
Waktu terus berputar, beberapa hari telah berlalu sejak keduanya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju ke klan Kura-kura Giok bersama.
Hari-hari yang mereka lalui semakin mempererat hubungan mereka, bahkan Duan Ling sudah memiliki perasaan terhadap Yin Feng, namun tidak ia tunjukkan.
Sementara Yin Feng, ia masih seperti biasanya, terlihat tenang dan biasa-biasa saja sehingga sulit untuk Duan Ling mengetahui apa yang dirasakan oleh pemuda tersebut.
"Apakah masih jauh?" tanya Yin Feng.
"Sebenarnya tidak juga, bahkan perjalanan ini bisa ditempuh hanya dalam beberapa jam" jawab Duan Ling.
"Lalu kenapa kita masih belum sampai?"
Duan Ling kemudian menjelaskan bahwa ia sengaja mengambil jalan memutar dan berbelit-belit, agar tidak ada yang mengetahui tujuannya serta letak klan Kura-kura Giok.
Duan Ling juga menjelaskan bahwa klan Kura-kura Giok hampir tersingkir dari benua Langit, karena setelah klan Phoenix Agung lenyap, mereka menjadi sasaran empuk klan Harimau Angin.
Karena tidak ingin musnah seperti klan Phoenix Agung, mereka memutuskan untuk bersembunyi dan mengasingkan diri, seraya menghimpun kekuatan untuk menyerang kekaisaran.
Namun nyatanya, kekuatan mereka tidak pernah mengalami peningkatan, justru kekuatan tempur mereka terus merosot dan ketinggalan jauh dari kekuatan tempur dua klan lainnya.
"Lalu, apa tujuanmu ke sana?" tanya Yin Feng.
"Menyampaikan pesan guruku pada pemimpin klan Kura-kura Giok" jawab Duan Ling.
"Bagaimana denganmu, apa tujuanmu ke sana?"
Yin Feng diam sejenak sembari menatap cakrawala yang membentang luas diatas mereka. "Bukankah kau sudah mengetahui identitas diriku?"
"Aku tahu, hanya ingin memastikan tujuanmu saja" jawab Duan Ling.
"Duan Ling, aku ingin menyampaikan sesuatu."
"Apa itu?"
Yin Feng kemudian menjelaskan bahwa kekuatannya memiliki dampak yang sama seperti kekuatan Duan Ling, dan hanya kekuatan Duan Ling lah yang bisa membantunya.
Setelah itu, Yin Feng mengutarakan niatnya untuk menjadikan Duan Ling sebagai pasangannya, namun ia tidak akan memaksa jika Duan Ling tidak menginginkannya.
"Apa kau butuh jawabannya sekarang?" tanya Duan Ling.
"Tidak juga, kau bisa memikirkannya terlebih dahulu."
"Terima kasih dan aku harap kau bisa memakluminya."
Walaupun mereka saling membutuhkan, namun menjalin hubungan yang serius bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi keduanya belum mengetahui bagaimana watak masing-masing.
Karena itulah Duan Ling ingin memikirkannya terlebih dahulu, sebab ia ingin mengetahui lebih banyak hal tentang Yin Feng sebelum mengambil keputusan.
***
Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu, mereka berdua akhirnya sampai di sebuah pulau terpencil di luar wilayah kekuasaan kekaisaran Langit.
"Apakah ini tempatnya?" tanya Yin Feng.
Duan Ling mengangguk, kemudian mengeluarkan sebuah giok dari cincin ruang-nya, lalu mengarahkan giok tersebut kearah pulau yang ada di depan mereka.
Tidak lama berselang, di depan mereka muncul lingkaran formasi yang mengelilingi seluruh pulau, kemudian formasi itu terbuka agar mereka bisa masuk ke pulau.
Aula utama klan Kura-kura Giok.
"Duan Ling, kali ini apa yang kau bawa untukku?" tanya pria sepuh yang duduk di singgasana klan.
"Aku membawa pesan dari guruku" jawab Duan Ling, lalu menyerahkan gulungan pada Gui Bei, pemimpin klan Kura-kura Giok.
Gui Bei menggerakkan jari telunjuknya, seketika itu juga gulungan di tangan Duan Ling melayang menghampirinya, kemudian gulungan tersebut terbuka dengan sendirinya.
"Baiklah, katakan pada gurumu kalau aku akan menemuinya di tempat biasa."
"Baik, tuan."
"Dia..."
Yin Feng menghentikan Duan Ling yang ingin memperkenalkan dirinya, kemudian melangkah maju seraya mengarahkan tatapan tajam pada pria sepuh tersebut.
"Anak muda, apa maksud tatapan tajam-mu itu?"
"Aku tidak suka berbasa-basi, jadi..."
Woshh!
Yin Feng melepaskan aura kekuatannya, seketika itu juga seluruh aula utama diselimuti oleh tekanan intimidasi yang sangat besar, bahkan ruangan itu sampai bergetar dibuatnya.
Pada saat yang bersamaan, aura berwarna hijau yang menyelimuti tubuh Yin Feng kemudian membentuk siluet burung Phoenix, yang membuat tekanan intimidasi makin besar.
Kemunculan siluet Phoenix itu membuat Gui Bei dan semua anggota klan yang ada di ruangan itu berdiri, mereka juga langsung menyadari identitas Yin Feng yang sebenarnya.
"Tidak mungkin! Bukankah kalian sudah..."
"Benar! Klan-ku memang sudah musnah, dan aku adalah satu-satunya yang tersisa dari klan" sahut Yin Feng.
"Siapa orang tuamu?" tanya Gui Bei.
"Yin Huang."
Gui Bei dan semua orang yang ada di sana langsung terdiam, mereka tentu mengenal nama Yin Huang ini, karena dia adalah pemimpin klan Phoenix Agung sebelum musnah.
"Gui Bei memberi hormat pada tuan muda" pria sepuh itu membungkuk di hadapan Yin Feng, kemudian diikuti oleh anggota klan yang lain.
Walaupun mereka telah memisahkan diri dari kekaisaran Langit, namun klan Kura-kura Giok tidak pernah memusuhi klan Phoenix Agung dan masih menjaga hubungan baik dengan mereka.
Namun sayangnya, saat peristiwa penyerangan berlangsung mereka tidak sempat memberikan bantuan, karena terlambat mengetahui kabar mengenai penyerangan itu.
"Tuan muda, kehadiran anda mengembalikan harapan kami yang telah lama hilang" ucap Gui Bei.
"Kalau begitu, aku ingin meminta bantuan-mu" sahut Yin Feng.
Gui Bei mengangguk pelan, ia tentu memahami bantuan seperti apa yang diinginkan oleh Yin Feng, karena sejak awal mereka memiliki satu tujuan yang sama.
"Tuan muda, perjalanan anda pasti melelahkan, bagaimana jika anda beristirahat selama beberapa hari disini? Dan jika mau, tuan muda bisa menetap di sini."
Yin Feng menoleh pada Duan Ling, kemudian menggeleng pelan. "Aku akan ikut dengannya."
Gui Bei mengerutkan dahi-nya, walaupun Yin Feng tidak mengatakannya secara langsung, namun Gui Bei bisa memahami maksud dari tatapan Yin Feng pada Duan Ling.
"Baiklah, tapi untuk saat ini sebaiknya tuan muda beristirahat terlebih dahulu."
Gui Bei kemudian memerintahkan salah seorang anggota klan untuk mengantar Yin Feng ke kediaman khusus, agar Yin Feng bisa beristirahat dengan tenang tanpa diganggu.
Selain itu, Gui Bei juga memerintahkan para pelayan untuk membawakan makanan dan minuman ke kediaman Yin Feng, dan meminta mereka untuk melayaninya dengan baik.
"Dimana cucuku?"
"Nona sedang latihan di halaman belakang."
"Panggil dia ke sini, aku ingin membicarakan sesuatu dengannya."
"Baik, patriark!"
"Bagaimanpun caranya, dia harus menjadi menantu klan kami!"
Keberadaan Yin Feng tidak hanya membawa kembali harapannya yang telah musnah, tapi juga membangkitkan ambisinya untuk menjadi klan nomor satu di benua Langit.
Dan untuk mencapai tujuannya ini, Gui Bei membutuhkan sosok yang sangat kuat sebagai pendukung, dan Yin Feng adalah satu-satunya orang yang tepat untuk membantunya.
"Kakek, kenapa kakek memanggilku?"
Gui Bei tersadar dari lamunannya, kemudian menoleh kearah sumber suara, "cucuku, kakek ingin kau melakukan sesuatu."