
"Arkhh... Kepalaku." Yin Feng membuka mata seraya memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Dimana ini?" Yin Feng mengedarkan pandangannya, ia nampak bingung karena merasa asing dengan tempat dirinya berada saat ini.
Ingatan terakhir yang ia ingat hanyalah pertarungannya dengan harimau hitam di luar desa, setelah itu Yin Feng tidak mengingat apapun lagi karena kehilangan kesadaran.
Walaupun begitu, Yin Feng masih ingat betul bahwa dirinya berada di luar desa di pinggir hutan, namun tempat ia berada saat ini sangat berbeda dengan tempat yang diingatnya.
Selain itu, berbeda dengan energi alam di sekitar desa, energi alam di tempat ia berada saat ini justru terasa lebih padat, seolah-olah di sana terdapat sumber energi alam.
"Apapun yang terjadi, aku harus memanfaatkan kesempatan ini untuk menyembuhkan luka."
Yin Feng memperbaiki posisi duduknya dan bersiap untuk melakukan meditasi, namun tindakannya itu terhenti setelah menyadari tidak ada satupun luka bahkan goresan di tubuhnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang menyembuhkan luka-ku?"
Rasa bingung dan penasaran menyelimuti diri Yin Feng, ia berpikir dengan keras untuk menemukan jawabannya, namun tidak ada yang bisa ia temukan.
Karena tidak kunjung menemukan jawaban, Yin Feng akhirnya menyerah dan tidak mau memikirkan hal itu lagi. Kemudian, ia memejamkan matanya dan mulai bermeditasi.
Dalam meditasinya, Yin Feng mendengar suara sosok misterius sebelumnya, namun kali ini sosok misterius itu tidak menampakkan wujudnya, melainkan hanya suara.
Suara itu menjelaskan tentang tempat Yin Feng berada saat ini, sosok itu juga berpesan kepada Yin Feng untuk fokus pada latihannya tanpa mengkhawatirkan apapun.
Selain itu, sosok misterius itu juga menjelaskan tentang semua sumber daya yang bisa digunakan oleh Yin Feng untuk meningkatkan kultivasi dan juga kekuatan fisiknya.
***
Setelah bermeditasi selama beberapa jam, Yin Feng kemudian turun dari puncak bukit tersebut, lalu mendekati danau yang berada tepat di bawah kaki bukit.
"Tempat ini memang dipenuhi oleh sumber daya" gumam Yin Feng ketika melihat puluhan tanaman herbal tumbuh di sekitar danau.
"Baiklah, saatnya meningkatkan kekuatan!"
Yin Feng mengambil beberapa tanaman herbal kemudian membersihkannya di danau, setelahnya Yin Feng duduk di pinggir danau dan langsung mengonsumsi tanaman itu.
Tidak berselang lama, tubuh Yin Feng diserang oleh rasa panas akibat terlalu banyak mengonsumsi tanaman herbal, namun hal itu tidak menghambat meditasinya.
Bagi Yin Feng, hawa panas itu masih belum bisa dibandingkan dengan hawa panas sebelumnya, bahkan panas yang menyerang tubuhnya saat ini malah membuatnya merasa nyaman.
Boom!
Setelah melakukan penyerapan selama beberapa jam, dari dalam tubuh Yin Feng akhirnya terdengar suara ledakan teredam yang menandakan kultivasinya telah meningkat lagi.
Meski kultivasi-nya telah meningkat, namun Yin Feng masih belum mau mengakhiri meditasinya, ia ingin memanfaatkan energi alam di sana untuk menstabilkan fondasi kultivasinya.
***
"Sial! Jika tahu lawanku adalah naga, aku tidak akan pernah mendatangi tempat ini."
Waktu sudah berlalu selama satu bulan sejak Yin Feng terbangun dari pingsannya, dan selama satu bulan itu Yin Feng hanya fokus meningkatkan kultivasinya.
Karena merasa bosan Yin Feng kemudian mendatangi salah satu puncak bukit, karena menurut informasi dari sosok misterius, di puncak bukit itu Yin Feng bisa melakukan latih tanding.
Awalnya, Yin Feng sangat bersemangat karena sudah tidak sabar untuk menguji kekuatannya, tapi setelah mengetahui siapa lawannya, semangatnya langsung luntur saat itu juga.
Bagaimana tidak? Yin Feng yang kultivasinya masih berada di ranah Spirit Master, dipaksa untuk melawan seekor naga yang kekuatannya jauh lebih tinggi dan tidak bisa diukur.
"Groarrrr!" naga sepanjang seratus meter itu meraung keras, kemudian menyemburkan napas apinya pada Yin Feng.
Yin Feng mengerahkan seluruh energi spiritual dalam dirinya, kemudian melesat dengan kecepatan tinggi untuk menghindari semburan napas api naga tersebut.
Dhuaaar!
Ledakan dahsyat terjadi ketika semburan napas api itu menghantam tanah tempat Yin Feng berdiri, seketika itu juga, tempat itu langsung hancur, begitupun dengan bukit tersebut.
Yin Feng bergidik ngeri menatap bukit yang kini rata dengan tanah, ia benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya bila dirinya terlambat menghindar.
Yin Feng menghentikan langkahnya setelah berada sangat jauh dari bukit tersebut, ia juga merasa lega karena naga itu tidak mengejarnya, jika tidak ia pasti akan berada dalam masalah besar.
"Sepertinya aku memang harus meningkatkan kekuatan terlebih dahulu."
Keinginan Yin Feng untuk menguji kekuatannya pun lenyap, saat ini ia hanya ingin fokus meningkatkan kultivasinya, setelahnya barulah ia akan melawan naga itu lagi.
Walaupun sudah melihat betapa dahsyatnya kekuatan naga itu, tapi bukan berarti Yin Feng tidak ingin melawannya lagi, justru ia malah termotivasi untuk mengalahkan naga tersebut.
"Tunggu saja, aku pasti akan mendatangimu lagi!" Yin Feng bertekad dalam hatinya.
Yin Feng kemudian pergi ke bukit yang paling tinggi, karena menurut informasi dari sosok misterius, di bukit itu ada sumber daya yang bisa membantunya meningkatkan kultivasi dengan cepat.
Setibanya di puncak bukit itu, Yin Feng malah tidak menemukan apapun, jangankan sumber daya untuk meningkatkan kultivasi, bahkan sehelai rumput pun tidak terlihat.
"Apa informasi itu salah?" gumam Yin Feng sembari menyusuri puncak bukit tersebut.
Tidak lama berselang, bukit itu tiba-tiba saja bergetar, kemudian di tengahnya muncul lingkaran formasi sihir yang memancarkan cahaya terang dan membentuk pilar raksasa hingga menembus awan.
Beberapa saat berlalu, pilar cahaya itu mulai menghilang secara perlahan-lahan, begitupun dengan lingkaran formasi sihir yang terukir di tanah, namun di tempat itu tiba-tiba muncul sebuah altar.
Tidak hanya itu saja, di sisi altar berukuran sedang itu juga ada seorang pria sepuh dengan senyuman ramah terukir di bibirnya.
"Selamat datang, generasi muda" sapa pria sepuh itu.
"Maaf jika aku lancang, tapi bolehkah junior ini mengetahui siapa senior sebenarnya?" tanya Yin Feng sopan.
Pria sepuh itu kembali tersenyum, lalu berkata. "Panggilan itu sangat tidak pantas untuk hamba yang rendah ini."
Yin Feng mengerutkan dahinya ketika mendengar perkataan pria sepuh itu, ia tentu mengerti jika pria sepuh di depannya itu sedang merendahkan diri, namun kata "hamba" itu terlalu rendah untuk sosok kuat sepertinya.
Walaupun baru menjadi seorang kultivator, namun Yin Feng sudah mengetahui hal-hal mendasar dalam dunia kultivasi, salah satunya adalah tinggi rendahnya tingkat kultivasi seorang kultivator.
Karena itulah, Yin Feng sedikit bingung mendengar perkataan pria sepuh itu, padahal ia memiliki tingkat kultivasi yang bahkan jauh lebih tinggi dari tingkat kultivasi pemimpin sekte Teratai Giok.
"Senior, anda terlalu merendah, jika senior menganggap diri sendiri sangat rendah, lalu bagaimana dengan junior ini yang baru memahami dasar-dasar kultivasi."
"Generasi muda benar, dalam hal kekuatan mungkin hamba ini lebih tinggi, namun dalam hal status, hamba masih sangat rendah."
"Apa maksud anda, senior? Aku bukan siapa-siapa dan tidak memiliki status yang tinggi. Selain itu, status tidak akan berguna di hadapan orang-orang seperti senior."
Di dunia yang kejam ini, sebagian orang memang mengandalkan status mereka untuk bertahan hidup, namun ada kalanya dimana status seseorang tidak akan berpengaruh sama sekali, yaitu di hadapan orang kuat.
Akan tetapi, ada juga sebagian kultivator tingkat tinggi yang sangat menghormati status seseorang, misalnya seperti raja dan juga kaisar yang memimpin suatu wilayah tertentu.
"Benar! Tapi hamba tidak mungkin berani memandang tinggi diri hamba di depan generasi muda."
"Meskipun begitu, aku akan tetap menghormati anda sebagai seniorku" sahut Yin Feng.
Pria sepuh itu kembali tersenyum, "generasi muda memiliki hati yang luar biasa, mengingatkan hamba pada generasi muda sebelumnya."
"Apakah ada orang lain yang datang ke sini sebelum diriku?"
Pria sepuh itu mengangguk pelan, "lebih tepatnya, tempat ini diciptakan oleh generasi muda sebelumnya."
"Boleh junior ini tahu siapa orangnya?" rasa penasaran kembali muncul dalam diri Yin Feng, ia benar-benar ingin mengetahui siapa yang telah menciptakan tempatnya berada saat ini.
"Maafkan hamba, generasi muda. Tapi, hamba tidak diizinkan untuk menjawab pertanyaan itu. Justru, generasi muda sendirilah yang harus menemukan jawabannya."
Yin Feng hanya bisa menghela napas panjang, walaupun rasa penasarannya sangatlah besar, namun ia tidak ingin memaksa pria sepuh itu untuk menjawabnya, dan yang terpenting, Yin Feng tidak ingin menyinggungnya.
"Baiklah, karena generasi muda sudah datang, bagaimana kalau kita mulai saja?"
"Maksud senior?"