
Tidak hanya para penonton turnamen, para tetua sekte-pun tidak bisa menerima hasil pertarungan itu, mereka juga meminta untuk melakukan pertandingan ulang.
Akan tetapi, permintaan mereka tidak disetujui oleh Zhu Guang, karena jika pertarungan itu sampai diulangi, maka ia tidak bisa menjamin apakah Yin Feng bisa menahan diri atau tidak.
"Baiklah, karena pertarungannya sudah selesai, maka dengan ini aku nyatakan..."
"Tunggu!" ujar Yin Feng menghentikan Zhu Guang.
"Ada apa, Yin Feng?"
Yin Feng mengarahkan pandangannya para para tetua sekte. "Para tetua sekalian, sepertinya kalian masih tidak puas dengan kemenangan ini."
"Benar! Tidak ada seorangpun yang merasa puas dengan hasil pertarungan ini!"
Yin Feng mengangguk paham, "kalau begitu, bagaimana jika kalian mencoba melawanku?"
Semua orang tersentak kaget mendengar perkataan Yin Feng, karena tantangan yang baru saja ia berikan terdengar sangat berlebihan bagi semua orang yang mendengarnya.
"Bocah! Aku tahu kau kuat tapi sadarilah batasanmu!"
"Apa kalian takut?" Yin Feng memprovokasi.
"Cihh... Bocah tidak tahu diri, jangan sampai kau menyesali perkataan-mu!" ujar tetua kedua, kemudian melompat naik keatas arena pertarungan.
Tanpa menunggu aba-aba dari Zhu Guang, tetua kedua langsung melancarkan serangannya pada Yin Feng, namun ia masih menahan kekuatannya agar tidak membunuh Yin Feng.
Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh tetua kedua, tapi tidak satupun dari serangannya yang berhasil mengenai Yin Feng, bahkan semua serangannya dihindari dengan mudah.
Pada mulanya, tetua kedua berpikir bahwa semua itu hanya sekedar keberuntungan belaka, tapi akhirnya ia sadar bahwa Yin Feng memiliki kemampuan yang tidak bisa diremehkan.
"Sepertinya kau lumayan hebat, kalau begitu aku tidak akan menahan kekuatan-ku lagi!"
Tetua kedua melanjutkan serangannya dan tidak menahan kekuatannya lagi, tapi lagi-lagi Yin Feng berhasil menghindari semua serangannya tanpa kesulitan sedikitpun.
"Mari kita lihat sampai kapan kau bisa menghindar!"
"Pukulan dewa naga!" Tetua kedua mengalirkan energi spiritual ke tangan kanannya, lalu melayangkan tinjunya pada Yin Feng.
Dhuaarrrrrr!
Ledakan dahsyat terjadi ketika energi berbentuk kepala naga itu menghantam tubuh Yin Feng.
Semua orang memfokuskan pandangannya ke arena pertarungan, namun tidak ada yang mengetahui apa yang terjadi karena pandangan mereka terhalangi oleh debu.
Tidak lama berselang, debu-debu yang menghalangi pandangan mulai menghilang secara perlahan, namun semua orang dibuat kaget ketika melihat Yin Feng masih baik-baik saja.
Jangankan terluka akibat terkena "pukulan dewa naga" milik tetua kedua, Yin Feng bahkan tidak beranjak sedikitpun dari tempat ia berdiri sebelumnya.
"Tidak mungkin!"
"Tetua, di dunia ini tidak ada yang namanya tidak mungkin!"
Yin Feng kemudian melesat maju mendekati tetua kedua, lalu melayangkan tinjunya. Tapi pukulannya itu masih berhasil ditahan oleh tetua kedua.
Pada saat yang bersamaan, tetua kedua juga mencoba untuk melayangkan pukulannya, namun Yin Feng lebih dulu memutar tubuhnya seraya mengayunkan kaki kanannya.
Tetua kedua menahan tendangan itu dengan kedua tangannya, namun tendangan keras Yin Feng berhasil membuatnya terlempar hingga ke pinggir arena pertarungan.
"Cihh... Tendangannya benar-benar keras."
Tetua kedua nampak kesal dan ingin melancarkan serangan balasan, tapi Yin Feng tiba-tiba saja muncul di depannya seraya mendaratkan pukulan telak di wajahnya.
Pukulan telak itu membuat tetua kedua terlempar jauh hingga keluar dari arena pertarungan, dan saat ia hendak kembali ke arena Zhu Guang tiba-tiba saja menghentikannya.
"Patriark! Kenapa kau menghentikan ku?!"
Tetua kedua tersentak kaget, ia baru sadar jika dirinya sudah berada di luar arena pertarungan. Meski begitu, ia masih saja tidak bisa menerima kekalahan tersebut.
"Sepertinya anda belum puas, kalau begitu mari kita lanjutkan!" ujar Yin Feng.
"Bagus! Kali ini aku akan menghajar mu hingga babak belur!"
Baik Yin Feng ataupun tetua kedua, keduanya sama-sama mengabaikan peringatan Zhu Guang dan tetap melanjutkan pertarungan mereka.
Namun, di pertarungan kali ini Yin Feng terlihat memimpin sejak pertarungan dimulai, bahkan ia tidak memberikan kesempatan sedikitpun pada tetua kedua untuk menyerangnya.
"Pukulan ini karena kau sudah meremehkan ku!"
Bugh!!
Pukulan telak kembali mendarat di wajah tetua kedua, pria tua malang itu kembali terlempar jauh hingga menabrak dinding pembatas antara arena dan bangku penonton.
"Si-sial, kenapa aku tidak bisa mengalahkannya?"
"Sudah cukup, pertarungan ini sudah berakhir!" ujar Zhu Guang.
Yin Feng mengangguk, lalu menghampiri tetua kedua dan kemudian membantunya untuk berdiri.
"Kenapa? Bukankah kau sangat membenciku?" Tetua kedua nampak bingung dengan sikap Yin Feng.
Yin Feng tersenyum. "Maaf jika aku kurang sopan, tapi tujuanku melakukan ini hanya untuk menunjukkan pada kalian semua bahwa aku bukanlah bocah ingusan."
"Aku mengerti kenapa anda dan para tetua lain tidak bisa menerima semua ini. Tapi selama takdir tidak menginginkannya, kalian tidak akan mendapatkan apapun."
Tetua kedua terdiam seribu bahasa, perkataan Yin Feng berhasil membuatnya sadar bahwa dirinya selama ini sudah terlalu serakah dan hanya mementingkan diri sendiri.
Pernikahan yang mereka katakan sebenarnya hanyalah sebuah alasan, karena yang sebenarnya mereka inginkan adalah kekuatan luar biasa yang dimiliki oleh Duan Ling.
Dengan adanya kekuatan Duan Ling, maka mereka tidak hanya akan menduduki takhta pemimpin sekte Pilar Cahaya, tapi juga berkemungkinan menjadi kultivator terkuat.
"Jika kalian masih merasa tidak puas, silahkan maju dan hadapi aku. Tapi jangan salahkan aku bila ada yang meregang nyawa!"
Kali ini Yin Feng tidak main-main dengan ancamannya, bahkan ia langsung melepaskan aura membunuh yang jauh lebih besar, yang menandakan bahwa dirinya sangat serius.
Namun setelah menunggu selama beberapa menit di atas arena pertarungan, tidak ada seorangpun yang menjawab tantangannya atau langsung naik ke atas arena.
"Hahh..." Yin Feng menghela napas untuk menenangkan dirinya, lalu meninggalkan arena pertarungan.
Setelah Yin Feng meninggalkan arena pertarungan, Zhu Guang naik ke arena kemudian mengumumkan bahwa Yin Feng adalah pemenang dalam turnamen tersebut.
Selain itu, Zhu Guang juga mengumumkan tentang pernikahan Yin Feng dan Duan Ling yang akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan.
Kemenangan dan kabar baik ini disambut dengan baik oleh para penonton, meski awalnya merasa tidak puas, tapi sekarang mereka semua sudah bisa menerimanya.
Selain itu, mereka semua juga mengucapkan selamat untuk pernikahan Yin Feng dan Duan Ling, serta selamat atas bergabungnya Yin Feng dengan sekte Pilar Cahaya.
"Tunggu sebentar, sepertinya ada kesalahpahaman di sini!" ujar Yin Feng.
Zhu Guang menghampiri Yin Feng dan menghentikannya. "Biarkan saja, memangnya kau tega menghancurkan kebahagiaan mereka?"
"Bukan seperti itu" sahut Yin Feng.
"Sudahlah, yang penting kau sudah mendapatkan Duan Ling."
"Baiklah, tapi aku akan tetap pada pendirianku sebelumnya."
"Tidak masalah, tapi aku harap kau bisa membantu saat kami mengalami kesulitan."
"Tentu."