
Keduanya diam untuk waktu yang lama hingga membuat suasana di gua menjadi sangat hening, meski tidak mengatakan apapun, namun tatapan tajam mereka sudah menjelaskan semuanya.
Walaupun mereka hanya berdiam diri dan tidak melakukan apapun, namun pertarungan mereka sudah dimulai sejak mereka berdua saling mengarahkan tatapan tajam.
Woshh!
Keduanya melepaskan aura kekuatan disaat yang hampir bersamaan, gesekan aura kekuatan mereka menyebabkan gua itu bergetar dan menimbulkan retakan di dinding gua tersebut.
Detik berikutnya, mereka berdua menghilang dari pandangan dan sesaat setelah itu, keduanya sama-sama muncul sembari melancarkan serangan dengan tinjunya.
Boom!
Ledakan yang cukup besar terjadi ketika pukulan mereka beradu, gesekan kekuatan mereka serta ledakan energi yang terjadi membuat gua itu bergetar untuk yang kedua kalinya.
"Lumayan" ucap pria berjubah hitam.
"Kau juga sama" sahut Yin Feng.
Pria itu menarik tinjunya dengan cepat, lalu melayangkan tendangan kearah Yin Feng, namun serangan pria itu berhasil ditahan oleh Yin Feng menggunakan kaki kirinya.
Pada saat yang bersamaan, Yin Feng juga melancarkan serangan dengan tinju kanannya, tapi pukulannya juga berhasil ditahan dengan mudah oleh pria tersebut.
Setelah itu, keduanya sama-sama mundur untuk mengambil jarak, pria berjubah hitam itu kemudian mengeluarkan tombak perak dari cincin ruang miliknya.
Disisi lain, Yin Feng juga mengeluarkan belati perak miliknya. Setelah itu, keduanya menghilang dari pandangan dan seketika itu juga, terdengar suara dentingan besi yang beradu.
Gerakan mereka berdua benar-benar sangat cepat dan tidak bisa diikuti oleh mata, hanya percikan api yang terlihat dimana-mana akibat benturan senjata mereka berdua.
Dhuaaarrr!
Tidak lama berselang, ledakan besar terjadi hingga membuat gua itu runtuh, sedangkan keduanya masih terus melanjutkan pertarungan yang kini berpindah ke udara.
"Siapa kau sebenarnya? Kenapa aku belum pernah mendengar tentangmu sebelumnya?" tanya pria itu disela-sela pertarungan.
"Apakah itu sangat penting?"
"Tentu saja, karena aku tidak ingin melupakan lawan yang bisa membuat semangat bertarung-ku membara!"
"Tapi, jika kau tidak mau mengatakannya juga tidak masalah, karena pada akhirnya aku akan tetap membunuh-mu."
"Baiklah, ingat ini baik-baik, nama orang yang akan membunuhmu adalah Yin Feng!"
"Dan nama orang yang akan merenggut nyawamu adalah Jin Zhou!"
Boom!
Ledakan kembali terjadi saat pukulan mereka beradu, namun kali ini keduanya sama-sama terpukul mundur, lalu setelah itu, keduanya kembali melesat dan melanjutkan serangan mereka.
Waktu terus bergulir, pertarungan mereka berdua juga masih terus berlangsung, keduanya juga nampak sangat seimbang, baik dalam segi kekuatan maupun kecepatannya.
Akan tetapi, yang tidak Jin Zhou ketahui adalah Yin Feng masih belum menggunakan kekuatan penuhnya, alasannya karena tidak ingin mengakhiri pertarungan itu dengan cepat.
Sedangkan Jin Zhou, sejak awal pertarungan ia sudah mengerahkan kekuatan penuhnya, bahkan Jin Zhou berpikir jika kekuatan mereka berdua benar-benar setara.
"Kau menikmati pertarungan ini?" tanya Jin Zhou.
"Tentu" jawab Yin Feng singkat.
"Sama halnya denganmu, aku juga sangat menikmati pertarungan ini. Tapi maaf, aku tidak bisa berlama-lama, jadi aku akan mengakhirinya sekarang juga."
"Oh, apa kau ingin menyerah?"
"Jangan salah paham, aku bukannya ingin menyerah, tapi akan membunuhmu sekarang juga!"
Jin Zhou mengayunkan tombaknya dengan kecepatan tinggi, namun berhasil dihindari dengan mudah oleh Yin Feng, kemudian Jin Zhou melompat mundur menjauhi Yin Feng.
Setelah itu, Jin Zhou melapisi tombaknya dengan energi spiritual, sehingga membuat tombaknya diselimuti oleh energi petir, kemudian Jin Zhou mengacungkan tombaknya ke langit.
"Aku akan mengakhiri pertarungan kita dengan serangan ini!"
"Petir penghancur langit!" ujar Jin Zhou, lalu melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Yin Feng.
Yin Feng mengangkat sudut bibirnya, "kalau begitu, jangan salahkan aku" gumamnya.
Dhuaaarrr!
Ledakan dahsyat terjadi ketika tombak Jin Zhou menghantam tanah tempat Yin Feng berdiri sebelumnya, namun sayangnya serangan itu tidak mengenai Yin Feng sedikitpun.
Jin Zhou nampak kaget saat mengetahui bahwa Yin Feng sudah menghilang dari pandangannya, tapi sebelum ia sempat bereaksi lebih jauh, sebuah tebasan telah mendarat di punggungnya.
"Arkhhh!"
Tidak hanya itu saja, karena setelah mendaratkan tebasan di punggung Jin Zhou, Yin Feng melanjutkan serangan dengan mendaratkan tendangan ke tubuh Jin Zhou.
Tendangan keras Yin Feng membuat tubuh Jin Zhou terlempar sejauh puluhan meter, dan sebelum tubuhnya berhenti, Yin Feng tiba-tiba muncul dan menyerangnya lagi.
Slash!
Slash!
Boom!
Jin Zhou menghantam tanah dengan keras hingga menimbulkan suara ledakan, di dadanya terdapat luka tebasan yang sangat panjang, dan kedua tangannya telah putus.
"Ka-kau menyembunyikan kekuatanmu" ucap Jin Zhou yang masih mempertahankan kesadarannya, namun kondisinya sudah sangat parah.
"Begitulah."
Jin Zhou tersenyum, "meski aku kalah, tapi aku merasa bangga karena dikalahkan olehmu."
"Alasannya?"
"Karena hanya kau yang mampu membuat semangat bertarung ku membara."
"Boleh aku meminta sesuatu?"
"Katakanlah, anggap saja sebagai penghormatan terakhir dariku" jawab Yin Feng.
"Tolong antar mayatku ke sekte Halilintar Hitam, aku ingin dimakamkan di sana" ucap Jin Zhou.
Yin Feng hanya diam, ia tidak menyanggupi permintaan Jin Zhou namun juga tidak menolaknya, karena ia tahu bahwa sekte Halilintar Hitam adalah sekte aliran hitam.
"Aku..." Yin Feng menghentikan ucapannya, karena Jin Zhou sudah tidak bernapas lagi.
Yin Feng menghela napas panjang, lalu beranjak pergi meninggalkan mayat Jin Zhou, namun langkahnya terhenti setelah mendaratkan ide yang cukup menarik untuk dilakukan.
"Jin Zhou, jangan salahkan aku jika memanfaatkan kematianmu untuk menciptakan kekacauan yang lebih besar" gumam Yin Feng.
Pada awalnya, Yin Feng tidak ingin memenuhi permintaan terakhir Jin Zhou, karena bagaimanapun juga, Yin Feng tidak ingin berurusan dengan sekte Halilintar Hitam.
Tapi setelah memikirkannya lagi, Yin Feng memutuskan untuk memenuhi permintaan itu, karena ia bisa memanfaatkan kematian Jin Zhou untuk membuat kekacauan yang lebih besar.
Setelah menyusun rencana untuk mengadu domba kedua sekte itu, Yin Feng kemudian melesat terbang membawa tubuh Jin Zhou menuju ke sekte Halilintar Hitam.
***
"Berhenti di sana!" ujar murid penjaga gerbang sekte.
"Dimana patriark kalian? Aku ingin menemuinya."
"Tunggu, bukankah ini senior Jin Zhou? Apa yang terjadi padanya?!"
"Lebih baik kalian panggil patriark sekte agar aku bisa menjelaskan apa yang terjadi padanya" jawab Yin Feng.
Awalnya, para murid itu nampak ragu, namun setelah melihat keseriusan di wajah Yin Feng serta kondisi Jin Zhou yang mengenaskan, mereka akhirnya mau memanggil patriark sekte.
Tidak lama berselang, murid yang sebelumnya masuk ke sekte akhirnya kembali ke gerbang, ia datang bersama patriark sekte Halilintar Hitam dan para tetua sekte.
"Jin Zhou!"