
Selama ini Yin Feng tidak pernah mengampuni siapapun yang berani mengusiknya, tapi tidak dengan Hui Mei, karena wanita siluman itu masih berguna untuknya.
"Ingat! Jangan pernah berpikir untuk mengelabui ku, atau kau akan merasakan akibatnya!" ucap Yin Feng, lalu menghilang dari pandangan.
Tidak lama setelah Yin Feng meninggalkan ruangannya, Hui Mei kemudian memanggil semua bawahannya, lalu meminta mereka untuk mengumpulkan informasi.
Perubahan sikap Hui Mei tentu membuat para bawahannya bingung, karena pemimpin mereka yang biasanya tenang, sekarang malah terlihat gelisah seperti mengkhawatirkan sesuatu.
"Tuan putri, apakah kita harus menuruti keinginan pemuda itu?"
Hui Mei mengangguk pelan, lalu menjelaskan bahwa mereka tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginan Yin Feng, jika tidak mereka semua akan dimusnahkannya.
Penjelasan Hui Mei sontak membuat mereka semua kaget, padahal selama ini pemimpin mereka itu tidak pernah tunduk pada orang lain, bahkan pada kaisar sekalipun.
"Dengarkan aku, jangan sampai kalian menyinggung pemuda itu, atau kita semua akan mati!"
"Tuan putri, apakah pemuda itu benar-benar kuat?"
"Dia tidak hanya kuat tapi sangat kuat, bahkan kekuatannya mungkin setara dengan raja siluman."
"Tidak mungkin!"
Meski sedikit tidak percaya pada perkataan pemimpin mereka itu, namun mereka mengetahui bawah rasa takut yang terlukis di wajahnya bukanlah sebuah kebohongan.
Tidak hanya itu saja, perlakuan Yin Feng pada Hui Mei sebelumnya sudah bisa membuktikan bahwa kekuatan pemuda itu jauh lebih tinggi daripada kekuatan pemimpin mereka.
"Sudahlah, lebih baik kalian segera mengumpulkan informasi sebanyak mungkin!"
"Baik, tuan putri!" ujar mereka semua, lalu meninggalkan ruangan itu.
Disisi lain.
Setelah meninggalkan restoran milik Hui Mei, Yin Feng melanjutkan perjalanannya menyusuri kota Perak, kemudian langkahnya terhenti saat melihat keramaian.
"Sampah! Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu!" ujar seorang pemuda yang berpenampilan layaknya seorang putra bangsawan.
"Ma-maafkan aku, tuan muda. A-aku benar-benar tidak sengaja."
"Maaf? Apa kau pikir permintaan maafmu itu akan menyelesaikan semuanya?!"
"Pengawal, hajar pemuda tidak tahu diri ini!"
Para pengawal putra bangsawan itu kemudian menghajar pemuda malang tersebut, sedangkan orang-orang disekitarnya hanya menonton dan tidak mau membantu.
Yin Feng yang juga ada di sana lebih memilih untuk pergi, karena tidak ingin menyaksikan kejadian itu terlalu lama, sebab mengingatkannya dengan dirinya yang dahulu.
Sejujurnya, dalam hati Yin Feng ada keinginan untuk membantu pemuda itu, tapi Yin Feng tidak ingin terlibat dalam masalah yang tidak ada hubungannya dengan dirinya.
Selain itu, menurutnya penindasan adalah hal yang wajar di dunia ini, selama seseorang tidak memiliki kekuatan, dia akan selalu ditindas oleh orang lain.
"Hei! Mau kemana kau?!" ujar sang putra bangsawan yang melihat kepergian Yin Feng.
Langkah Yin Feng terhenti, lalu ia menoleh kearah pemuda itu, "aku ingin pergi, jadi lanjutkan saja urusanmu" jawabnya.
"Tidak ada yang bisa meninggalkan tempat ini tanpa izin dariku!"
Yin Feng mengarahkan pandangannya pada orang-orang yang kini menatapnya, meski mereka tidak mengatakan apapun, namun ia bisa mengerti apa yang sedang mereka rasakan.
"Memangnya siapa kau sampai aku harus meminta izin darimu?"
"Oh, apa kau tidak mengenaliku?!"
"Benar! Aku tidak mengenalmu dan tidak ingin mengenalmu!" jawab Yin Feng, lalu melanjutkan langkahnya.
"Berhenti di sana atau kau akan menyesal seumur hidup!"
Yin Feng menyeringai, "kalau begitu, cobalah untuk membuatku menyesal."
"Pengawal! Patahkan kaki pemuda tidak tahu diri itu!"
Para pengawal putra bangsawan itu kemudian mendekati Yin Feng dan mengelilinginya, lalu salah seorang dari mereka maju seraya melayangkan tinjunya pada Yin Feng.
Yin Feng tidak menghindar dan berhasil menangkap tinju prajurit tersebut, lalu Yin Feng mematahkan lengan prajurit itu layaknya mematahkan ranting yang sangat rapuh.
"Arkhhhh!" Prajurit malang itu hanya bisa berteriak kencang saat tangannya dipatahkan oleh Yin Feng.
"Semuanya, habisi pemuda sombong ini!"
Prajurit yang tersisa kemudian menyerang Yin Feng bersama-sama, akan tetapi semua serangan mereka berhasil dihindari dengan sangat mudah oleh Yin Feng.
Tidak hanya itu saja, Yin Feng juga berhasil mematahkan lengan dan kaki mereka semua, dan hanya dalam hitungan detik, mereka semua telah terkapar di tanah.
"Ti-tidak mungkin!"
Sang putra bangsawan benar-benar tidak bisa percaya dengan penglihatannya, bahkan tidak pernah menyangka jika belasan pengawalnya bisa dikalahkan dengan mudah.
"Sebenarnya aku tidak ingin ikut campur, tapi karena kau mengusikku, maka kau harus siap menerima konsekuensinya!"
"Ti-tidak, kau tidak boleh menyakitiku..."
"Benarkah? Lalu apa yang akan terjadi jika aku melakukannya?"
"Pengawal ayahku pasti akan datang untuk membunuhmu!"
"Sungguh mengerikan..."
"Benar! Jadi berhentilah kemari dan lupakan masalah ini."
Yin Feng menunjukkan seringainya, sesaat kemudian ia tiba-tiba saja muncul di hadapan sang putra bangsawan, lalu mencengkeram lehernya hingga pemuda itu kesulitan bernapas.
"Lain kali, sadari dulu posisimu sebelum mengganggu orang lain!"
"Ma-maafkan... a-aku..."
Yin Feng tersenyum, "aku tidak mendengar suaramu" ucapnya, lalu mendaratkan tinjunya di wajah sang putra bangsawan.
"Bisa kau ulangi yang kau katakan tadi?"
"Ma-maaf..."
Bugh!
Sebelum pemuda itu selesai bicara, Yin Feng kembali mendaratkan pukulan diwajahnya, ia melakukannya berulang kali hingga wajahnya babak belur dan berlumuran darah.
Tidak hanya itu saja, Yin Feng yang masih belum puas kemudian mematahkan kedua lengan sang putra bangsawan, begitupun dengan kedua kakinya.
"Tidak tahu diri, berani sekali kau pingsan saat aku menyiksamu!"
Yin Feng mengalirkan energi spiritual ke tangan kirinya, lalu bersiap untuk membunuh putra bangsawan itu, tapi seseorang tiba-tiba muncul dan menahan tangannya.
"Hentikan, jangan dilanjutkan" ucap pria itu.
"Memangnya kenapa?"
Yin Feng mengeratkan cengkeraman tangannya dan mematahkan leher pemuda tersebut. Kemudian, melempar tubuh pemuda yang telah kehilangan nyawanya itu ke udara.
"Tuan muda!" Pria yang berada disisi Yin Feng berteriak kencang, lalu melompat dan menangkap tubuh tuan mudanya itu.
"Kau! Jangan harap bisa pergi setelah melakukan semua ini!" Setelahnya, pria itu kemudian melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Dan apa kau pikir kau bisa pergi setelah menggangguku?!" gumam Yin Feng, lalu menghilang dari pandangan.
Tidak lama kemudian, Yin Feng muncul lagi dikediaman salah seorang bangsawan kota Perak, lalu menyelinap masuk ke kediaman itu mengikuti pria sebelumnya.
Di dalam kediaman.
Pria yang sebelumnya menghentikan Yin Feng, meletakkan jasad tuan mudanya dihadapan bangsawan yang ia layani, lalu menjelaskan peristiwa yang menimpa putranya.
"Apa kau tahu siapa orang itu?" tanya sang bangsawan.
"Akulah orangnya" jawab Yin Feng yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka semua.
"Tuan, dialah orang yang membunuh tuan muda!"
"Apalagi yang kalian tunggu, bunuh pemuda sialan itu sekarang juga!"
Para prajurit serta kultivator yang bekerja sebagai pengawal bangsawan itu kemudian menyerang Yin Feng bersama-sama, begitupun dengan pria sebelumnya.
Yin Feng tidak tinggal diam, ia mengeluarkan belati perak dari cincin ruang miliknya, lalu melesat maju dan langsung melancarkan serangan pada mereka semua.