
Hanya dalam waktu kurang dari lima menit, sepuluh pemuda itu telah berhasil ditumbangkan oleh Yin Feng. Meskipun begitu, tidak ada seorangpun dari mereka yang meregang nyawa.
Yin Feng sengaja tidak menggunakan senjatanya agar tidak membunuh mereka, alasannya karena kelompok itu tidak mengganggunya dan ia juga tidak memiliki dendam dengan mereka.
"Berapa totalnya?" tanya Yin Feng setelah pemimpin kelompok itu mengumpulkan semua kristal jiwa yang mereka dapatkan.
"Totalnya 250 kristal jiwa."
Yin Feng mengerutkan keningnya, meskipun jumlah kristal jiwa yang berhasil dikumpulkan oleh kelompok itu cukup banyak, namun hampir semuanya merupakan kualitas rendah.
"Jumlahnya memang banyak tapi kualitasnya sangat rendah" gumam Yin Feng dalam hatinya.
Yin Feng kemudian mengambil sepuluh kristal jiwa kualitas menengah, lalu lima puluh kristal jiwa kualitas rendah. Setelah itu, Yin Feng pergi tanpa mengatakan apapun.
Tindakan Yin Feng itu membuat mereka yang masih sadar sedikit kebingungan, padahal mereka sempat berpikir bahwa Yin Feng akan mengambil semua kristal jiwa tersebut.
Pada awalnya, Yin Feng memang ingin mengambil semua kristal jiwa yang kelompok itu miliki, tapi setelah mengetahui kualitasnya, ia malah tidak tertarik untuk melakukannya.
***
"Bagaimana?"
Yin Feng menggeleng pelan, "mereka tidak memiliki benda berharga" jawabnya sembari mengeluarkan semua rampasannya.
"Lumayan, dengan ini jumlah kristal jiwa yang kita kumpulkan adalah 350" sahut Ye Han.
"Jumlahnya masih sangat sedikit, jika kita ingin memenangkan perburuan ini, setidaknya kita harus mengumpulkan 500 kristal jiwa" ucap Qian Zhou.
"Kau benar! Tapi mengumpulkan kristal jiwa sebanyak itu tidaklah mudah, lagipula waktunya juga tidak cukup."
"Kalau begitu, satu-satunya cara yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah mengumpulkan kristal jiwa kualitas tinggi."
Woshh!
Aura kekuatan yang sangat dahsyat tiba-tiba saja menerpa tubuh mereka, pada saat yang bersamaan, tekanan intimidasi yang sangat besar juga menindas mereka semua.
Tidak hanya Yin Feng dan kelompoknya, tapi semua peserta acara perburuan serta semua hewan spiritual yang ada di hutan belantara juga dapat merasakan tekanan dahsyat tersebut.
"Tekanan apa ini?"
"Si-sial, tubuhku terasa sangat berat."
Sebelumnya.
Seorang pria berjubah hitam nampak sedang melesat terbang menuju ke bagian terdalam hutan belantara, dia adalah salah seorang tetua dari sekte Gunung Giok.
Tujuannya datang ke bagian terdalam hutan belantara adalah untuk membangunkan hewan spiritual tingkat penguasa yang sedang tertidur di sana, yaitu seekor elang api.
Setibanya di tempat tujuan, pria itu kemudian melancarkan serangan ke arah gua yang merupakan tempat tinggal elang api.
Woshh!
Aura kekuatan yang begitu dahsyat terpancar dari dalam gua yang telah runtuh, tekanannya yang begitu besar sampai membuat pria itu kesulitan untuk bergerak.
"Siapa yang begitu berani mengganggu tidurku?!" Suara mengerikan terdengar dari dalam gua.
"Sial, aku harus segera pergi dari tempat ini!"
Dengan mengerahkan kekuatan besar, pria itu berhasil mengurangi tekanan yang menimpa tubuhnya, kemudian ia menghilang dari tempatnya dan muncul lagi di atas hutan belantara.
"Hahahaha! Terima-lah hadiah dari sekte Gunung Giok" gumam pria itu, lalu melesat terbang meninggalkan hutan belantara.
Di sisi lain.
"Jangan remehkan aku!" Yin Feng berteriak seraya melepaskan aura kekuatannya.
Walaupun tidak sebanding dengan aura milik elang api, namun berkat usahanya, Yin Feng berhasil mengurangi tekanan dahsyat yang menimpa dirinya dan kelompoknya.
"Pergilah! Tempat ini sudah tidak aman lagi!" ujar Yin Feng.
"Jangan hiraukan aku, meskipun sulit tapi aku akan memastikan keselamatan kalian semua!"
"Tapi..."
"Cepat pergi dan laporkan masalah ini pada guru! Cepatlah, aku tidak bisa menahan tekanan ini lebih lama lagi!"
"Jangan diam saja atau kita semua akan mati di sini!" ujar Qian Zhou.
"Baiklah! Tapi pastikan kau segera menyusul kami!"
"Tenang saja, aku jauh lebih cepat dari yang kalian bayangkan" sahut Yin Feng.
Meski tidak tega, tapi pada akhirnya mereka semua pergi meninggalkan Yin Feng sendirian.
Woshh!
Setelah semua kelompoknya tidak terlihat lagi, Yin Feng langsung melepaskan aura kekuatan yang lebih besar, lalu di punggungnya muncul sepasang sayap energi.
Pada saat yang bersamaan, tekanan intimidasi yang menindas-nya juga ikut menghilang, bahkan tekanan intimidasi itu tidak memberikan dampak apapun lagi padanya.
"Aku yakin aura ini berasal dari penguasa hutan belantara!"
Yin Feng melepaskan jubahnya, kemudian menyimpan jubah kebanggaan sekte Teratai Giok itu di cincin ruang, setelahnya Yin Feng melesat terbang ke arah sumber aura tersebut.
Yin Feng melepaskan jubahnya bukan karena takut jubah itu rusak saat bertarung, ia sengaja melakukan hal itu agar tidak ada yang mengetahui identitasnya.
Selain itu, ada kemungkinan jika gurunya juga akan datang ke hutan belantara, karena itulah, Yin Feng memutuskan untuk tidak memakai jubah sekte tersebut.
Tidak lama berselang, Yin Feng akhirnya tiba di tempat aura kekuatan itu berasal, di sana terdapat seekor elang berbulu hitam yang sedang mengamuk dan menghancurkan area sekitarnya.
"Jadi ini, penguasa hutan belantara?"
Walaupun ukuran tubuhnya tidak sebanding dengan naga yang pernah ia hadapi, namun Yin Feng bisa merasakan bahwa kekuatan elang hitam itu jauh lebih besar.
Jika Yin Feng memaksa untuk bertarung tanpa mengandalkan kekuatan api hijau, bisa dipastikan bahwa ia akan kehilangan nyawa dan mungkin akan menjadi santapan elang itu.
Akan tetapi, jika ia diam saja dan tidak melakukan apapun, maka amukan elang api itu akan berdampak buruk pada kekaisaran, terutama pada desa di dekat hutan belantara.
Woshh!
Ketika sedang memikirkan cara untuk menghadapi elang api, bola api hitam berukuran besar tiba-tiba melesat kearahnya, beruntung Yin Feng menyadarinya dengan cepat dan langsung menghindar.
"Apa kau yang mengganggu tidurku?!"
Dahi Yin Feng berkerut, ia benar-benar tidak menyangka jika keberadaannya akan diketahui oleh elang api, padahal auranya tidak bisa dirasakan oleh kultivator tingkat tinggi sekalipun.
"Apa karena api hijau?" gumam Yin Feng.
"Kau, beraninya kau mengabaikan-ku!" ujar elang api, lalu terbang menghampiri Yin Feng, kemudian ia mengubah wujudnya menjadi manusia.
Setelah berada di depan Yin Feng, pria yang merupakan perwujudan elang api itu malah nampak kaget, bahkan ada kekhawatiran yang tergambar di wajahnya.
"Ku kira siapa, ternyata penguasa benua langit" ucapnya.
"Penguasa benua langit? Apa maksudmu?" tanya Yin Feng kebingungan.
"Hahaha! Tidak usah berpura-pura, meski anda menyembunyikannya, tapi aku bisa merasakan dan melihatnya dengan mataku."
"Maaf, tapi aku benar-benar tidak mengerti maksudmu" sahut Yin Feng.
Pria itu ikut bingung karena ucapan Yin Feng, awalnya ia berpikir bahwa Yin Feng sedang berusaha menyembunyikan identitasnya, namun ia tidak menemukan kebohongan dalam diri Yin Feng.
"Aneh, jelas-jelas kau adalah..." pria itu tiba-tiba saja menghentikan ucapannya, lalu mengamati penampilan Yin Feng dari atas sampai bawah.
"Ah, sekarang aku mengerti, pantas saja kau tidak mengerti maksud dari ucapan-ku."