Phoenix Emperor

Phoenix Emperor
Chap 55. Misteri apa lagi ini?



Keesokan harinya.


"Cari dan temukan orang itu!"


Raja kota benar-benar murka setelah mendengar kabar tentang kematian putranya, ia kemudian memerintahkan seluruh pasukan untuk mencari orang yang membunuh putranya.


Seisi kota menjadi gempar, para prajurit menyebar ke seluruh penjuru kota, mereka menangkap siapapun yang terlihat mencurigakan, lalu membawanya ke istana.


"Tunjukkan identitasmu!" ujar prajurit yang berusaha menangkap Yin Feng.


"Buka matamu baik-baik dan lihat ini!" Yin Feng menunjukkan lencana emas Asosiasi Phoenix Perak.


"Ini... Tuan, maafkan kami karena telah mengganggu waktu istirahat anda."


Meskipun Yin Feng adalah pendatang dan orang asing di kota Zhuang, namun berkat lencana emas Asosiasi Phoenix Perak, tidak ada seorangpun yang berani mencurigainya.


Hal ini jugalah yang membuat Yin Feng tidak merasa ragu saat membunuh putra penguasa kota, karena di kekaisaran Zhong ini tidak ada yang mau berurusan dengan Asosiasi Phoenix Perak.


Setelah para prajurit itu pergi, Yin Feng kemudian menuju ke kamar Lin Yue dan kedua pengawalnya, ia sedikit khawatir pada mereka bertiga karena bukan anggota asosiasi.


"Tuan Yin, syukurlah anda tidak di tangkap" ucap Lin Zhan.


"Siapa yang berani menangkap anggota penting asosiasi Phoenix Perak?" sahut Lin Yue, entah kenapa sikapnya tiba-tiba berubah pada Yin Feng.


"Dia benar! Selama aku memiliki lencana asosiasi, aku tidak akan dicurigai."


"Tuan Yin, kemana tujuanmu setelah ini?" tanya Lin Bai.


"Entahlah, aku belum memikirkan tujuan selanjutnya."


Tujuan utama Yin Feng datang ke kekaisaran Zhong adalah untuk menemukan peninggalan ibunya, hanya saja Yin Feng masih tidak tahu pasti dimana peninggalan itu berada.


Karena itulah, Yin Feng berencana untuk mengelilingi kekaisaran Zhong, meski akan memakan waktu, tapi hanya itu satu-satunya cara yang bisa ia lakukan untuk menemukan peninggalan ibunya.


"Bagaimana jika tuan ikut kami ke ibukota? Aku jamin tuan akan disambut dengan hangat di keluarga Lin" ucap Lin Zhan.


Yin Feng mengarahkan pandangannya pada Lin Yue, lalu menggeleng pelan. "Maaf, mungkin lain kali saja" ucapnya.


"Sayang sekali."


"Sudahlah, jangan memaksa jika dia tidak mau!" ujar Lin Yue.


"Baiklah, aku di sini untuk berpamitan dengan kalian, setelah ini mungkin akan sulit bagi kita untuk bertemu lagi."


"Tuan Yin, jika ada kesempatan datanglah ke klan Lin di ibukota, kami pasti akan menyambut mu dengan baik!"


"Tentu, kalau begitu aku pergi dulu" sahut Yin Feng, lalu menghilang dari pandangan mereka.


"Pemuda sialan! Dia bahkan tidak mengatakan apapun padaku!"


Kekesalan Lin Yue semakin bertambah, ia sebenarnya sengaja bersikap dingin, agar Yin Feng menyadari kesalahannya lalu meminta maaf, namun yang terjadi malah tidak sesuai perkiraan.


Dan jangankan menghampiri atau meminta maaf padanya, Yin Feng bahkan tidak mengatakan apapun dan langsung pergi begitu saja meninggalkan penginapan.


"Nona, ada apa denganmu?"


"Lupakan saja!" ujar Lin Yue, lalu meninggalkan kedua bawahannya.


"Lin Bai, apa kau tahu apa yang terjadi pada nona?" tanya Lin Zhan.


"Entahlah, perjaka tua seperti kita mana mengerti perasaan wanita" jawab Lin Bai.


"Kau benar... Tunggu! Siapa yang kau sebut perjaka tua?!"


"Bukankah di sini hanya ada kita berdua?"


Lin Bai tersenyum, lalu merangkul pundak sahabatnya itu, "akui saja, kita berdua ini adalah perjaka tua karena belum menikah di usia ini."


"Cihh... Jangan samakan aku denganmu!"


***


Hari-hari kembali berlalu, setelah meninggalkan kota Zhuang, Yin Feng kini berada di kedalaman hutan yang sangat luas, tujuannya di sana untuk meningkatkan kultivasi.


Dengan sumber daya yang ia dapatkan dari pelelangan, Yin Feng sangat yakin kultivasinya akan menembus ranah lagi, karena itulah ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada.


"Sepertinya tempat ini cukup aman."


Setelah mencari selama beberapa menit, Yin Feng menemukan sebuah air terjun yang cukup tinggi, dan tempat yang ia maksud adalah gua yang tersembunyi dibalik air terjun itu.


Yin Feng melepaskan kesadaran spiritualnya untuk memeriksa keadaan di dalam gua dan sekitarnya, setelah tidak menemukan apapun, Yin Feng kemudian masuk ke dalam gua tersebut.


Setibanya di dalam dua, Yin Feng kemudian mengeluarkan gulungan yang ia dapatkan dari pelelangan sebelumnya, lalu membukanya dan membaca isi gulungan itu.


"Isinya memang merupakan teknik pedang, tapi ada yang aneh" gumam Yin Feng.


Tulisan yang tertera dalam gulungan merah itu memang menerangkan tentang teknik pedang, namun jika dilihat dengan lebih teliti, penjelasan itu justru terlihat seperti sebuah mantra formasi.


Yin Feng mengamati setiap kata dalam gulungan itu dengan seksama, setelah beberapa menit, ia akhirnya menemukan dua kata yang berbunyi "Tranformasi Jiwa."


Selain itu, Yin Feng juga berhasil menemukan kunci untuk membuka segel formasi pada gulungan itu, dan ternyata cara membukanya jauh lebih mudah daripada menemukannya.


"Baiklah, mari kita lihat apa yang tersegel dalam gulungan ini."


Yin Feng kemudian melukai ujung telunjuknya, lalu membuat lingkaran formasi pada gulungan itu dengan darahnya, setelah itu ia membentuk segel dengan kedua tangannya.


"Buka!" ujar Yin Feng.


Lingkaran formasi yang terbuat dari darah itu memancarkan cahaya terang, bahkan memaksa Yin Feng menutup matanya karena tidak sanggup melihat cahaya terang itu.


Pada saat yang bersamaan, dari lingkaran formasi itu muncul bola energi sebesar ujung telunjuk, kemudian bola energi itu melayang masuk ke dalam dahi Yin Feng.


Seketika itu juga, kesadaran Yin Feng di bawa ke tempat yang berbeda, di tempat itu Yin Feng bertemu dengan seekor burung Phoenix yang memiliki bulu berwarna hijau.


"Aneh, kenapa Phoenix ini terasa tidak asing?" gumam Yin Feng sembari mendekati Phoenix hijau itu secara perlahan.


Ketika berada tepat di depannya, Yin Feng memberanikan diri untuk menyentuhnya. Di sisi lain, Phoenix itu juga mendekatkan kepalanya seakan ingin disentuh oleh Yin Feng.


"Siapa kau sebenarnya? Kenapa aku merasa sangat mengenalmu?"


"Suatu saat nanti kau akan mengetahui semuanya."


Yin Feng tersentak kaget dan langsung mengedarkan pandangannya ke sekitar, namun ia tidak menemukan siapapun selain dirinya dan Phoenix hijau itu di sana.


"Siapa kau? Kenapa kau bisa masuk ke sini?!"


"Yin Feng, jika kau ingin mengetahui semuanya, kau harus menguasai wujud tranformasi jiwa."


"Bagaimana caranya?"


"Lihatlah ke dalam dirimu, Yin Feng. Di sana kau akan menemukan jawaban dari pertanyaan mu itu."


"Apa maksudmu?!"


"Maaf aku tidak punya waktu untuk menjelaskan, karena waktuku hanya sebentar" jawab sosok misterius itu.


Pada saat yang bersamaan, Phoenix hijau di dekatnya tiba-tiba menghilang secara perlahan, lalu kesadaran Yin Feng seperti ditarik oleh sesuatu hingga kembali ke tubuhnya.


"Misteri apa lagi ini? Siapa orang itu sebenarnya?"