Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 77. Melanjutkan perjalanan.



"Yin Feng, sudah saatnya kau bangun, Ying Huo pasti sangat mengkhawatirkan dirimu."


"Tapi aku masih ingin bersama ibu." rengek Yin Feng, entah kenapa ia tiba-tiba saja menjadi sangat manja.


"Kau bisa bertemu dengan ibu kapan saja."


"Benarkah?!"


Yin Feng terlihat bersemangat, awalnya ia berpikir bahwa dirinya tidak akan pernah bisa bertemu lagi dengan ibunya, karena itulah ia ingin menghabiskan waktu selama mungkin dengan ibunya.


Yin Huang mengangguk, lalu menjelaskan bahwa selama ini jiwanya berada dalam kristal perak, namun jika energi dalam kristal itu habis, maka jiwanya akan lenyap.


"Jika kau ingin bersama ibu lebih lama lagi, maka kau harus membuka matamu sekarang" ucap Yin Huang.


"Baiklah, aku pasti akan menemukan benda itu. Tidak! Aku akan membuatnya sendiri dengan tanganku!"


"Kalau begitu, bangunlah. Ibu akan sabar menunggu sampai saat itu tiba."


Yin Feng mengangguk pelan, kemudian memejamkan kedua matanya. Tidak lama berselang, tubuhnya berubah menjadi ribuan butir cahaya dan menghilang dari pandangan Yin Huang.


***


Di dalam gua.


Ying Huo akhirnya menghela napas lega setelah melihat kondisi Yin Feng yang mulai membaik, namun ia belum bisa tenang karena Yin Feng belum juga membuka matanya.


"Sepertinya hanya itu satu-satunya cara yang bisa dilakukan."


Karena Yin Feng tidak kunjung sadarkan diri, Ying Huo berniat menggunakan semua kekuatan yang dimilikinya untuk mempercepat proses penyerapan tersebut.


Namun sebelum ia sempat melakukan hal itu, Yin Feng tiba-tiba saja membuka mata dan menghentikan tindakannya. Jika ia terlambat, maka jiwa ibunya pasti akan lenyap.


"Paman, jangan melakukan sesuatu yang membuatku membencimu."


"Apa maksudmu?!" ujar Ying Huo kesal, bukannya berterima kasih padanya, keponakannya itu malah mengatakan hal yang aneh padanya.


Yin Feng kemudian menceritakan tentang pertemuannya dengan Yin Huang, selain itu, Yin Feng juga menjelaskan bahwa jiwa ibunya berada di dalam kristal perak itu.


Setelah mendengar penjelasan Yin Feng, Ying Huo akhirnya mengerti kenapa Yin Feng melarangnya melakukan hal itu, karena tindakannya bisa melenyapkan jiwa Yin Huang.


Selain itu, Ying Huo juga meminta maaf karena ia tidak mengetahui hal ini sebelumnya, dan yang ingin ia lakukan saat itu hanyalah menyelamatkan nyawa Yin Feng.


"Tidak apa-apa, paman. Aku paham kenapa paman melakukan hal ini dan terima kasih karena sudah membantuku."


"Jangan dipikirkan, lagipula ini adalah tanggung jawabku sebagai pamanmu."


Yin Feng tersenyum, kemudian mencoba untuk bangkit dari tempat tidur yang hanya terbuat dari batu besar. Namun ia tidak bisa karena kondisi tubuhnya masih sangat lemah.


"Kau membutuhkan sesuatu?" tanya Ying Huo.


Yin Feng menggeleng pelan. "Paman, sudah berapa lama aku seperti ini?"


"Hampir satu tahun" jawab Ying Huo.


Setelah diusir dari alam para dewa, Ying Huo langsung mencari Yin Feng ke seluruh penjuru benua Xuanwu, namun ia tidak menemukan tanda-tanda keberadaannya di sana.


Karena tidak menemukan Yin Feng di sana, Ying Huo kemudian mencari Yin Feng ke benua lain dan akhirnya, ia menemukan Yin Feng di sebuah desa terpencil di benua Xianren.


"Jadi, benua Xianren benar-benar ada?" tanya Yin Feng.


"Tentu saja ada, memangnya kenapa?"


"Dalam mimpiku, aku menjalani kehidupan di benua itu" jawab Yin Feng.


"Tunggu, jika benua Xianren benar-benar nyata, jangan-jangan wanita itu..."


"Benua Xianren memang nyata adanya, tapi wanita yang kau pikirkan itu tidak ada" ujar Ying Huo.


"Bukankah yang kau maksud itu wanita yang memiliki energi Yin murni?"


"Benar!"


Ying Huo menghela napas panjang, kemudian menjelaskan bahwa wanita itu tidak ada di benua Xianren, ataupun di benua lain yang pernah ia kunjungi saat mencari Yin Feng.


Jika wanita itu benar-benar ada di benua Xianren, Ying Huo pasti sudah membawanya ke tempat mereka, tidak peduli apapun halangan dan rintangannya.


"Syukurlah, setidaknya wanita itu bukan dia" ucap Yin Feng.


"Memangnya wanita seperti apa yang kau temui di mimpimu itu?"


"Aku tidak ingin membahasnya!"


"Bukankah kau yang memulainya?"


"Paman, aku benar-benar tidak ingin membahas mimpi itu lagi!"


"Baiklah, aku akan keluar untuk mencari makan" sahut Ying Huo, lalu meninggalkan gua.


Tidak lama setelah Ying Huo meninggalkannya, Yin Feng kemudian bangkit dari tempat tidur. Sekarang, ia sudah bisa bergerak dengan leluasa karena tenaganya mulai pulih.


Pandangan Yin Feng kini tertuju pada kristal perak yang tidak jauh darinya, ia menunjukkan senyuman terbaiknya ketika menatap kristal yang menyimpan jiwa ibunya itu.


"Aku harus membuat benda yang bisa menampung jiwa ibu sesegera mungkin" gumamnya pelan.


Setelah menyimpan kristal perak itu, Yin Feng kemudian memeriksa isi cincin ruangnya dan benar saja, semua sumber daya yang ia simpan di dalam cincin itu telah lenyap tanpa sisa.


Tidak hanya semua sumber daya yang telah ia kumpulkan selama ini, bahkan pecahan batu meteor yang ia dapatkan dari pelelangan sebelumnya juga ikut menghilang.


"Hahh..." Yin Feng menghela napas panjang, meski merasa sangat kesal dan marah, namun Yin Feng sadar bahwa saat ini dirinya tidak bisa melakukan apapun.


Walaupun dirinya tidak sadarkan diri untuk waktu yang lama, tapi Yin Feng tahu betul siapa penyebab dari hilangnya semua sumber daya yang ia simpan di dalam cincin ruangnya.


"Kalian tunggu saja, suatu hari nanti aku pasti akan membalas perbuatan kalian ini!"


Tidak lama berselang, Ying Huo akhirnya kembali ke gua dengan membawa buah-buahan dan kristal jiwa, kemudian Ying Huo menyerahkan semuanya kepada Yin Feng.


"Makanlah... Setelah itu gunakan semua sumber daya ini untuk memulihkan energi mu."


"Terima kasih, paman."


Yin Feng meraih salah satu buah yang dibawa oleh Ying Huo, kemudian menyantapnya dengan lahap layaknya seseorang yang belum pernah makan buah sebelumnya.


Setelah tenaganya terisi, Yin Feng kemudian memperbaiki posisi duduknya, lalu menyerap energi yang terkandung dalam semua kristal jiwa di depannya saat ini.


Sedangkan Ying Huo, ia memutuskan untuk meninggalkan Yin Feng sendirian, karena tidak ingin keberadaannya malah mengganggu konsentrasi Yin Feng yang sedang berkultivasi.


***


Hari-hari kian berlalu, kondisi Yin Feng benar-benar sudah pulih seperti sediakala, begitupun dengan titik Dantian dalam dirinya yang telah terisi penuh oleh energi spiritual.


"Kemana tujuanmu setelah ini?" tanya Ying Huo.


"Tetap pada tujuan awal, yaitu menyusuri benua Xuanwu ini."


"Apa kau tidak ingin pergi ke benua Langit?"


"Aku sangat ingin ke sana paman, karena ada dendam yang harus ku balas di sana. Tapi tidak sekarang, karena aku masih ingin menyusuri benua ini."


"Baiklah, jika kau sudah siap kau tahu dimana harus mencari-ku, bukan?"


Yin Feng mengangguk pelan. Setelah berpamitan dengan pamannya itu, Yin Feng pun mulai melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda karena ulah para dewa.


"Kekaisaran Zhong, aku datang!"