Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 78. Mendatangi asosiasi.



Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, Yin Feng akhirnya tiba di ibukota kekaisaran Zhong. Ia kemudian menuju ke asosiasi Phoenix Perak untuk menemui Liu Wei.


Namun sayangnya, kedatangan Yin Feng ke sana tidak disambut dengan baik, bahkan para penjaga gedung asosiasi meragukan keaslian mendali emas miliknya.


Karena tidak ingin menimbulkan masalah, Yin Feng memutuskan untuk pergi ke klan Liu, namun langkahnya dihentikan oleh seorang pria yang baru keluar dari gedung asosiasi.


"Boleh aku memeriksa lencana milikmu itu?" tanya pria itu.


"Tentu" jawab Yin Feng singkat, lalu menunjukkan lencana emas miliknya.


Pria itu meraih lencana emas di tangan Yin Feng, kemudian memeriksanya dengan teliti. Setelah beberapa saat, ia mengembalikan lencana itu pada Yin Feng lagi.


"Darimana kau mendapatkan lencana ini?"


"Liu Wei memberikannya padaku" jawab Yin Feng.


"Pengawal, tangkap orang ini!" ujar pria itu.


"Baik!" sahut para pengawal, lalu menghampiri Yin Feng dan meringkusnya.


"Tunggu! Kenapa kau malah menangkap ku?!"


Pria itu kemudian menjelaskan bahwa lencana emas milik Yin Feng memang terbukti keasliannya. Tapi dia tidak percaya bahwa lencana emas itu adalah pemberian Liu Wei.


Menurutnya, Yin Feng mendapatkan lencana itu dari anggota asosiasi yang dibunuhnya, sebab baru-baru ini sangat banyak anggota asosiasi yang diincar oleh kelompok lain.


Yin Feng berusaha untuk menjelaskan bahwa lencana itu ia dapatkan dari Liu Wei, namun pria itu tidak percaya dan masih berpegang teguh dengan pendapatnya sendiri.


"Dengar, lepaskan aku sekarang juga atau..."


"Atau apa? Memangnya apa yang bisa kau lakukan terhadap kami?!" ujar pria itu.


"Jangan lupa! Ini adalah asosiasi Phoenix Perak, asosiasi terbesar di benua Xuanwu. Bahkan kaisar sekalipun tidak berani menyinggung kami!"


"Benarkah? Kalau begitu, coba tunjukkan padaku kekuatan yang kau banggakan itu!"


Woshhh!


Pada awalnya, Yin Feng memang tidak ingin menimbulkan masalah di ibukota kekaisaran Zhong, tapi kesombongan pria itu benar-benar membuatnya tidak bisa menahan emosi.


Yin Feng melepaskan aura membunuhnya. Seketika itu juga, seluruh tempat itu diselimuti oleh aura yang terasa sangat mengerikan dan juga menakutkan.


Dua pengawal yang tengah menahan tangannya terlempar beberapa meter, sementara pria sombong itu langsung berlutut karena tekanan berat yang menimpa tubuhnya.


Wajahnya pucat pasi, keringat dingin mengucur deras membasahi tubuhnya yang tengah gemetar, begitupun dengan air hangat yang mengalir membasahi celananya.


Pada saat yang bersamaan, puluhan kultivator muncul di sana dan mengelilingi Yin Feng, namun mereka tidak bisa melakukan apapun karena aura mengerikan itu.


"Dimana kekuatan yang kau banggakan tadi? Kenapa aku tidak melihat apapun?!"


"Tu-tuan... A-ampuni aku..."


Yin Feng menghampiri pria itu kemudian mencengkeram erat lehernya dengan tangan kirinya, lalu mengangkat tubuh pria itu hingga kakinya tidak lagi menyentuh tanah.


"Hentikan!" ujar seseorang dari kejauhan, lalu melesat menghampiri Yin Feng.


Yin Feng tidak menghiraukan pria itu dan malah mempererat cengkeraman tangannya, sementara pria itu terus meronta-ronta seperti ikan yang membutuhkan air.


Woshh!


Pria yang baru saja tiba melepaskan aura kekuatannya, namun Yin Feng masih diam ditempatnya. Bahkan ia tidak terpengaruh sedikitpun oleh aura yang dilepaskan pria itu.


Pria itu mendengus kesal, kemudian melancarkan serangan pada Yin Feng. Namun, serangannya malah mendarat ditubuh pria dalam cengkeraman tangan Yin Feng.


"Arkhhh!" Pria malang itu muntah darah dan meringis kesakitan.


"Sungguh kejam, padahal dia sedang sekarat tapi kau malah menyiksanya" ucap Yin Feng.


"Jangan memutar balikan fakta!" ujar pria itu.


"Hahahaha!"


Yin Feng tertawa lantang, pada saat yang bersamaan, tatapan matanya berubah menjadi sangat tajam. Kemudian, dia membunuh pria dalam cengkeraman tangannya itu.


Namun sayangnya, setiap serangan yang ia lancarkan tidak pernah berhasil mendarat di tubuh Yin Feng, bahkan ia tidak dapat menyentuh ujung jubah yang dipakai Yin Feng.


"Lemah!" ujar Yin Feng seraya melayangkan pukulannya.


Pukulan yang dilayangkan oleh Yin Feng mendarat tepat di wajah pria itu, sehingga membuatnya terlempar sampai beberapa meter dan menabrak dinding bangunan dibelakangnya.


Yin Feng yang masih belum puas kemudian melesat kearah pria itu. Pada saat yang bersamaan, seorang pria sepuh muncul di hadapan Yin Feng dan menahan pukulannya.


Boom!


Ledakan yang cukup besar terjadi ketika tinju Yin Feng menghantam telapak tangan pria sepuh. Ledakan itu juga membuat bangunan di sekitarnya bergetar.


"Anak muda, aku harap kau mau melepaskannya" ucap pria sepuh itu sembari menyembunyikan tangannya yang gemetar di belakang punggung.


Meski berhasil menahan serangan Yin Feng, namun kekuatan dari pukulan Yin Feng barusan nyaris saja membuat tulang lengan pria sepuh itu patah karena menahannya.


Selain itu, pria sepuh itu juga tidak menyangka bahwa kekuatan Yin Feng berada di atasnya, padahal ia adalah salah seorang kultivator handal yang dimiliki keluarga Liu.


Yin Feng menyeringai, "maaf saja, tapi aku tidak pernah melepaskan mangsaku!"


"Bukankah tujuanmu datang ke sini adalah untuk menemui tuan muda?


"Sebelumnya memang iya, tapi sekarang aku ingin menyelesaikan urusan ini terlebih dahulu!"


"Tapi..."


"Kak Yin!" ujar seorang wanita dari kejauhan, dia adalah Liu Hua.


Yin Feng tidak menanggapi sapaan adik Liu Wei itu, tatapan matanya justru masih tertuju pada pria sebelumnya yang kini tengah bersembunyi di belakang tubuh pria sepuh.


"Kak Yin, ada apa? Siapa yang membuatmu marah?" tanya Liu Hua, sedikit banyaknya ia sudah mengerti bagaimana watak Yin Feng.


"Nona, anggota asosiasi kita tidak sengaja menyinggungnya."


"Tidak sengaja?!" ujar Yin Feng.


"Siapa orangnya?!"


"Nona, a-aku..."


"Pengawal! Tangkap orang ini dan hukum dia dengan seratus kali cambukan!"


Pernyataan Liu Hua membuat pria itu kaget, padahal ia ingin meminta perlindungan dari nona keluarga Liu itu, tapi siapa sangka malah mendapatkan hukuman darinya.


Tapi, yang tidak disadari oleh pria itu adalah, Liu Hua sebenarnya berusaha menyelamatkan nyawanya dari sosok Yin Feng yang tidak kenal ampun pada musuh-musuhnya.


"Kalian semua yang ada di sini, dengarkan perkataan ku! Dia adalah kakakku, siapapun yang berani mengusiknya akan berurusan denganku!"


Setelah itu, Liu Hua meraih tangan Yin Feng dan menariknya meninggalkan tempat itu. "Kak Yin, kapan kakak sampai di ibukota?"


"Baru saja" jawab Yin Feng singkat.


"Karena kakak sudah disini, bagaimana kalau kita jalan-jalan?"


"Hua'er, aku sangat lelah."


"Bagaimana kalau ke kediaman klan Liu? Di sana kakak bisa beristirahat dengan tenang."


"Baiklah, lagipula aku ingin menemui kakakmu."


"Hanya kakakku saja?"


"Hahh..." Yin Feng menghela napas panjang, lalu menunjukkan senyuman terbaiknya, "tentu tidak, karena aku juga ingin menemui Xiao Long dan adiknya."


"Bagaimana denganku?"


"Bukankah kau sudah bersamaku sekarang?"


"Itu artinya, jika aku tidak muncul, kakak tidak akan pernah menemui ku, bukan?!"


"Hahaha!" Yin Feng tertawa lepas melihat ekspresi wajah Liu Hua. "Tentu aku juga ingin menemui mu."