
Aula sekte Gunung Giok.
Shan Zhe Ming dan para tetua sekte nampak sedang mengobrol sembari menikmati arak, mereka begitu santai dan tidak menyadari akan bahaya yang sedang mendekat.
"Patriark, bagaimana perkembangan rencana anda?"
"Sulit untuk dijelaskan, karena kaisar muda itu ternyata tidak mudah untuk dihasut" jawab Shan Zhe Ming.
Sejak Zhao Guan menduduki takhta kekaisaran, Shan Zhe Ming sudah berusaha untuk mendekati kaisar muda itu, namun sampai saat ini usahanya belum membuahkan hasil.
Meski sebelumnya sudah memberikan beberapa informasi pada sang kaisar muda, tapi kaisar muda seolah tidak menganggap keberadaannya di istana kekaisaran.
"Mendekati kaisar muda memang sulit, selain itu, Long Aotian juga selalu berada di sisinya."
"Kalau begitu, bukankah kita tidak punya kesempatan untuk mendekatinya?"
"Entahlah, tapi aku tidak akan berhenti untuk berusaha."
DHUAAARRR!
Ketika mereka sedang asyik mengobrol, dari arah gerbang sekte tiba-tiba terdengar suara ledakan yang sangat besar dan berhasil membuat mereka semua terkejut.
"Apa yang terjadi?!"
"Patriark, ada kabar buruk, sekte kita sedang diserang!"
"Apa?!"
Shan Zhe Ming dan para tetua nampak sangat kaget mendengar kabar tersebut. Pasalnya, mereka merasa tidak memiliki musuh lain selain sekte Teratai Giok yang telah mereka hancurkan.
"Tetua kedua, kumpulkan para murid elit, sisanya ikut denganku!" ujar Shan Zhe Ming.
"Baik!"
Sementara itu.
Yin Feng dan pasukan pertama sekte Halilintar Hitam telah berhasil menerobos masuk ke sekte Gunung Giok, formasi yang melindungi sekte itu juga telah mereka hancurkan.
Tanpa menunggu aba-aba atau perintah dari tetua yang memimpin pasukan pertama, Yin Feng langsung membantai semua murid sekte Gunung Giok yang terlihat di matanya.
"Dia benar-benar gila. Lihatlah, semua korbannya mati tanpa kepala."
"Semuanya, jangan sampai kalah darinya! Habisi murid sekte Gunung Giok sebanyak mungkin!"
Dhuaaarrr!
Dhuaaarrr!
Disisi lain, pasukan kedua yang dipimpin oleh Dong Gui juga telah memulai serangannya, mereka melemparkan bola energi dan menghancurkan setiap bangunan yang ada.
Ledakan yang terjadi dimana-mana membuat suasana perang semakin memanas dan hanya dalam hitungan detik, sekte Gunung Giok sudah berubah menjadi lautan api.
"Dong Gui!" ujar Shan Zhe Ming.
"Akhirnya kau keluar juga!" sahut Dong Gui menatap tajam pada musuhnya itu.
"Apa yang kau lakukan? Apakah kita punya dendam sebelumnya?!"
"Siapa yang peduli pada dendam? Yang jelas aku akan menghancurkan sekte Gunung Giok hari ini juga!"
"Dong Gui!"
Shan Zhe Ming melepaskan aura kekuatannya, seketika itu juga seluruh wilayah sekte Gunung Giok diselimuti oleh kengerian dan tekanan intimidasi yang sangat besar.
Dong Gui tidak tinggal diam dan ikut melepaskan auranya, akibatnya seluruh sekte Gunung Giok dibuat bergetar karena gesekan aura kekuatan mereka berdua.
Dhuaaarrr!
Ledakan besar terjadi di udara saat kedua pemimpin sekte itu saling beradu pukulan. Meski begitu, keduanya nampak masih bertahan ditempatnya masing-masing.
Setelah ledakan berlalu, Dong Gui dan Shan Zhe Ming sama-sama menghilang dari pandangan, sesaat kemudian, suara ledakan kembali terdengar mengiringi jalannya peperangan.
Pada saat yang hampir bersamaan, para tetua dari kedua sekte juga sudah memulai pertarungan mereka.
"Akhirnya dimulai juga" gumam Yin Feng yang masih sibuk menghabisi pasukan sekte Gunung Giok.
Yin Feng melapisi belati peraknya dengan energi spiritual, lalu setelah itu, ia melancarkan serangan kearah pasukan sekte Gunung Giok yang sedang mendekat kearahnya.
Bilah energi yang tercipta dari tebasan belati Yin Feng melesat dengan kecepatan tinggi dan memotong apapun yang dilaluinya, dalam sekejap, puluhan nyawa kembali melayang.
Yin Feng melepaskan aura membunuhnya untuk menindas semua musuh yang ada di depannya, lalu ia melesat maju dengan kecepatan tinggi dan membantai mereka semua.
Slash!
Slash!
Dalam sekali tebasan, Yin Feng selalu berhasil merenggut satu nyawa, sehingga hanya butuh waktu kurang dari lima menit baginya untuk menghabisi puluhan pasukan sekte Gunung Giok yang menghadangnya.
Wushh.
Dhuaaarrr!
Sebuah serangan energi berhasil menghentikan tindakan Yin Feng, ia kemudian menoleh kearah pria yang menyerangnya, dia adalah mantan tetua kedua sekte Teratai Giok.
"Oh, jadi kau masih bertahan hidup?!"
"Apa maksudmu?"
"Lupakan saja!" ujar Yin Feng, lalu menghilang dari pandangan.
Detik berikutnya, Yin Feng telah muncul lagi di hadapan tetua, disaat yang bersamaan, Yin Feng juga mendaratkan pukulan keras ke wajah mantan tetua kedua sekte Teratai Giok tersebut.
"Manusia tidak tahu diri, kematianmu akan ku jadikan sebagai hadiah untuk mendiang guruku!"
Yin Feng kembali menghilang dari tempatnya dan muncul lagi di depan tetua kedua, lalu melancarkan serangan bertubi-tubi dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata.
Yin Feng benar-benar melampiaskan amarah dan dendam yang selama ini pendam dalam setiap pukulannya, bahkan setiap pukulannya mengandung niat membunuh yang begitu besar.
Meskipun begitu, Yin Feng tidak akan mengalami hal yang sama seperti sebelumnya lagi, karena ia yang sekarang sudah bisa mengendalikan diri dan emosinya.
Disisi lain.
Tetua kedua hanya bisa bertahan dari setiap serangan Yin Feng, ia tidak memiliki kesempatan untuk menghindar ataupun melakukan serangan balasan walau hanya sekali.
Akan tetapi, jika ia bertahan lebih lama lagi maka situasinya akan semakin memburuk, karena kedua tangannya sudah mulai tidak sanggup menahan pukulan Yin Feng.
Walaupun sudah melapisi kedua lengannya dengan energi spiritual, namun pukulan Yin Feng masih terasa sakit, seolah-olah yang ia tahan adalah besi yang sangat keras.
"Sial! Jika terus begini tanganku akan patah. Aku harus mencari kesempatan untuk menjauh darinya" gumam tetua kedua.
Boom!
"Arkhhh!"
Ledakan terjadi ketika Yin Feng menghantam tangan tetua kedua dengan tinjunya, pada saat yang bersamaan, terdengar suara tulang patah yang diiringi dengan teriakan tetua kedua.
Slash!
Boom!
Ketika tetua kedua sedang menyembuhkan tulangnya yang patah, Yin Feng telah muncul lagi di dekatnya dan memotong tangan kanannya, lalu mendaratkan tendangan di tubuhnya.
Tendangan keras Yin Feng membuat tetua kedua terlempar hingga menabrak salah satu bangunan, beberapa tulang rusuknya juga patah akibat tendangan keras tersebut.
"Pengkhianat, sudah saatnya untuk mengirim mu ke alam kematian" ucap Yin Feng yang telah berada di depan mantan tetua kedua.
"Si-siapa kau sebenarnya?"
Slash!
Slash!
"Arkhhh!"
Yin Feng menjawab pertanyaan tetua kedua dengan memotong tangan serta kedua kakinya. Setelah itu, Yin Feng menghancurkan kultivasi pria tua tersebut.
"Menyakitkan bukan? Tapi, rasa sakit ini belum sebanding dengan penderitaan guruku!"
"Si-siapa kau?"
Yin Feng mencengkeram leher tetua kedua, lalu mengangkat tubuhnya, "namaku Yin Feng, murid sekte Teratai Giok yang kau khianati!"
Setelah menjawab pertanyaan tetua kedua, Yin Feng kemudian melempar tubuh pria tua itu ke udara, kemudian memotong tubuhnya hingga menjadi beberapa bagian.
"Bahkan kematian seperti ini masih terlalu biasa untuk pengkhianat sepertimu!"