
Liu Bing kemudian mengajak ke hutan bambu yang tidak terlalu jauh dari kota, karena di sana terdapat sebuah portal yang menghubungkan kekaisaran Zhong dengan benua Langit.
Setelah cukup jauh memasuki hutan, Liu Bing kemudian menonaktifkan mantra formasi yang terpasang di sana. Seketika itu juga, bambu-bambu di depan mereka terbuka layaknya sebuah gerbang.
Pada saat yang bersamaan, di depan mereka nampak sebuah altar yang sangat besar dan dikelilingi oleh empat pilar, di tengahnya terdapat sebuah portal berbentuk lingkaran.
"Ini adalah jalan menuju benua Langit" ucap Liu Bing.
"Apa yang harus dilakukan untuk mengaktifkan portal ini?" tanya Yin Feng.
"Hanya kristal jiwa tingkat tinggi."
Liu Bing kemudian mengeluarkan beberapa kristal jiwa dari cincin ruang miliknya, lalu menyusun semua kristal itu mengelilingi portal yang berada di tengah altar.
Tidak lama berselang, energi dalam semua kristal jiwa itu diserap oleh portal. Beberapa saat kemudian, portal itupun mulai aktif dan membuka jalan menuju benua Langit.
"Ambillah, kau akan membutuhkan ini saat di sana nanti" ucap Liu Bing menyerahkan sebuah cincin.
"Kristal jiwa?"
Liu Bing mengangguk pelan, "kau akan tahu setelah tiba di benua Langit.
"Sekarang masuklah, gerbang ini tidak akan bertahan lama."
"Terima kasih" sahut Yin Feng, lalu melesat memasuki portal setelah berpamitan pada mereka semua.
***
Setelah melewati portal yang menghubungkan benua Langit dan kekaisaran Zhong, Yin Feng kini berada di depan sebuah gerbang raksasa yang dibangun di atas awan.
"Tempat ini benar-benar menarik" gumam Yin Feng, kemudian mendekati barisan antrean di depan gerbang.
Setelah mengantre selama setengah jam, akhirnya tiba giliran Yin Feng untuk memasuki gerbang.
"Dua ratus kristal jiwa tingkat menengah" ucap salah seorang penjaga.
"Bagaimana dengan identitas ku?" tanya Yin Feng.
"Kami tidak membutuhkannya!"
Yin Feng mengangguk pelan, kemudian mengeluarkan dua ratus kristal jiwa kualitas menengah dari cincin ruangnya, lalu menyerahkan semuanya pada penjaga gerbang.
"Baiklah, kau boleh masuk!"
"Terima kasih!" ujar Yin Feng, lalu memasuki gerbang raksasa itu.
Kota Yunji.
Setelah melewati gerbang, Yin Feng kini berada di sebuah kota yang bernama kota Yunji. Yaitu kota yang menghubungkan benua Langit dengan benua lainnya di dunia ini.
Karena itulah, suasana di kota Yunji jauh lebih ramai dibandingkan dengan kota lain di benua Langit, dan merupakan kota terbesar kedua setelah ibukota kekaisaran Long.
"Tempat ini benar-benar ramai, namun juga sangat berbahaya," gumam Yin Feng.
Baru saja menginjakkan kakinya di kota itu, Yin Feng sudah merasakan aura membunuh yang ditujukan untuk dirinya, namun ia akan diam untuk sementara waktu.
Yin Feng menghentikan langkahnya ketika tiba di tempat yang lumayan sepi. "Keluarlah" ucapnya santai.
"Sudah kuduga, kau pasti mengetahui keberadaan kami" ucap salah seorang kultivator yang mengikuti Yin Feng.
"Apa tujuan kalian mengikuti-ku?"
"Coba tebak..."
Yin Feng menyeringai, "benar juga! Kenapa aku sampai melupakan hal ini?"
"Apa maksudmu?"
Tatapan Yin Feng berubah, dari tubuhnya terpancar aura membunuh yang sangat pekat dan terasa mengerikan. Sesaat kemudian, Yin Feng tiba-tiba muncul tepat di hadapan mereka.
Pergerakan Yin Feng yang sangat cepat membuat mereka tidak sempat bereaksi, dan saat mereka menyadarinya, salah seorang dari mereka telah berada dalam cengkeraman Yin Feng.
"Bukankah para pembunuh tidak membutuhkan alasan untuk membunuh targetnya?"
Slash!
Suara tebasan terdengar jelas ditelinga mereka semua dan ketika mereka sadar, rekan mereka yang berada dalam cengkeraman Yin Feng sudah terkapar tidak bernyawa.
"Bukankah kalian ingin memburuku? Sekarang majulah, aku akan meladeni kalian semua!"
"La-lari... Kita semua bukan tandingannya!"
"Lari? Apa kalian pikir aku akan membiarkan kalian pergi begitu saja?!"
Yin Feng melesat dengan kecepatan tinggi dan mulai membantai para kultivator itu dan hanya dalam hitungan detik, mereka semua sudah terkapar tak bernyawa.
Pembunuhan yang dilakukan Yin Feng disaksikan oleh beberapa orang yang melintas di sana, namun tidak ada seorangpun yang menghiraukan peristiwa berdarah itu.
Orang-orang juga terlihat tenang dan santai ketika menyaksikan kejadian itu, seolah-olah pembunuhan adalah sesuatu yang sudah lumrah dan bukan hal yang mengejutkan bagi mereka.
"Benua Langit ini benar-benar menarik" gumam Yin Feng, lalu melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
"Hei! Mau kemana kau?!"
Yin Feng menghentikan langkahnya dan menoleh kearah sumber suara, di sana terlihat beberapa orang pria berpakaian hitam yang menutupi wajah mereka dengan topeng hitam.
"Apa kalian ingin balas dendam?" tanya Yin Feng.
"Jangan salah paham, kami hanya ingin menjalankan tugas."
Yin Feng mengerutkan dahinya, "tugas? Maksud kalian?"
Salah seorang dari mereka kemudian menjelaskan bahwa tugas yang dimaksud adalah menyingkirkan para mayat, dan untuk itu mereka menginginkan bayaran dari Yin Feng.
Jika Yin Feng tidak mau membayar, maka ia harus menyingkirkan mayat itu dengan tangannya sendiri. Dan jika ia menolak, maka semua orang di kota Yunji ini akan memburunya.
Meski benua Langit bisa dikatakan sebagai benua yang tidak memiliki hukum dan aturan, namun ada satu aturan yang harus dipatuhi oleh semua orang yang tinggal di sana.
Aturan itu adalah menyingkirkan mayat yang telah dibunuh. Namun karena banyak yang tidak mau melakukannya, maka dibentuklah kelompok khusus untuk melakukan pekerjaan ini.
"Berapa?" tanya Yin Feng.
"Satu mayat seratus kristal jiwa kualitas rendah" jawab salah seorang dari mereka.
"Baiklah!" Yin Feng mengeluarkan 700 kristal jiwa kualitas menengah dari cincin ruang miliknya, kemudian menyerahkannya pada kelompok itu.
"Jumlahnya pas, sekarang kau bisa pergi dan biarkan kami yang menyingkirkan mereka."
Yin Feng hanya mengangguk, kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
Setelah itu, Yin Feng mencari penginapan untuk dijadikan tempat tinggal sementara, karena sebelum menjelajahi benua Langit, ia harus mengumpulkan informasi terlebih dahulu.
Selain itu, ia juga harus berburu hewan spiritual untuk mengumpulkan kristal jiwa, karena uang yang berasal dari benua Xuanwu benar-benar tidak berharga di benua Langit.
"Persediaan ku semakin menipis" ucap Yin Feng pelan.
"Aku bisa membantumu" ujar seseorang yang berdiri tepat di belakang Yin Feng.
"Bantuan apa yang kau maksud?"
"Bukankah kau membutuhkan kristal jiwa?"
"Lalu, apa yang kau inginkan?" tanya Yin Feng yang langsung mengerti maksud dari pria itu.
"Hari ini aku akan meninggalkan benua Langit" jawab pria itu.
"Berapa?"
"Aku memiliki 500.000 kristal jiwa kualitas rendah, 20.000 kualitas menengah dan 1000 kualitas tinggi."
"Aku akan memberikan semuanya padamu jika kau memberiku 1000 koin platinum."
"Tidak masalah!" ujar Yin Feng, lalu mengeluarkan 1000 koin platinum dari cincin ruang miliknya.
"Baiklah, semua kristal jiwa ini milikmu."
***
(Halo semua! Maaf ya, akhir-akhir ini jarang update, author lagi sibuk dengan pekerjaan jadi ngga ada waktu buat update chapter.
Tapi tenang aja, author bakal usahain buat update setidaknya satu chapter perhari.
Sekian untuk hari ini, see you next chapter, Bai-Bai!)