
Yin Feng mengeluarkan jubah kebanggaan sekte Teratai Giok lalu memakainya, ia juga mengeluarkan lencana giok dengan ukiran bunga teratai, yang merupakan identitas bagi murid sekte tersebut.
"Tetua keempat, anda adalah satu-satunya tetua yang ku hormati" ucap Yin Feng, lalu melepaskan topengnya.
"Tapi, aku benar-benar kecewa setelah mengetahui kau bergabung dengan sekte musuh, bahkan aku jadi sangat membencimu!"
Mantan tetua keempat sekte Gunung Giok itu nampak terkejut, bagaimana tidak? sampah sekte yang selama ini mereka anggap telah meninggal, nyatanya masih hidup dan memiliki kekuatan luar biasa.
"Ti-tidak mungkin, kenapa kau masih hidup?"
"Karena takdir belum menginginkan ku untuk mati" jawab Yin Feng.
"Lalu, kemana saja kau selama ini?"
"Aku berlatih di hutan belantara, tapi sayangnya, saat aku kembali sekte sudah hancur" jawab Yin Feng.
"Jadi yang dikatakan patriark memang benar, dia memang memiliki seorang murid yang sangat hebat." ucap tetua kesembilan.
"Bukankah kau ingin membunuhku? Lakukanlah, aku tidak akan menyesali apapun lagi" lanjutnya.
"Memang itulah yang ingin kulakukan, karena pengkhianat hanya pantas untuk mati!" ujar Yin Feng, lalu membunuh tetua kesembilan sekte Gunung Giok tersebut.
Sebagai seseorang yang pernah dihormatinya, Yin Feng membiarkan mantan tetua keempat sekte Gunung Giok itu mati dengan tubuh yang utuh, bahkan Yin Feng memakamkan mayatnya dengan layak.
"Target selanjutnya adalah pria tua sialan itu!" gumam Yin Feng, saat mengingat mantan tetua kedua sekte Gunung Giok.
***
Di sisi lain hutan.
"Pekerjaan ini benar-benar sia-sia" gumam tetua kedelapan yang masih menyusuri hutan.
Woshh.
Dhuaaarrr!
Ledakan terjadi ketika sebuah serangan tiba-tiba melesat kearah tetua kedelapan, dan jika ia terlambat menghindar sedetik saja, serangan mendadak itu pasti akan melukainya dengan cukup parah.
"Keluar kau, sialan!" ujar tetua kedelapan sembari melepaskan aura kekuatannya.
Akan tetapi, setelah melepaskan aura yang cukup besar dan memeriksa arena sekiranya, tetua kedelapan justru tidak menemukan atau merasakan keberadaan orang lain selain dirinya.
Karena tidak menemukan siapapun, tetua kedelapan kemudian terbang ke langit dan berhenti setelah berada di atas hutan, lalu ia melepaskan kesadaran spiritualnya agar jangkauan pencariannya semakin luas.
Namun sayangnya, ia masih tidak bisa menemukan siapapun dan tidak merasakan aura keberadaan kultivator lain. Selain itu, ia juga tidak menemukan keberadaan hewan spiritual tingkat tinggi.
"Ini benar-benar aneh, jika bukan manusia dan hewan spiritual, lalu siapa yang menyerang-ku" gumam tetua kedelapan.
Sementara itu.
"Kekuatannya lebih tinggi dari tetua keempat, aku harus melawannya dengan kekuatan penuh" gumam Yin Feng.
Setelah itu, Yin Feng melapisi belati perak dengan energi spiritual-nya, kemudian ia melancarkan serangan kearah tetua kedelapan yang masih melayang di udara.
Bilah energi berbentuk bulan sabit tercipta dan melesat dengan kecepatan tinggi kearah tetua kedelapan, pada saat yang bersamaan Yin Feng juga langsung berpindah ke tempat lain.
Tetua kedelapan mengeluarkan sebilah pedang dari cincin ruang miliknya, kemudian melapisi pedangnya dengan energi spiritual, lalu menahan bilah energi yang sedang melesat kearah-nya.
Dhuaaarrr!
Ledakan kembali terjadi saat pedang tetua kedelapan menghantam bilah energi tersebut, meski ledakan itu mengenainya, namun tidak memberikan dampak apapun padanya.
"Bersembunyi-lah dengan baik, karena jika aku menemukanmu, kau akan mati mengenaskan!" ujar tetua kedelapan.
"Tapi sayangnya, kau tidak akan pernah bisa menemukan-ku!"
Yin Feng melanjutkan serangannya dan terus berpindah tempat dengan sangat cepat, sehingga serangan itu terlihat seperti dilakukan oleh beberapa orang yang berbeda.
Pada awalnya, tetua keempat berhasil menahan setiap serangan yang mengarah padanya, namun semakin lama jumlah serangan malah semakin banyak dan juga lebih cepat dari sebelumnya.
Seiring berjalannya waktu, tetua kedelapan nampak semakin kewalahan menahan semua serangan itu, bahkan beberapa serangan berhasil mendarat di tubuhnya, namun tidak memberikan luka yang parah.
Dhuaaarrr!
Dhuaaarrr!
Ledakan terus terjadi ketika serangan tetua kedelapan menghantam pepohonan di hutan, bahkan serangannya itu mampu membuat area hutan seluas belasan kilometer rata dengan tanah.
"Semoga saja kau mati dalam api ledakan itu!"
"Sayang sekali, karena harapanmu itu tidak akan pernah menjadi kenyataan!" ujar Yin Feng yang tiba-tiba muncul di hadapan tetua kedelapan.
Kemunculan Yin Feng sontak membuat tetua kedelapan kaget, namun sebelum dirinya sempat bereaksi dengan kemunculan Yin Feng, sebuah pukulan keras telah lebih dulu mendarat tepat di wajahnya.
Pukulan Yin Feng membuat tetua kedelapan terlempar jauh hingga jatuh ke tanah, beberapa giginya juga patah akibat hantaman keras dari bogem mentah milik Yin Feng.
"Cihh... akhirnya kau muncul juga" ucap tetua kedelapan sembari menghapus jejak dari di sudut bibirnya.
"Jika aku tidak muncul, kau mungkin akan menghancurkan seisi hutan ini" ujar Yin Feng, lalu melesat dengan kecepatan tinggi kearah tetua kedelapan.
Woshh.
Dhuaaarrr!
Pada saat yang bersamaan, bola energi petir melesat dengan kecepatan tinggi dan menghantam tubuh Yin Feng. Ledakan dahsyat terjadi dan membuat Yin Feng terlempar sampai beberapa meter jauhnya.
Ledakan yang berasal dari bola petir itu juga membuatnya terluka cukup parah, bahkan Yin Feng mengalami mati rasa dan tidak bisa bergerak selama beberapa saat akibat kekuatan petir yang menghantam tubuhnya.
"Jadi kau, iblis yang selama ini meneror murid sekte-ku?"
Yin Feng menoleh kearah sumber suara, ia benar-benar kaget saat melihat Shan Zhe Ming bersama dengan semua tetua sekte Gunung Giok yang sedang melayang di udara.
"Shan Zhe Ming!" Yin Feng berteriak kencang seraya melepaskan aura membunuhnya.
Kemudian, ia menghilang dari pandangan dan muncul lagi di hadapan Shan Zhe Ming, namun pada saat yang bersamaan, sebuah serangan mendarat tepat di tubuhnya dan membuatnya terlempar sampai puluhan meter.
"Meski tidak bisa membaca kultivasinya, tapi aku yakin kekuatannya tidak lebih tinggi dari kita" ucap tetua pertama.
"Kenapa kau bisa berpikir demikian?" tanya Shan Zhe Ming.
"Sederhana saja, jika dia memang sangat kuat, dia pasti berhasil menghindari serangan-ku."
"Perkataan tetua pertama ada benarnya, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan" sahut tetua kedua.
"Baiklah, kalau begitu bunuh dia!"
"Biar aku saja." ucap tetua kedua sekte Gunung Giok, kemudian melesat terbang mendekati Yin Feng.
"Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau membunuh murid-murid sekte kami?" tanya tetua kedua.
"Tidak penting siapa diriku, yang jelas aku akan membunuh kalian semua!" jawab Yin Feng, lalu menyerang tetua kedua.
Namun, karena telah dikuasi oleh amarah dan dendam, serangan Yin Feng terlihat asal-asalan dan tidak terarah dengan baik, bahkan pola serangannya sangat tidak beraturan layaknya seorang amatir.
"Cara bertarung-mu sungguh membuatku muak!" ujar tetua kedua.
"Diam kau, keparat sialan!"
Woshh!
Yin Feng melepaskan kekuatan api hijau dan membiarkan kekuatan tersebut mengandalkan tubuhnya, seketika itu juga, pupil mata Yin Feng berubah menjadi hijau, begitupun dengan aura yang menyelimuti dirinya.
Setelah tubuhnya dikendalikan oleh kekuatan api hijau, Yin Feng justru semakin menggila, ia melancarkan serangan ke segala arah dan menghancurkan apapun yang ada di sekitarnya.
Namun berkat kegilaannya itu, Yin Feng berhasil menjauhkan tetua kedua darinya, bahkan tidak ada seorangpun dari mereka yang berani mendekati Yin Feng, termasuk Shan Zhe Ming.
"Patriark, apa yang harus kita lakukan?"
"Jika dibiarkan, dia mungkin akan semakin menggila, jadi lebih baik kita membunuh sekarang juga!"
"Baik."