
Karena penasaran, Zhu Guang kemudian membawa mereka berdua menuju ke halaman di belakang kediamannya, tempat itu biasa ia gunakan sebagai tempat latihan dan sangat luas.
Setibanya di halaman belakang, Yin Feng kemudian melambaikan tangannya, seketika itu juga di depan mereka muncul bangkai ular berkepala sembilan yang telah hangus terbakar.
"Ini..." Zhu Guang kehabisan kata-kata, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Yin Feng dan muridnya bisa membunuh hewan pembawa malapetaka itu.
"Bagaimana? Apa kau bisa percaya padaku sekarang?" tanya Yin Feng.
"Jika bukti sudah di depan mata, maka hanya orang bodoh yang masih berusaha untuk menyangkalnya."
"Meski begitu, aku masih tidak bisa membiarkanmu menyerang klan Ye."
"Apalagi alasannya?"
Zhu Guang menghela napas panjang, kemudian menjelaskan bahwa klan Ye memiliki hubungan dengan klan Harimau Angin, serta memiliki ikatan kerjasama dengan klan Naga Azur.
Karena itulah, menyerang mereka sama saja dengan mendatangkan malapetaka, sebab klan Harimau Angin dan klan Naga Azur tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja.
"Tidak masalah jika kau menyerang mereka, tapi pikirkanlah Ling'er. Bagaimanpun juga, dia adalah calon istrimu."
Yin Feng mengarahkan pandangannya pada Duan Ling, dengan kekuatannya saat ini, mustahil ia bisa melindungi Duan Ling dari kedua klan tersebut.
Untuk menghindari masalah, Yin Feng bisa saja melarikan diri sejauh mungkin, tapi yang akan menjadi pelampiasan amarah mereka nantinya adalah sekte Pilar Cahaya.
"Hahh... Baiklah, aku akan diam untuk sementara waktu, tapi jika mereka bertindak, maka aku juga akan melakukan hal yang sama."
Untuk saat ini, Yin Feng hanya bisa melepaskan klan Ye, tapi bukan berarti ia akan melupakan masalah itu dan bisa dikatakan bahwa ia hanya menunggu saat yang tepat.
Setelah Yin Feng menyimpan kembali tubuh ular berkepala sembilan, Zhu Guang kemudian mengajak keduanya untuk kembali ke aula utama, karena masih ada yang harus mereka bahas.
Setibanya di aula utama, Zhu Guang memanggil semua tetua sekte untuk ikut dalam pembahasan itu, sebab yang ingin dibahasnya adalah pernikahan Yin Feng dan Duan Ling.
"Kenapa harus mengundang para tetua?" tanya Yin Feng.
"Tentu harus mengundang mereka, karena mereka merupakan pengurus dan anggota penting sekte ini" jawab Zhu Guang.
"Aku tahu itu, tapi entah kenapa aku merasakan firasat buruk" sahut Yin Feng.
"Tenang saja, tetua sekte ini tidak ada yang berasal dari klan Ye ataupun dua klan penguasa."
Yin Feng tidak mengatakan apapun lagi, karena yang ia khawatirkan bukanlah klan Ye atau dua klan lainnya, melainkan orang lain yang bisa menjadi musuh dalam selimut.
Di dunia ini, kesetiaan adalah sesuatu yang sangat langka. Semua orang bisa mengucapkan kata itu dengan mudah, namun tidak banyak dari mereka yang bisa membuktikannya.
Terkadang, hanya dalam hitungan detik, kesetiaan yang baru saja diucapkan bisa langsung berubah menjadi sebuah pengkhianatan yang sangat menyakitkan.
Tidak lama berselang, para tetua sekte Pilar Cahaya pun memasuki aula utama, pandangan mereka langsung tertuju pada sosok Yin Feng yang nampak asing di mata mereka.
Namun para tetua nampak tidak menghiraukan keberadaannya dan mereka semua langsung duduk di tempat duduknya masing-masing.
"Terima kasih telah datang, para tetua sekalian" ucap Zhu Guang.
"Patriark, apa yang terjadi? Kenapa ekspresi wajah Ye Ming sangat tidak enak dilihat saat meninggalkan tempat ini?" tanya tetua pertama.
"Aku menolak lamarannya" jawab Zhu Guang.
"Syukurlah, pemuda arogan itu tidak pantas menjadi bagian dari sekte ini, apalagi bersanding dengan Ling'er" sahut tetua keempat.
"Karena lamarannya sudah ditolak, bagaimana kalau kita membahas masalah yang waktu itu?" tetua ketujuh angkat bicara.
"Benar! Bukankah ini adalah saat yang tepat untuk menentukan siapa yang pantas menjadi pasangan Ling'er?" tetua kedua menimpali.
Jauh sebelum klan Ye mengajukan lamaran pernikahan, para tetua sekte Pilar Cahaya sudah lebih dulu melamar Duan Ling untuk menjadi istri murid mereka.
Tapi sampai saat ini, belum ada satupun lamaran yang diterima ataupun ditolak oleh Duan Ling, sebab Duan Ling tidak ingin menyinggung para tetua sekte yang sangat ia hormati.
Sama halnya dengan Duan Ling, Zhu Guang juga belum memberikan jawaban pada mereka, karena ia tidak ingin ikut campur dalam masalah memilih pasangan hidup muridnya itu.
"Patriark, jika anda belum memiliki solusi, bagaimana kalau kita mengadakan turnamen?"
"Turnamen? Untuk apa?" tanya Zhu Guang.
"Turnamen ini akan diikuti oleh semua murid yang menyukai Ling'er, siapapun pemenangnya nanti, maka dialah yang akan menjadi suaminya" jawab tetua ketiga.
"Maaf, tapi calon istriku bukan barang taruhan yang bisa kalian perebutkan!"
Yin Feng yang awalnya hanya diam akhirnya angkat bicara, karena menurutnya pembahasan mereka sudah sangat keterlaluan hingga membuatnya kesal dan merasa muak.
"Bocah tidak tahu diri, berani sekali kau menyela pembicaraan kami!"
"Lagipula, apa maksudmu berkata seperti itu?!"
"Seperti yang sudah kalian dengar, Duan Ling adalah calon istriku dan tidak akan kubiarkan kalian berbuat seenaknya!"
"Patriark, apa maksudnya ini?!"
Para tetua nampak kaget dan pastinya merasa tidak senang dengan pernyataan Yin Feng, pasalnya dia hanyalah orang luar dan Zhu Guang malah memilihnya sebagai suami Duan Ling.
"Ling'er sudah memilih calon suaminya, jadi aku tidak bisa membantah" sahut Zhu Guang.
"Tidak bisa! Kami semua tidak bisa menerima keputusan ini!"
"Lalu apa yang kalian inginkan, orang tua sialan?!" ujar Yin Feng.
"Lancang sekali mulutmu, bocah!"
"Apa masalahnya? Lagipula aku bukan murid sekte ini yang harus tunduk di bawah kaki kalian!" ujar Yin Feng.
"Yin Feng, tenangkan dirimu" Duan Ling berusaha untuk menenangkan calon suaminya itu.
"Bagaimana aku bisa tenang saat kau dijadikan sebagai bahan taruhan oleh mereka?!"
"Dengar! Selagi aku masih sabar, sebaiknya kalian urungkan niat itu, jika tidak..."
"Jika tidak apa? Memangnya apa yang bisa dilakukan bocah ingusan sepertimu?!"
"Cukup, jangan diteruskan!" ujar Zhu Guang menengahi.
"Tidak bisa! Kami harus memberi pelajaran pada bocah tengik satu ini."
"Yin Feng, aku mohon, hentikan semua ini" pinta Duan Ling.
"Hahh..." Yin Feng menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya. "Lalu, apa yang harus kulakukan?"
"Mudah saja, jika kau menginginkan Ling'er, maka kau harus ikuti aturan kami" sahut tetua kedua.
"Turnamen itu?"
"Benar! Buktikan kalau kau pantas menjadi pasangan Ling'er!"
Yin Feng mengepalkan tinjunya, ia jelas tidak suka dengan cara para tetua sekte, namun ia tidak punya jalan lain selain menuruti keinginan para orang tua itu.
Sebenarnya ia memiliki cara lain, namun caranya tidak akan membuat Duan Ling dan Zhu Guang senang, karena cara yang ia pikirkan adalah menyingkirkan para tetua.
"Baiklah, aku akan ikut!" ujar Yin Feng.
"Bagus, dia hari lagi turnamen ini akan diadakan."
"Bagaimana menurut anda, patriark?"
"Karena kedua belah pihak sudah setuju, maka tidak ada alasan bagiku untuk menolaknya.