Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 53. Masalah setelah lelang.



Setelah mengambil dan membayar barang yang ia dapatkan, Yin Feng, Lin Yue dan kedua pengawalnya kemudian meninggalkan asosiasi dan langsung kembali ke penginapan.


Dalam perjalanan, Yin Feng merasakan ada banyak sekali pasang mata yang sedang mengawasi mereka, namun ia tidak terlalu menghiraukan keberadaan orang-orang itu.


Sama halnya dengan Yin Feng, Lin Yue dan kedua pengawalnya juga mengetahui keberadaan orang-orang itu, tapi mereka bersikap seolah tidak mengetahui apapun seperti Yin Feng.


"Tuan Yin, sampai kapan kita akan membiarkan mereka?" tanya Lin Zhan.


"Masih terlalu ramai untuk bertindak, jadi biarkan mereka seperti itu sampai larut malam" jawab Yin Feng.


"Tapi, bagaimana jika mereka bertindak duluan?" Lin Yue nampak sedikit khawatir, karena jumlah musuh mereka sangatlah banyak.


"Meraka tidak akan melakukan tindakan bodoh seperti itu" sahut Yin Feng.


"Baiklah, aku akan percaya padamu."


Setibanya di penginapan, Yin Feng mengingatkan Lin Yue untuk tidak sendirian di kamar, karena orang-orang yang mengikuti mereka bisa menyerang mereka kapan saja.


Akan tetapi, karena Lin Yue tidak ingin sekamar dengan kedua pengawalnya, iapun memutuskan untuk sekamar dengan Yin Feng, setidaknya sampai masalah itu selesai.


"Kenapa harus denganku?"


"Kau sendirian dan mereka berdua, tentu saja aku akan memilih sekamar denganmu!"


"Tapi..."


"Bukankah kau sendiri yang menyarankan hal ini?!"


"Hahh" Yin Feng menghela napas panjang, "baiklah, kau bisa sekamar denganku" ucapnya, lalu masuk ke kamar bersama Lin Yue.


***


Setelah berada di dalam kamar, Yin Feng duduk disudut ruangan untuk bermeditasi, sedangkan Lin Yue duduk disudut tempat tidur, namun ia terlihat sangat gelisah.


"Tidak bisakah kau sedikit tenang? Aku tidak bisa berkonsentrasi" ucap Yin Feng.


"Ma-maaf, aku hanya sedikit gugup."


"Gugup?"


Dahi Yin Feng berkerut saat mendengar ucapan Lin Yue, karena khawatir Yin Feng kemudian melepaskan kesadaran spiritualnya, namun ia tidak menemukan musuh di sekitar penginapan.


"Aneh, aku tidak merasakan keberadaan musuh di sekitar penginapan ini, tapi kenapa kau malah gugup?"


"Apa kau pikir aku gugup hanya karena mereka?!" ujar Lin Yue.


"Kalau bukan karena mereka, lalu karena apa?"


"Kau... Sudahlah, lupakan saja!"


Lin Yue benar-benar kesal, sebagai seorang perempuan sangat wajar bila ia merasa gugup saat sekamar dengan laki-laki, karena selama ini ia belum pernah mengalami situasi seperti itu.


Namun sayangnya, Yin Feng tidak bisa memahami situasi seperti ini, bahkan ia tidak menghiraukan keberadaan Lin Yue sedikitpun, seolah-olah di kamar itu hanya tidak ada orang lain selain dirinya.


"Aneh" gumam Yin Feng, lalu memejamkan matanya lagi.


"Apa kau benar-benar bisa bermeditasi dengan situasi seperti ini?" tanya Lin Yue.


"Hahh" Yin Feng menghela napas panjang, "baiklah, sebenarnya apa masalahmu?"


"Masalahku? Aku tidak memiliki masalah apapun! Justru kaulah yang bermasalah!"


"Aku?!" ujar Yin Feng menunjuk dirinya sendiri.


"Iya! Apa kau tidak sadar bahwa sikap tenang-mu itu adalah masalah besar!"


"Diam" ucap Yin Feng.


"Kenapa? Apa salahnya aku..." Perkataan Lin Yue terhenti saat Yin Feng tiba-tiba muncul didepannya dan membekap mulutnya.


Tindakan Yin Feng sontak membuat Lin Yue terkejut, bahkan dalam benaknya langsung muncul berbagai macam pikiran buruk yang akan dilakukan oleh Yin Feng padanya.


Lin Yue hanya menanggapi perkataan Yin Feng dengan anggukan pelan, ia benar-benar merasa malu pada dirinya sendiri karena telah memikirkan hal-hal buruk tentang Yin Feng.


"Aku akan memperingati Lin Zhan dan Lin Bai" ucap Lin Yue setelah berhasil mengumpulkan keberaniannya untuk bicara.


"Tidak perlu, aku yakin mereka juga sudah menyadarinya."


"Aku tahu itu!" ujar Lin Yue dalam hatinya.


Disisi lain.


Puluhan kultivator yang ingin merebut barang lelang yang sebelumnya didapatkan oleh Yin Feng, kini telah berkumpul dan menyebar di sekitar penginapan.


Saat ini mereka sedang menunggu perintah dari pemimpin mereka, yaitu putra penguasa kota, dan merupakan orang yang sebelumnya berada di ruang VIP nomor dua.


Selain putra penguasa kota, tiga bangsawan yang sebelumnya berurusan dengan Yin Feng di restoran juga ada di sana, dan saat acara lelang berlangsung mereka berada di ruang VIP nomor tujuh.


"Tuan muda, kapan kita akan memulai serangan?"


"Sebentar lagi" jawab putra penguasa kota Zhuang.


Di dalam kamar.


"Kau tunggu di sini, aku akan memancing mereka sampai keluar dari kota" ucap Yin Feng.


"Tidak, ini terlalu berbahaya!"


Yin Feng tersenyum, "bahaya adalah bagian dari hidupku! Ingat, jangan lakukan apapun sebelum mereka semua pergi dari sini." ucapnya, lalu menghilang dari pandangan Lin Yue.


Tidak lama kemudian, Yin Feng muncul lagi di atas atap penginapan tersebut, ia mengedarkan pandangannya seraya mengukur kekuatan semua musuh yang ada di sekitar penginapan.


Yin Feng menyeringai, walaupun jumlah mereka ada puluhan orang, namun kultivasi mereka masih jauh lebih rendah darinya, dan yang paling tinggi hanya di ranah Spirit Langit bintang delapan.


"Kalian mencari ku?"


Mereka semua langsung mengarahkan pandangannya pada Yin Feng, keberadaan Yin Feng benar-benar membuat mereka kaget dan tidak ada yang tahu sudah berapa lama ia di sana.


"Kebetulan sekali kau ada di sini, cepat serahkan semua benda yang kau ambil dari kami!"


"Hahahaha! Apa aku tidak salah dengar? Sejak kapan barang lelang menjadi milik kalian?"


"Cihh... Aku menginginkan semua barang itu, jadi semua itu adalah milikku!" ujar putra penguasa kota.


"Kalau begitu, jika aku menginginkan nyawa kalian, berarti nyawa kalian adalah milikku!" sahut Yin Feng.


"Kau..." putra penguasa kota kehabisan kata-kata, ia benar-benar tidak menyangka jika akan terjebak dalam perangkapnya sendiri.


"Apa lagi yang kalian tunggu, habisi pria sialan itu sekarang juga!"


"Kalian menginginkan semua benda itu bukan? kalau begitu ikuti aku!" ujar Yin Feng, lalu melesat terbang meninggalkan kota Zhuang.


Sementara itu.


Tidak lama setelah para kultivator yang mengelilingi penginapan mengejar Yin Feng, Lin Yue langsung pergi menemui kedua pengawalnya, lalu mengajak mereka menyusul Yin Feng.


"Nona, kita harus meminta bantuan terlebih dahulu" ucap Lin Bai.


"Tidak akan sempat! Jika kita meminta bantuan, sesuatu yang buruk bisa saja terjadi pada Yin Feng!"


"Nona, kami tahu anda khawatir, tapi jumlah mereka terlalu banyak."


"Kalau begitu, kalian pergilah meminta bantuan, aku akan menyusul Yin Feng sendirian!" Lin Yue meninggalkan kedua pengawalnya, lalu bergegas menyusul Yin Feng.


"Jangan diam saja! Jika terjadi sesuatu pada nona, maka nyawa kita akan melayang" ujar Lin Zhan.


Lin Bai mengangguk, lalu keduanya bergegas menyusul Lin Yue yang telah mendahului mereka, karena bagi mereka berdua keselamatan Lin Yue adalah yang terpenting.


"Nona, tunggu kami!"


"Cepatlah! Kita tidak punya waktu untuk bersantai!" ujar Lin Yue, ia nampak sangat mengkhawatirkan Yin Feng.