Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 35. Tiga sifat buruk.



"Dimana ini?"


Ketika membuka mata, Yin Feng menemukan dirinya berada di sebuah tempat yang sangat mirip dengan danau tempatnya bermeditasi, hanya saja danau itu jauh lebih luas.


Tidak lama berselang, dari dalam danau muncul tiga gumpalan cahaya merah kehitaman, kemudian ketiga gumpalan cahaya itu berubah menjadi manusia dan sangat mirip dengan Yin Feng.


"Siapa kalian?" tanya Yin Feng.


Ketiga sosok itu tersenyum, lalu memperkenalkan diri mereka pada Yin Feng, mereka bertiga adalah perwujudan dari amarah, dendam dan juga kesombongannya.


Setelah memperkenalkan diri, mereka bertiga kemudian meminta Yin Feng untuk menyatu dengan mereka, agar Yin Feng memiliki kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.


Tidak hanya itu saja, ketiganya juga berjanji untuk mengalahkan semua musuh Yin Feng, dengan syarat Yin Feng harus menyerahkan tubuhnya kepada mereka bertiga.


"Bagaimana, apa kau tertarik?"


"Tawaran kalian benar-benar menggiurkan, tapi aku tidak bisa menyerahkan tubuhku pada kalian bertiga" jawab Yin Feng.


"Kenapa? Apa kau sudah melupakan dendam mu?"


Yin Feng menggeleng pelan, "sampai kapanpun, aku tidak akan pernah melupakan dendam-ku."


"Lalu apa alasannya?"


"Ini adalah dendam-ku, jadi biar aku sendiri yang membalasnya."


"Hahahaha! Bagaimana caramu membalasnya? Bukankah kau tidak punya kekuatan untuk melakukannya?"


"Sekarang memang tidak, tapi dengan usaha dan kerja keras, aku yakin bisa mendapatkan kekuatan untuk balas dendam."


"Cihh... Benar-benar naif!"


"Kau ini bodoh atau bagaimana? Kami bertiga datang menawarkan kekuatan, tapi kalau malah menolaknya."


"Kalau begitu, kami tidak punya pilihan lain selain merebut tubuhmu dengan paksa!" ujar kesombongan, kemudian ketiganya menyerang Yin Feng bersama-sama.


Yin Feng tidak tinggal diam, ia mengeluarkan belati perak dari cincin ruang miliknya, lalu melesat dengan kecepatan tinggi mendekati ketiga tiruannya itu.


Pertarungan dahsyat terjadi, kecepatan dan kekuatan yang mereka miliki sangat seimbang, bahkan ketiga tiruannya juga menguasai semua teknik bertarung yang dikuasai oleh Yin Feng.


Namun, keseimbangan itu tidak bertahan lama dan mereka bertiga berhasil membuat Yin Feng terpojok, bahkan ketiganya juga berhasil mendaratkan serangan di tubuh Yin Feng.


"Menyerah saja, kau tidak akan mampu mengalahkan kami!"


"Selain itu, tempat ini lebih menguntungkan bagi kami, karena kami tidak bisa mati ataupun musnah!"


"Jika kau tidak segera menyerah, maka kaulah yang akan lenyap untuk selamanya!"


"Kita tidak akan tahu sampai pertarungan ini selesai" ujar Yin Feng.


"Hahahaha! Baiklah, kalau begitu kami bertiga akan meladeni mu sampai kau puas!"


Pertarungan terus berlanjut, namun sepanjang pertarungan mereka, Yin Feng tidak pernah berhasil menyerang mereka, justru ialah yang terus-terusan menerima serangan.


Meskipun begitu, Yin Feng masih terus berusaha untuk mengalahkan mereka, namun usahanya tidak pernah berhasil dan anehnya lagi, kekuatan mereka malah semakin bertambah.


Boom!


Ketiga sosok tiruannya mendaratkan pukulan di tubuh Yin Feng dan berhasil membuat Yin Feng terlempar hingga puluhan meter, lalu mereka melanjutkan serangan dengan bilah energi.


Walaupun sulit, namun Yin Feng berhasil menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh ketiga tiruannya, tapi saat ini ia sedang kesulitan karena energi spiritual-nya terus terkuras.


"Aneh, kenapa hanya energi spiritual ku yang terkuras?" gumam Yin Feng.


Sejak dimulainya pertarungan, mereka sama-sama mengerahkan kekuatan yang besar, namun ketiga tiruannya itu tidak terlihat kelelahan ataupun kehabisan energi spiritual.


Anehnya lagi, ketika energi spiritual Yin Feng terus berkurang, energi spiritual mereka justru semakin bertambah, begitupun dengan kekuatan mereka yang terus meningkat.


"Kenapa? Apa kau tidak ingin melanjutkan pertarungan ini lagi?"


"Sudahlah, lebih baik kita sudahi saja pertarungan ini dan biarkan kami mengendalikan tubuhmu."


"Itu benar! Kau juga tidak perlu khawatir, karena kami pasti akan membalaskan kematian guru."


"Benar juga, tidak peduli seberapa keras aku berusaha, mereka tidak akan pernah bisa lenyap."


Yin Feng akhirnya menyadari bahwa amarah, dendam dan kesombongan tidak akan bisa dilenyapkan, karena ketiga-nya merupakan bagian dari diri setiap manusia.


Selain itu, Yin Feng juga menyadari bahwa mereka bertiga sebenarnya tidak bertambah kuat sama sekali, tapi ialah yang terus melemah karena bertarung melawan diri sendiri.


"Ada apa, kenapa kau masih diam saja?"


Yin Feng tersenyum dan menggeleng pelan, "bukan apa-apa, aku hanya sedang memikirkan sesuatu yang cukup menarik" jawabnya.


"Kalau begitu, teruslah berpikir dan biarkan kami merebut tubuhmu!"


Mereka bertiga mendekati Yin Feng dengan kecepatan tinggi, lalu melancarkan serangan bertubi-tubi ke tubuh Yin Feng, sementara Yin Feng masih diam ditempatnya.


Serangan demi serangan terus mereka lancarkan, namun tidak satupun yang berhasil mengenai Yin Feng, padahal Yin Feng tidak bergerak sedikitpun dari tempat duduknya.


Tidak hanya tidak bisa menyentuh Yin Feng, kini kekuatan mereka juga terus berkurang, bahkan dampak serangan mereka bertiga tidak sedahsyat sebelumnya.


"Tidak mungkin, kenapa kami tidak bisa menyentuhmu lagi?!"


"Katakan, trik murahan apa yang kau gunakan?!"


"Aku tidak menggunakan trik apapun" jawab Yin Feng.


"Lalu kenapa? Kenapa kami tidak bisa menyentuhmu lagi?!"


Yin Feng berdiri dari tempat duduknya, "karena aku nyata sedangkan kalian bertiga tidak" ucapnya.


"Ba-bagaimana kau bisa mengetahuinya?"


Mereka bertiga nampak kaget, bahkan ketiganya tidak pernah menyangka jika Yin Feng akan menyadari hal itu, karena sejak awal mereka selalu memprovokasi Yin Feng agar terus menyerang.


Rencana mereka awalnya memang berhasil, Yin Feng yang terprovokasi terus menyerang tanpa berpikir, padahal yang dihadapi-nya itu bukanlah sesuatu yang nyata.


Hal itu jugalah yang membuat Yin Feng kelelahan dan terus kehilangan energi spiritualnya, karena sebenarnya lawan yang ia hadapi dengan sungguh-sungguh tidak pernah ada.


"Lalu, apa kau ingin melenyapkan kami?!"


"Yin Feng, pikirkanlah baik-baik, jika kau melenyapkan kami..."


"Aku akui, diriku sangatlah lemah dan tanpa kalian bertiga, aku tidak mungkin bisa mencapai titik ini" sahut Yin Feng.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan?"


"Menyatu-lah denganku, walaupun sulit, tapi aku akan tetap berusaha membalas perbuatan mereka."


"Oh, apa kau akhirnya mau menyerahkan tubuhmu pada kami?"


Yin Feng menggeleng pelan, "Jangan salah paham, aku tetap tidak akan menyerahkan tubuhku pada kalian."


"Jadi apa yang sebenarnya kau inginkan?"


"Pada dasarnya, kalian bertiga adalah aku dan aku adalah kalian. Dan daripada kita memperebutkan sesuatu yang memang sudah menjadi milik kita, lebih baik kita bersatu dan saling berbagi."


"Tapi, jika kalian memang ingin merebutnya dariku, aku tidak akan keberatan, tapi dengan situasi saat ini, aku yakin kalian malah akan musnah dengan sendirinya."


Mereka bertiga tersenyum dan mengangguk pelan, lalu menghampiri Yin Feng "apapun yang terjadi, kau harus membalaskan kematian guru. Jika tidak, kami akan muncul lagi untuk merebut tubuhmu."


"Aku berjanji."


Setelah itu, ketiga tiruan Yin Feng kembali berubah menjadi gumpalan cahaya kemerahan, lalu ketiga gumpalan energi itu masuk ke dalam tubuhnya dan menyatu dengan dirinya.


***


Boom!


Suara ledakan teredam terdengar dari dalam tubuh Yin Feng, yang menandakan bahwa kultivasi-nya telah meningkat lagi dan saat ini, kultivasinya berada di ranah Yin dan Yang bintang empat.


Meski begitu, Yin Feng masih belum menghentikan meditasinya, karena selain harus menenangkan diri, Yin Feng juga harus menambah energi kehidupan dalam api hijau.


Walaupun Yin Feng berhasil mengalahkan tiga sifat buruknya dan menyatu dengan ketiga perwujudannya, namun aura membunuhnya masih berusaha untuk menguasai dirinya.