Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 25. Serangan tak terduga.



"Cihh... ternyata kekuatanmu tidaklah sebesar nyalimu."


Ying Huo mendengus kesal setelah mengalahkan pria yang mengganggu tidurnya, namun ia masih belum membunuh pria tersebut dan hanya memberikan luka yang sangat parah untuknya.


"Tu-tuan, aku mohon ampuni nyawaku."


"Jawab pertanyaan-ku, kenapa kau mengganggu tidurku?!" tanya Ying Huo.


"Ma-maafkan aku, tuan. A-aku terpaksa melakukannya karena diancam oleh seseorang."


"Benarkah? Siapa yang mengancam-mu?"


"Di-dia... dia dari sekte aliran hitam dan nama sektenya adalah sekte Teratai Giok" jawab pria tersebut.


Ying Huo menghela napas panjang, "padahal sudah hampir mati, tapi kau masih saja berbohong" ucapnya.


"A-aku tidak berbohong!"


"Cihh... benar-benar menyebalkan!"


Ying Huo mengeluarkan bola api hitam di telapak tangannya, lalu ia melempar bola api hitam itu ke tubuh tetua sekte Gunung Giok yang sedang terkapar di tanah.


"Arkhh!" Jeritan mengiris hati menghiasi heningnya suasana hutan, namun Ying Huo tidak merasa kasihan sedikitpun.


"Sekte Gunung Giok, kalian akan menerima akibatnya!"


Sebagai seorang penguasa, Ying Huo tentu tidak akan diam saja ketika ada yang mengusiknya, karena itulah ia berniat untuk membalas perbuatan sekte Gunung Giok.


Namun dalam waktu dekat ini, Ying Huo tidak akan melakukan apapun pada sekte tersebut, karena ia masih harus mengawasi dan melindungi Yin Feng yang sedang berkultivasi.


Ying Huo bisa saja meninggalkan gua itu karena ia sudah memasang formasi pelindung yang sangat kuat, bahkan hampir tidak ada kultivator di kekaisaran Bei yang bisa menembusnya.


Akan tetapi, yang di khawatirkan Ying Huo bukanlah kultivator dari kekaisaran Bei, ataupun kultivator dari tempat lain di benua Xuanwu, melainkan pasukan kaisar langit.


Selain itu, Ying Huo juga menyadari alasan kenapa kaisar langit sangat menginginkan Yin Feng, karena itulah akan sangat berbahaya bila dirinya meninggalkan Yin Feng.


***


Waktu kian berlalu, Yin Feng masih berusaha untuk menyerap semua energi yang terkandung dalam teratai Api dan Es, serta menyatukan kedua energi berbeda tersebut.


Menyatukan dua energi berbeda secara bersamaan tidak semudah yang dibayangkan, karena jika Yin Feng melakukan kesalahan walau sedikit, resikonya akan sangat besar.


Selain itu, energi yang berasal dari teratai Api dan Es juga tidak mudah dikendalikan, bahkan melakukan perlawanan saat hendak disatukan dengan api hijau.


Belum lagi rasa sakit yang diakibatkan oleh dua energi tersebut, walaupun masih bisa di tahan, namun membuat Yin Feng semakin kesulitan dalam melakukan penyatuan.


Sejak memulai proses penyatuan, Yin Feng sudah berulang kali menerima dampak dari perlawanan kedua energi itu, tetapi Yin Feng terus berusaha tanpa menghiraukan rasa sakitnya.


Alasan yang membuat Yin Feng mampu menahan rasa sakit itu hanyalah tekadnya yang ingin menjadi kuat, serta keinginan untuk mengungkap identitas dirinya yang masih menjadi misteri.


Dalam beberapa bulan terakhir, Yin Feng akhirnya menyadari bahwa identitasnya tidak sesederhana yang ia pikirkan, dan ia yakin ada alasan khusus dibalik tindakan orang tuanya.


Oleh sebab itu, Yin Feng ingin segera menjadi kuat agar bisa mengungkap semua misteri yang ada pada dirinya, serta menentukan bagaimana ia menyikapi tindakan orang tuanya.


Sebagai seorang anak yang dibuang orang tuanya, Yin Feng tentu merasa marah dan sangat, namun semua itu bisa lenyap jika ada alasan khusus dibalik tindakan mereka itu.


***


Kekaisaran Bei.


Karena kemunculan penguasa hutan belantara, acara perburuan-pun terpaksa dihentikan lebih cepat, sebab Zhao Yujin tidak ingin mengambil resiko yang bisa mengancam kekaisaran.


Dan saat ini, para peserta sedang dikumpulkan di tempat khusus yang digunakan untuk turnamen kultivator, karena bagaimanapun juga kaisar harus mengumumkan pemenangnya.


Namun lagi-lagi, posisi pertama dimenangkan oleh sekte Naga Langit, mereka tidak hanya menang dalam jumlah, namun juga menang dalam kualitas kristal jiwa.


Sedangkan untuk sekte Teratai Giok, mereka harus pasrah menerima kedua dari bawah, karena hampir semua kristal jiwa yang mereka dapatkan di pegang oleh Yin Feng.


Jika Yin Feng hadir, bisa dipastikan mereka akan memegang juara pertama, karena jumlah dan kualitas kristal jiwa mereka sedikit lebih unggul dari sekte Naga Langit.


Hanya tetua kedua saja yang tidak bisa menerimanya, bahkan ia menganggap Yin Feng sengaja melakukan hal itu agar bisa menggunakan semua kristal jiwa itu untuk dirinya sendiri.


"Patriark! Bagaimanapun juga kau harus mempertanggungjawabkan perbuatan muridmu ini!"


"Tetua kedua, apa maksudmu? Bukankah semua murid sudah menjelaskan alasannya?!"


"Aku yakin itu hanya akal-akalan muridmu saja!"


"Tetua kedua, jaga ucapan-mu!"


"Memangnya kenapa? Apa kau mau melindungi muridmu yang tidak tahu diri itu?!"


"Tarik ucapan-mu atau aku akan..."


"Akan apa?! Apa kau mau mengeluarkan ku dari sekte?!"


"Jika kau tidak tahu apa-apa sebaiknya kau diam saja!" Xu Jiang masih berusaha untuk menahan amarah dalam dirinya.


"Oh, jadi kau mau aku diam saja setelah mengetahui kebusukan muridmu?!"


"Tetua kedua!"


Xu Jiang yang sudah tidak tahan akhirnya melepaskan aura kekuatannya dan seketika itu juga, seisi ruangan pertemuan dipenuhi oleh tekanan intimidasi yang begitu besar.


Tetua kedua tersenyum penuh kemenangan, karena sekarang ia sudah memiliki alasan kuat untuk menggulingkan Xu Jiang dari posisinya sebagai ketua sekte.


"Para tetua sekalian, aku harap kalian bisa menilai situasi ini dengan bijak" ucap tetua kedua memprovokasi.


"Jika terus dibiarkan, orang sepertinya hanya akan mendatangkan kerugian bagi sekte kita!" lanjutnya.


Para tetua sekte awalnya tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, namun setelah mendengar perdebatan keduanya, entah mengapa mereka seperti setuju dengan pemikiran tetua kedua.


"Menurutku, perkataan tetua kedua memang ada benarnya, karena mustahil Feng Huang bisa melawan elang api sendirian."


"Itu benar, kalaupun dia ingin menyelamatkan para murid, lalu kenapa ia tidak ikut bersama mereka dan menjaga mereka saat meninggalkan hutan belantara?"


Para tetua yang terlah termakan provokasi tetua kedua mulai menyalahkan tindakan Yin Feng, padahal sebelumnya mereka memuji tindakan Yin Feng yang rela mengorbankan nyawa.


"Jadi, kalian semua menyalahkan muridku?!"


"Patriark, kami tidak bermaksud menyalahkan muridmu, tapi jika dipikirkan lagi, alasannya itu terlalu mengada-ada."


"Baiklah, lalu apa yang kalian inginkan?!"


"Mudah saja, kau hanya perlu menyingkir dari posisimu saat ini, karena orang sepertimu tidak pantas menjadi pemimpin!" ujar tetua kedua.


"Apa kalian semua sependapat?" tanya Xu Jiang.


Para tetua lainnya tidak mengatakan apapun, karena bagaimanapun juga mereka masih menaruh rasa hormat pada Xu Jiang, namun disisi lain, mereka juga tidak membantah perkataan tetua kedua.


"Baiklah, jika itu yang kalian inginkan maka aku akan meninggalkan sekte ini!"


Dhuaaarrr!


Tidak lama setelah Xu Jiang menyelesaikan ucapannya, suara ledakan yang sangat besar terdengar dari arah gerbang sekte, karena penasaran, mereka semua pergi ke sana untuk memeriksanya.


Gerbang sekte Teratai Giok.


"Shan Zhe Ming, apa maksudmu melakukan ini?!"


"Xu Jiang, hari ini sekte Teratai Giok hanya akan tinggal nama!"


Setelah meninggalkan istana, Shan Zhe Ming kemudian mengumpulkan para tetua sekte, lalu merencanakan penyerangan besar-besaran terhadap sekte Teratai Giok.


Dan saat ini, Shan Zhe Ming beserta seluruh anggota sektenya telah berkumpul di depan gerbang sekte Teratai Giok untuk meratakan sekte itu dengan tanah.