
"Dewa Phoenix, apa kau menyadari kesalahanmu?" tanya seorang dewa yang duduk di singgasana.
Yin Feng Huang mengangkat sudut bibirnya, "jika aku tidak menyadarinya, mana mungkin aku datang dengan cara seperti ini."
"Dewa Phoenix! Jaga ucapanmu, meski kau tidak menghormati kami tapi setidaknya kau menghormati raja kita!"
"Maaf, tapi hanya dia yang pantas mendapatkan rasa hormatku" sahut Yin Feng Huang.
Saat pertamakali menginjakkan kakinya di alam para dewa, Yin Feng Huang langsung membuat kekacauan dengan cara menantang siapapun yang ditemuinya di sana.
Meski pada saat itu kekuatannya masih belum terlalu tinggi, namun dengan adanya api langit disisinya, Yin Feng Huang berhasil mengalahkan beberapa dewa dengan mudah.
Para dewa yang tidak tahan dengan tindakan Yin Feng Huang memutuskan untuk menghukumnya, kemudian raja para dewa mengutus sembilan dewa untuk menangkapnya.
Yin Feng Huang yang kala itu sangat tergila-gila dengan pertarungan, malah menantang sembilan dewa itu untuk bertarung, bahkan meminta mereka untuk maju secara bersamaan.
Pertarungan mereka berlangsung cukup lama dan menggetarkan alam dewa, dari sembilan orang dewa yang melawannya, Yin Feng Huang berhasil mengalahkan enam diantaranya.
Akan tetapi, saat Yin Feng Huang ingin melanjutkan pertarungan itu, sosok yang jauh lebih kuat dari sembilan dewa yang dihadapinya tiba-tiba muncul dan menghentikannya.
Kesal karena pertarungannya diganggu, Yin Feng Huang kemudian menantang sosok tersebut, namun sayangnya Yin Feng Huang dikalahkan hanya dengan satu lambaian tangan.
Setelah mengalahkannya, sosok misterius itu tidak hanya tidak memberikan hukuman pada Yin Feng Huang, tapi juga mengangkat Yin Feng Huang menjadi muridnya.
"Kita semua memang menghormatinya, tapi setidaknya kau juga harus menghormati raja kita!"
"Sudah kukatakan, aku hanya menghormati mereka yang pantas untuk dihormati."
"Kau..."
"Cukup! Tidak perlu dibahas lagi" sahut raja para dewa.
"Dewa Phoenix, karena kau sudah menyadari kesalahanmu, sekarang pergilah ke tempat penghukuman" lanjutnya.
Yin Feng Huang hanya mengangguk pelan tanpa mengatakan apapun, kemudian ia meninggalkan tempat itu dan pergi ke tempat penghukuman yang dimaksud.
"Yang mulia, apakah kita akan diam saja?"
"Benar yang mulia, bagaimanpun juga bocah itu harus menerima hukumannya juga."
"Jangan melakukan hal yang bodoh, kalian semua tahu seperti apa dewa Phoenix, jika dia mengamuk lagi, pasti sulit untuk menghentikannya."
"Yang mulia, selama kita tidak membunuh anak itu, aku yakin Yin Feng Huang tidak akan melakukan apapun."
"Hahh... terserah kalian saja, tapi jangan sampai melukai anak itu."
"Baik, yang mulia!"
Setelah itu, salah seorang dewa menghilang dari tempat tersebut, lalu dewa itu muncul lagi di hamparan padang rumput tempat Yin Feng menjalani latihannya.
Kemunculan sosok misterius itu sontak membuat Yin Feng kaget, ia ingin bergerak dari tempatnya namun tertahan oleh tekanan dahsyat yang masih menimpa tubuhnya.
"Aku benar-benar tidak mengerti, kenapa bocah lemah sepertimu bisa menjadi ancaman."
"Apa maksudmu?"
Meski sosok didepannya itu terlihat sangat kuat, namun Yin Feng tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun, sama halnya dengan Yin Feng Huang yang tidak mengenal takut.
Sikap Yin Feng membuat dewa itu merasa jengkel, padahal ia adalah sosok dewa yang seharusnya dihormati dan ditakuti, tapi pemuda didepannya itu malah terlihat biasa saja.
"Cihh... Kalian semua sama saja!" ujarnya, lalu melambaikan tangan kanannya.
Seketika itu juga muncul retakan udara di hadapan Yin Feng, retakan itu kian membesar setiap detiknya, hingga akhirnya membentuk sebuah lubang yang cukup besar.
Pada saat yang bersamaan, lubang itu menghisap tubuh Yin Feng secara paksa, bahkan tekanan luar biasa yang menimpanya tidak mampu membuatnya bertahan di sana.
"Nikmatilah hadiah yang telah kami siapkan untukmu!" ujar dewa itu kemudian menghilang dari sana.
Setelah mengirim Yin Feng ke tempat lain yang entah ada dimana, dewa itu kemudian menghampiri Ying Huo dipuncak gunung, lalu mengirimnya kembali ke benua Xuanwu.
Pada saat yang hampir bersamaan.
Yin Feng Huang yang mengetahui perbuatan para dewa mencoba untuk menghancurkan segel yang menahannya, tapi sosok yang sangat ia hormati menghentikannya lagi.
"Yang mulia, jangan hentikan aku! Bagaimanpun caranya aku harus membalas perbuatan mereka!"
"Feng Huang, jangan terbawa emosi, keturunanmu itu akan baik-baik saja."
"Tapi..."
"Jalani saja hukumanmu, biarkan dia menentukan jalannya sendiri, ingatlah dia bukan dirimu dan tidak akan pernah bisa menjadi dirimu."
"Yang mulia, aku hanya ingin melindunginya, apakah itu salah?"
"Tentu tidak, tapi jika kau ikut campur lebih jauh lagi, maka takdirnya akan berubah."
"Maksud anda?"
"Kau akan tahu setelah dia melewati perjalanan sulit ini. Jadi, tenangkan dirimu dan nikmati saja perjalanannya" jawab sosok misterius itu, lalu menghilang dari sana.
Setelah sosok yang sangat ia hormati itu meninggalkannya, Yin Feng Huang kemudian memperbaiki posisi duduknya, lalu bermeditasi untuk menenangkan pikirannya.
Meskipun gurunya sudah memintanya untuk tenang dan tidak perlu mengkhawatirkan Yin Feng, namun ia masih belum bisa memaafkan tindakan para dewa.
Karena itulah Yin Feng Huang lebih memilih untuk bermeditasi, agar pikirannya menjadi lebih tenang, serta meyakinkan dirinya bahwa Yin Feng akan baik-baik saja.
***
"Dimana ini?"
Ketika memasuki lubang misterius itu, Yin Feng langsung kehilangan kesadarannya dan saat tersadar, Yin Feng sudah berada di puncak bukit yang entah ada dimana.
Yin Feng kemudian melepaskan kesadaran spiritualnya untuk memeriksa keadaan disekitarnya, namun ia tidak menemukan orang lain selain dirinya dan beberapa hewan spiritual.
"Sepertinya tempat ini cukup jauh dari kota" gumam Yin Feng, lalu terbang meninggalkan puncak gunung itu dengan kecepatan sedang.
Setengah jam kemudian, Yin Feng akhirnya menemukan sebuah kota yang cukup besar, ia-pun memutuskan untuk turun dan singgah di kota itu guna mencari informasi.
"Berhenti! Jika ingin masuk ke kota ini kau harus menunjukkan identitas!" ujar penjaga gerbang kota.
Yin Feng mengangguk, kemudian mengeluarkan lencana emas asosiasi Phoenix Perak, lalu menunjukkan lencana itu pada para prajurit penjaga gerbang kota.
Salah seorang prajurit meraih lencana itu dan memeriksanya selama beberapa saat, lalu mengembalikan lencana emas itu kepada Yin Feng, namun reaksinya terlihat biasa saja.
"Bagaimana? Apa aku bisa masuk?" tanya Yin Feng.
"Kau bisa masuk, tapi karena kami tidak mengenal lencana itu, maka kau harus membayar sebanyak 30 keping koin perak."
Yin Feng mengerutkan dahinya, reaksi para prajurit itu jelas membuatnya sangat bingung, karena di benua Xuanwu tidak ada yang tidak mengetahui lencana asosiasi Phoenix Perak.
"Tuan, boleh aku menanyakan sesuatu?" tanya Yin Feng.
"Silahkan saja."
"Sebenarnya, kota ini berada di wilayah kekaisaran mana?"
"Jadi kau bukan berasal dari sini, pantas saja lencana yang kau tunjukkan sangat asing. Kota ini berada di wilayah kekaisaran Tang."
"Kekaisaran Tang? Dimana itu?"
Para prajurit terlihat bingung mendengar pertanyaan Yin Feng, "kau ini lupa ingatan atau memang tidak tahu?"
"Tuan, tolong jelaskan dimana aku berada sekarang."
Melihat Yin Feng yang sangat kebingungan, para prajurit itupun berpikir jika Yin Feng telah hilang ingatan, lalu mereka menjelaskan semua hal yang ingin diketahui olehnya.