Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 80. Peninggalan terakhir.



"Saudaraku, apa ada sesuatu yang kau butuhkan?" tanya Liu Wei.


Yin Feng mengangguk, kemudian menjelaskan maksud kedatangannya ke klan Liu, yaitu ingin meminta bantuan Liu Wei untuk mencari pedang bulu Phoenix peninggalan ibunya.


Yin Feng sebenarnya tidak ingin melibatkan asosiasi Phoenix Perak, namun ia tidak memiliki pilihan lain karena ingin segera berangkat menuju ke benua Langit.


"Pedang bulu Phoenix, sepertinya aku pernah mendengar nama pedang ini" ucap Liu Wei.


"Benarkah?!"


Liu Wei hanya menanggapi perkataan Yin Feng dengan anggukan, karena ia sedang berusaha keras untuk mengingat dimana dirinya pernah mendengar nama pedang yang dicari Yin Feng.


"Bukankah pedang itu ada sebelumnya di gudang harta kita?"


"Benar juga! Pedang itu sebelumnya ada di gudang harta. Tapi malam ini pedang itu akan dilelang."


"Tunjukkan pedang itu padaku sekarang juga!"


Liu Wei mengangguk pelan, kemudian mengajak Yin Feng untuk menemui ayahnya, karena untuk melihat barang yang akan dilelang harus mendapatkan izin dari ayahnya.


Sesampainya di aula, Liu Wei kemudian mengutarakan niatnya yang ingin melihat barang yang akan dilelang, serta menjelaskan tentang pedang bulu Phoenix pada ayahnya.


"Tuan Liu, jika pedang itu memang ada padamu, aku harap kau bisa menyerahkannya padaku" ucap Yin Feng.


"Benar, pedang itu memang ada padaku. Tapi, apa kau bisa memberikan buktinya?"


"Aku akan membuktikannya jika kau menunjukkan pedang itu padaku" jawab Yin Feng.


Menurut penjelasan Liu Wei, ciri-ciri pedang yang disimpan klan Liu memang sama dengan pedang bulu Phoenix, namun Yin Feng harus memastikannya terlebih dahulu.


Jika pedang itu memang pedang bulu Phoenix yang sedang ia cari, sudah pasti Yin Feng bisa membuktikan bahwa pedang itu memanglah pedang peninggalan ibunya.


Meski sedikit keberatan dengan permintaan Yin Feng, namun Liu Zhang tetap menyetujuinya, karena ayahnya sudah mengingatkan untuk tidak menyinggung Yin Feng.


Setelah itu, Liu Zhang membawa Yin Feng menuju ke gudang penyimpanan benda lelang. Begitupun dengan Liu Wei dan Liu Hua yang memaksa untuk ikut ke gudang penyimpanan.


Setibanya di gudang penyimpanan, Liu Zhang kemudian membawa mereka ke ruangan khusus, ruangan itu dilindungi dengan formasi yang hanya bisa dibuka oleh Liu Zhang.


"Ini adalah ruangan khusus untuk menyimpan benda pusaka" ucap Liu Zhang.


"Dan pedang yang kau cari itu ada di sana."


Tanpa diberitahu pun Yin Feng sudah menemukan pedang yang ia cari, karena sejak memasuki gudang itu, ada aura kekuatan yang sangat menarik perhatiannya.


Yin Feng menghampiri sumber aura kekuatan yang terus menariknya, kemudian langkahnya terhenti ketika berada tepat di depan sebilah pedang berwarna perak.


"Tunggu!" Liu Zhang menghentikan Yin Feng yang hendak menyentuh pedang itu.


"Aku sudah membawamu kemari, jadi buktikan bahwa pedang itu memang milikmu" lanjutnya.


Yin Feng menghela napas panjang seraya menggeleng pelan, lalu menghampiri Liu Zhang dan kedua anaknya. "Lihat ini baik-baik."


Yin Feng kemudian mengalirkan energi spiritualnya ke dalam pedang perak itu dan seketika itu juga, pedang berwarna perak itu bergetar seolah merespon energi milik Yin Feng.


Tidak lama berselang, pedang itu melesat terbang menghampiri Yin Feng, bahkan dinding formasi yang diciptakan Liu Bing sampai hancur karena tidak sanggup menahan pedang itu.


"Ini..."


Liu Zhang kehabisan kata-kata saat melihat pedang itu meninggalkan tempatnya, bahkan tidak menyangka bahwa pedang perak itu merespon panggilan Yin Feng.


Selama ini, baik Liu Zhang ataupun Liu Bing, keduanya sudah berusaha untuk menundukkan pedang perak itu, namun usaha mereka berdua tidak pernah membuahkan hasil.


Oleh sebab itu, Liu Zhang memutuskan untuk melelang pedang itu, karena mereka tidak menginginkan benda yang tidak bisa digunakan, sekalipun benda itu adalah sangat berharga.


"Ayahku memang benar, pedang ini hanya bisa digunakan oleh tuannya saja" ucap Liu Zhang.


"Tapi, ada sedikit masalah yang merepotkan" lanjutnya.


Liu Zhang mengangguk, lalu menjelaskan bahwa pedang itu diinginkan oleh kaisar, ia ingin menjadikan pedang itu sebagai hadiah untuk putrinya.


Selain itu, kaisar sudah memberikan uang dalam jumlah yang cukup besar pada Liu Zhang, agar pedang itu tidak dimasukkan ke dalam daftar barang yang akan dilelang.


"Aku tidak peduli! Jika dia berusaha merebutnya dariku, aku tidak keberatan bila harus melawan satu kekaisaran!"


"Yin Feng, aku tahu kau kultivator yang kuat, tapi melawan satu kekaisaran itu terlalu..."


"Kita lihat saja nanti!"


"Baiklah, mari kita kembali" sahut Liu Zhang, lalu mereka meninggalkan gudang penyimpanan.


Ketika mereka tiba di aula sebelumnya, seorang pria yang merupakan utusan dari kekaisaran juga tiba di ruangan itu dan Liu Zhang tentu sudah mengetahui tujuan kedatangannya.


"Sampaikan pada kaisar, kami akan datang menemuinya malam ini."


"Baiklah, dan jangan lupa untuk membawa barang yang diinginkan oleh yang mulia."


"Hahh... Sepertinya yang aku takutkan akan benar-benar terjadi" gumam Liu Zhang.


"Justru itulah yang aku inginkan" sahut Yin Feng yang mendengar perkataan Liu Zhang.


***


Malam harinya.


Sesuai dengan janjinya, Liu Zhang dan keluarganya benar-benar datang ke istana kekaisaran, begitupun dengan Yin Feng yang ingin menemui kaisar secara langsung.


"Hormat kami, yang mulia!"


Liu Bing memimpin keluarganya memberikan hormat pada kaisar Zhong, namun tidak dengan Yin Feng yang hanya diam dan tidak memberikan hormat pada kaisar.


"Liu Bing, apa dia anggota keluargamu?" tanya Ling Guan.


Liu Bing menoleh pada Yin Feng selama beberapa saat, kemudian menjelaskan bahwa Yin Feng bukan anggota keluarga mereka, namun memiliki hubungan persaudaraan dengan cucunya.


"Lalu, kenapa dia tidak memberi hormat padaku?!"


"Hormat atau tidaknya aku padamu, tidak ada hubungannya dengan klan Liu!" ujar Yin Feng.


"Lancang sekali kau, bocah!" pria yang berada di samping kaisar melepaskan aura kekuatannya.


Seisi ruangan diselimuti oleh aura yang sangat pekat dan mengintimidasi, namun hanya Liu Bing dan Yin Feng yang masih terlihat tenang menghadapi tekanan intimidasi tersebut.


Sepak terjang Liu Bing memang sudah dikenal oleh semua orang di kekaisaran Zhong, sehingga mereka tidak heran melihat Liu Bing yang masih bisa santai di bawah tekanan itu.


Namun, sosok Yin Feng sangat asing bagi mereka semua, terlebih lagi usianya terlihat masih sangat muda tapi dia mampu bersikap tenang dan santai seperti Liu Bing.


"Sudahlah, jangan dihiraukan lagi" ucap Ling Guan menangkan bawahannya.


"Liu Bing, apa kau membawa pedang itu?"


"Yang mulia, sebenarnya..."


"Pedang itu milikku, jika kau menginginkannya datanglah dan rebut dari tanganku!" ujar Yin Feng memotong perkataan Liu Bing.


"Liu Bing, apa maksudnya ini? Kenapa kau menyerahkan pedang itu pada orang lain?!""


"Aku bukan orang lain, melainkan pemilik pedang itu!" lagi-lagi Yin Feng tidak memberikan kesempatan pada Liu Bing untuk angkat bicara.


Dari pembicaraan singkat itu, Yin Feng paham jika Ling Guan ingin menyalahkan klan Liu, karena itulah Yin Feng selalu menjawab pertanyaan yang ditujukan pada Liu Bing.


Dengan begitu, Ling Guan tidak punya kesempatan untuk menyalahkan klan Liu, dan klan Liu juga tidak akan terlibat dalam masalah yang bisa berujung pada peperangan.