Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 12. Kembali.



Yin Feng menghela napas panjang, kemudian menghilang dari pandangan, sesaat kemudian Yin Feng muncul lagi di hadapan naga tersebut dan mendaratkan pukulan di kepalanya.


Dhuaaar!


Yin Feng melapisi tinjunya dengan api hijau, sehingga saat tinjunya menghantam kepala naga terjadi ledakan yang cukup besar dan juga berhasil membuat naga sepanjang seratus meter itu terpental.


"Ini masih belum!" ujar Yin Feng, lalu melesat dengan kecepatan tinggi sembari menebas tubuh naga itu.


Dalam hitungan detik, puluhan luka sayatan muncul di tubuh naga tersebut, meski ia memiliki sisik yang sangat keras dan sulit ditembus, namun belati perak itu mampu menembusnya.


"Groarrrr!!" naga itu meraung keras karena kesakitan. Kemudian ia melesat terbang ke langit untuk menghindari Yin Feng.


"Jangan harap bisa kabur" ujar Yin Feng, kemudian melesat terbang mengejar naga itu.


Dengan kecepatan yang ia miliki saat ini, hanya butuh waktu selama tiga tarikan napas bagi Yin Feng untuk menyusul naga itu. Setelahnya, Yin Feng melancarkan serangan dengan kekuatan api hijaunya.


Woshh!


Bola api hijau melesat dengan kecepatan tinggi dan menghantam tubuh naga itu, dalam sekejap api hijau itu telah memenuhi seluruh tubuh naga.


"Groarrrr!!"


Naga itu hanya bisa meraung keras akibat rasa sakit di tubuhnya, ia terbang dengan kecepatan tinggi agar api hijau itu bisa padam, namun usahanya malah tidak membuahkan hasil apapun.


Dhuaaarrr!!!


Tidak lama kemudian, naga itu jatuh ke tanah dan menimbulkan ledakan yang cukup besar, ia nampak tidak bergerak sedikitpun lagi, sementara api hijau itu masih terus melahap tubuhnya.


"Si-sial, kekuatannya lepas kendali lagi" gumam Yin Feng yang nampak kelelahan karena banyaknya energi spiritual yang terkuras.


Meskipun begitu, Yin Feng tetap merasa senang, karena berkat api hijau yang lepas kendali, naga sepanjang seratus meter itu akhirnya berhasil ia kalahkan.


"Semoga saja api itu tidak melahap kristal jiwanya." Yin Feng kemudian mendatangi tempat naga itu terjatuh.


Setibanya di tempat itu, Yin Feng hanya bisa tersenyum kecut dan menghela napas panjang, karena api hijau tidak hanya melahap tubuh naga itu sampai habis, tapi juga melahap kristal jiwanya.


"Sebaiknya aku mencari sumber daya lain sebelum meninggalkan tempat ini."


Karena sudah tidak ada yang tersisa dari naga itu, Yin Feng hanya bisa mencari sumber daya lain yang ada di tempat tersebut, setelah melakukan penyerapan nanti, barulah ia akan pergi dari sana.


***


"Waktu yang ku habiskan selama empat tahun di dalam sana ternyata tidak sia-sia." Yin Feng tersenyum puas dengan hasil latihannya selama empat tahun.


Setelah mengalahkan naga penjaga bukit, Yin Feng sengaja menunda kepulangannya selama setahun, tujuannya adalah untuk meningkatkan kultivasinya lebih tinggi lagi.


Selama setahun terakhir di tempat itu, Yin Feng hanya fokus meningkatkan kultivasinya saja dan hasilnya pun sangat memuaskan. Sekarang kultivasinya berada di ranah Spirit Langit bintang delapan.


"Hahh" Yin Feng menghela napas panjang, tatapan matanya tertuju pada cakrawala yang membentang luas. "Saatnya kembali ke sekte."


Woshh!


Yin Feng melepaskan aura kekuatannya, sepasang sayap energi berwarna hijau muncul di punggungnya, dan setelah itu Yin Feng melesat terbang menuju ke sekte Teratai Giok.


"Syukurlah, ternyata gunung ini masih di wilayah kekaisaran Bei" gumam Yin Feng saat melintasi kota yang ia ketahui.


Selama ini, Yin Feng memang belum pernah singgah atau pergi ke kota manapun di kekaisaran Bei, meskipun begitu Yin Feng mengetahui setiap nama kota yang ada di bawah kekuasaan kekaisaran Bei.


Dan berkat kemampuan matanya, Yin Feng dapat melihat objek di kejauhan dengan jelas, karena itulah ia dapat membaca nama kota yang terpampang di atas gerbang dari ketinggian.


Selain itu, dengan kemampuan matanya saat ini, Yin Feng juga dapat membaca tingkat kultivasi seseorang, sekalipun orang itu menutupi atau menyembunyikan kultivasinya dengan teknik khusus tingkat tinggi.


***


Yin Feng menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, meskipun sudah tinggal selama lima belas tahun di sekte Teratai Giok, tapi entah kenapa ia tiba-tiba merasa gugup.


"Patriark, aku pulang." Yin Feng menghilang dari pandangan dan sesaat kemudian, ia muncul lagi di kediaman Xu Jiang.


Setelah itu, Yin Feng melepaskan kesadaran spiritualnya untuk mencari Xu Jiang, namun ia tidak menemukan patriark sekte itu dimana pun, termasuk di wilayah sekte Teratai Giok.


Karena tidak menemukan siapapun di tempat itu, Yin Feng kembali menghilang dari pandangan, kemudian muncul lagi di balik awan. Lalu menajamkan indera pendengarannya untuk mencari informasi.


Beberapa menit kemudian, Yin Feng akhirnya mengetahui informasi keberadaan Xu Jiang. Saat ini, patriark dan beberapa tetua sedang dalam perjalanan ke ibukota untuk mengikuti turnamen.


"Aku harus bergegas, jika tidak akan sulit untuk menemui patriark setelah berada di ibukota."


Sementara itu.


Rombongan Xu Jiang yang sedang melakukan perjalanan ke ibukota, terpaksa harus menunda perjalanannya karena di hadang oleh rombongan dari sekte Gunung Giok.


"Shan Zhe Ming, apa maksudmu melakukan hal ini?!"


"Satu-satunya alasan aku melakukan hal ini adalah untuk menghapus nama sekte Teratai Giok dari kekaisaran Bei" jawab Shan Zhe Ming, pemimpin sekte Gunung Giok.


Xu Jiang mengepalkan tinjunya menahan amarah, ia bisa saja bertarung melawan Shan Zhe Ming, namun masalahnya adalah ia tidak akan bisa bertarung sembari melindungi para murid.


Dan jika pertarungan terjadi, sudah dipastikan bahwa pihak Xu Jiang akan kalah, karena jumlah pasukan Shan Zhe Ming jauh lebih banyak daripada jumlah kelompok mereka.


"Zhe Ming, jika ingin bertarung maka aku akan meladeni mu sampai puas, tapi jangan sentuh murid-murid sekte ku!"


"Hahaha! Xu Jiang, apa kau pikir tujuanku menghadang mu hanya untuk bernegosiasi?"


"Manusia biadab! Jangan libatkan anak muda dalam masalah kita!"


"Aku tidak peduli!" ujar Shan Zhe Ming. "Bunuh mereka semua!" perintahnya.


"Hentikan!"


Suara seseorang menggema di seluruh hutan, disaat yang bersamaan, aura kekuatan yang sangat besar dan mengintimidasi menerpa mereka semua.


Akan tetapi, aura kekuatan itu tidak memberikan dampak apapun pada semua murid sekte Teratai Giok, mereka juga nampak bingung karena tidak merasakan dampak apapun.


"Jika kalian tidak ingin kehilangan nyawa, sebaiknya kalian pergi dari tempat ini sekarang juga!"


"Siapa kau?!" tanya Shan Zhe Ming.


"Jangan membuatku mengulanginya!"


"Cihh... apa kau pikir ancaman mu itu bisa menakuti kami?!"


Slash!


Setelah Shan Zhe Ming menyelesaikan kalimatnya, salah seorang murid sekte Gunung Giok tiba-tiba saja terkapar di tanah dengan kepala yang telah terpenggal.


"Jika masih tidak pergi, dalam setiap detiknya aku akan merenggut satu nyawa!"


Shan Zhe Ming bergetar menahan amarah, ia tentu tidak terima dipermalukan di depan musuhnya sendiri, namun di sisi lain ia juga tidak ingin mengorbankan para muridnya yang berharga.


Masalahnya adalah, ia tidak mengetahui siapa sosok misterius yang telah menghentikan niatnya, selain itu, Shan Zhe Ming juga tidak bisa merasakan aura keberadaan sosok misterius itu.


Walaupun sosok misterius itu telah melepaskan aura kekuatan yang besar, namun keberadaannya masih tidak bisa dirasakan, bahkan sumber aura kekuatan itu-pun tidak bisa ditemukan olehnya.


"Masih belum pergi?"


"Baiklah, aku akan pergi, maaf jika sikap kami telah lancang" jawab Shan Zhe Ming, kemudian memerintahkan para murid untuk pergi dari sana.