
Beberapa hari kemudian.
"Senior, hasil buruan kita kali ini lumayan banyak."
"Benar! Tapi akan lebih banyak lagi jika kita berburu di hutan belantara, tapi sayangnya kita tidak diizinkan mendekati tempat itu."
"Apakah ini berhubungan dengan acara perburuan waktu itu?"
Pemuda yang dipanggil senior itu mengangguk pelan, "tapi kita beruntung karena mendapatkan banyak sumber daya dari sekte Teratai Giok."
"Oh, jadi kalian juga mengosongkan gudang sekte, pantas saja aku tidak menemukan apapun lagi di sana."
Para pemuda itu tersentak dan langsung waspada, mereka mengedarkan pandangannya ke sekitar untuk mencari sosok misterius yang baru saja berbicara dengan mereka semua.
"Siapa kau?!"
Seorang pria bertopeng yang tidak lain adalah Yin Feng keluar dari balik pepohonan, "kalian tidak perlu tahu siapa diriku, yang jelas kalian semua akan mati!"
"Cihh... Jangan terlalu sombong atau kau akan berakhir seperti ketua sekte Teratai Giok!"
Yin Feng menghilang dari pandangan dan sesaat kemudian, Yin Feng muncul tepat di depan pemuda yang menghina gurunya, kemudian meraih dan mencengkeram erat leher pemuda tersebut.
"Keparat! Siapa yang mengizinkan mu untuk bicara seperti itu!" ujar Yin Feng, lalu mematahkan leher pemuda tersebut.
Setelahnya, Yin Feng melempar tubuh pemuda itu ke udara, lalu ia melompat mengikuti tubuh pemuda tersebut, kemudian memenggal leher dan memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian.
Teman-teman pemuda itu hanya bisa diam membisu, wajah mereka nampak pucat, tubuh mereka gemetar ketakutan karena belum pernah menyaksikan kengerian seperti yang dilakukan Yin Feng sebelumnya.
"La-lari!" ujar salah seorang dari mereka.
"Apa kalian pikir bisa pergi begitu saja?!"
Yin Feng melesat dengan kecepatan tinggi, lalu membunuh para murid sekte Gunung Giok dengan cara yang sangat kejam, bahkan tidak seorangpun dari mereka yang berhasil lolos darinya.
"Hari ini sembilan murid, setelah itu seluruh sekte Gunung Giok!" gumam Yin Feng.
Setelah itu, Yin Feng pergi meninggalkan tempat tersebut, lalu melanjutkan perjalanannya menyusuri hutan yang jaraknya cukup jauh dari sekte Gunung Giok.
Dalam beberapa hari terakhir, Yin Feng memang sering menyusuri hutan dan mendatangi kota-kota di dekat sekte Gunung Giok, tujuannya adalah untuk memburu murid sekte tersebut.
Sejak pertamakali melakukan perburuan, terhitung sudah lebih dari seratus murid yang berhasil dibunuh oleh Yin Feng, dan jumlah itu akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Dan bila Yin Feng terus melakukan perburuannya setiap hari, maka bukan tidak mungkin lagi baginya untuk bisa mengurangi jumlah mereka dengan signifikan.
Tapi tentunya, hal itu sangat sulit untuk dilakukan dan butuh waktu yang lama. Selain itu, pihak sekte pastinya akan curiga jika jumlah murid mereka sudah banyak berkurang.
Namun, sebelum mereka menyadari tindakannya, Yin Feng tidak akan pernah berhenti memburu dan membunuh semua murid sekte Gunung Giok yang ditemuinya.
"Hari ini cukup sampai di sini saja, situasinya sedikit tidak mendukung untuk melakukan perburuan."
Setelah membunuh beberapa murid sekte Gunung Giok yang ditemuinya, Yin Feng memutuskan untuk beristirahat sejenak, karena cuaca sedang tidak mendukung untuk melakukan perburuan.
Bagi seorang kultivator, hujan bukanlah sebuah halangan yang berarti, namun masalahnya adalah, Yin Feng akan kesulitan untuk menemukan mangsanya saat sedang hujan.
Tujuan para murid datang ke hutan adalah untuk memburu hewan spiritual, namun jika sedang hujan seperti saat ini, mereka lebih memilih untuk berdiam diri di kediamannya.
Alasannya, karena saat sedang hujan, tidak ada hewan spiritual yang berkeliaran di hutan, dan mencari persembunyian mereka saat hujan juga tidak mudah dilakukan.
***
Hujan akhirnya berhenti setelah mengguyur wilayah kekaisaran Bei selama seharian penuh, pada saat yang sama, Yin Feng juga telah menyelesaikan meditasinya.
Meski hujan sudah reda, namun Yin Feng masih harus menunggu beberapa hari lagi untuk melanjutkan perburuannya, karena para murid sekte Gunung Giok masih belum keluar.
Di sisi lain.
"Kalian tunggu di sini, aku akan memeriksa gua ini terlebih dahulu" ucap salah seorang pemuda, kemudian masuk ke dalam gua.
Pada awalnya, pemuda itu berpikir tidak ada siapapun di dalam gua tersebut, namun setelah tiba di bagian terdalam, ia bertemu dengan pria bertopeng yang sedang bermeditasi.
Pria bertopeng yang dilihat oleh pemuda itu tidak lain adalah Yin Feng yang sedang berpura-pura bermeditasi.
"Sayang sekali, padahal aku berharap mereka adalah murid sekte Gunung Giok" ucap Yin Feng dalam hatinya.
"Siapa kau?"
"Namaku Liu Wei. Maaf jika kehadiranku mengganggu tuan" jawab pemuda itu dengan sopan.
"Tidak apa-apa, aku juga tidak merasa terganggu" sahut Yin Feng.
"Terima kasih, tuan. Jika diizinkan aku dan teman-temanku ingin beristirahat di sini."
Yin Feng mengangguk pelan, "silahkan saja, lagipula gua ini bukan milikku."
"Terima kasih, tuan. Aku akan memanggil teman-temanku."
Setelah itu, Liu Wei keluar untuk memanggil temannya, tidak lama berselang, ia masuk lagi bersama tiga orang temannya dua diantaranya adalah wanita.
"Dia kenapa?" tanya Yin Feng.
"Dia terkena racun Python pelahap jiwa."
Liu Wei kemudian menjelaskan jika sebelumnya mereka sempat berteduh di dalam sebuah gua, namun tidak ada yang menyangka bahwa gua itu adalah sarang Python pelahap jiwa.
Karena situasi yang mendesak, mereka terpaksa bertarung dengan ular tersebut, namun sayangnya, mereka bukanlah tandingannya dan menyebabkan teman mereka terluka.
"Kami beruntung karena berhasil meninggalkan gua itu, jika tidak kami semua pasti sudah mati."
"Boleh ku periksa?" tanya Yin Feng menghampiri gadis yang sedang terluka.
"Apakah tuan seorang tabib?"
Yin Feng menggeleng pelan, "bukan, aku hanya sedikit memahami ilmu pengobatan."
Setelah memeriksa kondisi gadis itu, Yin Feng kemudian mengeluarkan bola api hijau di telapak tangannya, lalu menggunakannya untuk menghilangkan racun di tubuh gadis itu.
Api hijau memang memiliki kekuatan penghancur yang sangat dahsyat, namun di sisi lain, api hijau juga bisa menyembuhkan luka karena mengandung energi kehidupan.
Benar saja, hanya dalam hitungan detik, luka yang dialami oleh gadis itu langsung sembuh, bahkan racun python pelahap jiwa yang telah masuk ke tubuhnya juga langsung menghilang.
Liu Wei dan teman-temannya nampak tercengang, bahkan tidak pernah menyangka jika api hijau yang dikeluarkan Yin Feng mampu menyembuhkan luka.
"Tuan, terima kasih banyak, jika bukan karena bantuan anda, temanku mungkin tidak akan tertolong."
"Tuan, jika anda berkenan, datanglah ke Asosiasi Phoenix Perak di ibukota, kami akan memberikan hadiah yang layak untuk tuan" ucap Liu Wei.
"Jadi, kalian ini anggota Asosiasi Phoenix Perak?" tanya Yin Feng.
"Benar, tuan!"
"Baiklah, tapi aku tidak bisa datang ke sana, lagipula membantu orang lain adalah perbuatan baik yang tidak memerlukan balasan" sahut Yin Feng.
"Meski begitu, kami akan tetap membalas kebaikan tuan, jadi aku harap tuan berkenan datang ke Asosiasi."
Pada awalnya, Yin Feng menolak tawaran Liu Wei dan teman-temannya, namun karena mereka terus memaksanya, Yin Feng akhirnya menerima tawaran tersebut.