Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 45. Peperangan dua sekte III



Peperangan terus berlanjut dan situasi sekte Gunung Giok sudah berada diambang kehancuran, karena selain kekurangan jumlah, mereka juga tidak memiliki persiapan.


Jika hanya para murid sekte Halilintar Hitam, mungkin arus dari peperangan itu bisa diambil alih oleh mereka, tapi masalahnya adalah keterlibatan pasukan hewan spiritual.


Tanpa adanya kesiapan sudah membuat mereka kesulitan, dan ditambah lagi dengan pasukan hewan spiritual, sudah pastinya semakin sulit bagi mereka untuk meraih kemenangan.


Satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan saat ini hanyalah berjuang hingga akhir, baik menang ataupun kalah pada akhirnya sekte mereka akan tetap rata dengan tanah.


Selain itu, diantara ribuan musuh yang mereka hadapi, hanya ada satu orang yang benar-benar menggila dalam peperangan tersebut, dia tidak lain adalah Yin Feng.


Bagaimana tidak? Ketika semua orang sibuk menghadapi satu musuh, Yin Feng sudah berhasil menghabisi belasan hingga puluhan musuh hanya dalam hitungan detik saja.


Tidak hanya itu saja, setiap serangannya sangatlah mematikan dan tidak bisa ditahan ataupun dihindari, sehingga membuat sosoknya terlihat mengerikan layaknya dewa perang.


"Menjauh dari pemuda itu!"


Salah seorang murid memberi instruksi pada murid lainnya, agar mereka semua menjauh dari Yin Feng, namun Yin Feng tidak membiarkan hal itu dan mengejar mereka semua.


Api amarah yang tergambar jelas di wajah mereka sebelumnya digantikan oleh rasa takut, mereka yang semula maju dengan penuh semangat, kini berlarian menjauh dari Yin Feng.


Bagi murid sekte Halilintar Hitam, sosok Yin Feng terlihat seperti dewa perang yang tak terkalahkan, namun bagi murid sekte Gunung Giok, dia adalah dewa kematian yang mengerikan.


Wushh.


Slash!


Satu serangan bilah energi kembali dilancarkan oleh Yin Feng, dan lagi-lagi, serangan tunggalnya berhasil merenggut puluhan nyawa murid sekte Gunung Giok dalam sekejap mata.


"Hahahaha!"


Suara tawa Yin Feng menggema di seluruh sekte, meski situasinya sangat bising karena peperangan, namun suara tawanya terdengar jelas oleh semua orang yang ada di sana.


"Sejauh apapun kalian berlari, kematian akan tetap datang menghampiri kalian semua!"


Woshh!


Yin Feng melepaskan aura membunuhnya, kali ini aura membunuh yang ia lepaskan jauh lebih pekat dari sebelumnya, bahkan auranya mampu membuat semua orang bergidik.


Kedua pemimpin dan para tetua sekte yang sedang bertarung di udara juga tidak lepas dari kengerian aura Yin Feng, bahkan pertarungan mereka sampai terhenti sejenak.


"Dong Gui, aku tidak menyangka bahwa dirimu akan bekerjasama dengan iblis" ucap Shan Zhe Ming.


Dong Gui mengangkat sudut bibirnya, lalu berkata. "Jangan salah paham, dia bukan iblis melainkan manusia seperti kita."


"Itu tidak mungkin! Tidak peduli seberapa banyak nyawa yang dibunuh, auranya tetap tidak akan mengerikan seperti itu!"


Dong Gui terdiam, ia sendiri juga tidak mengerti kenapa Yin Feng memiliki aura yang sangat mengerikan, bahkan auranya jauh lebih mengerikan dibandingkan sebelumnya.


Selain itu, aura yang dilepaskan oleh Yin Feng tidak terasa seperti aura membunuh pada umumnya, karena aura itu jauh lebih menakutkan dan mengerikan layaknya aura iblis.


Aura yang dilepaskan oleh Yin Feng memang bukan aura membunuh, juga tidak sama seperti aura bangsa iblis, sebab yang ia lepaskan itu adalah aura kematian dari api hijau.


Sebab itulah, aura yang terpancar dari tubuh Yin Feng terasa jauh lebih mengerikan dan menakutkan, karena pada dasarnya aura kematian memang sangat mengerikan.


"Karena dia mau membantuku, maka aku akan menganggapnya sebagai rekan, tidak peduli dia itu iblis atau manusia!" ujar Dong Gui.


"Kalau begitu, aku akan membunuhnya setelah merenggut nyawamu!" sahut Shan Zhe Ming, lalu melanjutkan pertarungan mereka.


***


Istana kekaisaran Bei.


"Yang mulia, ada sesuatu yang ingin hamba sampaikan" ucap pria bertopeng yang baru saja tiba di aula singgasana.


"Silahkan!"


"Lalu, apa hubungannya denganku?"


Baik pria yang menyampaikan kabar ataupun semua orang yang ada di aula singgasana, mereka hanya bisa tercengang melihat tanggapan yang diberikan Zhao Guan.


Jika itu Zhao Yujin, ia pasti akan menanggapi masalah itu dengan serius, ia juga tidak akan tinggal diam dan akan langsung mengirimkan pasukan untuk membantu sekte Gunung Giok.


"Yang mulia, masalah ini tentu ada hubungannya dengan anda" ucap Long Aotian.


Walaupun tidak memiliki jabatan khusus di istana kekaisaran, namun posisi Long Aotian justru terlihat lebih tinggi dari para petinggi istana, karena Zhao Guan hanya mau mendengarkannya.


"Aku tahu itu guru, lalu apakah aku harus mengirim pasukan untuk menambah kekacauan yang telah terjadi?"


"Mengirim pasukan memang akan menambah kekacauan, tapi setidaknya kita harus membantu sekte Gunung Giok, karena bagaimanapun juga, mereka adalah pilar kekaisaran ini."


"Hahh" Zhao Guan menghela napas panjang, "baiklah, kirim pasukan untuk membantu mereka" ucapnya.


"Baik, yang mulia!" ujar jendral kekaisaran, lalu pergi meninggalkan aula singgasana.


***


Peperangan sudah hampir mencapai puncak, meski peperangan itu masih berlangsung, namun kemenangan sudah terlihat jelas di sisi sekte Halilintar Hitam.


Kini, semua bangunan yang ada di sekte Gunung Giok benar-benar sudah hancur, hanya ada satu bangunan terakhir yang masih utuh, yaitu kediaman milik Shan Zhe Ming.


Selain itu, ribuan murid sekte Gunung Giok juga telah berkurang lebih dari setengahnya, begitupun dengan murid sekte Halilintar Hitam yang berkurang hampir setengahnya.


"Saatnya menyantap hidangan utama" gumam Yin Feng sembari mengarahkan pandangannya pada kedua pemimpin sekte yang masih bertarung.


Pada awalnya, pertarungan Dong Gui dan Shan Zhe Ming berlangsung imbang, namun seiring dengan berjalannya waktu, Dong Gui malah semakin terpojok oleh Shan Zhe Ming.


Tingkat kultivasi mereka berdua sama-sama berada di ranah Nirvana bintang sembilan, namun kekuatan yang dimiliki Shan Zhe Ming masih lebih tinggi dari Dong Gui.


"Kemana perginya kesombongan-mu? Bukankah tadi kau sangat ingin membunuhku?!"


Dong Gui tidak menanggapi ucapan Shan Zhe Ming, ia masih fokus menahan setiap serangan yang dilancarkan padanya, karena jika ia lengah sedikit saja, maka akibatnya akan sangat fatal.


"Tidak mau bicara? Kalau begitu, akan ku buat kau diam untuk selamanya!"


Shan Zhe Ming mengangkat tangan kanannya ke udara, kemudian di telapak tangannya muncul bola energi petir yang sangat besar, lalu ia melempar bola energi itu pada Dong Gui.


Dhuaaarrr!


Ledakan dahsyat terjadi saat bola energi petir itu menghantam perisai energi yang muncul secara tiba-tiba, tidak hanya menahan serangan Shan Zhe Ming, tapi juga berhasil melindungi Dong Gui.


"Tuan Dong, apa anda baik-baik saja?" tanya Yin Feng yang telah muncul di samping Dong Gui.


"Yin, apa yang kau lakukan di sini?"


"Memangnya apa lagi? Tentu saja membantumu" jawab Yin Feng.


"Hahahaha! Dong Gui, apa kau tidak malu menerima bantuan dari seorang bocah sepertinya?!"


"Kenapa harus malu? Lagipula kami memiliki tujuan yang sama" sahut Yin Feng.


Raut wajah Shan Zhe Ming berubah, kemarahan terpancar jelas dari tatapan matanya, "bocah, jika kau masih ingin hidup, sebaiknya jangan menggangguku!"


"Tentu saja aku ingin hidup, tapi aku tidak akan tenang sebelum membunuhmu!"


"Bocah tidak tahu diri! Aku pasti akan mengirim mu ke alam kematian!"


Yin Feng mengangkat sudut bibirnya, "lakukanlah jika kau mampu, tapi jika tidak, sebaiknya kau bersiap untuk mati di tanganku!"