Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 68. Pernyataan perang.



Yin Feng dan Jian Ren kini berada di gazebo taman dihalaman belakang istana, keduanya mengobrol dengan santai sembari menikmati arak yang disiapkan oleh pelayan.


Sementara Jia Ling, ia tidak berani menampakkan diri ataupun mendekati mereka berdua, dan lebih memilih untuk mendengar obrolan keduanya dari kejauhan.


Akan tetapi, sepanjang obrolan itu berlangsung, baik Yin Feng ataupun ayahnya tidak pernah menyinggung masalah pernikahan ataupun kebohongan yang ia lakukan.


"Syukurlah, aku pikir semuanya akan terbongkar" gumam Jia Ling.


"Ling'er, kemari-lah!"


Jia Ling tersentak kaget, ia benar-benar tidak menyangka jika keberadaannya bisa disadari oleh ayahnya, padahal ia sudah menyembunyikan hawa keberadaannya dengan baik.


Karena sudah ketahuan, Jia Ling akhirnya keluar dari persembunyiannya, kemudian ia menghampiri Yin Feng dan ayahnya yang masih larut dalam obrolan santai mereka.


"Duduklah, ada yang ingin ayah tanyakan padamu."


Jia Ling mengangguk, lalu duduk disebelah Yin Feng tanpa mengucapkan sepatah katapun.


"Ling'er, katakan semuanya dengan jujur."


"Ayah, aku sudah menjelaskan semuanya dengan jujur!" ujar Jia Ling.


"Baiklah, anggap saja ayah percaya padamu, tapi apa kau yakin mau menikah dengan Yin Feng?"


"Aku sangat yakin!"


Meski tidak memiliki perasaan apapun pada Yin Feng, namun menurut Jia Ling, menikah dengan Yin Feng masih jauh lebih baik daripada menikah dengan pangeran kekaisaran Yun.


Selain itu, pernikahannya dengan Yin Feng hanyalah sebuah alasan, jadi ia tidak perlu menganggapnya dengan serius, karena pada akhirnya mereka akan tetap berpisah.


"Yin Feng, bagaimana denganmu?"


Yin Feng menoleh pada Jia Ling dan menunjukkan senyuman terbaiknya, "baiklah, aku menerima pernikahan ini" ucapnya.


"Karena kau ingin bermain-main, maka aku akan meladeni-mu sampai kau merasa puas" ucap Yin Feng dalam hatinya.


***


Hari-hari terus berlalu, suasana di istana yang sebelumnya sempat gempar akibat berita kehamilan Jia Ling, sekarang sudah kembali normal seperti sebelumnya.


Dalam beberapa hari ini, Jia Ling juga berusaha untuk mendekati Yin Feng, namun sayangnya, usahanya tidak pernah berhasil karena Yin Feng hanya fokus bermeditasi di kamarnya.


"Benar-benar menyebalkan, apa bagusnya berkultivasi selama berhari-hari?!"


"Itulah yang membedakan kultivator dengan orang biasa" sahut Jian Ren.


"Aku tahu itu ayah, tapi bukankah dia sudah sangat kuat? Lalu untuk apa menjadi lebih kuat lagi?"


"Entahlah, mungkin dia memiliki tujuan tertentu yang mengharuskannya untuk berdiri dipuncak kekuatan."


"Sudahlah, sebaiknya kau bersiap-siap, karena rombongan kekaisaran Yun akan datang sebentar lagi."


"Baik, ayah" sahut Jia Ling, lalu kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.


"Peperangan ini sudah tidak bisa dihindari lagi" gumam Jian Ren.


Beberapa jam kemudian, kaisar Yun dan rombongannya akhirnya sampai di kekaisaran Tang. Kedatangan mereka langsung disambut oleh Jian Ren dan para petinggi istana.


Setelah saling menyapa, Jian Ren kemudian mengajak mereka untuk datang ke istana, agar mereka bisa mengobrol dengan nyaman tanpa ada gangguan.


"Paman, dimana Jia Ling?" tanya Yun Tian, pangeran kekaisaran Yun.


"Dia sedang bersiap-siap di kamarnya" jawab Jian Ren.


"Pelayan, panggil Jia Ling kemari, aku ingin bertemu dengannya!"


Yun Tian tidak menghiraukan keberadaan Jian Ren dan langsung memberi perintah pada para pelayan, padahal saat ini ia berada di istana kekaisaran Tang.


Jian Ren hanya menghela napas panjang, lalu memerintahkan para pelayan untuk menuruti keinginan Yun Tian, setidaknya ia ingin bersikap seperti tuan rumah yang baik pada tamunya.


Pemandangan itu sontak membuat Yun Tian naik pitam, ia tidak terima calon istrinya dekat dengan pria lain, apalagi penampilan pria itu terlihat seperti rakyat jelata dimatanya.


"Jia Ling, apa-apaan ini? Siapa pemuda sialan itu?!"


"Dia adalah calon suamiku" jawab Jia Ling seraya memeluk Yin Feng.


"Wah, gadis ini benar-benar berbahaya" ucap Yin Feng dalam hatinya.


Pernyataan Jia Ling membuat kaisar Yun dan rombongannya kaget, bahkan Yun Tian tidak segan-segan untuk melepaskan aura kekuatannya di hadapan mereka semua.


"Jian Ren! Apa kau ingin mempermainkan kami?!" ujar Yun Xiang.


"Apa maksudmu, Yun Xian? Aku tidak pernah mempermainkan kalian."


"Lalu apa ini? Kami datang dengan maksud yang baik, tapi kau malah menyuguhkan pemandangan menjijikkan seperti ini!"


"Jia Ling! Bagaimanpun juga, kau harus menjadi istriku!" ujar Yun Tian.


"Dan kau, pemuda sialan! Menjauh darinya atau aku akan membunuhmu!"


Yin Feng tersenyum, karena ia sudah terlanjur masuk dalam permainan sandiwara Jia Ling, ia-pun memutuskan untuk ikut andil dalam permainan tersebut.


"Maaf pangeran, tapi aku sangat mencintainya" sahut Yin Feng, lalu menarik Jia Ling ke dalam pelukannya.


Perbuatan Yin Feng membuat suasana semakin memanas, tidak hanya Yun Tian, tapi Yun Xiang juga telah melepaskan aura kekuatannya untuk mengintimidasi semua orang.


"Yun Tian! Bunuh pemuda itu!"


"Memang itulah yang ingin kulakukan, ayah!" sahut Yun Tian, lalu melesat dengan kecepatan tinggi kearah Yin Feng.


Yun Tian melapisi tinjunya dengan energi spiritual, kemudian melancarkan serangan sekuat tenaga pada Yin Feng, namun serangannya berhasil ditahan dengan mudah.


Yun Tian nampak kaget, pasalnya pukulan yang mampu menghancurkan bongkahan batu besar itu, malah berhasil ditahan oleh Yin Feng menggunakan tangan kirinya.


"Pangeran, kau tidak akan bisa menyentuhku jika tidak memakai kekuatan" ucap Yin Feng memprovokasi.


"Diam kau, sampah!" Yun Tian melancarkan serangan bertubi-tubi, namun setiap pukulannya selalu berhasil ditahan dengan mudah oleh Yin Feng.


Tidak hanya itu saja, Yin Feng juga terus memprovokasinya dengan mengecup dahi Jia Ling, bahkan ia tidak menghiraukan keberadaan Yun Tian yang masih menyerangnya.


"Keparat sialan! Kalian berdua tidak akan pernah ku maafkan!"


"Ling'er, apa kau mendengar sesuatu?" tanya Yin Feng.


Jia Ling menggeleng pelan, "abaikan saja, aku yakin itu hanya suara nyamuk yang iri dengan kemesraan kita."


"Cukup!"


Yun Xiang yang sudah tidak tahan dengan penghinaan itu menghentikan putranya, ia juga melepaskan aura kekuatan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.


Seketika itu juga, seisi aula pertemuan diselimuti oleh tekanan intimidasi yang sangat besar, bahkan Jian Ren nampak sangat kesulitan menahan tekanan intimidasi tersebut.


Akan tetapi, tekanan intimidasi yang sangat besar itu tidak mampu menindas Yin Feng, ia masih terlihat tenang dan tidak merasakan tekanan intimidasi apapun ditubuhnya.


"Jian Ren, penghinaan ini akan ku balas berkali-kali lipat! Mulai sekarang, aku menyatakan perang dengan kekaisaran Tang!" ujar Yun Xiang.


Setelah menyatakan perang dengan kekaisaran Tang, Yun Xiang dan rombongannya kemudian meninggalkan aula pertemuan dan kembali ke kekaisaran Yun.


"Hahh" Jian Ren menghela napas panjang, "kalian berdua benar-benar pembuat masalah" ucapnya.


"Aku hanya mengikuti permainan yang disiapkan oleh Jia Ling" sahut Yin Feng.


"Tunggu! Jadi maksudmu akulah penyebab semua ini?!"


"Jadi kau tidak menyadarinya?"


"Sudahlah, tidak ada gunanya bertengkar, lebih baik kita bersiap-siap untuk menghadapi kekaisaran Yun."