Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 30. Asosiasi Phoenix Perak.



Setelah melakukan perjalanan yang cukup panjang, mereka akhirnya tiba di ibukota kekaisaran. Sebelum memasuki kota, Yin Feng berhenti sejenak dan menatap gerbang ibukota kekaisaran Bei.


Dalam hatinya, Yin Feng masih menyimpan amarah yang begitu besar pada Zhao Yujin, bahkan Yin Feng berniat untuk menghancurkan ibukota kekaisaran hingga rata dengan tanah.


Namun untuk saat ini, Yin Feng hanya bisa menyimpan keinginannya itu dalam hatinya, setidaknya sampai ia memiliki kekuatan yang benar-benar cukup untuk mewujudkan keinginannya itu.


Yin Feng bisa saja mengandalkan kekuatan api hijau, namun apa gunanya memakai kekuatan yang bahkan belum bisa ia kendalikan sepenuhnya, bahkan kekuatan itu bisa saja menyakitinya.


Selain itu, Yin Feng juga bisa meminta bantuan Ying Huo dan pamannya itu pasti akan membantu, namun masalah ini adalah masalah pribadi yang harus ia selesaikan tanpa campur tangan orang lain.


Karena itulah, Yin Feng lebih memilih untuk bersabar dan memendam amarahnya, dan jika sudah waktunya, Yin Feng akan melampiaskan amarah itu pada semua orang yang telah menyakitinya.


"Tuan Yin, ada apa?"


"Bukan apa-apa, aku hanya sedang mengagumi kemegahan kota ini" jawab Yin Feng.


"Apakah tuan Yin belum pernah ke ibukota sebelumnya?"


Yin Feng menggeleng pelan, "ini pertama kalinya bagiku."


"Kalau begitu, tinggallah selama beberapa hari, kami akan menunjukkan tempat-tempat menarik di kota ini."


"Terima kasih, tapi aku tidak bisa berlama-lama."


"Sayang sekali, padahal banyak tempat menarik yang ingin kami tunjukkan pada tuan" sahut Liu Hua, adik Liu Wei.


Setelah berjalan selama hampir setengah jam, mereka akhirnya tiba di gedung Asosiasi Phoenix Perak yang berdiri di sisi Utara ibukota.


"Tempat ini sangat ramai, ya?"


"Ini hal yang wajar, karena Asosiasi bukan hanya sekedar tempat melelang barang, tapi juga menjual berbagai macam kebutuhan kultivator."


Sebenarnya, Yin Feng sendiri sudah mengetahui beberapa hal tentang Asosiasi Phoenix Perak, sehingga Yin Feng tidak terlalu kaget saat mendengar penjelasan Liu Wei mengenai tempat itu.


"Selamat datang, tuan muda" sapa salah seorang pelayan.


Dahi Yin Feng berkerut saat mendengar ucapan pelayan tersebut, dari sapaan serta sikap pelayan yang sangat hormat, Yin Feng bisa menebak jika identitas Liu Wei tidaklah sederhana.


"Tuan muda?"


Liu Wei tertawa canggung, "maafkan aku Tuan Yin, sebenarnya aku adalah putra pemilik Asosiasi ini."


Yin Feng terdiam sejenak, meski sudah menduga bahwa identitas Liu Wei tidak sederhana, namun ia tidak pernah menyangka jika Liu Wei adalah anak dari pemilik Asosiasi Phoenix Perak.


"Berarti..."


"Kami berdua adalah sepupu Liu Wei" sahut Xiao Long.


"Tuan muda, ketua sudah menunggu anda di lantai atas."


"Baiklah, kami akan ke sana."


Liu Wei kemudian mengajak Yin Feng menuju ke lantai atas untuk menemui ketua cabang Asosiasi Phoenix Perak, ia juga meminta maaf kepada Yin Feng karena telah membohonginya sebelumnya.


"Tidak apa-apa." Yin Feng dapat memaklumi dan tidak mempermasalahkan hal tersebut, lagipula ia juga mengerti kenapa Liu Wei tidak jujur padanya.


Setibanya di lantai teratas, mereka berlima langsung disambut oleh seorang wanita cantik yang merupakan ketua cabang Asosiasi Phoenix Perak, yang juga merupakan anggota klan Liu.


"Selamat datang, tuan muda. Maaf karena tidak menyambut kedatangan anda secara langsung."


"Tidak apa-apa" sahut Liu Wei.


"Tuan muda, siapa orang asing ini?" tanya Liu Xia.


"Namanya Yin Feng, dia adalah orang yang telah menyelamatkan nyawa Xiao Ning."


"Tuan muda, meski sudah menyelamatkan nona Xiao Ning, tapi bukan berarti anda bisa membawanya ke Asosiasi begitu saja."


Dari sikap dan ucapannya, terlihat jelas jika Liu Xia tidak menyukai Yin Feng, karena di matanya, Yin Feng hanyalah orang tidak tahu diri yang hanya ingin memanfaatkan situasi dan keadaan.


"Liu Xia, jaga ucapan-mu!"


"Tuan muda, aku hanya..."


"Diam!" ujar Liu Wei.


"Liu Xia, ucapan-mu sungguh keterlaluan, apa kau pikir kami tidak bisa menilai mana orang baik dan mana penjahat?!" Xiao Long ikut memarahi Liu Xia.


"Itu benar! Jika bukan karena pertolongan tuan Yin, aku pasti sudah mati!" Xiao Ning menambahkan.


Liu Xia terdiam dan tidak mengatakan apapun lagi, meski di Asosiasi ia memiliki posisi yang cukup tinggi, namun dihadapan mereka berempat dia bukanlah apa-apa.


Selain itu, ia juga tidak bisa menentang mereka, karena jika ia melakukannya apalagi tanpa alasan yang jelas, maka reputasinya akan hancur dan ia akan dikeluarkan dari klan.


Klan Liu sendiri sebenarnya berasal dari kekaisaran Zhong, dan bisa dikatakan bahwa mereka adalah raja yang menguasai dunia bisnis di kekaisaran Zhong, bahkan hampir di seluruh benua.


Meski berasal dari kekaisaran Zhong, namun mereka tidak terikat dengan kekaisaran, karena itulah mereka bisa bergerak bebas dan mendirikan banyak cabang di kekaisaran lain.


Singkatnya, klan Liu bukanlah klan sembarangan, bahkan orang-orang akan berpikir berulangkali sebelum memiliki niat untuk mengusik dan menyinggung klan tersebut.


Lalu, alasan kenapa Liu Wei dan saudaranya ada di kekaisaran Bei, karena mereka sedang menjalankan tugas untuk mengunjungi dan mengamati kinerja semua cabang Asosiasi Phoenix Perak.


"Maafkan aku, tuan muda."


"Lain kali, jangan menilai orang lain hanya dari penampilannya saja!"


"Tuan Yin, aku benar-benar minta maaf, seharusnya anda tidak menerima perlakuan buruk seperti ini."


"Sudahlah, jangan dipermasalahkan lagi" sahut Yin Feng.


Setelahnya, Liu Wei meminta seorang pelayan untuk mengambilkan beberapa sumberdaya tingkat tinggi, serta membawakan salah satu sumber daya langka yang mereka miliki.


Lagi-lagi, Liu Xia nampak tidak senang dengan tindakan Liu Wei, namun ia tidak mengatakan apapun dan hanya menyimpannya dalam hati.


Tidak lama kemudian, pelayan itu datang lagi dengan membawa sumber daya yang diminta Liu Wei, lalu Liu Wei memberikan sumber daya tersebut pada Yin Feng.


"Liu Wei, ini terlalu berlebihan."


Liu Wei menggeleng pelan, "bila dibandingkan dengan nyawa Xiao Ning, semua ini tentu tidak ada harganya."


"Tapi..."


"Tuan Yin, aku mohon terimalah semua ini" ujar Xiao Ning.


"Baiklah, aku akan menerimanya" sahut Yin Feng, kemudian menyimpan semua sumber daya itu ke dalam cincin ruang miliknya.


"Tuan Yin, karena anda sudah di sini, bagaimana jika kita makan malam bersama?"


"Kami harap tuan tidak menolaknya" sahut Xiao Long sebelum Yin Feng sempat mengatakan sesuatu.


"Baiklah."


Ruang makan.


"Identitas kalian tidak biasa, lalu kenapa tidak membawa pengawal?" tanya Yin Feng sembari menyantap hidangan makan malam.


Liu Wei kemudian menjelaskan bahwa kunjungan mereka bukan hanya sekedar tugas biasa, melainkan sebuah ujian klan yang harus mereka lalui dengan usaha dan kekuatan sendiri.


Jika mereka berhasil menyelesaikan tugas dan kembali dengan selamat, maka mereka akan diakui dan diizinkan untuk memimpin salah satu cabang Asosiasi Phoenix Perak.


Meski begitu, bukan berarti tidak ada yang mengawasi mereka, hanya saja para pengawal itu baru akan bertindak jika terjadi sesuatu yang mengancam nyawa mereka.


"Pantas saja kalian bisa lolos dari Python pelahap jiwa" ucap Yin Feng.


Sebenarnya, Yin Feng sudah mengetahui keberadaan sosok pengawal yang dimaksud oleh Liu Wei, bahkan saat ini pengawal itu sedang mengawasi kegiatan mereka semua.


Hanya saja, Yin Feng sengaja berpura-pura tidak mengetahui apapun, agar dirinya tidak dicurigai oleh Liu Wei. Selain itu, Yin Feng tidak ingin menambah masalah.


"Itu benar! Jika bukan karena pengawal kami, mungkin kami berempat akan menjadi santapan ular itu."


"Tapi, kami semua juga beruntung karena bisa bertemu dengan anda, tuan Yin."


Yin Feng hanya menanggapi perkataan itu dengan senyuman, lalu ia mengarahkan pandangannya pada Liu Hua dan Xiao Ning yang sejak tadi memandanginya.


"Apa ada yang salah dengan wajahku?" tanya Yin Feng.


"Ti-tidak" jawab Liu Hua.


Mulanya, mereka berpikir bahwa Yin Feng memiliki alasan tertentu karena memakai topeng, namun yang mereka pikirkan tentang Yin Feng bukanlah hal yang baik.


Namun saat Yin Feng membuka topengnya, barulah mereka menyadari bahwa alasan sebenarnya Yin Feng memakai topeng adalah untuk menutupi wajah tampannya.


"Sepertinya adikku mengagumi wajah tampanmu, tuan Yin" ucap Liu Wei.


"Nampaknya, adikku juga sama" sahut Xiao Long.


Yin Feng tersenyum dan berkata. "Kalian terlalu memuji."