
Yin Feng berusaha keras untuk melangkah dan menggerakkan tubuhnya, namun semakin keras dirinya berusaha, semakin berat pula tekanan yang menimpa tubuhnya.
Jika bukan karena tubuh dan tulangnya yang telah diperkuat sebelumnya, tekanan luar biasa itu pastinya sudah menghancurkan tubuh dan meremukkan tulang-tulangnya.
"Si-sial! Aku benar-benar menyesal karena meremehkan kakek."
Sebelumnya, Yin Feng memang menganggap remeh permintaan leluhurnya, bahkan ia sampai menunjukkan kesombongan di hadapan leluhurnya itu.
Padahal, Yin Feng udah mengetahui bahwa leluhurnya itu bukanlah sosok yang bisa dianggap remeh, apalagi sampai menunjukkan kesombongan di hadapannya.
Dan sekarang, Yin Feng harus menerima akibat dari kesombongannya sendiri, bahkan ia sudah tidak punya muka untuk meminta maaf apalagi meminta bantuan pada leluhurnya itu.
Disisi lain.
"Yang mulia, bukankah masih terlalu dini bagi Yin Feng untuk melewati tempat ini?"
"Kau benar! Tapi inilah kesempatan terbaik untuk mengujinya."
"Maksud yang mulia?"
"Kau sudah mengawasinya sejak lama, jadi aku yakin kau sudah mengetahui seberapa sulit jalan yang akan ia lewati nanti" jawab Yin Feng Huang.
"Jika melewati tempat ini saja dia tidak mampu, maka dia tidak pantas disebut sebagai keturunanku!"
Ying Huo mengangguk pelan, ia tentu mengetahui seberapa sulit jalan yang akan ditempuh oleh Yin Feng, namun ia tetap tidak tega melihat keponakannya itu berada dalam kesulitan.
"Apakah yang mulia tidak ingin membantunya?"
"Jika aku turun tangan, para dewa tidak akan tinggal diam, dan jika hal itu terjadi, dunia ini akan berada dalam kekacauan yang tak terbayangkan."
Yin Feng Huang tentu tidak tega membiarkan keturunannya memikul beban yang begitu berat, bahkan ia merasa sangat bersalah karena tidak bisa melakukan apapun.
Sebagai seorang dewa, Yin Feng Huang tentu bisa melenyapkan beban berat itu dengan mudah, bahkan ia bisa melenyapkan segala rintangan dalam hidup keturunannya.
Akan tetapi, para dewa tidak diizinkan untuk ikut campur dalam masalah yang tidak berhubungan dengan alam dewa, sekalipun masalah itu mengancam nyawa keturunannya sendiri.
"Lalu, bagaimana dengan tindakan yang mulia saat ini? Bukankah ini sudah termasuk ikut campur?" tanya Ying Huo.
Tindakan Yin Feng Huang saat ini memang sudah termasuk ikut campur, sudah pasti ia akan dihukum atas tindakannya itu, namun ia sudah siap menerimanya.
Selain itu, Yin Feng Huang juga sudah memikirkan semuanya sejak awal, karena itulah ia memutuskan untuk membawa dan melatih Yin Feng di alam para dewa.
"Ying Huo, setelah ini aku tidak akan bisa mengawasinya lagi, jadi tugas ini kuserahkan padamu."
"Tapi ingatlah, jangan melakukan apapun selama nyawanya tidak terancam."
"Baik, yang mulia!" ujar Ying Huo.
***
Waktu bergulir dengan sangat cepat, matahari yang menyinari tempat itu sudah terbenam, digantikan oleh rembulan dan jutaan bintang yang menghiasi langit malam.
Sementara Yin Feng, ia nampak masih berdiam diri ditempatnya tanpa bisa bergerak sedikitpun, meski begitu Yin Feng masih terus berusaha untuk melangkahkan kakinya.
Rasa letih dan lelah yang mulai menyelimuti dirinya tidak dihiraukan sedikitpun, begitupun dengan dinginnya angin malam yang terus berusaha untuk menembus kulitnya.
"Hahh... Hahh..."
Napas Yin Feng terengah-engah, padahal ia tidak beranjak sedikitpun dari, tapi suara napasnya terdengar seperti seseorang yang telah berlari sejauh belasan kilometer.
"Apapun yang terjadi, aku harus mencapai puncak gunung itu!"
"Arghhh!"
Yin Feng berteriak dengan sangat kencang hingga suaranya terdengar sampai ke puncak gunung, pada saat yang bersamaan, ia berusaha untuk melangkahkan kakinya.
Usaha memang tidak akan mengkhianati hasil, setelah hampir seharian berusaha, Yin Feng akhirnya berhasil melangkah, namun tekanan yang menimpa tubuhnya juga bertambah dua kali lipat.
"Arkhhhh!"
Teriakan kembali terdengar, namun kali ini bukan teriakan semangat yang keluar dari mulut Yin Feng, melainkan teriakan karena rasa sakit yang sedang menyiksa tubuhnya.
Tekanan yang menimpa tubuhnya benar-benar sangat luar biasa berat, bahkan kedua kaki Yin Feng nampak sedikit terbenam ke dalam tanah akibat beratnya tekanan itu.
Meski sangat sulit untuk melangkah dan bergerak, namun Yin Feng tidak pernah berhenti untuk berusaha, karena ia yakin usahanya itu akan membuahkan hasil yang memuaskan.
"Tidak akan! Sekalipun mustahil, aku akan berusaha menyelesaikan latihan ini dengan kekuatanku sendiri!" ujar Yin Feng.
"Padahal sudah seperti ini, tapi kau masih saja menyombongkan kekuatan yang tidak seberapa itu."
Dengan mengandalkan kekuatan api hijau yang ada dalam dirinya, Yin Feng mungkin bisa keluar dari situasi itu dengan mudah, namun bukan itu yang diinginkan olehnya.
Dalam beberapa waktu terakhir, Yin Feng menyadari bahwa selama ini dirinya terlalu bergantung pada kekuatan api langit, bahkan ia sampai memaksakan dirinya untuk menjadi kuat.
Padahal, tanpa memaksakan diri sekalipun, kekuatan itu akan tetap menjadi miliknya, hanya saja butuh waktu yang sedikit lebih lama untuk bisa mengendalikannya.
Selain itu, selama ini Yin Feng juga terlalu mengharapkan kekuatan api langit, sehingga ia melupakan potensi dirinya sendiri yang mungkin jauh lebih besar dari yang ia bayangkan.
Karena itulah, dalam latihannya kali ini Yin Feng hanya ingin menggunakan kekuatannya, agar ia mengetahui seberapa besar potensi dirinya tanpa kekuatan api langit.
"Akhirnya, kau menunjukkan sisi yang tidak dimiliki oleh leluhurmu, dan inilah alasan kenapa aku tidak memilihnya" gumam Phoenix hijau.
"Sekarang, tunjukkan potensi dirimu yang sebenarnya!"
Setelah itu, tubuh Yin Feng diselimuti oleh aura yang sangat besar, namun aura itu bukan berasal dari kekuatan api langit, melainkan aura murni yang berasal dari dirinya.
Pada saat yang bersamaan, tekanan yang menimpa tubuh Yin Feng mulai terasa ringan, sehingga membuat Yin Feng bisa melanjutkan langkahnya hingga sepuluh langkah jauhnya.
Tepat setelah mengambil langkah kesepuluhnya, tubuh Yin Feng kembali mendapatkan tekanan luar biasa, tekanan itu juga telah bertambah hingga sepuluh kali lipat.
Meski begitu, aura yang terpancar dari tubuhnya berhasil mengurangi dampak dari tekanan itu, sehingga Yin Feng tidak merasakan siksaan yang menyakitkan seperti sebelumnya.
"Meski tekanannya tidak menghilang, tapi setidaknya rasa sakit itu sudah tidak terasa lagi" gumam Yin Feng sembari terus berusaha untuk melangkah.
Sementara itu.
"Yang mulia, bukankah aura ini..."
"Hahaha!"
Yin Feng Huang tertawa lantang ketika merasakan aura yang terpancar dari tubuh keturunannya itu, ia benar-benar merasa senang karena tujuannya telah tercapai.
"Sudah kukatakan, Feng'er pasti menemukan cara untuk menaklukkan kekuatan apinya!"
"Ini benar-benar luar biasa, pencapaian yang ia dapatkan bahkan melebihi pencapaianku dahulu!"
"Apakah yang mulia akan menghentikan latihan ini sekarang?" tanya Ying Huo.
"Kenapa harus dihentikan, justru latihan ini harus dilanjutkan sampai selesai!"
"Dewa Phoenix!"
Woshhh!
Tidak lama berselang, muncul aura intimidasi yang sangat dahsyat, bahkan Ying Huo sampai dibuat bertekuk lutut karena tidak sanggup menahan dahsyatnya intimidasi itu.
Sedangkan Yin Feng Huang, ia masih berdiri kokoh ditempatnya, aura intimidasi yang mampu mengguncang satu benua itu tidak membuatnya bergeming sedikitpun.
"Wah, aku benar-benar tidak menyangka jika kalian akan datang mengunjungi ku secepat ini" ucap Yin Feng Huang.
"Dewa Phoenix, apa kau pikir kami akan diam saja setelah mengetahui tindakanmu ini?"
"Tentu tidak!"
"Kalau begitu, jangan melawan dan biarkan kami melakukan tugas!"
"Tidak masalah, tapi jangan berpikir untuk mengganggu Feng'er, jika tidak aku akan membuat alam dewa ini kacau!"
"Dewa Phoenix! Jangan terlalu arogan! Apa kau pikir kami tidak mampu melawan mu?!"
"Hahahaha! Jika kalian ingin mencoba, silahkan saja!" ujar Yin Feng Huang.
"Cukup! Tugas kita hanya membawanya ke tempat hukuman, jadi jangan lakukan sesuatu yang tidak perlu!"
"Aku juga tidak akan melakukan apapun jika kalian tidak mengganggu keturunanku!"
"Baiklah, kami tidak akan mengganggunya, tapi dia harus pergi setelah mencapai puncak gunung ini."
"Tidak masalah" sahut Yin Feng Huang, lalu pergi dari sana setelah memberikan beberapa perintah pada Ying Huo.