
Beberapa bulan kemudian.
Woshh!
Aura kekuatan yang sangat besar terpancar dari dalam gua, kemunculan aura itu bahkan sampai membangunkan Ying Huo yang sedang tidur dalam keadaan duduk.
"Auranya bahkan membuatku bergidik, potensinya benar-benar mengerikan" gumam Ying Huo.
Tujuh bulan sudah berlalu sejak Yin Feng mulai melakukan penyerapan, pada awalnya Ying Huo berpikir bahwa Yin Feng menemukan jalan buntu hingga membutuhkan waktu lama.
Akan tetapi, yang terjadi justru diluar dugaan Ying Huo, karena Yin Feng langsung menyerap mutiara Yin dan Yang tepat setelah ia berhasil menyerap teratai Api dan Es.
Selain itu, Yin Feng berhasil melakukan penyatuan dalam waktu singkat, ia hanya butuh empat bulan untuk menyatukan energi Api dan Es, lalu tiga bulan untuk energi Yin dan Yang.
Tidak hanya itu saja, berkat kedua sumber daya yang sangat langka itu, Yin Feng berhasil meningkatkan kultivasi-nya sampai ke ranah Yin dan Yang bintang tiga.
"Yin Huang, putramu benar-benar luar biasa."
Tidak lama kemudian, Yin Feng akhirnya keluar dari dalam gua, aura yang terpancar dari tubuhnya benar-benar berbeda dari sebelumnya, begitupun dengan sorot matanya.
"Aku selalu penasaran, apa kau pernah mengalami kesulitan selama proses penyatuan itu?" tanya Ying Huo.
Yin Feng mengangguk pelan, kemudian menjelaskan berbagai macam kesulitan yang ia alami selama proses penyatuan energi, namun semuanya dapat dilaluinya dengan mudah.
Dari sekian banyak kesulitan yang dialaminya, hanya ada satu hal yang benar-benar hampir membuatnya gagal, yaitu saat melakukan penyatuan energi Yin dan Yang.
Saat melakukan penyatuan energi Api dan Es, hambatan yang alami Yin Feng tidak terlalu berarti, karena ia hanya perlu menyeimbangkan kekuatan api hijau miliknya.
Namun saat melakukan penyatuan energi Yin dan Yang, ia benar-benar kesulitan bahkan hampir gagal, karena ia harus menyeimbangkan energi kehidupan dan kematian secara bersamaan.
"Tapi bukankah kau berhasil melewati semuanya?"
Yin Feng mengangguk pelan, "benar! Aku berhasil melalui semuanya dan mendapatkan pencapaian yang sangat luar biasa."
"Senior, aku punya permintaan" ucap Yin Feng.
"Katakan saja."
"Bagaimana kalau kita bertarung lagi?"
"Maaf, aku tidak mau lagi diancam oleh orang itu!" ujar Ying Huo.
Yin Feng menghela napas panjang dan nampak sedikit kecewa, "sayang sekali, padahal aku sangat ingin menguji kekuatan-ku yang sekarang."
"Tenang saja, karena suatu saat nanti kau akan menemukan lawan yang sebanding denganmu" sahut Ying Huo.
"Selain itu, ada hal penting yang harus ku sampaikan padamu."
"Benarkah? Memangnya apa yang ingin senior sampaikan padaku?"
"Bukankah selama ini kau sangat ingin mengetahui siapa ibumu?"
"Apa senior mengenal ibuku?!"
Ying Huo mengangguk pelan, kemudian menjelaskan bahwa dirinya tidak hanya sekedar mengenal ibu Yin Feng, tapi juga berteman baik dengannya dan sudah mengenalnya sejak lama.
"Nama ibumu adalah Yin Huang."
"Lalu, apa senior mengetahui alasan kenapa ibu membuang ku?!"
"Yin Feng, apapun alasannya, kau harus yakin bahwa ibumu sangat menyayangimu. Dan untuk alasannya, lebih baik kau bertanya langsung padanya."
"Dimana dia? Aku akan menemuinya sekarang juga!"
Ying Huo menghela napas panjang, "ibumu sudah meninggal 16 tahun yang lalu."
Perkataan Ying Huo membuat Yin Feng langsung terdiam, dalam dadanya tiba-tiba saja muncul rasa sakit yang sulit dijelaskan, dan tanpa sadar Yin Feng menitikkan air mata.
Selama ini, Yin Feng selalu memikirkan hal yang buruk tentang orang tuanya, bahkan Yin Feng sempat berpikir untuk tidak pernah memaafkan tindakan orang tuanya itu.
Akan tetapi, kenyataan pahit yang baru saja ia ketahui benar-benar membuatnya merasa terpukul, ia juga menyesal karena pernah menyimpan kebencian pada orang tuanya.
"Jika kau ingin menemuinya, maka pergilah ke kekaisaran Zhong, di sana kau akan menemukan peninggalan mendiang ibumu."
"Satu lagi, belati perak itu juga merupakan peninggalan ibumu. Jika kau berhasil mengumpulkan semua peninggalannya, maka kau akan bertemu dengan ibumu"
Ying Feng menghapus jejak air mata di pipinya, "aku pasti akan mengumpulkan semuanya!"
"Sekarang, kembalilah dan tenangkan dirimu, aku akan menemui lagi nanti" sahut Ying Huo.
"Baik, senior."
"Hei bocah! Tidak bisakah kau ubah saja panggilan-mu padaku? Bagaimanapun juga, aku ini sudah seperti paman-mu!"
"Begitu lebih baik. Sekarang kembalilah, aku juga harus melakukan sesuatu"
Setelah itu, Ying Huo melesat terbang meninggalkan hutan belantara, tidak lama kemudian, Yin Feng juga pergi meninggalkan tempat itu dan terbang menuju sekte Teratai Giok.
***
"A-apa yang terjadi?!"
Yin Feng mematung saat tiba di sekte Teratai Giok, pasalnya sekte yang dulunya terlihat megah, sekarang tidak menyisakan apapun selain puing-puing bangunan.
Karena khawatir Yin Feng kemudian mencoba menyusuri tempat yang telah hancur itu, tapi sayangnya ia tidak menemukan apapun selain sisa-sisa pertarungan.
"Guru, semoga kau baik-baik saja!" Yin Feng bergegas menuju ke kediaman Xu Jiang yang juga telah rata dengan tanah.
Setibanya di kediaman gurunya Yin Feng juga tidak menemukan apapun selain puing-puing bangunan, serta sebuah makam yang di batu nisannya terdapat ukiran nama Xu Jiang.
Tubuh Yin Feng bergetar saat membaca ukiran nama pada batu nisan tersebut, perasaannya campur aduk, namun Yin Feng berusaha untuk yakin bahwa gurunya baik-baik saja.
"Istana kekaisaran, guru pasti ada di sana!" Yin Feng mengabaikan kuburan itu dan langsung melesat terbang menuju kekaisaran Bei.
Sesampainya di kekaisaran Bei, Yin Feng langsung menerobos masuk ke istana tanpa menghiraukan para prajurit yang menjaga gerbang istana.
"Guru!" ujar Yin Feng ketika berada di aula singgasana.
"Siapa kau?!" ujar jendral kekaisaran.
"Namaku Yin Feng, murid Xu Jiang. Apa guruku ada di sini?"
"Jadi kau murid Xu Jiang?" tanya Zhao Yujin.
Yin Feng mengangguk pelan, "benar yang mulia. Apa guruku ada di sini?"
"Duduklah, ada yang ingin ku sampaikan padamu."
"Maaf yang mulia, tapi aku tidak punya waktu" sahut Yin Feng.
"Ini menyangkut gurumu, jadi duduklah terlebih dahulu."
"Baiklah." Yin Feng kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di aula tersebut.
Setelah itu, Zhao Yujin menjelaskan peristiwa penyerangan yang dilakukan sekte Gunung Giok tujuh bulan yang lalu, ia juga menjelaskan jika Xu Jiang gugur dalam peperangan itu.
"Yang mulia, jaga ucapan anda! Guruku tidak mungkin mati!"
"Yin Feng, aku tahu sulit bagimu untuk menerima hal ini, tapi memang itulah kenyataannya."
Yin Feng diam membisu, ia ingin mengatakan sesuatu namun suaranya tidak bisa keluar, dan lagi-lagi Yin Feng menitikkan air mata karena menelan kenyataan pahit.
Hari ini, Yin Feng menerima dua kabar menyedihkan dan menyayat hatinya, pertama adalah kabar mengenai kematian orang tuanya dan sekarang, kabar mengenai kematian gurunya.
"Yin Feng, kau harus tabah menerima semua ini, aku yakin gurumu tidak ingin melihatmu bersedih" ucap Zhao Yujin.
"Yang mulia, apakah tidak ada yang membantu guruku atau sekte Teratai Giok?"
"Bukannya tidak ada, tapi penyerangan itu terjadi secara tiba-tiba sehingga aku tidak bisa mengirim bantuan."
"Lalu, tindakan apa yang anda lakukan setelah mendengar kabar itu?"
Zhao Yujin menghela napas panjang, ia meminta maaf pada Yin Feng karena tidak bisa melakukan apapun, sebab sekte Gunung Giok merupakan salah satu pilar kekaisaran.
Woshh!
Aura kekuatan yang sangat besar terpancar dari tubuh Yin Feng, seketika itu juga, seisi ruangan diselimuti oleh aura intimidasi dan berhasil menindas semua orang di sana.
"Kau tahu mereka adalah sekte aliran hitam, tapi kenapa kau tidak melakukan tindakan apapun?!"
"Yin Feng, tenangkan dirimu. Selain itu, sekte Gunung Giok adalah sekte aliran netral, jadi aku tidak bisa menyerang mereka begitu saja!"
"Aliran netral? Apa kalian semua buta?!"
"Yin Feng, sebaiknya kau lupakan masalah ini dan jalani saja hidupmu dengan baik."
Yin Feng menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, kemudian menarik kembali aura kekuatan yang ia lepaskan sebelumnya.
Setelah itu, Yin Feng melangkah pergi meninggalkan aula, namun ia tiba-tiba berhenti saat berada di ambang pintu. "Apa kau sudah lupa? Jika bukan karena diriku, kekaisaran ini pasti sudah rata dengan tanah!"
"Tapi baiklah, jika itu keputusanmu, maka aku juga akan memutuskan sesuatu. Mulai hari ini, aku bukan lagi bagian dari kekaisaran Bei!"
"Bocah, jaga bicaramu! Memangnya kau pikir siapa dirimu?!"
"Aku bukan siapa-siapa, tapi percayalah, aku mampu membuat kekaisaran ini berada dalam kekacauan!" setelah itu, Yin Feng menghilang dari pandangan.