekte lainnya, karena murid sekte Teratai Giok yang ikut ke ibukota kekaisaran hanya berjumlah tujuh orang termasuk Yin Feng.


"Baiklah, karena kita semua ada di sini, sekarang aku ingin mengajukan diri sebagai ketua kelompok, apa ada yang keberatan?" ucap Qian Zhou, murid tetua kedua.


Mereka semua setuju menjadikan Qian Zhou sebagai ketua kelompok, meski kurang suka dengan sikapnya, namun mereka tidak punya pilihan lain, mengingat statusnya sebagai murid tetua kedua.


"Feng Huang, bagaimana denganmu? Apa kau keberatan aku yang menjadi ketua kelompok ini?"


"Siapapun ketuanya tidak masalah, karena yang terpenting adalah kerjasama."


"Baguslah! Lagipula aku adalah yang terkuat dalam kelompok ini" sahut Qian Zhou.


Walaupun tidak ada yang bisa membaca tingkat kultivasi Yin Feng, namun Qian Zhou sangat yakin bahwa kekuatan Yin Feng masih berada di bawahnya, lagipula ia tidak ingin diperintah oleh murid lain.


"Kalau begitu, mari mulai perburuannya!"


Setelah mereka mulai melangkah, Qian Zhou kemudian menjelaskan bahwa perioritas mereka adalah hewan spiritual tingkat tiga, sedangkan tingkat empat dan lima harus diabaikan.


Akan tetapi, Qian Zhou juga mengatakan jika dirinya tidak akan bertarung melawan hewan spiritual tingkat tiga, dia akan ikut bertarung bila lawannya adalah hewan spiritual tingkat dua keatas.


Para murid tentu tidak bisa menerima keputusan Qian Zhou tersentak, tapi lagi-lagi mereka tidak bisa mengatakan dan melakukan apapun selain menuruti keinginan Qian Zhou.


"Guru dan murid sama saja" ucap Yin Feng dalam hatinya.


"Hati-hati!" ujar Yin Feng ketika merasakan aura keberadaan hewan spiritual.


"Ini hanya segerombolan hewan spiritual tingkat tiga, jadi aku tidak akan turun tangan" sahut Qian Zhou yang juga merasakan aura hewan spiritual.


Tidak lama kemudian, segerombolan serigala berjumlah dua puluh ekor muncul dari kejauhan, mereka semua merupakan hewan spiritual tingkat tiga dan hanya pemimpin kelompok yang merupakan tingkat dua.


Qian Zhou mengepalkan tinjunya, ia benar-benar tidak menyangka bahwa pemimpin para serigala itu adalah tingkat dua, namun ia masih bisa mengalahkannya tanpa bantuan dari siapapun.


"Tenang saja, aku akan mengalahkannya dalam satu serangan." Qian Zhou berkata dengan penuh percaya diri, lalu mengeluarkan sebilah pedang dari cincin ruang miliknya.


Setelah itu, Qian Zhou melapisi pedangnya dengan energi spiritual, kemudian melesat maju dan menyerang pemimpin para serigala itu, namun serangannya malah berhasil dihindari.


"Sial, gerakannya sangat gesit!" ujar Qian Zhou kesal.


Di sisi lain, Yin Feng bersama lima murid lainnya nampak sedang sibuk berhadapan dengan para serigala. Sebenarnya, Yin Feng bisa saja membunuh mereka dengan mudah, namun ia belum mau menunjukkan kekuatannya.


Alasannya sama dengan Qian Zhou, Yin Feng hanya ingin menghemat tenaga untuk menghadapi lawan yang lebih kuat, karena selama di hutan belantara, mereka pasti akan menghadapi lawan yang kuat.


Selain hewan spiritual, masih ada kelompok lain yang pastinya akan mereka temui nantinya. Oleh sebab itu, Yin Feng menghemat tenaganya sebisa mungkin, karena pertarungan bisa terjadi kapanpun.


Berkat kerjasama yang baik, Yin Feng dan lima murid lainnya berhasil mengalahkan para serigala, bahkan tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk membantai habis kawanan serigala tersebut.


Sedangkan Qian Zhou, ia masih berhadapan satu lawan satu dengan pemimpin para serigala. Ia juga terlihat sedikit kesulitan melawan serigala itu karena gerakannya sangatlah gesit.


Jika membandingkan kekuatan, Qian Zhou tentu lebih kuat dari pemimpin para serigala, namun sayangnya ia tidak memiliki kecepatan yang tinggi, karena selama ini hanya fokus pada peningkatan kekuatan.


Dalam dunia kultivasi, kekuatan adalah hal yang sangat penting dan menjadi perioritas, akan tetapi kekuatan juga harus ditunjang dengan kemampuan lain dan salah satunya adalah kecepatan.


Seorang kultivator yang hanya mementingkan kekuatan, pasti akan kesulitan menghadapi lawan yang gesit. Selain itu, pergerakan dan serangannya juga akan mudah terbaca oleh lawan.


Karena itulah, Qian Zhou dibuat cukup kesulitan menghadapi pemimpin kawanan serigala, padahal kekuatan yang Qian Zhou miliki jauh lebih tinggi dari pemimpin para serigala itu.


"Ketua, kami sudah selesai" ucap salah seorang murid.


"Kalau begitu bantu aku mengalihkan perhatian serigala sialan ini!" ujar Qian Zhou.


"Maaf, ketua. Tapi kami semua harus menghemat tenaga."


"Bantu aku sekarang juga!"


"Biar aku saja" sahut Yin Feng, kemudian melesat maju kearah serigala tersebut.


Slash!


Mereka semua tercengang ketika melihat serangan Yin Feng yang sangat cepat, bahkan mereka tidak menyadari kapan Yin Feng melancarkan serangan pada pemimpin para serigala.


Mereka semua memang melihat Yin Feng melesat kearah serigala itu, namun tidak melihat kapan Yin Feng menyerang, yang terlihat oleh mereka hanyalah Yin Feng yang bergerak melewati pemimpin serigala itu.


"Apa kau melihat serangannya?"


"Tidak, aku tidak bisa melihat serangannya sama sekali."


"Kecepatannya benar-benar luar biasa, pantas saja patriark menjadikannya sebagai murid."


"Suaramu terlalu keras, jika Qian Zhou mendengarnya, kita semua akan berada dalam masalah."


"Bagaimana kalau kita menjadikan Feng Huang sebagai ketua?"


"Aku juga memikirkan hal yang sama, tapi Qian Zhou tidak akan diam saja dan kita tidak akan pernah tenang dibuatnya."


"Sudahlah, untuk saat ini kita ikuti saja keinginannya."