Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 37. Kematian Zhao Yujin.



Liu Wei menggeleng pelan, ia tidak mempermasalahkan kemunculan Yin Feng yang tiba-tiba, justru Liu Wei sangat senang ketika melihat Yin Feng yang baik-baik saja.


"Saudara Yin, bagaimana caramu masuk ke ibukota?"


"Pengamanannya memang ketat dari biasanya, tapi bukan masalah besar bagiku" jawab Yin Feng.


"Syukurlah, aku pikir saudara Yin kesulitan karena masalah ini."


"Liu Wei, aku ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting padamu" ucap Yin Feng.


Setelah Yin Feng menyelesaikan ucapannya, suasana di ruangan tiba-tiba saja menjadi hening, meski belum menyampaikan niatnya, namun Liu Wei sudah bisa sedikit memahaminya.


"Saudara Yin, apa yang bisa ku bantu?" tanya Liu Wei.


"Aku bahkan belum menyampaikan yang ingin ku bahas, tapi kau sudah menawarkan bantuan."


"Sedikit banyaknya, aku sudah memahami apa yang ingin saudara Yin lakukan, jadi aku ingin menawarkan bantuan."


"Kalau begitu, aku memerlukan pakaian dan identitas baru" sahut Yin Feng.


"Baiklah, tapi identitas seperti apa yang saudara Yin inginkan?"


Yin Feng kemudian menjelaskan jika dirinya tidak bisa bergerak dengan bebas di ibukota, karena lukisan wajahnya sudah tersebar dan semua orang pasti bisa mengenalinya.


Selain itu, Yin Feng juga tidak bisa memakai topeng karena kaisar telah membuat peraturan baru, yaitu setiap orang yang ingin masuk ke ibukota dilarang memakai topeng.


"Kalau begitu, solusinya hanya satu."


"Apa itu?"


"Saudara Yin hanya perlu memakai topeng wajah."


"Topeng wajah? Bukankah sama saja?"


"Tidak, topeng wajah tidak sama seperti topeng biasa" jawab Liu Wei.


Liu Wei menjelaskan bahwa topeng wajah dibuat dengan menggunakan kulit hewan dan dicampur dengan bahan khusus, sehingga bentuk dan teksturnya sangat mirip dengan kulit asli.


Selain itu, topeng wajah juga sangat aman untuk digunakan dan tidak akan menimbulkan efek samping, bahkan Liu Wei menjamin tidak akan ada lagi yang mengenali Yin Feng.


"Baiklah, kalau begitu buatkan satu untukku."


"Saudaraku, kau sangat beruntung karena saat ini Asosiasi memiliki satu topeng wajah" sahut Liu Wei.


"Tunggu sebentar, aku akan mengambilnya."


"Kenapa tidak meminta pelayan saja?"


"Ini sangat rahasia, jadi sebaiknya tidak diketahui oleh banyak orang" jawab Liu Wei, lalu meninggalkan ruangannya.


Setelah beberapa menit berlalu, Liu Wei kembali ke ruangan itu lagi dengan membawa sebuah kotak kecil, kemudian ia menunjukkan isi kotak itu yang tidak lain adalah topeng wajah.


"Teksturnya benar-benar mirip dengan kulit manusia" ucap Yin Feng setelah menyentuh topeng wajah itu.


"Saudara Yin, silahkan dicoba."


Yin Feng mengangguk, kemudian memakai topeng wajah tersebut. Meski tanpa menggunakan tali ataupun lem, topeng itu bisa melekat dengan baik di wajah Yin Feng.


"Lihatlah, ini adalah wajah baru saudara Yin" Liu Wei memberikan sebuah cermin pada Yin Feng.


Yin Feng meraih topeng itu dan melihat pantulan wajahnya di sana, "luar biasa, topeng ini benar-benar menyatu dengan wajahku" ucapnya.


"Sekarang, saudara Yin hanya memerlukan nama yang baru."


"Nama baruku adalah Yin."


"Hanya itu?"


Yin Feng mengangguk, "yang terpenting bukanlah nama, melainkan tindakan-ku setelah ini."


Setelah itu, Liu Wei membawa Yin Feng menemui Xiao Long dan yang lainnya dan benar saja, ketika mereka bertemu, ketiganya tidak bisa mengenali Yin Feng sama sekali.


Liu Wei memperkenalkan Yin Feng sebagai anggota Asosiasi Phoenix Perak yang baru, Liu Wei juga meminta mereka bertiga untuk menjelaskan tentang Asosiasi pada Yin Feng.


Meski sudah mengetahui semua hal tentang Asosiasi Phoenix Perak, namun Yin Feng tidak memiliki pilihan lain selain mendengarkan penjelasan itu sekali lagi.


***


Yin Feng berdiri di atas gedung Asosiasi Phoenix Perak, tatapan matanya tertuju ke arah istana kekaisaran. Malam ini, Yin Feng akan memulai rencananya untuk membunuh Zhao Yujin.


"Besok, ketenangan ini akan lenyap" gumam Yin Feng, lalu melesat terbang kearah istana kekaisaran.


Meski sudah sangat larut, namun masih banyak prajurit yang berjaga di luar dan di bagian dalam tembok istana, tapi keberadaan mereka bukanlah masalah besar bagi Yin Feng.


Tanpa disadari oleh siapapun, Yin Feng kini telah berada di bagian dalam istana, kemudian Yin Feng menggunakan kesadaran spiritualnya untuk menemukan Zhao Yujin.


"Ketemu kau!" ujar Yin Feng, lalu melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke kamar Zhao Yujin.


Yin Feng menghentikan langkahnya setelah berada di dekat kamar Zhao Yujin, karena di depan kamarnya terdapat beberapa orang prajurit yang sedang berjaga.


"Penjagaannya benar-benar ketat, tapi tetap tidak ada gunanya" gumam Yin Feng, lalu menghilang dari pandangan.


Beberapa saat setelah itu, Yin Feng muncul lagi di dalam kamar Zhao Yujin, tatapan matanya langsung tertuju ke arah Zhao Yujin yang sedang terlelap dalam tidurnya.


"Kau menimbulkan banyak masalah untukku, jadi lebih baik kalau kau disingkirkan!"


Yin Feng mengeluarkan belati perak dari cincin ruang miliknya, kemudian membunuh Zhao Yujin yang sedang terlelap dengan cara menebas lehernya hingga putus.


Mulanya, sebelum merenggut nyawa sang kaisar, Yin Feng berniat untuk menyiksanya terlebih dahulu, namun Yin Feng mengurungkan niatnya itu karena tidak ingin membuang-buang waktu.


"Aku harap kau meminta maaf jika bertemu dengan guruku di alam kematian" gumam Yin Feng, lalu meninggalkan kamar Zhao Yujin.


***


Esoknya.


Suasana istana kekaisaran yang biasanya tenang tiba-tiba saja menjadi gempar, penyebabnya adalah seorang pelayan yang menemukan mayat Zhao Yujin di kamarnya.


Dalam beberapa hari terakhir ini, setiap pagi selalu ada pelayan yang datang ke kamar Zhao Yujin untuk membangunkannya, serta menyiapkan segala kebutuhan Zhao Yujin.


Namun pagi ini, pelayan yang bertugas membangunkan Zhao Yujin, malah menemukan sang kaisar tengah tergeletak tidak bernyawa di tempat tidurnya.


Kegemparan yang melanda istana kemudian menyebar ke seluruh ibukota kekaisaran, tepatnya saat salah seorang utusan dari istana mengumumkan kematian sang kaisar.


Kabar tentang kematian sang kaisar menyebar dengan cepat dan pada saat yang bersamaan, seluruh kekaisaran Bei dilanda oleh kepanikan masal.


Asosiasi Phoenix Perak.


"Saudara Yin, ada kabar buruk!" ujar Liu Wei.


Yin Feng yang sedang duduk santai menikmati secangkir teh hangat hanya menoleh dan tersenyum, lalu meminta Liu Wei untuk masuk dan menemaninya mengobrol.


Ketenangan yang ditunjukkan oleh Yin Feng mengundang tanda tanya besar dalam diri Liu Wei, namun ia tetap mengiyakan permintaan Yin Feng untuk menemaninya.


"Saudara Yin, ketenangan-mu ini membuatku sedikit takut" ucap Liu Wei.


"Apa yang perlu ditakutkan?"


"Pagi ini, aku menerima kabar kematian kaisar, semua orang sangat panik dan kau malah duduk santai seolah tidak terjadi apapun."


"Lalu, apa hubungannya?"


"Saudara Yin, apa kau yang melakukannya?"


Yin Feng tersenyum, "kenapa kau terlihat panik? Bukankah sebelumnya kau sudah mengetahui tujuanku?"


"Hahh" Liu Wei menghela napas panjang, "kematian kaisar akan menimbulkan kekacauan besar."


"Memang itulah yang ku inginkan" sahut Yin Feng.


Liu Wei kembali menghela napas panjang, sebelumnya ia memang bisa menebak tujuan Yin Feng, namun tidak pernah menyangka jika Yin Feng akan membunuh Zhao Yujin.


Tidak hanya itu saja, Liu Wei bahkan tidak pernah menduga bahwa tujuan Yin Feng yang sebenarnya adalah menciptakan kekacauan besar di kekaisaran Bei.


"Apa kau ingin ikut ke istana?" tanya Liu Wei.


"Untuk apa?"


"Meski ada sedikit selisih paham, tapi Asosiasi tetaplah salah satu pilar di kekaisaran ini, jadi kita harus datang ke sana."


"Baiklah, aku akan ikut denganmu."