
Perkataan ibunya membuat Yin Feng kaget, ia juga tidak menyangka jika kehidupan yang dijalaninya setelah dibuang dari alam dewa hanyalah sekedar mimpi.
Jika bukan karena kejadian aneh sebelumnya, Yin Feng mungkin tidak akan percaya pada perkataan ibunya, karena semua peristiwa yang dialaminya terasa begitu nyata.
"Kenapa mereka melakukan hal ini padaku?!"
"Karena leluhurmu ikut campur dalam urusan dunia manusia" jawab Yin Huang.
Yin Feng terdiam, ia tentu mengetahui bahwa para dewa tidak diizinkan untuk ikut campur dalam urusan manusia, kecuali para dewa yang ditugaskan untuk mengawasi manusia.
Meski begitu, Yin Feng tetap tidak bisa menerima perlakuan para dewa padanya, karena menurutnya, hukuman yang mereka berikan benar-benar sudah keterlaluan.
Jika bukan karena bantuan ibunya, Yin Feng pasti akan terjebak selamanya di alam mimpi, dan sampai kapanpun ia tidak akan menyadari bahwa dirinya hidup di alam mimpi.
"Tenanglah, ibu akan membebaskan dirimu dari alam mimpi ini" ucap Yin Huang.
"Bagaimana caranya?" tanya Yin Feng.
"Kau akan mengetahuinya setelah membuka mata" jawab Yin Huang.
"Kalau begitu, aku tidak ingin membuka mata sekarang!"
Yin Huang tersenyum, ia tentu mengetahui kenapa putranya itu masih belum mau membuka mata. Selain itu, ia juga masih ingin menikmati kebersamaan mereka.
"Kemari-lah" Yin Huang duduk dan meminta putranya itu untuk berbaring di pahanya.
Yin Feng mengangguk setuju, kemudian merebahkan tubuhnya dan menjadikan paha ibunya sebagai bantal.
"Apa kau mengetahui nama klan kita?" tanya Yin Huang seraya mengelus pelan puncak kepala putranya itu.
Yin Feng mengangguk, "klan Phoenix Agung, aku mendengarnya dari kakek leluhur."
"Benar! Klan kita adalah klan paling berkuasa di benua Langit, bahkan mengalahkan tiga klan legendaris lainnya."
Selain klan Phoenix Agung, di benua Langit masih ada tiga klan lain yang sangat kuat dan ditakuti, yaitu klan Naga Azur, klan Harimau Angin dan klan Kura-kura Giok.
Berabad-abad yang lalu, pemimpin dari keempat klan ini menjalin persaudaraan sehingga keempat klan ini memiliki hubungan yang sangat baik dan tidak pernah berseteru.
Namun, hubungan baik ini hanya bertahan sampai selama lima ratus tahun. Penyebabnya adalah kecemburuan sosial yang dialami oleh keturunan pemimpin klan Naga Azur.
Alasannya, pemimpin klan Naga Azur merasa muak dan tidak ingin lagi tunduk pada klan Phoenix Agung, dan menurutnya, klan Naga Azur jauh lebih kuat dari klan Phoenix Agung.
Pada awalnya, hanya klan Naga Azur yang memutuskan untuk keluar dari persaudaraan mereka, namun akhirnya dua klan lain juga memutuskan hal yang sama dengan klan Naga Azur.
Sejak saat itu, kedamaian dan ketenangan di benua Langit langsung menghilang, karena keempat klan mulai berseteru untuk memperluas wilayah kekuasaan.
Khususnya klan Naga Azur, mereka tidak hanya ingin memperluas wilayah kekuasaan, tapi juga ingin menggulingkan klan Phoenix Agung dari posisinya sebagai penguasa.
Perseteruan mereka terus berlanjut hingga tujuh belas tahun yang lalu.
Sebulan setelah Yin Huang melahirkan, klan Naga Azur tiba-tiba saja melancarkan serangan besar-besaran dan mau tidak mau, Yin Huang harus terjun ke medan perang.
Meskipun pada saat itu kondisi Yin Huang masih belum membaik sepenuhnya, namun ia dan pasukan klan Phoenix Agung berhasil memukul mundur pasukan klan Naga Azur.
Sayangnya, ketika kemenangan berada di depan mata, mereka malah dikejutkan oleh kabar tentang klan Harimau Angin yang tiba-tiba saja menyerang klan Phoenix Agung.
Yin Huang yang merasa khawatir kemudian menarik pasukannya untuk mundur, tapi keputusannya itu malah dimanfaatkan oleh musuh untuk melakukan serangan balasan.
Akibatnya, Yin Huang tidak hanya kalah dalam perang itu tapi juga kehilangan seluruh pasukannya, parahnya lagi, Yin Huang juga gagal menyelamatkan klan-nya.
Meski begitu, Yin Huang masih berhasil membawa bayinya pergi dari benua Langit, dan untuk menyelamatkan nyawanya, Yin Huang terpaksa melenyapkan kekuatan anaknya.
Selain itu, Yin Huang juga meninggalkan beberapa benda untuk putranya kelak, diantaranya adalah cincin penyimpanan, belati perak dan sebilah pedang yang ia buat dari bulu Phoenix.
"Kenapa kau menangis?"
Setelah mendengar semuanya dari ibunya, Yin Feng benar-benar merasa bersalah, karena sebelumnya ia memikirkan hal-hal yang buruk tentang orang tuanya.
Tidak hanya itu saja, Yin Feng bahkan sempat menyimpan rasa benci pada orang tuanya, padahal ia tidak merasakan betapa menderitanya ibunya pada saat itu.
"Maafkan aku, ibu..."
"Ibu tidak pernah menyalahkan mu, justru ibulah yang bersalah padamu."
Yin Feng bangkit dan langsung memeluk ibunya. "Tidak! Ibu tidak melakukan kesalahan apapun."
"Ibu, apakah masih ada anggota klan yang masih hidup?" tanya Yin Feng setelah melepaskan pelukannya.
Yin Huang menggeleng pelan, "selain kau dan leluhur kita, tidak ada lagi anggota klan Phoenix Agung yang tersisa."
Setelah kematian Yin Huang, Yin Feng adalah satu-satunya anggota klan Phoenix Agung yang masih hidup di dunia ini, karena yang lainnya telah gugur dalam perang.
Selain itu, nama klan Phoenix Agung juga tidak pernah terdengar lagi, karena setelah klan Naga Azur menjadi penguasa, mereka melarang semua orang menyebut nama klan itu.
"Klan Naga Azur! Aku pasti akan menghancurkan mereka!" ujar Yin Feng.
"Ibu tidak akan melarang mu jika ingin balas dendam, tapi kau harus berhati-hati, karena mereka adalah klan yang sangat kuat."
"Ibu tenang saja, karena putra ibu adalah pemuda yang sangat kuat!" sahut Yin Feng.
Yin Huang tersenyum, "ibu tahu itu, karena selama ini ibu selalu mengawasi mu dari kejauhan."
"Benarkah?"
Yin Huang mengangguk, "bahkan ibu mengetahui semua hal yang kau alami selama ini, termasuk kau yang belum menemukan pasangan."
Senyuman di wajah Yin Feng menghilang ketika ibunya membahas masalah pasangan, karena sampai saat ini, Yin Feng sebenarnya belum ingin memiliki pasangan hidup.
Begitupun ketika ia terjebak di alam mimpi sebelumnya, jika saja Jia Ling bukanlah wanita pemilik energi Yin murni, Yin Feng pasti tidak akan menjadikannya pasangannya.
"Putraku, kau adalah satu-satunya harapan ibu, jadi ibu harap kau bisa menemukan pasangan yang baik untuk membangkitkan klan kita lagi."
"Hahh..." Yin Feng menghela napas panjang, "kalau begitu, ibu saja yang memilihnya."
"Kenapa harus ibu?"
"Karena aku yakin, wanita pilihan ibu adalah wanita yang baik" jawab Yin Feng.
Sebagai seorang ibu, sudah sewajarnya bila Yin Huang menginginkan yang terbaik untuk putra semata wayangnya itu. Dan, Yin Feng tentunya sangat menyadari akan hal itu.
Sebab itulah, Yin Feng meminta ibunya untuk memilih wanita yang akan menjadi pasangannya nanti, karena Yin Feng yakin pilihan ibunya itu tidak akan pernah salah.
"Baiklah, kau menginginkan wanita seperti apa?"
"Seperti ibu."
"Kenapa?"
"Karena ibu adalah wanita terbaik dan terhebat di dunia ini" jawab Yin Feng.