Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 17. Perburuan III



Setengah jam kemudian, puluhan hewan spiritual yang mengepung mereka akhirnya berhasil dikalahkan, dan saat ini mereka sedang beristirahat untuk memulihkan tenaga yang telah terkuras.


"Feng Huang, istirahatlah sebentar, kau juga perlu memulihkan tenagamu."


Yin Feng menggeleng pelan, "aku baik-baik saja."


"Apa kau yakin? Maksudku, kau menghabisi lebih dari setengah jumlah mereka" ucap Ye Han.


Dibandingkan dengan mereka semua, Yin Feng lah yang paling banyak membunuh para hewan spiritual tersebut, namun anehnya Yin Feng malah tidak merasakan kelelahan sedikitpun.


Normalnya, mustahil seseorang tidak merasakan lelah setelah bertarung melawan musuh yang banyak, mau sekuat apapun kekuatannya, ia pasti akan membutuhkan istirahat walaupun hanya sejenak.


"Tidak usah khawatir, aku baik-baik saja" sahut Yin Feng.


"Baiklah, aku tidak akan memaksamu lagi, tapi ada sesuatu yang ingin ku sampaikan padamu."


Sebelum melanjutkan ucapannya, Ye Han memanggil murid yang lain untuk mendekat, termasuk Qian Zhou yang nampak sedang menahan kekesalan dalam dirinya.


"Feng Huang, kami semua sudah sepakat untuk menjadikanmu sebagai ketua kelompok ini."


"Kenapa harus aku? Bukankah Qian Zhou sudah mengajukan diri sebelumnya?"


"Diantara kita semua, hanya kau yang pantas untuk menjadi ketua" sahut He Jin.


"Itu benar! Selain itu, kami butuh ketua yang bisa diandalkan" Yan Baihu menambahkan.


Yin Feng mengarahkan pandangannya pada Qian Zhou. "Aku ingin mendengar pendapatmu."


"Terserah kalian saja, tapi aku tidak akan mengikuti perintah siapapun!" ujar Qian Zhou.


Yin Feng menghela napas panjang. "Baiklah, kalau begitu aku akan menjadi pemimpin kelompok ini."


Setelah itu, Yin Feng memutuskan untuk melanjutkan perjalanan setelah matahari terbit, karena selain masih butuh istirahat, melanjutkan perjalanan pun hanya akan membahayakan nyawa mereka.


"Istirahatlah, aku akan berjaga malam ini."


"Baik!" ujar mereka semua serempak, kecuali Qian Zhou yang lebih memilih untuk diam.


"Kalian boleh mengabaikan ku, tapi setelah kembali ke sekte nanti, aku pasti akan membuat kalian semua menderita!"


***


Hari-hari berlalu, perjalanan Yin Feng dan anggota kelompoknya terus berlanjut, walaupun ada rintangan yang menghadang, namun mereka bisa menyelesaikannya dengan mudah.


Selain itu, kelompok mereka juga telah mendapatkan cukup banyak kristal jiwa, namun jumlahnya masih belum cukup untuk menjadikan mereka sebagai pemenang dalam acara perburuan itu.


"Ketua, sepertinya di depan sana ada pertarungan."


Yin Feng mengangguk. "Kau benar, lalu apa yang sebaiknya kita lakukan?"


"Bagaimana jika kita mengamatinya? Jika memungkinkan, kita rebut saja kristal jiwa milik mereka."


"Aku setuju!"


"Jika memang memungkinkan, kenapa tidak?"


"Baiklah, mari kita rebut kristal jiwa mereka!" ujar Yin Feng, lalu memimpin anggota kelompoknya untuk mendekati sumber suara pertarungan.


Tidak jauh dari tempat Yin Feng dan kelompoknya berada, sekelompok kultivator nampak sedang berhadapan dengan seekor singa setinggi tiga meter, dia adalah hewan spiritual tingkat satu.


Kelompok tersebut nampak kesulitan menghadapi singa api, walaupun jumlah anggota kelompok mereka lumayan banyak, namun kekuatan mereka tidak sebanding dengan singa api tersebut.


"Hati-hati!"


Dhuaaar!


Ledakan dahsyat terjadi ketika singa api itu melancarkan serangan dengan kaki depannya, tiga pemuda terlempar sejauh lima meter karena tidak sempat menghindari serangan singa api tersebut.


"Ketua, kita harus pergi dari tempat ini, jika tidak kita semua akan mati di tangannya!"


"Aku tahu itu, tapi bagaimana dengan teman-teman kita yang terluka? Tidak mungkin kita meninggalkan mereka begitu saja!"


"Ketua, dia datang!" ujar salah seorang anggota kelompok.


"Bentuk formasi bertahan!"


Anggota yang masih bisa bertarung kemudian berkumpul, lalu membentuk formasi bertahan untuk menahan serangan singa api tersebut, akan tetapi, pertahanan mereka hancur dalam sekali serang.


"Ga-gawat, a-aku tidak bisa bergerak."


Dhuaaar!


Ledakan dahsyat tiba-tiba terjadi di tempat singa api berada, tanpa ada yang mengetahui penyebabnya, singa api tiba-tiba saja terlempar sejauh beberapa meter.


"A-apa yang terjadi?"


"Ketua, sepertinya ada seseorang di sana."


Pemimpin kelompok itu memfokuskan pandangannya ke arah debu yang beterbangan, samar-samar ia melihat siluet seseorang tengah berdiri di tempat singa api berada sebelumnya.


"Siapa dia?"


***


Setelah tiba di tempat itu, Yin Feng meminta anggota kelompoknya untuk bersembunyi dan mengamati situasi, namun mereka malah dikejutkan oleh sosok singa api yang merupakan hewan spiritual tingkat dua.


Pada awalnya, mereka berniat untuk merebut kristal jiwa milik peserta lain, tapi setelah melihat situasinya, mereka langsung mengurungkan niatnya untuk merebut kristal jiwa milik kelompok tersebut.


"Ketua, apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Untuk saat ini, kita hanya perlu mengamati pertarungan mereka."


"Gawat, mereka dalam bahaya!" ujar Ye Han.


"Ketua, lakukan sesuatu!" sahut He Jin.


Yin Feng menghela napas panjang, kemudian melesat dengan kecepatan tinggi mendekati singa api. Setelah itu, Yin Feng mendaratkan pukulan telak di kepala singa api dan berhasil membuatnya terlempar.


"Groarrrr!!" singa api terlihat marah karena Yin Feng menggagalkan serangannya.


"Majulah!" ucap Yin Feng yang telah siap menyambut serangan singa api.


Merasa tertantang dengan ucapan Yin Feng, singa api langsung melesat maju kearahnya. Setelah jarak keduanya cukup dekat, singa api kemudian melompat untuk menerkam Yin Feng.


"Kau melakukan kesalahan!" Yin Feng mengangkat sudut bibirnya, lalu melesat maju seraya mengayunkan belatinya.


Slash!


Dengan belati perak yang telah dilapisi oleh energi spiritual, Yin Feng berhasil meninggalkan luka yang cukup dalam di tubuh singa api.


Sesaat setelah itu, Yin Feng menghentikan langkahnya dan langsung melompat ke udara, lalu melancarkan serangan keduanya ke arah leher singa api.


Akan tetapi, serangan itu berhasil dihindari oleh singa api, gerakannya yang sangat gesit juga memudahkannya untuk melancarkan serangan balasan menggunakan cakarnya pada Yin Feng.


Yin Feng memutar tubuhnya dan menyambut serangan singa api dengan belatinya, setelah berhasil menahan serangannya, Yin Feng melancarkan tendangan ke tubuh singa api tersebut.


Woshh.


Dhuaaar!


Singa api kembali terlempar sampai beberapa meter jauhnya, beberapa pohon besar langsung tumbang karena dihantam oleh tubuhnya yang sangat besar.


Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Yin Feng kembali melesat mendekati singa api, kemudian ia mendaratkan tebasan berulang kali di sekujur tubuh singa api.


Setelah mendaratkan tebasan untuk yang kesekian kalinya, Yin Feng tiba-tiba menghentikan gerakannya, kemudian ia melompat ke udara dan mengarahkan serangan kearah leher singa api.


Woshh.


Dhuaaarrr!


Aura yang sangat besar terpancar dari tubuh singa api, di saat yang bersamaan, seluruh tubuh singa api di selimuti oleh cahaya kemerahan yang sangat panas layaknya kobaran api.


Yin Feng yang berada di dekatnya dibuat terlempar karena ledakan aura kekuatan tersebut. "Cihh... ternyata dia masih bisa bertahan!"


Sementara itu, kelompok yang sebelumnya dan teman-teman Yin Feng nampak tidak bisa bergerak, karena tubuh mereka semua ditimpa oleh tekanan intimidasi yang sangat besar.


Selain itu, hawa panas yang berasal dari aura singa api juga membakar apapun di sekitarnya, bahkan hawa panas itu sampai bisa dirasakan oleh kelompok Yin Feng yang jaraknya cukup jauh dari sana.


Berbeda dengan mereka semua, aura intimidasi itu justru tidak dirasakan oleh Yin Feng, begitupun dengan hawa panas yang juga tidak memberikan dampak apapun padanya.


"Berkat api hijau, tubuhku memiliki ketahanan terhadap hawa panas" gumam Yin Feng.