
Para tetua sekte kemudian menyebar dan mengelilingi Yin Feng dari berbagai arah, namun mereka masih menjaga jarak karena tidak ingin terkena serangan api hijau milik Yin Feng.
Setelah itu, mereka semua membentuk segel dengan kedua tangannya, seketika itu juga, sebuah lingkaran formasi yang sangat besar tercipta dan mengurung Yin Feng yang masih mengamuk.
"Gunakan serangan terkuat kalian, karena api misterius itu tidak bisa ditembus dengan serangan biasa."
Para tetua mengangguk, lalu bersiap melancarkan serangan terkuatnya kearah Yin Feng, namun sebelum mereka sempat melakukannya, aura intimidasi tiba-tiba menindas mereka semua.
"Jika masih ingin hidup, sebaiknya tinggalkan tempat ini sekarang juga!" ujar Ying Huo yang tiba-tiba muncul di udara.
"Siapa kau?!" tanya Shan Zhe Ming.
Ying Huo mengarahkan tatapan tajam pada Shan Zhe Ming, "apa kau tidak mendengar ucapan-ku?"
"Baiklah, aku tidak peduli siapa kau sebenarnya, tapi jangan harap kau bisa selamat setelah mengusik kami!"
"Hahahaha!"
Ying Huo tertawa lantang ketika mendengar perkataan Shan Zhe Ming, tapi setelah tawanya berhenti, Ying Huo langsung melepaskan aura yang sangat mengerikan.
"Bocah ingusan, berani sekali kau mengancam-ku!" ucap Ying Huo yang tiba-tiba muncul di depan Shan Zhe Ming.
Kemunculan Ying Huo sontak membuat Shan Zhe Ming kaget, bahkan Shan Zhe Ming tidak berkutik sedikitpun saat bertatapan secara langsung dengan mata Ying Huo.
Jika saat itu Ying Huo melancarkan serangan, dapat dipastikan bahwa Shan Zhe Ming tidak akan bisa menghindarinya, bahkan ia bisa saja kehilangan nyawanya.
"Aku bisa membunuh kalian semua kapan saja, tapi bukan aku yang akan merenggut nyawa kalian" ucap Ying Huo, lalu menghilang dari pandangan.
Dalam sekejap mata, Ying Huo sudah berada di dekat Yin Feng dan berhasil menghentikan amukannya, kemudian Ying Huo membawa Yin Feng pergi tanpa mengatakan apapun.
Pergerakannya yang begitu cepat benar-benar tidak bisa diikuti oleh mata mereka, bahkan tidak ada yang menyangka jika Ying Huo bisa masuk ke dalam formasi dengan mudah.
Padahal, formasi yang mereka ciptakan itu tidak mudah untuk ditembus, dan kekuatan formasi itu sendiri mampu menahan serangan dari kultivator ranah Emperor sekalipun.
"Siapa orang itu sebenarnya?"
"Entahlah, yang jelas dia bukan kultivator biasa."
"Patriark, bagaimana sekarang? Apa kita perlu mengejarnya?"
"Lalu, apa yang ingin kalian lakukan jika berhasil menyusulnya?"
Para tetua terdiam, tidak ada seorangpun dari mereka yang berani mengeluarkan isi pikirannya, dan mereka juga menyadari bahwa mengejar Ying Huo sama saja dengan bunuh diri.
"Sudahlah, lebih baik kita kembali dan memikirkan cara untuk mengatasi masalah yang akan datang."
"Baik" sahut para tetua, lalu mereka semua pergi meninggalkan tempat tersebut.
***
Beberapa hari kemudian, di hutan belantara.
"Bagaimana tidurmu? Apa kau mimpi indah?" tanya Ying Huo saat Yin Feng membuka mata setelah tak sadarkan diri selama lima hari.
"Paman, apa yang terjadi padaku?"
"Kau sedang pura-pura lupa atau pura-pura bodoh?"
Yin Feng terdiam sembari memikirkan perkataan Ying Huo, setelah beberapa saat Yin Feng akhirnya mengingat kejadian saat ia bertarung dengan tetua kedua sekte Gunung Giok.
"Maaf, perbuatan ku pasti membuat paman khawatir."
"Tidak sama sekali, tapi aku benar-benar kecewa padamu" sahut Ying Huo.
"Hanya karena kau tidak punya pilihan lain, lantas kau membiarkan dirimu dikendalikan oleh kekuatan-mu sendiri?!"
"Aku..."
"Apak kau pikir kau bisa mengalahkan mereka dengan cara itu?!"
"Dasar bodoh!"
Ying Huo menceramahi Yin Feng habis-habisan, ia juga mengungkapkan kekecewaannya pada Yin Feng karena bertindak tanpa memikirkan dampak buruk dari tindakannya.
"Hahh" Ying Huo menghela napas untuk menenangkan dirinya, "awalnya aku sangat bangga padamu, bahkan sempat berpikir untuk menerimamu sebagai murid."
"Tapi setelah melihat tindakanmu, sepertinya keputusanku untuk tidak menerima-mu sebagai murid sudah sangat tepat."
Mulanya, Ying Huo benar-benar kagum dan merasa bangga pada Yin Feng, karena Yin Feng tidak merasa ragu sedikitpun saat ingin membalaskan kematian gurunya.
Namun kekagumannya langsung lenyap ketika melihat tindakan ceroboh yang dilakukan Yin Feng, bahkan niatnya untuk menjadikan Yin Feng sebagai murid lenyap saat itu juga.
"Paman, aku benar-benar minta maaf" ucap Yin Feng setelah diam untuk waktu yang lama.
"Sudahlah, untuk saat ini sebaiknya kau belajar mengendalikan diri" sahut Ying Huo.
"Baik, aku akan mengikuti nasihat paman."
Ying Huo mengangguk, kemudian mengajak Yin Feng ke sisi lain hutan belantara, tepatnya di sebuah danau yang sangat luas, lalu ia meminta Yin Feng untuk bermeditasi di sana.
Selain itu, Ying Huo juga meminta Yin Feng untuk menekan aura membunuhnya, karena kalau tidak, kekuatan api hijau akan semakin sulit untuk dikendalikan.
Sejak pertama kali mendapatkan kekuatan api hijau, Yin Feng sudah menyadari bahwa api itu memiliki dua jenis energi, yaitu energi kehidupan dan juga kematian.
Namun dalam beberapa waktu terakhir ini, Yin Feng sering melakukan pembunuhan dan telah merenggut banyak nyawa, sehingga membuat aura membunuhnya semakin pekat.
Tanpa Yin Feng sadari, hal itu juga berdampak pada keseimbangan energi dalam dirinya, karena aura membunuh berkaitan erat dengan energi kematian milik api hijau.
Jika Yin Feng mengabaikan-nya, maka energi kehidupan dalam api hijau akan terus ditekan oleh energi kematian, dan pada akhirnya, energi kehidupan itu akan menghilang.
Ketika energi kehidupan menghilang, maka akan semakin sulit bagi Yin Feng untuk mengendalikan kekuatan api hijau, bahkan kekuatan api itulah yang akan mengendalikan dirinya.
"Baiklah, aku akan berusaha untuk menghilangkannya."
Ying Huo menggeleng pelan, "kau tidak perlu menghilangkannya, yang harus kau lakukan hanyalah mengendalikannya."
Kemudian, Ying Huo menjelaskan jika aura membunuh juga berguna dalam pertarungan, namun jika tidak dikendalikan aura membunuh justru akan memberikan dampak buruk.
Terlebih lagi, Yin Feng memiliki energi kematian dalam dirinya dan akan semakin berbahaya jika Yin Feng tidak dapat mengendalikan aura membunuhnya itu.
"Bagaimana cara mengendalikannya?"
"Jika kau menggunakan otakmu, maka kau akan menemukan jawabannya. Tapi sebelum itu, kau harus menjernihkan pikiranmu terlebih dahulu" jawab Ying Huo.
Setelah memberikan sedikit penjelasan, Ying Huo kemudian memberikan beberapa sumber daya tingkat tinggi pada Yin Feng, "gunakan sumber daya ini untuk meningkatkan kultivasi-mu."
"Terima kasih, paman."
Ying Huo mengangguk, lalu pergi meninggalkan tempat itu setelah memerintahkan Yin Feng untuk segera bermeditasi dan menyerap energi di dalam sumber daya tersebut.
Setelah Ying Huo pergi, Yin Feng kemudian duduk di pinggir danau, ia meletakkan semua sumber daya di depannya dan mulai melakukan penyerapan.
Pada saat yang sama, Yin Feng juga berusaha untuk mengendalikan amarah dalam dirinya.