Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 60. Memulai latihan.



Setelah beberapa jam melakukan penyerapan, Yin Feng kembali memasuki alam bawah sadarnya, di sana Yin Feng juga bertemu dengan Phoenix hijau untuk yang kedua kalinya.


Tapi kali ini, Yin Feng terlihat menjaga jarak dengan Phoenix tersebut, terlebih lagi setelah ia mengetahui jika Phoenix itu adalah perwujudan dari kekuatan api langit dalam dirinya.


"Jika tatapan itu bisa membunuh, mungkin aku sudah mati berulang kali" ucap Phoenix hijau.


Yin Feng mengerutkan keningnya, ia benar-benar tidak menduga jika Phoenix itu bisa bicara layaknya manusia, "kau bisa bicara?"


Jika Phoenix di depannya itu adalah hewan spiritual, Yin Feng tentu tidak akan kaget karena memang ada hewan spiritual yang bisa berbicara layaknya bangsa manusia.


Akan tetapi, Phoenix yang ada di depannya saat ini bukanlah hewan spiritual, melainkan hanya penjelmaan dari kekuatan api langit yang ada di dalam dirinya.


"Tentu" jawab Phoenix hijau singkat, lalu mengubah wujudnya menjadi manusia yang menyerupai Yin Feng.


"Karena kau sudah ada di sini, aku akan menceritakan sesuatu padamu, cerita ini berhubungan dengan kutukan yang menimpa klan Phoenix Agung."


Yin Feng hanya diam tidak mengatakan apapun, tapi di dalam hatinya ia merasa sangat penasaran, karena mungkin saja ia bisa menemukan solusi untuk masalahnya saat ini.


"Aku akan memulai ceritanya dari sedikit penjelasan" ucap Phoenix hijau, lalu memberikan sedikit penjelasan mengenai api langit.


Kekuatan api langit sebenarnya bukan diciptakan untuk manusia, melainkan untuk para dewa. Alasannya karena hanya dewa yang mampu menahan dahsyatnya kekuatan itu.


Namun, dari sekian banyaknya dewa yang ada, hanya ada satu dewa yang benar-benar mampu menahan dan mengendalikan dahsyatnya kekuatan api langit, yaitu dewa Phoenix.


Dengan adanya kekuatan api langit, dewa Phoenix menjadi satu-satunya dewa yang paling ditakuti dan dihormati, bahkan para dewa sampai menjulukinya sebagai raja para dewa.


Akan tetapi, dewa Phoenix bukanlah dewa menginginkan kekuasaan, bahkan ia sampai menyegel kekuatannya sendiri dalam sebuah altar yang disebut dengan altar api langit.


Ribuan tahun berlalu, muncul seorang manusia yang mampu mengendalikan kekuatan api langit, dia adalah manusia yang memiliki tipe tubuh paling langka, yaitu tubuh dewa Phoenix.


Manusia yang dimaksud tidak lain adalah Yin Feng Huang, satu-satunya manusia yang memiliki tipe tubuh yang belum pernah ada di dunia manusia, bahkan takkan mungkin ada lagi.


Dengan kemampuannya, Yin Feng Huang benar-benar berhasil mengendalikan kekuatan api langit, bahkan kekuatan yang ia kendalikan merupakan salah satu api langit terkuat, yaitu api emas.


Meski ia berhasil mengendalikan api langit, tapi Yin Feng Huang yang pada saat itu hanya manusia biasa, tetap tidak terlepas dari dampak buruk yang diakibatkan oleh api langit.


Kala itu, sang penjaga altar sudah memperingati Yin Feng Huang, namun peringatan itu malah tidak dihiraukan oleh Yin Feng Huang, bahkan menganggap remeh peringatan itu.


Hingga akhirnya, dampak buruk itu benar-benar menimpanya dan hampir membuat leluhur Yin Feng itu terjerumus ke dalam jurang keputusasaan yang paling dalam.


"Jika leluhurmu tidak mengabaikan peringatan itu, kalian para keturunannya pasti tidak akan mengalami hal yang sulit."


"Tapi jika aku di posisinya saat itu, aku-pun akan melakukan hal yang sama" sahut Yin Feng.


Sebagai seorang kultivator, Yin Feng tentu memahami apa yang dirasakan oleh leluhurnya itu, dan siapapun yang berada di posisinya pasti akan melakukan hal yang sama.


"Yin Feng, jika kau ingin mengendalikan kekuatanku, maka aku akan menunjukkan caranya padamu."


Yin Feng menoleh pada jelmaan Phoenix hijau yang sangat mirip dengan dirinya, "candaan mu sungguh tidak lucu!" ujarnya.


"Kau boleh menganggapnya sebagai candaan, tapi aku benar-benar serius" ucap Phoenix hijau.


"Aku ingin tahu alasannya."


"Sederhananya, aku mengagumimu dan hanya kau, satu-satunya anggota klan Phoenix Agung yang bisa membuatku merasa kagum."


Pertemuan Yin Feng dengan leluhurnya, tidak hanya membuat Yin Feng berhasil mengungkap beberapa misteri dalam dirinya, tapi juga mengetahui asal-usul keluarganya.


Hanya saja, Yin Feng sama sekali tidak mengetahui keadaan keluarganya saat ini, karena Yin Feng Huang ingin Yin Feng mengetahuinya sendiri dengan datang ke benua Langit.


"Baiklah, jadi bagaimana cara menaklukkan kekuatan api langit?"


"Yang harus kau lakukan adalah..." Phoenix hijau kemudian menjelaskan cara untuk mengendalikan kekuatan api langit pada Yin Feng.


"Semudah itu?!"


"Jangan salah paham, karena menaklukkan kekuatan api langit jauh lebih sulit dari yang kau bayangkan."


"Aku mengerti dan kuharap kau tidak menipuku!"


"Aku bersumpah, yang kukatakan ini bukanlah sebuah tipuan" sahut Phoenix hijau.


"Tapi kau harus ingat, semakin cepat kau mengendalikan kekuatan api langit, semakin cepat pula proses transformasi-nya."


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu!"


***


Beberapa bulan kemudian.


Yin Feng akhirnya membuka mata setelah melakukan penyerapan selama hampir enam bulan, kini tingkat kultivasinya telah mencapai ranah Emperor bintang satu.


Sebenarnya, Yin Feng ingin meningkatkan kultivasinya lagi dengan menyerap dua kristal yang tersisa, namun ia mengurungkan niatnya setelah mengingat nasihat leluhurnya.


Selain itu, daripada menghabiskan waktunya untuk berkultivasi, Yin Feng justru lebih tertarik menggunakan kesempatan itu untuk berlatih bersama Yin Feng Huang leluhurnya.


Jika hanya berkultivasi, Yin Feng masih memiliki banyak kesempatan lainnya, tapi kesempatan berlatih dengan seorang dewa mungkin tidak akan datang untuk yang kedua kalinya.


"Saatnya menambah pengalaman dan pengetahuan" gumam Yin Feng, lalu keluar dari kamar untuk menemui Ying Huo dan leluhurnya.


"Feng'er, kenapa kau tidak melanjutkan penyerapan?" tanya Feng Huang.


Yin Feng menggeleng pelan, "aku bisa melanjutkan penyerapan kapan saja, tapi kesempatan untuk latihan dengan kakek mungkin tidak akan datang lagi."


"Hahaha! Baiklah, mulai sekarang aku akan melatih mu" sahut Feng Huang kemudian menjentikkan jarinya.


Sesaat kemudian, mereka telah berada di hamparan padang rumput yang sangat luas, lalu Yin Feng Huang meminta Yin Feng untuk berlari hingga ke puncak gunung di ujung padang rumput.


"Kakek serius? Maksudku, ini bahkan tidak terlihat seperti sebuah latihan di mataku."


Yin Feng Huang tersenyum, "latihannya akan dimulai setelah kau tiba di puncak gunung itu."


"Satu lagi, kau harus tiba di sana sebelum matahari terbenam" lanjutnya.


"Tidak perlu menunggu sampai matahari terbenam, karena aku akan tiba di sana dalam hitungan detik."


"Kalau begitu, aku akan menunggumu di sana" sahut Yin Feng Huang, kemudian menghilang dari pandangan.


Tidak lama kemudian, Yin Feng melakukan sedikit peregangan otot. Setelah selesai, Yin Feng menghela napas panjang dan mulai berlari menuju puncak gunung.


Namun anehnya, bukannya melesat maju dengan kecepatan maksimalnya, pergerakan Yin Feng tiba-tiba saja terhenti setelah ia mengambil langkah pertama.


"Ada apa ini? Kenapa tubuhku sangat berat?"