Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 70. Tubuh Dewi Es.



Setelah merebahkan Jia Ling di tempat tidur, Yin Feng langsung duduk dan bermeditasi, meski sudah tidak menyentuh Jia Ling namun hawa dingin itu masih menyerang dirinya.


Jian Ren yang menyaksikan hal itu nampak khawatir, padahal ia yakin bahwa Yin Feng adalah kultivator kuat, tapi nyatanya ia masih kesulitan melawan hawa dingin itu.


"Semoga saja dia masih ingin mempertahankan hubungan mereka" gumam Jian Ren pelan.


Setengah jam kemudian, Yin Feng akhirnya membuka mata dan menyudahi meditasinya, kondisi tubuhnya juga sudah membaik dan hawa dingin itu juga telah menghilang.


"Yang mulia, apa yang sebenarnya terjadi pada Jia Ling?"


Jian Ren hanya diam memandangi putrinya yang masih menggigil kedinginan, Yin Feng yang merasa iba kemudian mengalirkan kekuatan api hijau ke tubuh Jia Ling.


"Yin Feng, apa kau bisa menerima putriku apa adanya?"


"Apa maksud anda, yang mulia?! Sekarang bukan waktu yang tepat untuk membahas masalah itu!"


Yin Feng benar-benar kesal pada Jian Ren, padahal putrinya sedang membutuhkan bantuan, tapi dia malah membahas masalah lain yang sangat tidak penting.


"Justru inilah saat yang tepat, karena ini berhubungan dengan kondisi tubuh Ling'er."


Jian Ren kemudian menjelaskan bahwa putrinya menderita penyakit aneh sejak lahir, penyakitnya itu membuat suhu tubuh Jia Ling menjadi sangat dingin sedingin es.


Bahkan saat ia lahir, tabib yang membantunya sampai membeku karena hawa dingin yang berasal dari tubuh Jia Ling, begitupun dengan ibunya yang ikut meregang nyawa.


Selama ini, Jian Ren sudah berusaha mencari cara untuk menyembuhkan penyakit putrinya itu, tapi sayangnya tidak ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkannya.


Hingga akhirnya, seorang tabib berhasil mengenali dan mengetahui tentang kondisi tubuh Jia Ling, tabib itu mengatakan bahwa Jia Ling memiliki tipe tubuh Dewi es.


Tubuh tipe ini adalah tubuh yang sangat langka dan belum tentu muncul dalam seratus tahun sekali, tubuh tipe ini juga membuat pemiliknya memiliki energi Yin yang sangat murni.


Masalahnya adalah, tidak ada satupun obat yang bisa menghilangkan energi Yin murni ini, karena pada dasarnya, hawa dingin itu bukanlah penyakit melainkan energi Yin murni itu sendiri.


"Energi Yin murni? Ini..."


Yin Feng merasa senang karena berhasil menemukan perempuan yang memiliki energi Yin murni, tapi disaat seperti ini, tidak mungkin ia mengatakan semuanya pada Jian Ren.


"Kau sudah mengetahui semuanya, jadi apa keputusanmu?"


Yin Feng menarik napas dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan, pada saat yang bersamaan ia meyakinkan dirinya bahwa keputusan yang akan ia ambil adalah keputusan yang tepat.


"Aku akan menikahinya."


Pada awalnya, Yin Feng tidak ingin melanjutkan hubungan mereka, bahkan sudah memikirkan cara untuk meninggalkan kekaisaran Tang setelah peperangan.


Tetapi setelah mengetahui kondisi tubuh Jia Ling, Yin Feng memutuskan untuk menikahinya, lagipula kesempatan untuk bertemu wanita pemilik energi Yin murni tidak akan datang dua kali.


"Apa kau serius?!"


"Mungkin ini terdengar berlebihan, tapi hanya aku yang bisa membantunya, jadi aku akan menerimanya."


"Terima kasih, aku benar-benar senang mendengarnya."


Setelah itu, Jian Ren meninggalkan kamar putrinya, karena tidak ingin mengganggu Yin Feng yang sedang berusaha mengurangi hawa dingin ditubuh putrinya itu.


"Tubuh tipe ini benar-benar luar biasa, bahkan kekuatan api hijau tidak mampu menghilangkan hawa dinginnya."


Yin Feng sebenarnya mengetahui cara yang lebih cepat untuk mengurangi hawa dingin itu, yaitu kultivasi ganda, namun ia tidak ingin memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.


Kondisi Jia Ling memang memperihatinkan, namun selama masih bisa ditangani dengan mengalirkan kekuatan api hijau, maka dia tidak akan melakukan kultivasi ganda.


Selain itu, untuk melakukannya Yin Feng membutuhkan persetujuan Jia Ling dan untuk sementara ini, sangat tidak mungkin Yin Feng meminta hal itu pada Jia Ling.


Setelah berusaha selama beberapa jam, kondisi tubuh Jia Ling perlahan mulai membaik, hawa dingin yang menyerang tubuhnya juga sudah mulai menghilang secara perlahan.


"Akhirnya selesai juga" gumam Yin Feng, lalu meninggalkan kamar Jia Ling.


Yin Feng keluar dari istana dan duduk di halaman, pandangannya tertuju pada langit malam yang dihiasi jutaan bintang, cahayanya yang indah mampu menenangkan pikiran Yin Feng.


"Jika di benua ini ada peninggalan ibu, berarti peninggalannya tidak hanya ada satu" gumam Yin Feng.


Sebelumnya, Yin Feng berpikir bahwa peninggalan ibunya hanya ada satu di benua Xuanwu, tapi ternyata peninggalan ibunya lebih dari satu dan berada benua lain.


Menurut penjelasan Ying Huo, jika Yin Feng ingin bertemu dengan ibunya maka dia harus mengumpulkan semua peninggalannya, itu berarti masih butuh waktu untuk bertemu dengannya.


Tapi setidaknya, Yin Feng sudah menemukan satu lagi peninggalan ibunya, setelah ini ia hanya perlu menemukan peninggalan lainnya di kekaisaran Zhong.


"Hahh..." Yin Feng menghela napas panjang, lalu kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


***


Esoknya.


Pagi ini, suasana di istana kekaisaran terasa sedikit berbeda dari sebelumnya dan entah kenapa, wajah semua orang yang ada di sana selalu dihiasi dengan senyuman indah.


Yin Feng yang penasaran kemudian menemui Jian Ren untuk menanyakan perubahan suasana itu, dan ternyata penyebabnya adalah kabar pernikahan yang disebarkan oleh Jian Ren.


"Pantas saja semua orang terlihat sangat senang" gumam Yin Feng.


"Yang mulia, bukankah kita harus membahas strategi perang?"


"Tidak perlu lagi, karena kami sudah membahasnya kemarin."


"Lalu apa yang harus kulakukan sekarang?" tanya Yin Feng.


"Hmm... Sebaiknya kau menemani Jia Ling, dia sedang menunggumu di taman."


"Mungkin lain kali saja, aku ingin menyelesaikan sedikit urusan" sahut Yin Feng, lalu meninggalkan istana kekaisaran.


Setelah meninggalkan istana kekaisaran, Yin Feng kemudian melesat terbang menuju kota Perak, ia ingin meminta Hui Mei mencari informasi lebih banyak tentang kekaisaran Yun.


Dengan kecepatan yang ia miliki, Yin Feng hanya membutuhkan waktu selama beberapa menit untuk sampai di kota Perak, setibanya di sana ia langsung menemui Hui Mei.


"Selamat datang, tuan" sapa Hui Mei.


"Langsung saja, aku ingin kau menyelidiki kekaisaran Yun. Cari tahu seberapa besar kekuatan dan jumlah pasukan mereka."


"Jika bisa, aku ingin mengetahui informasi itu dalam dua hari."


"Baik, tuan. Kebetulan anggota kami juga ada di kekaisaran Yun" sahut Hui Mei, lalu menghubungi anggotanya di kekaisaran Yun dengan telepati.


"Ada lagi yang tuan butuhkan?" tanya Hui Mei.


"Sebenarnya aku ingin kau membantu dalam peperangan ini, tapi aku tidak ingin kehilangan informan sebaik dirimu."


"Jika tuan menginginkannya, maka aku akan mengerahkan pasukan untuk membantu."


Yin Feng menggeleng pelan, "lakukan saja yang aku minta, jika memang membutuhkan bantuan, aku akan mengatakannya padamu"


"Baik, tuan!"