Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 59. Asosiasi Tengkorak Iblis.



"Feng'er, apa kau baik-baik saja?"


Yin Feng mengangguk pelan, "aku hanya sedikit pusing."


Pertemuannya dengan Yin Feng Huang membuatnya merasa sangat senang, karena pada akhirnya, ia memiliki kesempatan untuk memecahkan semua misteri yang ada dalam dirinya.


Selain itu, Yin Feng berpikir bahwa memecahkan misteri itu akan membuat beban menumpuk dalam pikirannya sedikit berkurang, tapi sayangnya beban pikirannya malah bertambah.


Jika sebelumnya Yin Feng hanya perlu mencari peninggalan mendiang ibunya, sekarang ia juga diharuskan untuk mencari seorang wanita yang memiliki energi Yin murni di dalam dirinya.


Masalahnya adalah, wanita dengan energi Yin murni sangatlah sulit untuk ditemukan, bahkan keberadaan wanita ini sama saja dengan sumber daya yang benar-benar sangat langka.


Kalaupun wanita ini berhasil ditemukan, masalahnya tidak akan selesai begitu saja, karena setelah menemukannya Yin Feng harus melakukan kultivasi ganda dengan wanita tersebut.


"Yin Feng, seharusnya kau merasa senang, karena setelah ini kau akan merasakan..."


"Paman, aku benar-benar sedang tidak ingin bercanda!"


"Sudahlah, tidak perlu membahas hal ini lagi, lebih baik kau fokus meningkatkan kekuatanmu sekarang" sahut Yin Feng Huang.


"Baik kakek. Tapi, dimana ini sebenarnya?"


"Ini adalah alam dewa."


"Apa?!"


Yin Feng benar-benar kaget saat mendengar jawaban dari leluhurnya itu, bahkan ia tidak pernah menyangka jika tempatnya berada saat ini adalah alam para dewa.


"Tidak perlu kaget, leluhurmu ini sudah menjadi dewa, karena itulah aku bisa membawamu ke sini."


Yin Feng Huang kemudian menjelaskan jika Yin Feng hanya memiliki waktu selama tiga tahun untuk berlatih di sana, karena alam dewa bukanlah tempat yang bisa ditempati begitu saja.


Ia juga menjelaskan bahwa waktu di alam dewa sama dengan waktu yang ada di dunia manusia, karena itulah Yin Feng harus memanfaatkan kesempatan itu dengan sebaik mungkin.


"Bukankah para dewa bisa menciptakan dimensinya sendiri?" tanya Yin Feng.


"Para dewa memang memiliki kekuatan luar biasa, tapi yang bisa menciptakan dimensinya sendiri hanyalah dewa hampa yang menguasai ruang dan waktu."


"Sayangnya, aku tidak terlalu dekat dengan dewa hampa, jadi aku tidak bisa meminta bantuannya."


"Baiklah, waktu tiga tahun ini tidak akan ku sia-siakan!" ujar Yin Feng.


Setelah itu, Yin Feng Huang memberikan tiba kristal pada Yin Feng, lalu memintanya untuk menyerap energi yang terkandung dalam kristal itu, agar kultivasinya segera meningkat.


Yin Feng Huang juga meminta Yin Feng untuk tidak menyerap energi dalam pecahan batu meteor sebelumnya, jika tidak kekuatan api langit dalam dirinya akan lepas kendali lagi.


Alasannya karena batu meteor memiliki energi yang berbeda dari energi alam yang ada di dunia manusia, dan merupakan sumber energi utama kekuatan api langit.


Sebab itulah, kekuatan api hijau dalam diri Yin Feng bisa lepas kendali, dan jika Yin Feng Huang tidak datang tepat waktu, maka Yin Feng bisa saja kehilangan nyawanya.


"Kau bisa menggunakan batu meteor itu setelah kultivasi mu mencapai ranah Supreme Emperor bintang sembilan."


Dahi Yin Feng berkerut, "Apakah itu artinya ada tingkatan yang lebih tinggi dari ranah Supreme Emperor?"


"Ranah yang lebih tinggi dari itu disebut ranah kultivasi dewa dan terbagi menjadi enam tingkatan, yaitu Spirit, Martial, Emperor, Heavenly, Supreme dan Immortal."


"Untuk saat ini, sebaiknya kau fokus pada tujuanmu saja dan jangan terlalu memaksakan diri seperti sebelumnya lagi."


Yin Feng mengangguk, "baik kakek, aku tidak akan memaksakan diri lagi" ucapnya.


Yin Feng Huang tersenyum dan mengangguk pelan, lalu mengajak Ying Huo keluar dari kamar itu, agar Yin Feng bisa fokus melakukan penyerapan untuk meningkatkan kultivasi.


Setelah Ying Huo dan leluhurnya keluar dari kamar, Yin Feng kemudian meletakkan ketiga kristal itu didepannya, lalu duduk dan memejamkan matanya secara perlahan.


"Apapun hasilnya, aku akan menerimanya dengan senang hati" ucap Yin Feng dalam hatinya.


***


Suatu tempat di kekaisaran Zhong.


Pria yang memakai topeng giok menggelengkan kepalanya pelan, "sudah hampir 16 tahun, tapi aku masih belum bisa melakukannya."


"Ini benar-benar aneh, padahal tidak disegel tapi kenapa energinya tidak bisa diserap?"


"Aku sendiri juga tidak tahu, tapi jika aku berhasil melakukannya, maka aku akan menjadi yang terkuat di benua ini!"


"Ketua, anda tidak boleh menyerah, ini semua demi masa depan asosiasi Tengkorak Iblis."


"Tidak usah khawatir, aku tidak akan menyerah begitu saja."


Di kekaisaran Zhong ada kelompok lain yang tidak kalah besar dan tidak kalah terkenal dari asosiasi Phoenix Perak, kelompok ini bernama asosiasi Tengkorak Iblis.


Jika asosiasi Phoenix Perak ibaratkan kilauan cahaya yang menerangi kekaisaran, maka asosiasi Tengkorak Iblis adalah kegelapan yang menyelimuti kekaisaran Zhong.


Asosiasi Tengkorak Iblis tidak hanya menjadi pilar utama bagi sekte aliran hitam kekaisaran Zhong, tapi juga merupakan musuh besar bagi kekaisaran Zhong itu sendiri.


Sang kaisar sudah pernah berencana untuk menumpas asosiasi tersebut, tapi sayangnya, sampai saat inipun keberadaan asosiasi Tengkorak Iblis masih belum diketahui.


"Apakah terjadi sesuatu selama aku berada di pengasingan?" tanya ketua asosiasi.


Pria bertopeng merah menganggukkan kepalanya pelan, lalu menceritakan tentang kemunculan seekor burung Phoenix hijau yang meluluhlantakkan seisi hutan.


Selain itu, ia juga menjelaskan tentang perselisihan antara sekte Lembah Iblis dengan sekte Pilar Emas yang semakin memanas, dan hanya tinggal menunggu waktu untuk berperang.


"Jika mereka benar-benar berperang, kita harus membantu, bagaimanapun juga sekte Lembah Iblis masih anggota aliansi kita."


"Baik, ketua!"


"Lalu bagaimana dengan Phoenix hijau itu?"


"Kami sudah menyelidikinya tapi tidak menemukan apapun" jawab pria bertopeng merah.


"Anehnya lagi, hutan yang hancur itu hanyalah hutan biasa yang tidak memiliki sumber daya berarti" lanjutnya.


"Kalian harus melanjutkan penyelidikan, aku yakin ada sesuatu dibalik kemunculan hewan legenda itu."


"Satu lagi, panggil tetua kedua, aku memiliki tugas untuknya."


"Baik, ketua!" sahut pria bertopeng merah, lalu meninggalkan tempat tersebut.


Tidak lama berselang, pria yang memakai topeng tengkorak merah lainnya muncul di tempat tersebut, tepat di bagian dahi topengnya terdapat ukiran angka dua yang menandakan posisinya.


"Tetua kedua, aku ingin kau menyelidiki sekte Pilar Emas, cari tahu pihak mana saja yang akan membantu mereka."


"Setelah itu, aku ingin kau pergi ke hutan kematian untuk menemui tetua agung."


Tubuh tetua kedua tiba-tiba bergetar ketika mendengar tugas kedua yang diberikan padanya, karena sosok yang akan ia temui adalah sosok yang lebih mengerikan dari ketua asosiasi.


"Ada apa? Apa kau tidak sanggup melakukan tugas ini?"


"Bu-bukan begitu, ketua."


"Lalu?"


"Bukankah tetua agung sedang berada dalam pengasingan? Jika aku datang ke sana, takutnya..."


"Tidak usah khawatir, dia tidak akan membunuhmu jika kau memberikan ini padanya."


"Baik, ketua!"


***


*Halo semua, maaf karena sebelumnya tidak bisa update karena author sedang ada urusan, update akan kembali dilanjutkan mulai malam ini.


Sekian untuk hari ini, see you next chapter, Bai-Bai*!