Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 28. Keputusan Yin Feng.



Setelah menghilang dari istana kekaisaran, Yin Feng muncul lagi di depan makam gurunya. Ia bersujud, menangis dan meminta maaf berulang kali di depan makam Xu Jiang.


Yin Feng mengutarakan penyesalannya karena tidak ada saat dibutuhkan, Yin Feng juga menganggap dirinya sebagai murid yang tidak berguna karena gagal menyelamatkan gurunya.


"Guru, aku bersumpah! Aku akan merenggut nyawa Shan Zhe Ming dengan tanganku sendiri!"


Setelah mengucapkan sumpahnya, Yin Feng kemudian memberikan penghormatan terakhir pada mendiang gurunya itu, lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


Pada awalnya, Yin Feng berniat untuk menyerang sekte Gunung Giok, namun pada akhirnya, Yin Feng mengurungkan niatnya itu karena tidak ingin bertindak dengan gegabah.


Jika Yin Feng menyerang sekte Gunung Giok tanpa memiliki persiapan yang matang, maka sama saja dengan ia menyerahkan nyawanya secara sukarela pada Shan Zhe Ming.


Selain itu, kekuatannya saat ini masih belum sebanding dengan Shan Zhe Ming ataupun para tetua sekte Gunung Giok, sehingga Yin Feng memutuskan untuk menunda balas dendamnya.


***


Sementara itu.


"Yang mulia, ini tidak bisa dibiarkan!" ujar salah seorang petinggi istana.


"Benar yang mulia! Bocah tidak tahu diri itu baru saja mengancam akan mengacaukan kekaisaran" ucap petinggi lainnya.


Zhao Yujin tentu mengerti kenapa Yin Feng sangat marah padanya, namun ia juga tidak bisa mengabaikan ancaman Yin Feng sebelumnya, karena hal itu menyangkut kekaisaran.


Selain itu, kekuatan Yin Feng juga masih menjadi misteri dan kemunculannya di istana kekaisaran, menjadi bukti nyata bahwa Yin Feng memiliki kekuatan yang tidak rendah.


Beberapa bulan yang lalu, Yin Feng mengorbankan dirinya dan bertarung melawan elang api sendirian, dan secara tidak langsung Yin Feng telah menyelamatkan kekaisaran.


Pada awalnya, mereka semua meragukan kemampuan Yin Feng, bahkan mereka yakin jika Yin Feng telah mati di tangan elang api, tapi nyatanya ia masih hidup dan baik-baik saja.


"Yang mulia, bagaimana tanggapan anda?"


"Entahlah, aku benar-benar bingung bagaimana harus menyikapi masalah ini" jawab Zhao Yujin.


Sebagai pemimpin, Zhao Yujin tentu tidak bisa diam saat ada seseorang yang mengancam kekaisarannya, tapi ia juga tidak bisa mengabaikan tindakan Yin Feng sebelumnya.


"Untuk saat ini, bagaimana kalau kita mengawasinya saja? Jika ia melakukan sesuatu yang bisa membahayakan kekaisaran, maka saat itulah kita harus bertindak."


"Aku tidak keberatan, tapi kita harus tetap waspada dan berhati-hati."


Pada akhirnya, mereka semua setuju untuk mengawasi Yin Feng terlebih dahulu. Lalu, Zhao Yujin mengutus beberapa kultivator terbaiknya untuk melakukan tugas itu.


"Selanjutnya, bagaimana dengan sekte Gunung Giok?"


"Sudah kukatakan, aku tidak bisa menyingkirkan mereka, karena mereka bagian dari pilar kekaisaran ini" jawab Zhao Yujin.


"Lalu apa yang akan kita lakukan bila Yin Feng menyerang sekte itu?"


"Pilihan terbaiknya adalah, kita harus berusaha mempertahankan kekuatan kekaisaran ini."


"Berarti kita akan membantu sekte Gunung Giok?"


"Hahh" Zhao Yujin menghela napas panjang kemudian berdiri dari singgasananya, "apapun yang terjadi, aku tidak ingin kehilangan lebih banyak pilar lagi."


Pada awalnya, kekaisaran memiliki banyak pilar yang menjadikannya sangat kuat, namun seiring dengan berjalannya waktu, pilar-pilar itu mulai runtuh satu-persatu.


Sekarang, salah satu pilar kekaisaran Bei kembali runtuh dan hanya menyisakan empat pilar, diantaranya sekte Naga Langit, sekte Pedang Terbang, Asosiasi Phoenix Perak dan sekte Gunung Giok.


Di kekaisaran Bei sendiri terdapat banyak sekte besar yang kuat, namun mereka menolak menjadi pilar kekaisaran, meski begitu mereka akan tetap membantu bila kekaisaran dalam masalah besar.


Sebab itulah, Zhao Yujin memutuskan untuk tidak ikut campur dalam masalah Yin Feng, karena jika ia melakukannya, maka kekaisaran Bei akan kehilangan pilarnya lagi.


***


"Selamat datang, tuan muda, ada yang bisa saya bantu?"


"Aku butuh topeng yang sangat kuat" jawab Yin Feng.


"Baiklah, tunggu sebentar" sahut pelayan itu, kemudian pergi menuju ruangan di dekatnya.


Tidak lama berselang, pelayan itu datang lagi dengan membawa sebuah kotak kayu yang cukup besar, di dalamnya terdapat beberapa topeng yang terbuat dari kayu dan juga besi.


"Nona, aku menginginkan topeng yang tidak mudah hancur, tapi kenapa kau membawa barang sampah seperti ini?!"


"Tu-tuan muda, a-apa..."


"Ambilkan yang lain atau aku sendiri yang akan mengambilnya!"


"Ba-baik" pelayan itu bergegas kembali ke ruangan sebelumnya, beberapa saat kemudian ia kembali lagi ke hadapan Yin Feng.


"Tu-tuan, ini adalah topeng terbaik yang kami miliki."


Yin Feng tersenyum menatap topeng hitam yang terbuat dari kayu itu, walaupun bahannya bukan terbuat dari besi, namun kekuatannya tidak kalah dari besi sekalipun.


Selain itu, Yin Feng juga menemukan sesuatu yang spesial dari topeng hitam tersebut dan ia yakin, baik pelayan maupun pemilik toko itu tidak menyadarinya.


"Berapa harganya?"


"Sepuluh keping emas."


Yin Feng mengeluarkan sepuluh keping koin emas dari cincin ruang miliknya, lalu menyerahkannya pada pelayan tersebut, kemudian pergi dari sana tanpa mengatakan apapun.


Setelah meninggalkan toko itu, Yin Feng pergi ke toko lainnya untuk membeli beberapa pakaian, ia juga singgah di salah satu restoran di kota itu untuk mengisi perutnya.


Selesai membeli semua kebutuhannya dalam perjalanan, Yin Feng langsung meninggalkan kota tersebut, lalu menghentikan langkahnya setelah berada jauh dari kota.


"Sejak awal, aku tidak berniat menjadi orang baik, namun tidak juga menjadi seorang penjahat" gumamnya, lalu mengeluarkan topeng hitam dari cincin ruang miliknya.


Woshh!


Aura gelap yang sangat mengerikan terpancar dari topeng itu saat Yin Feng mengalirkan energi spiritualnya, aura gelap itu menyelimuti Yin Feng dan mencoba mengambil alih tubuhnya.


"Ingin mengendalikan tubuhku? Jangan harap!" ujar Yin Feng kemudian menyerap aura gelap yang berasal dari topeng hitam tersebut.


Hanya dalam hitungan menit, Yin Feng telah berhasil menyerap dan menyatukan aura gelap itu dengan dirinya. "Benar! Inilah yang ku butuhkan!"


Woshh!


Aura yang sangat mengerikan terpancar dari tubuh Yin Feng dan siapapun yang melihatnya sekarang, mereka pasti akan berpikir bahwa Yin Feng adalah seorang pembunuh.


"Saatnya menjalankan rencanaku!"


Awalnya, Yin Feng berniat melakukan latihan tertutup sampai ia benar-benar kuat untuk melawan Shan Zhe Ming, tapi sekarang ia memiliki rencana yang lebih menarik.


Jika menyerang sekte Gunung Giok secara langsung, ia pasti akan kalah dan kehilangan nyawanya, karena itulah Yin Feng berniat untuk meneror sekte itu dengan membunuh murid-muridnya.


Walaupun ia tidak melihat peristiwa penyerangan itu secara langsung, namun Yin Feng yakin bahwa semua anggota sekte Gunung Giok terlibat dalam penyerangan itu.


Sebab itulah, Yin Feng tidak akan melepaskan siapapun yang memiliki ikatan dengan sekte Gunung Giok, dan ia akan membinasakan mereka semua tanpa tersisa sedikitpun.


"Tanpa kalian sadari, perbuatan kalian telah mengubah keponakan-ku menjadi seorang iblis" gumam Ying Huo yang sedang mengawasi Yin Feng dari kejauhan.


"Tapi tidak masalah, karena untuk melenyapkan musuh besarnya, Yin Feng memang harus menjadi kejam seperti iblis!"