Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 32. Pengkhianat.



"Hormat hamba, yang mulia" tetua kedua sekte Gunung Giok sedikit membungkuk-kan badannya untuk menunjukkan rasa hormatnya pada sang kaisar.


Zhao Yujin tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan, kemudian mempersilahkan tetua kedua dari sekte Gunung Giok untuk duduk di kursi yang telah tersedia di aula singgasana kekaisaran.


"Tetua kedua, ada urusan apa kau datang ke sini?" tanya Zhao Yujin.


Pria yang terlihat berusia 60 tahun itu kemudian menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke istana, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk membahas rumor mengenai kemunculan iblis.


Kemudian, tetua kedua menyampaikan pesan dari Shan Zhe Ming, dalam pesan itu Shan Zhe Ming meminta izin pada Zhao Yujin untuk mengambil tindakan terhadap masalah yang tengah menimpa mereka.


Dalam pesan itu, Shan Zhe Ming juga menjelaskan beberapa jumlah korban jiwa di pihak mereka, dan karena itulah, ia meminta izin untuk mengambil tindakan agar masalah itu segera terselesaikan.


"Baiklah, aku akan mengizinkan-nya, tapi ingatlah, jangan sampai kalian menimbulkan masalah yang hanya akan memperparah keadaan."


"Hamba mengerti, yang mulia."


"Apakah masih ada urusan lain?"


Tetua kedua menggelengkan kepalanya pelan, dan karena tujuannya sudah terselesaikan, tetua kedua kemudian berpamitan pada kaisar untuk segera kembali ke sekte Gunung Giok.


Akan tetapi, kaisar belum mengizinkan-nya untuk kembali, sebab ia juga ingin menyampaikan sesuatu yang cukup penting, yaitu tentang Yin Feng yang merupakan murid terakhir sekte Teratai Giok.


Perkataan Zhao Yujin sontak membuat pria itu kaget, bahkan ia terlihat tidak percaya pada perkataan Zhao Yujin, karena ia sudah memastikan bahwa tidak ada seorangpun murid dari sekte Teratai Giok yang tersisa.


"Yang mulia, apakah anda serius? Maksudku, kami sudah melenyapkan mereka semua dan tidak ada seorangpun yang tersisa, kecuali yang ingin bergabung dengan kami."


"Aku tidak pernah berbohong, bahkan dia pernah datang ke sini untuk meminta bantuan-ku" sahut Zhao Yujin.


"I-ini benar-benar sulit dipercaya."


"Aku paham kenapa kau tidak bisa percaya, tapi yang kukatakan ini bukanlah kebohongan."


"Saranku, sebaiknya kalian berhati-hati, karena dia berencana untuk balas dendam pada kalian."


"Balas dendam? Memangnya dia mampu?"


"Sebaiknya jangan meremehkannya, karena dia adalah murid Xu Jiang."


"Baiklah, kalau begitu akan ku sampaikan masalah ini pada patriark." sahut pria tersebut, kemudian meninggalkan istana kekaisaran.


Di sisi lain.


"Zhao Yujin, tanpa kau sadari, tindakan-mu ini sudah mengundang kehancuran untuk dirimu sendiri."


Tanpa di sadari oleh siapapun, di sudut aula singgasana yang sedikit gelap, terdapat sepasang mata yang sedang mengawasi dan mendengar setiap tindakan dan obrolan semua orang yang ada di sana.


Sosok misterius itu tidak lain adalah Ying Huo, ia selama ini berada di istana kekaisaran Bei untuk menjadi mata dan juga telinga bagi Yin Feng, walaupun ia melakukan hal itu atas kemauannya sendiri.


Sebenarnya, tujuan awal Ying Huo datang ke istana bukanlah untuk menjadi seorang mata-mata, melainkan untuk membunuh Zhao Yujin beserta bawahannya, juga menghancurkan istana kekaisaran Bei.


Akan tetapi, ia mengurungkan niatnya itu karena ingin melihat bagaimana Yin Feng menyelesaikan masalahnya sendiri, karena itulah ia memutuskan untuk memata-matai Zhao Yujin dan antek-anteknya.


"Aku penasaran, bagaimana reaksi Yin Feng setelah mendengar kabar ini" gumam Ying Huo, kemudian menghilang dari tempatnya.


Sementara itu.


Tetua kedelapan dan kesembilan yang diutus untuk menyelidiki keberadaan iblis, kini sudah berada di hutan yang cukup jauh dari sekte, namun sampai saat ini mereka masih belum menemukan apapun.


"Sudah kuduga, tidak ada gunanya melakukan hal ini."


"Tidak usah mengeluh, lagipula kita tidak punya pilihan lain selain menuruti perkataan patriark."


"Kau benar, meski posisi kita sekarang sangat rendah, tapi setidaknya kita masih bertahan hidup."


Kedua tetua yang diutus oleh Shan Zhe Ming itu tidak lain adalah tetua kedua dan tetua keempat dari sekte Teratai Giok, yang kini menjabat sebagai tetua kedelapan dan kesembilan di sekte Gunung Giok.


"Bagaimana kalau kita berpencar?"


"Tidak masalah" jawab tetua kesembilan, kemudian keduanya pun berpencar.


Setengah jam kemudian.


"Sial, aku sudah menyusuri hutan ini selama setengah jam, tapi masih tidak menemukan apapun!" ujar tetua kesembilan yang mulai bosan.


"Keluarlah, aku tahu kau ada di sana."


"Benarkah? Bukankah sebelumnya kau tidak menyadari keberadaan ku?" tanya Yin Feng, kemudian keluar dari persembunyiannya.


Perkataan Yin Feng sontak membuat tetua kesembilan kaget, "tidak mungkin! Apa kau sengaja melakukannya?!"


Sejak awal, Yin Feng memang sudah mengikuti tetua kesembilan, bahkan sebelum ia berpisah dengan tetua kedelapan, namun saat itu Yin Feng sengaja tidak muncul karena akan sulit melawan mereka berdua.


Karena itulah, Yin Feng hanya bisa menunggu dengan sabar dan pada akhirnya, kesabaran Yin Feng membuahkan hasil, karena kedua tetua pengkhianat itu memutuskan untuk berpencar.


"Sengaja atau tidak, memang apa untungnya bagi seorang pengkhianat sepertimu."


"Apa maksudmu?!" tanya tetua kesembilan.


Woshh!


Yin Feng melepaskan aura membunuh yang sangat pekat, bahkan auranya mampu membuat tetua kesembilan gemetar, dan pada saat yang bersamaan, sosok Yin Feng terlihat seperti iblis di matanya.


"Kau... jadi kaulah si iblis itu?!"


"Hahahaha! Jadi sekarang kalian menyebutku sebagai iblis? Lalu, sebutan apa yang pantas untuk seorang pengkhianat?"


"Apa maksudmu? Aku tidak pernah mengkhianati siapapun!"


"Memuakkan! Perkataan mu sungguh sangat memuakkan!" ujar Yin Feng, lalu menghilang dari pandangan.


Slash!


Sesaat kemudian, terdengar suara tebasan di telinga tetua kesembilan dan seketika itu juga, tangan kirinya tiba-tiba saja terpotong.


"Arkhh!"


"Apakah terasa sakit?" tanya Yin Feng yang telah muncul lagi.


"Keparat! Kau tidak akan ku ampuni!"


Tetua kesembilan kemudian mengeluarkan sebilah pedang dari cincin ruang yang ada di jari kanannya, lalu melesat maju dan menyerang Yin Feng.


Namun, sesaat sebelum pedangnya menyentuh target, Yin Feng tiba-tiba saja menghilang dari pandangan, bahkan aura keberadaannya juga ikut lenyap dan tidak bisa dirasakan lagi oleh tetua kesembilan.


"Jika kau punya nyali, tunjukkan dirimu dan bertarung-lah dengan adil" ujar tetua kesembilan.


"Cihh... Berani-beraninya pengkhianat sepertimu membicarakan keadilan!"


Slash!


Slash!


Yin Feng melancarkan serangan tiga kali berturut-turut, namun yang berhasil mengenai tubuh tetua kesembilan hanya dua serangan, sedangkan yang satunya berhasil ditahan.


Meski begitu, tetua kesembilan tidak bisa melakukan serangan balasan, karena sosok Yin Feng tidak terlihat dan hawa keberadaannya tidak bisa dirasakan sedikitpun.


"Aku di sini!" ujar Yin Feng sembari mendaratkan satu serangan lagi.


Dengan kekuatannya saat ini, sulit bagi Yin Feng untuk berhadapan langsung dengan seorang tetua sekte, karena itulah Yin Feng hanya bisa menggunakan cara licik untuk menghadapi tetua kesembilan.


Selain itu, Yin Feng juga sudah tidak peduli lagi dengan yang namanya keadilan, selama ia bisa membalaskan dendam gurunya, cara apapun itu pasti akan dilakukannya, termasuk menjadi orang yang licik.


"Keparat sialan, tunjukkan dirimu!"


Woshh!


Tetua kesembilan melepaskan aura kekuatannya, ia berharap dengan melepaskan aura kekuatannya dirinya bisa menemukan atau merasakan hawa keberadaan Yin Feng.


Akan tetapi, yang ia harapkan malah tidak menjadi kenyataan, bahkan aura kekuatan yang dilepaskan oleh tetua kesembilan tidak memberikan dampak apapun kepada Yin Feng.


"Ada apa? Apa kau bingung karena masih tidak bisa merasakan hawa keberadaan ku?"


"Bocah sialan! Tunjukkan dirimu sekarang juga!"