Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 66. Putri yang licik.



"Groaarrrrr!!"


Raungan hewan spiritual tingkat raja itu kembali terdengar dan suaranya sangat dekat dengan mereka. Beberapa saat kemudian, hewan spiritual itu sampai di dekat mereka.


"Lindungi tuan putri!" ujar salah seorang pengawal.


Para pengawal bergegas maju dan mengeluarkan senjatanya, meski hewan spiritual tingkat raja sulit untuk mereka hadapi, tapi keselamatan gadis itu adalah yang utama bagi mereka.


Tidak ingin kalah dengan pengawalnya, wanita itu juga mengeluarkan senjatanya, lalu melepaskan aura kekuatannya yang membuat area di sekitarnya menjadi dingin.


"Mari kita hadapi bersama-sama."


"Groaarrrrr!" Beruang setinggi lima meter itu bergerak maju, lalu menghempaskan tangan kanannya kearah mereka semua.


"Menghindar!"


Dhuaarrrrrr!


Ledakan besar terjadi ketika tangan kanan beruang itu menghantam tanah, menciptakan sebuah lubang yang sangat besar serta retakan pada permukaan tanah.


"Alihkan perhatiannya, aku akan menyerang titik lemahnya!"


"Baik!"


Para pengawal melapisi pedang mereka dengan energi spiritual, lalu melancarkan serangan dari berbagai arah secara bersamaan untuk mengalihkan perhatian beruang itu.


Ketika perhatian beruang teralihkan, wanita itu kemudian melapisi pedangnya dengan energi spiritual, membuat bilah pedangnya diselimuti oleh cahaya biru dan terasa dingin.


"Teknik pedang musim dingin!"


Wanita itu bergerak dengan kecepatan tinggi, kemudian mendaratkan beberapa serangan tepat di bagian jantung beruang tersebut, hingga membuat kulit beruang itu membeku.


Namun sayangnya, serangan yang ia lancarkan tidak mampu menembus kulit beruang itu, bahkan pedangnya nampak sedikit retak setelah menghantam kulit beruang tersebut.


"Groaarrrrr!"


Beruang setinggi lima meter itu mengamuk, aura merah kehitaman menyelimuti seluruh tubuhnya, ledakan aura itu membuat mereka semua terlempar cukup jauh.


Setelah menghempaskan semua lawannya, pandangan beruang itu tertuju pada wanita yang menyerangnya, tatapannya begitu tajam dan memancarkan aura membunuh.


"Tuan putri!"


Para pengawal mengabaikan luka dalam yang mereka alami, mereka semua berlari sekuat tenaga mendekati wanita tersebut, lalu menjadikan diri mereka sebagai perisai hidup.


Boom!


Ledakan kembali terjadi ketika beruang itu melayangkan serangan dengan cakarnya, seketika itu juga, tubuh para pengawal terhempas dan terpotong menjadi beberapa bagian.


Setelah menghabisi para pengganggu, tatapan beruang itu kembali tertuju pada wanita didepannya, aura merah kehitaman yang menyelimuti tubuhnya menjadi lebih pekat.


Woshh!


Dhuaarrrrrr!


Ledakan dahsyat lagi-lagi terjadi ketika beruang itu mengayunkan cakarnya, namun bukannya mengenai wanita itu, cakarnya malah tertahan oleh perisai energi spiritual.


"Aku tidak bermaksud mengganggu makan siangmu, tapi aku tidak bisa diam saat ada sumber daya berharga di depanku!"


Yin Feng memutar tubuhnya seraya melayangkan tendangan dengan kaki kanannya, beruang setinggi lima meter itupun dibuat terlempar hingga belasan meter jauhnya.


Setelah itu, Yin Feng mengaliri tangannya dengan energi spiritual, kemudian melesat dengan kecepatan tinggi dan memenggal kepala beruang tersebut.


"Lumayan, kekuatannya hampir mencapai tingkat penguasa" gumam Yin Feng setelah mengambil kristal jiwa milik beruang itu.


"Tunggu!"


Yin Feng menghentikan langkahnya, "ada apa?"


Wanita itu berdiri dan menghampiri Yin Feng, "terima kasih, berkat bantuan mu aku selamat dari kematian."


"Benarkah? Tapi aku tidak merasa telah memberikan bantuan" sahut Yin Feng.


"Meski begitu, kau telah menyelamatkan nyawaku."


"Namaku Tang Jia Ling, kau bisa memanggilku Jia Ling, siapa namamu?"


"Yin Feng!" Setelah menyebut namanya, Yin Feng langsung pergi meninggalkan Jia Ling, namun wanita cantik itu tidak membiarkannya pergi.


"Apa lagi yang kau inginkan?!" tanya Yin Feng sinis.


"Yin Feng, aku butuh bantuanmu."


"Aku mohon, kau hanya perlu mengantarku kembali ke istana, setelah itu aku akan memberikan hadiah besar untukmu."


"Istana?"


"Iya! Aku adalah putri kekaisaran ini"


Yin Feng mengangkat sudut bibirnya, "baiklah, aku akan membantumu."


Awalnya, Yin Feng memang tidak tertarik untuk membantu Jia Ling, namun setelah mengetahui identitas wanita itu, pikirannya pun berubah dan ingin membantunya.


Alasannya sederhana, Yin Feng ingin memanfaatkan Jia Ling untuk mencapai tujuannya, dengan begitu ia tidak perlu menunggu sampai acara turnamen diadakan.


"Tunggu!" ujar Jia Ling menghentikan langkah Yin Feng.


"Apa lagi sekarang? Bukankah aku sudah setuju untuk mengantarmu pulang?!"


"Bisa istirahat sebentar, aku benar-benar lelah."


"Hahh" Yin Feng menghela napas panjang, "baiklah, kita akan istirahat sebentar."


***


Beberapa hari berlalu, keduanya masih dalam perjalanan menuju ke ibukota dan masih sangat jauh dari kata "sampai". Jarak hutan itu ke ibukota memang cukup jauh tapi tidak terlalu memakan waktu.


Jika perjalanan itu ditempuh dengan berjalan kaki, hanya butuh waktu lima hari untuk sampai di ibukota, dan akan lebih cepat bila menempuh perjalanan itu dengan terbang.


Akan tetapi, perjalanan mereka berdua sudah menghabiskan waktu selama hampir satu minggu, namun jarak mereka dengan ibukota kekaisaran masih sangat jauh.


Perjalanan mereka berdua tentu tidak akan berlangsung lama jika Jia Ling mendengarkan perkataan Yin Feng, namun sayangnya putri kaisar itu sangat manja dan keras kepala.


Jika tidak memikirkan tujuannya, Yin Feng pasti sudah membunuh putri kaisar Tang itu, bahkan ia sangat ingin menjadikan wanita itu sebagai santapan hewan spiritual.


"Jia Ling, aku rasa kita harus bergegas menuju ibukota."


"Kenapa? Aku masih ingin menikmati keindahan alam."


Yin Feng menghela napas panjang untuk meredakan amarahnya, ia juga mencoba untuk tetap tersenyum demi menutupi niat membunuh yang tergambar jelas diwajahnya.


"Aku memiliki urusan di ibukota, jadi kita harus bergegas."


"Baiklah" sahut Jia Ling, lalu mempercepat langkah kakinya.


"Setelah ini, aku tidak akan berurusan lagi dengan perempuan! Mereka benar-benar menyebalkan!"


Beberapa hari kembali berlalu, mereka berdua akhirnya tiba di ibukota kekaisaran Tang, keduanya melewati gerbang dengan mudah karena para penjaga mengenal Jia Ling.


Setibanya di istana kekaisaran, kedatangan mereka langsung disambut dengan amarah sang kaisar, bahkan sang kaisar menuduh Yin Feng telah menculik putrinya itu.


Beruntung Jia Ling mau berbaik hati dan menjelaskan peristiwa yang menimpanya pada ayahnya, jika tidak Yin Feng akan membuat seluruh istana kekaisaran dibanjiri oleh darah.


"Ternyata begitu, maaf karena sudah menuduh mu"


"Tidak apa-apa, yang mulia" sahut Yin Feng.


"Ling'er, karena kau sudah kembali saatnya untuk membahas..."


"Ayah, masih ada yang ingin ku sampaikan."


"Baiklah, ayah akan mendengarnya."


Jia Ling menoleh kearah Yin Feng seraya menunjukkan senyuman terbaiknya, namun entah kenapa Yin Feng merasakan firasat buruk saat melihat senyuman indah itu.


Setelah itu, Jia Ling kemudian mengatakan bahwa dirinya telah bersama Yin Feng selama seminggu lebih, ia juga mengaku telah tidur bersama Yin Feng selama ini.


Tidak hanya itu saja, putri kekaisaran Tang itu juga mengatakan bahwa dirinya saat ini mungkin sedang mengandung anak Yin Feng, jadi ia ingin dinikahkan dengan Yin Feng.


Pernyataan Jia Ling sontak membuat seisi istana menjadi gempar, bahkan Yin Feng tidak pernah menyangka jika Jia Ling sanggup berbohong demi kepentingannya sendiri.


Sebenarnya, Yin Feng juga berbohong dan hanya ingin memanfaatkan Jia Ling demi untuk mencapai tujuannya, tapi kelicikan Jia Ling benar-benar diluar prediksinya.


"Jia Ling, apa yang kau katakan?!"


"Yin Feng, aku tahu kau tidak bisa menerima diriku, tapi setidaknya terimalah anak ini" ucap Jia Ling seraya mengelus perutnya.


"Cecunguk sialan! Berani sekali kau menodai putriku!" ujar Tang Jian Ren.


"Yang mulia, ini tidak seperti yang anda pikirkan, yang disampaikan Jia Ling tidak benar!"


"Cihh... Sudah tertangkap basah masih mau mengelak? Pengawal! Tangkap pemuda sialan ini!"