Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 90. Kembali ke sekte Pilar Cahaya.



Dua hari kemudian.


"Kau mau kemana sepagi ini?" tanya Duan Ling.


"Aku sudah tidak nyaman tinggal di sini" jawab Yin Feng.


"Apakah karena Gui Xia?"


Pada awalnya, Yin Feng berpikir bahwa dirinya akan mendapatkan ketenangan di klan Kura-kura Giok, namun selama dua hari ini Yin Feng tidak pernah merasakan ketenangan.


Penyebabnya adalah Gui Xia. Cucu Gui Bei itu tidak pernah berhenti mengganggunya selama dua hari terakhir, sehingga Yin Feng merasa sangat risih.


"Baiklah, tapi sebaiknya kita menemui tuan Gui terlebih dahulu."


Yin Feng mengangguk, lalu keduanya pergi menemui Gui Bei di aula utama klan Kura-kura Giok.


"Tuan muda, anda mau kemana?"


"Kami harus kembali ke sekte Pilar Cahaya sekarang juga" jawab Yin Feng.


"Baiklah, jika tuan muda ingin pergi bawalah cucuku bersamamu, aku yakin dia..."


"Tidak perlu!" ujar Yin Feng memotong perkataan Gui Bei.


"Tuan muda..."


"Gui Bei, aku tahu apa tujuanmu yang sebenarnya, tapi maaf aku sudah memberikan hatiku untuk Duan Ling."


Raut wajah Gui Bei langsung berubah, ia tentu tidak mengharapkan jawaban seperti itu dari Yin Feng, namun ia tidak mungkin memaksakan kehendak pemuda itu.


Sama halnya dengan sang kakek, raut wajah Gui Xia juga terlihat buruk dan ada kesedihan yang tergambar di sana, tapi ia hanya bisa diam dan menahan kesedihannya.


"Duan Ling, mari kita pergi!"


Duan Ling hanya mengangguk, lalu mengikuti Yin Feng meninggalkan aula utama. Setibanya di halaman, Duan Ling kemudian memanggil Elang Es peliharaannya.


"Yin Feng, apa kau serius?" tanya Duan Ling setelah mereka keluar dari pulau terpencil tersebut.


"Serius tentang apa?"


"Ucapanmu yang tadi."


"Aku sangat serius, kecuali kalau kau menolak ku" sahut Yin Feng.


Duan Ling menatap mata Yin Feng, mencoba mencari kebohongan dalam tatapan matanya, namun ia tidak menemukan apapun dan jantungnya malah berdegup kencang.


"Bagaimana jika aku tidak memiliki kekuatan ini? Apa kau masih akan menyerahkan hatimu padaku?"


"Alasanku memilihmu bukan karena kau memiliki kekuatan itu, tapi karena ibuku yang memilihmu."


"Maksudmu?"


Yin Feng kemudian menjelaskan, meskipun ibunya sudah lama meninggal, namun serpihan jiwa ibunya masih tetap ada dan bersemayam dalam ruang jiwanya.


"Baiklah" ucap Duan Ling singkat.


"Baiklah... apa?"


"Aku bersedia" jawab Duan Ling.


"Untuk?"


"Kau ini bodoh atau bagaimana?!"


"Hahaha! Maaf, aku hanya bercanda" ujar Yin Feng, lalu meraih tangan Duan Ling dan menggenggamnya dengan erat.


"Mulai sekarang, aku akan selalu ada untukmu dan menjagamu."


"Aku juga" sahut Duan Ling. "Tapi, aku harus meminta restu dari guruku terlebih dahulu."


"Kau tenang saja, biarkan aku yang meminta restu darinya."


***


Sesampainya di sekte, Duan Ling langsung pergi menuju ke kediaman gurunya untuk melaporkan keberhasilan misinya, serta meminta restu pada gurunya itu.


"Ling'er, akhirnya kau kembali juga."


Setelah memasuki kediaman gurunya, Duan Ling langsung disambut oleh seorang pemuda yang sudah menyukainya sejak lama, dia adalah Ye Fang, tuan muda klan Ye.


Duan Ling melewati pemuda itu dan tidak menghiraukan sapaannya sedikitpun, karena sejak awal ia tidak pernah menyukai tuan muda Ye yang sangat sombong itu.


"Guru" sapa Duan Ling saat bertemu dengan gurunya.


Zhu Guang mengangguk pelan, "Ling'er, bagaimana dengan misi yang guru berikan?"


"Sudah murid selesaikan, guru. Beliau akan menemui guru ditempat biasa." jawab Duan Ling.


"Baiklah" sahut Zhu Guang, kemudian mengarahkan pandangannya pada Yin Feng, "lalu siapa pemuda ini?"


"Namaku Yin Feng, calon suami Duan Ling." Yin Feng menjelaskan siapa dirinya tanpa menghiraukan keberadaan anggota klan Ye yang sedang bertamu di sana.


Zhu Guang mengarahkan pandangannya pada Duan Ling, dan tidak lama kemudian ia menemukan jawaban dari pertanyaan yang belum sempat ia lontarkan.


"Yin Feng, apa kau serius dengan ucapan mu itu?"


"Aku tidak pernah bercanda" jawab Yin Feng.


"Aku tidak terima ini!" ujar Ye Fang.


"Zhu Guang apa maksud dari semua ini? Bukankah kami yang lebih dulu melamar muridmu?"


"Aku tahu itu, tapi maaf aku tidak mungkin memaksakan kehendak muridku" jawab Zhu Guang.


"Tidak bisa, jika aku tidak dapat memilikinya maka tidak ada seorangpun yang bisa memilikinya!"


Tanpa menghiraukan Zhu Guang dan anggota keluarganya, Ye Fang langsung melesat maju dan melancarkan serangan pada Yin Feng.


Boom!


Ledakan terjadi ketika tinju Ye Fang menghantam telapak tangan Yin Feng, dan saat itu juga tuan muda keluarga Ye itu terpukul mundur hingga terjungkal di lantai.


"Tuan muda!"


Anggota klan Ye yang lain langsung berdiri dari tempat duduk, mereka kemudian mengeluarkan senjata dari cincin ruang, lalu mengelilingi Yin Feng dan Duan Ling.


Yin Feng mengangkat sudut bibirnya, tatapan matanya langsung berubah dan aura membunuh terpancar dari tubuhnya, namun tidak terlalu besar karena Yin Feng menahannya.


"Hentikan!" ujar Zhu Guang seraya melepaskan aura kekuatannya.


Seluruh ruangan diselimuti oleh tekanan aura yang sangat mengintimidasi, semua orang terkena dampak dari aura-nya, namun tidak dengan Yin Feng.


"Ye Ming, hentikan semua ini sekarang juga!"


"Oh, jadi kau lebih memilih sampah ini daripada putraku?!" ujar Ye Ming, pemimpin klan Ye.


"Yang kuinginkan hanyalah kebahagian Ling'er, jika dia merasa bahagia, siapapun pasangannya tidak masalah bagiku!"


"Baiklah, aku harap kau jangan menyesali keputusan ini!" ujar Ye Ming, kemudian pergi meninggalkan sekte Pilar Cahaya bersama anggota klannya.


"Hahh..." Zhu Guang menghela napas panjang dan menghempaskan pantatnya di tempat duduk.


"Guru, maafkan aku" ucap Duan Ling.


"Tidak apa-apa, Ling'er. Tapi, apa kau yakin dengan keputusan ini?"


Duan Ling mengangguk, "aku sangat yakin, guru."


"Baiklah, guru akan merestui hubungan kalian, tapi sebelum itu ada yang ingin guru sampaikan pada pemuda ini."


"Aku sudah tahu apa yang ingin anda sampaikan, tapi maaf aku tidak bisa menjadi murid sekte Pilar Cahaya."


"Kenapa?"


"Guru, sebenarnya Yin Feng adalah anggota klan Phoenix Agung."


"Apa?!"


Zhu Guang benar-benar kaget, ia juga tidak menduga bahwa identitas Yin Feng sangatlah tidak biasa. Tapi berkat hal itu ia mengetahui alasan kenapa muridnya memilih Yin Feng.


"Kalau begitu, kita harus melangsungkan pernikahan kalian secepat mungkin!"


"Aku tidak keberatan, tapi bagaimana dengan klan Ye?" tanya Yin Feng.


"Sudah pasti mereka akan memusuhi sekte ini."


"Karena aku adalah penyebabnya, jadi biarkan aku yang menyelesaikan masalah ini."


"Apa yang ingin kau lakukan?"


"Memangnya apa lagi? Tentu saja melenyapkan mereka dari benua Langit!"


"Yin Feng, melenyapkan satu klan tidak semudah yang kau ucapkan, apalagi klan Ye merupakan klan yang sangat kuat."


"Aku tahu itu, tapi anda terlalu meremehkan diriku" sahut Yin Feng.


"Aku tidak meremehkan mu, hanya saja..."


"Guru, apa guru mengetahui tentang ular berkepala sembilan?" tanya Duan Ling.


"Tentu, dia adalah hewan spiritual yang sempat mengacau di benua Langit beberapa tahun lalu."


Duan Ling kemudian menoleh pada calon suaminya. "Dan Yin Feng telah melenyapkan ular itu" ucapnya.


"Apa?!"


"Maksudnya, kami melenyapkan hewan itu bersama-sama" sahut Yin Feng.


"Dengar! Aku tahu kalian saling menyukai, tapi candaan ini sungguh tidak lucu"


"Aku akan menunjukkan bangkai hewan itu padamu, tapi tempat ini tidak akan muat."