Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 43. Peperangan dua sekte I



Esoknya.


Semua murid sekte Halilintar Hitam tengah berkumpul di alun-alun sekte, mereka semua sedang menunggu kedatangan Dong Gui beserta para tetua sekte Halilintar Hitam.


Tidak lama berselang, Dong Gui muncul di hadapan mereka semua, lalu diikuti oleh para tetua sekte dan seorang pemuda yang terlihat asing di mata mereka semua.


"Siapa pemuda itu?"


"Apa dia tetua sekte yang baru?"


"Tidak mungkin! Lihatlah, aku yakin usianya tidak berbeda dengan kita."


"Diam-lah, aku yakin patriark akan mengenalkan pemuda itu pada kita semua."


Woshh!


Dong Gui melepaskan aura-nya, meski hanya sedikit, namun berhasil membuat semua murid merasa tertindas, bahkan tidak ada seorangpun lagi yang mengeluarkan suara.


Setelah semuanya benar-benar diam, Dong Gui kemudian menarik kembali auranya, namun ia masih mempertahankan wajah garang serta tatapan tajamnya.


"Kalian semua pasti sudah tahu apa yang akan kita lakukan sekarang, jadi aku harap kalian semua mengerahkan semua kekuatan yang kalian miliki!"


"Tunjukkan pada mereka akibat dari menyinggung sekte Halilintar Hitam, agar semua orang di kekaisaran ini tahu bahwa kita tidak bisa ditindas!"


"Hancurkan mereka!" ujar para murid serempak.


Dong Gui tersenyum puas dan mengangguk, lalu meminta Yin Feng untuk mendekatinya karena Dong Gui ingin memperkenalkan Yin Feng pada semua murid sekte.


Selain mengenalkan Yin Feng pada mereka semua, Dong Gui juga menceritakan tentang bantuan yang diberikan oleh Yin Feng pada Jin Zhou muridnya.


Dan terakhir, Dong Gui meminta semua muridnya untuk menghormati Yin Feng layaknya seorang tetua, bahkan ia mengutarakan niatnya yang ingin merekrut Yin Feng.


"Baiklah, karena kalian semua sudah siap, mari kita berangkat menuju sekte Gunung Giok!" ujar Dong Gui.


Para murid menyahuti perkataan Dong Gui dengan teriakan penuh semangat, lalu setelah itu, mereka semua membentuk segel dengan kedua tangannya.


Seketika itu juga di depan mereka tercipta lingkaran formasi yang cukup besar, lalu dari dalam formasi itu keluar berbagai jenis hewan spiritual tingkat satu dan dua.


"Pantas saja mereka dianggap sebagai salah satu sekte aliran hitam terkuat, ternyata ini alasannya" gumam Yin Feng.


Dari awal kemunculannya, sekte Halilintar Hitam memang sudah disegani oleh sekte-sekte lain, karena setiap anggotanya memiliki peliharaan berupa hewan spiritual.


Hal ini jugalah yang membuat sekte Halilintar Hitam mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu sekte aliran hitam terkuat di kekaisaran Bei.


Jumlah muridnya sendiri hampir setara dengan sekte Gunung Giok, namun bila menambahkan hewan spiritual yang mereka miliki, jumlah mereka hampir mencapai tujuh ribu.


"Dengan kekuatan dan jumlah ini, aku yakin sekte Halilintar Hitam akan rata dengan tanah" gumam Yin Feng.


"Semuanya, berangkat sekarang juga!" ujar Dong Gui.


Para murid menaiki hewan peliharaan mereka masing-masing, lalu berangkat menuju ke sekte Gunung Giok, sementara Dong Gui, Yin Feng dan para tetua melesat terbang bersama para murid elit.


Akan tetapi, tidak seperti Dong Gui dan para tetua, Yin Feng lebih memilik untuk terbang menggunakan sayapnya, karena ia ingin menghemat tenaga untuk peperangan nantinya.


Sepasang sayap hijau di punggung Yin Feng memang terlihat seperti diciptakan dari energi spiritual, tapi sebenarnya sayap itu Yin Feng dapatkan bersama dengan api hijau.


Dengan kata lain, Yin Feng tidak akan kehabisan energi spiritual meski terbang selama berjam-jam, karena sayap di punggungnya itu bukan tercipta dari energi spiritualnya.


"Yin, apa kau tidak ingin menghemat tenaga?" tanya Dong Gui.


"Tuan Dong tidak usah khawatir, tenagaku lebih dari cukup untuk peperangan nanti" jawab Yin Feng.


"Aku tidak khawatir, hanya tidak ingin kau kehabisan energi spiritual saat sedang berperang."


"Anda benar, tapi aku akan baik-baik saja."


Setelah menempuh perjalanan yang cukup memakan waktu, Dong Gui dan pasukannya akhirnya tiba di dekat sekte Gunung Giok, namun mereka tidak langsung menyerang.


Meski menempuh perjalanan dengan bantuan hewan spiritual, tapi perjalanan itu pasti membuat murid sekte sedikit kelelahan, karena itulah Dong Gui memutuskan untuk beristirahat sejenak.


Selain itu, Dong Gui juga ingin memastikan situasi di sekte Gunung Giok terlebih dahulu, agar saat melakukan serangan nantinya tidak terjadi kesalahan sedikitpun.


"Gunakan kesempatan ini untuk memulihkan tenaga kalian!"


"Baik!" ujar para murid.


"Yin, aku harap kau bisa membantu pasukan-ku."


"Tidak masalah, aku akan bergabung dengan para murid, jika memungkinkan, aku pasti akan membantu kalian" sahut Yin Feng.


Untuk sementara waktu, Yin Feng hanya bisa mengikuti perintah Dong Gui, lagipula ia memang berencana untuk membunuh murid sekte Gunung Giok sebanyak mungkin.


Dong Gui mengangguk, "jika kita memenangkan peperangan ini, aku akan memberikan apapun yang kau inginkan sebagai hadiah."


Yin Feng hanya menanggapi perkataan Dong Gui dengan senyuman, "aku bisa jamin kau tidak akan mampu memberikan apa yang kuinginkan" ucap Yin Feng dalam hatinya.


"Patriark!" ujar salah seorang tetua yang ditugaskan untuk mengamati situasi di sekte Gunung Giok.


"Bagaimana situasinya?"


"Shan Zhe Ming dan para tetua ada di sekte, namun mereka belum menyadari kedatangan kita" jawab tetua itu.


"Itu bagus, mari kita beri mereka kekuatan besar!"


"Semua murid, bersiap untuk menyerang!" ujar Dong Gui.


Dong Gui kemudian membagi pasukannya menjadi dua, pertama adalah pasukan darat yang akan dipimpin oleh tiga tetua, lalu pasukan udara yang akan dipimpin olehnya.


Tugas pasukan pertama adalah menyerang dari gerbang sekte, mereka juga harus berusaha untuk menghancurkan formasi pertahanan yang melindungi sekte.


Sedangkan pasukan kedua, mereka akan menggempur sekte Gunung Giok dari udara, sehingga mereka bisa mengurangi jumlah musuh yang akan berhadapan dengan pasukan pertama.


"Baiklah, mari kita hancurkan mereka!"


"Hancurkan mereka!" ujar semua murid.


Setelah itu, para murid menaiki punggung hewan peliharaan mereka, lalu bergerak maju mengikuti Yin Feng dan tiga tetua sekte menuju ke gerbang sekte Gunung Giok.


Pada saat yang bersamaan, Dong Gui dan semua pasukan yang tersisa langsung melesat terbang ke udara, lalu menunggu saat yang tepat untuk melancarkan serangan.


"Hancurkan gerbangnya!" ujar salah seorang tetua.


"Biar aku saja!"


Yin Feng melesat dengan kecepatan tinggi meninggalkan mereka, kemudian ia melancarkan serangannya setelah berada cukup dekat dengan gerbang sekte Gunung Giok.


Dhuaaarrr!


Ledakan besar terjadi saat bilah energi yang dilesatkan oleh Yin Feng menghantam gerbang, seketika itu juga, gerbang yang sangat besar itupun langsung runtuh.


Selain itu, beberapa murid yang ada di sekitar gerbang sekte juga terkena dampak serangan Yin Feng, bahkan beberapa diantaranya ada yang langsung meregang nyawa.


"Kita di serang!" ujar salah seorang murid sekte Gunung Giok.


Slash!


Tidak lama berselang, Yin Feng tiba-tiba muncul di hadapan pemuda itu dan langsung menebas lehernya. Setelah itu, Yin Feng mulai membantai murid sekte Gunung Giok yang ada di depannya.