Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 14. Rencana sang kaisar.



Istana kekaisaran.


"Hormat hamba, yang mulia" Xu Jiang membungkuk seraya memberi hormat pada kaisar Bei.


"Selamat datang, Patriark Xu. Silahkan duduk" sahut Zhao Yujin, penguasa kekaisaran Bei.


Xu Jiang mengangguk, kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di sana, lalu pandangannya tertuju pada Shan Zhe Ming yang ternyata sudah lebih dulu berada di istana.


"Patriark Xu, bagaimana perjalananmu?"


"Perjalanan kami sangat lancar, yang mulia. Memang sempat ada sedikit halangan, tapi berhasil kami atasi dengan mudah" jawab Xu Jiang.


"Syukurlah, aku sempat khawatir karena kau terlambat datang."


"Maafkan hamba karena membuat yang mulia menunggu."


"Xu Jiang, harusnya kau memohon pengampunan pada yang mulia, karena di kekaisaran ini hanya kau saja yang berani membuat yang mulia menunggu" sahut Shan Zhe Ming.


Xu Jiang tidak menanggapi perkataan Shan Zhe Ming, meskipun masih ada rasa kesal dan marah tersisa dihatinya, namun ia lebih memilih untuk diam daripada menyahuti Shan Zhe Ming.


Selain itu, Xu Jiang juga sudah bisa menebak isi pikiran Shan Zhe Ming dan jika ia meladeninya, maka masalah yang sangat besar akan menimpa dirinya dan juga sekte Teratai Giok.


"Sudahlah, jangan terlalu dipermasalahkan. Lagipula, ada hal penting yang harus kita bicarakan" ucap Zhao Yujin.


"Baik, yang mulia."


Zhao Yujin kemudian menjelaskan alasan kenapa dirinya mengumpulkan mereka semua di istana, hal itu berhubungan dengan turnamen yang akan dimulai dalam dua hari lagi.


Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, turnamen kultivator muda kali ini akan sedikit berbeda, karena di babak pertama para kultivator akan diminta untuk berburu hewan spiritual.


Bagi seorang kultivator, memburu hewan spiritual adalah hal yang lumrah, namun masalahnya adalah, para peserta harus berburu di dalam hutan belantara yang sangat berbahaya.


"Yang mulia, bukankah ini terlalu berbahaya untuk para peserta? Jika hanya berburu hewan spiritual, rasanya akan lebih baik bila menggunakan hutan lain yang lebih aman" Xu Jiang berpendapat.


"Jika kau takut, kau tidak perlu mengikuti turnamen ini" sahut Shan Zhe Ming.


"Ini bukan masalah takut atau tidak, tapi ini menyangkut nyawa para peserta!"


"Aku setuju dengan pendapat Xu Jiang" sahut Long Aotian, pemimpin sekte Naga Langit.


"Tapi, aku yakin yang mulia punya alasan tersendiri melakukan semua ini" lanjutnya.


Zhao Yujin memang memiliki alasan khusus dibalik rencananya itu, hanya saja ia tidak bisa menjelaskannya pada mereka semua, karena takut mereka tidak akan menerimanya.


"Kalian tidak usah khawatir, aku akan mengutus beberapa orang kuat untuk mengawasi para peserta."


"Baiklah, tapi aku harus membicarakan hal ini pada murid-murid ku terlebih dahulu, jika mereka ingin ikut maka aku tidak akan menghentikannya."


Pertemuan singkat itu-pun berakhir dan semua pihak setuju dengan rencana kaisar, namun ia mengingatkan bahwa dirinya tidak memaksa mereka untuk ikut dalam perburuan itu.


***


Malam harinya.


Xu Jiang mengumpulkan anggota sektenya untuk membicarakan rencana sang kaisar, ia juga meminta Yin Feng untuk datang, namun sampai saat ini dirinya belum muncul.


"Patriark, dimana muridmu? Apa dia mengabaikan panggilan gurunya?"


"Jika itu muridku, aku pasti sudah menghukumnya!"


"Sayangnya aku bukan muridmu, tetua kedua!" ujar Yin Feng yang tiba-tiba muncul di belakang tetua kedua.


Kemunculan Yin Feng sontak membuat mereka semua kaget, karena tidak seorangpun dari mereka yang bisa merasakan aura keberadaannya, termasuk Xu Jiang.


Xu Jiang tersenyum ramah, "tidak apa-apa, kemari-lah dan perkenalkan dirimu."


Yin Feng mengangguk, kemudian memperkenalkan dirinya pada mereka semua. "Perkenalkan, namaku Feng Huang."


Pandangan mereka semua kini terfokus pada Yin Feng, meski sudah menyebutkan namanya, namun wajahnya yang tertutupi topeng malah membuat mereka curiga.


"Kenapa kau memakai topeng?" tanya tetua kedua.


"Aku bisa saja menunjukkan wajahku pada kalian, tapi aku takut kalian akan merasa jijik" jawab Yin Feng.


Berbagai macam pikiran aneh muncul dalam benak mereka saat mendengar perkataan Yin Feng, misalnya tetua kedua yang berpikir bahwa wajah Yin Feng hancur karena luka bakar.


Akan tetapi, yang dikatakan Yin Feng memang ada benarnya, karena mereka semua pasti akan merasa jijik ketika mengetahui wajah dibalik topeng itu adalah wajahnya.


"Baiklah, karena semuanya sudah berkumpul, sekarang saatnya untuk membahas masalah ini."


Setelah itu, Xu Jiang menjelaskan tentang rencana kaisar yang tiba-tiba saja mengubah turnamen menjadi acara perburuan hewan spiritual, lalu menanyakan pendapat mereka.


Awalnya mereka mempertanyakan alasan perubahan itu, namun Xu Jiang juga tidak mengetahui alasan dibalik perubahan tersebut, karena kaisar tidak menjelaskannya.


"Bagaimanapun juga, kita harus ikut acara perburuan itu!"


"Itu benar! Ini adalah kesempatan yang baik untuk mendapatkan banyak sumber daya."


"Baiklah, kalau begitu kita akan ikut dalam acara perburuan itu."


Karena semuanya setuju untuk ikut dalam perburuan, Xu Jiang hanya bisa mengiyakan dan setuju dengan mereka, padahal ia sebenarnya tidak ingin mengikuti acara itu.


"Guru, ada yang ingin ku bicarakan" ucap Yin Feng setelah yang lainnya pergi dari sana.


"Silahkan, apa yang ingin kau bicarakan, Feng'er."


Yin Feng mengatakan bahwa dirinya sedikit keberatan dan tidak ingin ikut dalam acara perburuan itu, karena bagaimanapun juga, ia sudah merasakan kengerian hutan belantara.


Menurutnya, mustahil bagi kultivator ranah Spirit Langit bisa bertahan di sana dan jika ingin mengadakan perburuan, setidaknya harus mengerahkan kultivator ranah Spirit Surga.


Xu Jiang setuju dengan perkataan Yin Feng dan iapun tidak ingin mengikuti acara perburuan itu, namun ia tidak bisa melakukan apapun karena para tetua menginginkannya.


"Feng'er, guru ingin meminta bantuan-mu."


"Tentu saja guru, selagi masih dalam jangkauan-ku, apapun itu pasti akan ku lakukan!"


"Seperti yang sudah kau dengar, mereka ingin mengikuti acara perburuan ini, jadi guru harap kau bisa menjaga murid-murid sekte."


"Guru terlalu memandang tinggi diriku" sahut Yin Feng.


"Feng'er, guru meminta bantuan-mu karena guru percaya pada kemampuanmu."


"Hahh... Baiklah, aku akan menjaga mereka selama mereka tidak membuat masalah" sahut Yin Feng.


"Terima kasih."


Setelah berbincang-bincang sampai larut malam, Yin Feng kemudian berpamitan kepada Xu Jiang untuk kembali ke penginapan, karena ingin melakukan penyerapan.


"Saat berhadapan pun aku masih belum bisa membaca tingkat kultivasinya" gumam Xu Jiang yang sampai saat ini masih belum mengetahui tingkat kultivasi muridnya itu.


Jangankan membaca tingkat kultivasi Yin Feng, bahkan Xu Jiang tidak bisa merasakan aura kultivasi muridnya itu sedikitpun, seolah-olah dia bukanlah seorang kultivator.


Meskipun begitu, Xu Jiang sangat percaya bahwa muridnya itu memiliki kekuatan yang luar biasa, karena ia sendiri sudah pernah menyaksikan kehebatan Yin Feng saat menuju ke ibukota.


Dengan kemampuannya saat ini, Xu Jiang yakin bahwa muridnya itu mampu menjalankan tugas darinya dan ia juga yakin, bahwa Yin Feng adalah yang terkuat di antara kultivator seusianya.