
Setelah Yin Feng menerima tantangannya, Ying Huo kemudian mengusir mereka semua, karena Ying Huo tidak ingin pertarungannya dengan Yin Feng diganggu.
Tidak hanya itu saja, Ying Huo juga melarang mereka untuk memasuki hutan belantara selama sepuluh tahun ke depan, jika mereka melanggar maka ia akan menghancurkan kekaisaran.
Pada awalnya, Xu Jiang tidak ingin pergi karena mengkhawatirkan muridnya, bahkan menawarkan diri untuk bertarung bersama Yin Feng melawan Ying Huo.
Akan tetapi, keinginannya itu langsung ditolak oleh Ying Huo, bahkan Ying Huo mengatakan bahwa mereka semua tidak pantas untuk menjadi lawannya selain Yin Feng.
Perkataan Ying Huo sontak mengundang banyak tanda tanya, mereka semua juga penasaran dan ingin mengetahui kekuatan Yin Feng, sehingga membuatnya diakui oleh Ying Huo.
Tapi pada akhirnya, tidak ada seorangpun yang berani mengajukan pertanyaan, kemudian pergi meninggalkan hutan belantara tanpa mengatakan apapun.
"Akhirnya, sekarang hanya ada kau dan aku" ucap Ying Huo.
"Senior, terima kasih karena telah menuruti keinginan egoisku."
"Tidak usah dipikirkan, lagipula kau juga mau menuruti keinginanku."
Yin Feng membuka topengnya, "kalau begitu, mari kita mulai" ucapnya, lalu melepaskan aura kekuatannya.
"Hahahaha! Ternyata memang hanya kau yang pantas untuk menjadi lawan-ku!"
Tidak ingin kalah dari Yin Feng, Ying Huo juga melepaskan aura kekuatannya, akan tetapi aura kekuatan yang ia lepaskan tidak memberikan dampak apapun pada Yin Feng.
Benturan aura kekuatan mereka menimbulkan suara gemuruh yang sangat keras, dan hal itu membuat penghuni hutan belantara semakin ketakutan.
"Sungguh luar biasa, kau bahkan tidak terpengaruh oleh aura milikku."
"Senior terlalu memandang tinggi diriku" sahut Yin Feng.
"Hahahaha! Baiklah, baiklah, tidak usah bicara lagi dan mari kita mulai saja pertarungan-nya!"
"Dengan senang hati..."
Bugh!
Ying Huo menghilang dari pandangan, sesaat kemudian ia telah muncul di hadapan Yin Feng dan mendaratkan pukulan di ulu hatinya hingga membuat Yin Feng terlempar.
Boom!
Yin Feng terlempar sejauh puluhan meter dan jatuh ke tanah, ledakan yang cukup besar terjadi saat tubuhnya menghantam sebatang pohon besar sampai hancur berkeping-keping.
"Arkhh!" Yin Feng meringis menahan sakit di ulu hatinya, ia juga memuntahkan seteguk darah segar.
"Ayolah, pertarungan kita baru saja dimulai" ucap Ying Huo.
Yin Feng bangkit dan menghapus jejak darah di bibirnya, "meskipun sulit, aku akan berusaha untuk tidak membuatmu kecewa!"
Setelah menyelesaikan perkataannya, Yin Feng kemudian menghilang dari pandangan dan muncul didepan Ying Huo seraya melayangkan pukulan, namun berhasil ditahan.
Yin Feng menarik tangannya dan kemudian memutar tubuhnya, kali ini Yin Feng menyerang dengan kakinya, tapi serangan itu juga ditahan dengan mudah oleh Ying Huo.
"Cobalah untuk meningkatkan kecepatan-mu!" ujar Ying Huo.
Yin Feng mendengus kesal, jelas-jelas ia sudah menggunakan kecepatan maksimal saat menyerang Ying Huo, tapi semua serangannya malah terbaca dengan mudah.
Karena tidak kunjung berhasil mendaratkan serangannya, Yin Feng kemudian mengambil jarak, tapi tindakannya itu malah dia manfaatkan oleh Ying Huo.
Tepat setelah Yin Feng menghentikan gerakannya, Ying Huo tiba-tiba saja muncul didekatnya seraya mendaratkan serangan, dan lagi-lagi Yin Feng terlempar sejauh puluhan meter.
"Menjaga jarak memang diperlukan, tapi hal itu hanya berguna saat melawan musuh yang tidak ahli dalam kecepatan."
"Selain itu, menyerang tanpa berpikir sama saja dengan tindakan bunuh diri. Artinya, semua serangan-mu hanya asal-asalan!"
Daripada disebut duel, pertarungan keduanya lebih cocok bila disebut sebagai latih tanding, karena sepanjang pertarungan Ying Huo terus memberikan nasehat pada Yin Feng.
Selain itu, Ying Huo juga mengungkapkan semua kekurangan dalam serangan Yin Feng, serta menjelaskan bagaimana seharusnya ia melakukan serangan.
"Senior, maukah kau menjadi guruku?" tanya Yin Feng seraya terus melancarkan serangan.
"Maaf, aku tidak tertarik memiliki murid, apalagi seseorang dengan identitas merepotkan sepertimu."
"Tenang saja, aku tidak akan menyinggung identitas-ku di hadapan senior, lagipula aku tidak mengetahui apapun tentang identitas diriku."
"Kau mungkin tidak akan menyinggungnya, tapi tidak dengan orang tua sialan itu" sahut Ying Huo.
"Cihh... Bahkan sudah matipun masih saja merepotkan!"
Ying Huo tiba-tiba merasa kesal mengingat sosok yang berada di belakang Yin Feng, dan tanpa disadari, Ying Huo mendaratkan serangan dengan kekuatan yang cukup besar.
"Arkhh!"
Serangan itu membuat Yin Feng terlempar hingga menabrak bukit, bahkan beberapa tulangnya patah akibat pukulan keras yang mendarat tepat di dadanya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Ying Huo yang nampak khawatir.
Yin Feng mengangguk pelan, "lukanya langsung sembuh, begitupun dengan tulang-ku yang patah."
Ying Huo menghela napas lega setelah mendengar perkataan Yin Feng, ia benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana nasibnya jika terjadi sesuatu yang buruk pada Yin Feng.
"Bagaimana kalau kita sudahi saja?"
"Aku masih sanggup, lagipula aku belum menggunakan kekuatan penuh" jawab Yin Feng.
"Cihh... Jika pertarungan ini dilanjutkan, aku mungkin tidak bisa bernapas lagi setelah ini."
Perkataan Ying Huo bukan sekedar omongan belaka, karena saat ia membuat Yin Feng terluka ada kekuatan misterius yang menindas bahkan mengancam nyawanya.
"Tidak usah khawatir, aku jamin tidak ada seorangpun yang bisa menyakiti senior."
"Hahh" Ying Huo menghela napas panjang, "baiklah, tapi jangan memaksakan diri atau aku benar-benar akan mati."
"Aku yang memaksakan diri lalu kenapa malah senior yang mati?"
"Dasar bodoh! Apa kau tahu saat ini aku sedang diancam oleh..."
Ying Huo tersadar dan langsung menghentikan ucapan-nya, hampir saja ia mengungkapkan sebuah rahasia yang seharusnya tidak boleh diungkapkan olehnya.
"Oleh siapa?" tanya Yin Feng.
"Sialan! Kau sudah lama mati, tapi kenapa kau masih saja mengusik hidupku!" Ying Huo berteriak ke langit, seolah sedang memarahi seseorang di atas sana.
"Baiklah, kalau begitu kita sudahi saja pertarungan ini."
Meski tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Ying Huo, namun Yin Feng yakin bahwa perkataan Ying Huo bukanlah kebohongan atau omong kosong belaka.
Selain itu, Yin Feng juga sudah mendapatkan banyak pelajaran dari pertarungan mereka, meski sebenarnya ia masih ingin mempelajari lebih banyak hal dari Ying Huo.
"Kau dengar itu?! Mulai sekarang aku tidak akan mengusiknya lagi!" ujar Ying Huo.
"Hahh" Ying Huo akhirnya menghela napas lega, karena kekuatan yang mengintimidasi dan mengancam nyawanya sudah lenyap.
"Senior, apa aku boleh kembali sekarang?" tanya Yin Feng.
"Memang itulah yang kuinginkan, tapi masih ada sesuatu yang harus kuberikan padamu."
"Benarkah?"
Ying Huo mengangguk pelan, lalu mengajak Yin Feng kembali ke bagian terdalam hutan belantara, tepatnya pergi ke gua tempat istirahatnya yang telah dihancurkan.
Setibanya di tempat itu, Ying Huo kemudian menggunakan kekuatannya untuk memperbaiki gua itu, dalam sekejap gua yang telah hancur itu kembali seperti sediakala.
"Mari masuk, sesuatu yang ingin kuberikan padamu ada di dalam sana."