
Setelah mendengar penjelasan dari para penjaga, Yin Feng kini mengetahui bahwa dirinya tidak berada di benua Xuanwu, melainkan di benua lain yang bernama benua Xianren.
Meski tidak mengetahui dimana letak benua Xianren, namun Yin Feng tidak terlalu mempermasalahkannya, karena ia masih bisa menemukan jalan untuk kembali ke benua Xuanwu.
Tapi untuk saat ini, Yin Feng masih ingin menyusuri benua Xianren, terlebih lagi saat ini adalah kesempatan terbaik baginya untuk menambah pengetahuan dan pengalaman baru.
"Terima kasih karena sudah membantuku, aku akan memberikan sedikit hadiah pada kalian."
Yin Feng kemudian mengeluarkan beberapa koin platinum dari cincin ruang miliknya, lalu ia membagikan dua koin platinum itu pada masing-masing penjaga gerbang kota Perak.
Para prajurit itu merasa sangat senang, bagaimana tidak? Jumlah uang yang diberikan oleh Yin Feng jauh lebih besar daripada gaji yang mereka dapatkan selama satu tahun.
Selain itu, sikap mereka yang semula dingin juga langsung berubah, bahkan mereka sampai membungkukkan badannya sebagai tanda terima kasih dan hormat pada Yin Feng.
"Tuan muda, jika anda membutuhkan sesuatu, jangan segan-segan untuk menemui kami disini" ucap salah seorang prajurit.
"Benar! Selagi kami bisa membantu, apapun masalah yang tuan muda alami, kami pasti akan memberikan bantuan" imbuh yang lain.
Yin Feng hanya tersenyum dan mengangguk pelan, meskipun dirinya tidak membutuhkan bantuan dari mereka, namun Yin Feng sangat menghargainya.
Setelah itu, Yin Feng melanjutkan langkah kakinya dan memasuki kota. Salah seorang prajurit sempat menawarkan diri untuk memandunya, namun Yin Feng menolak.
"Aku butuh informasi yang lebih rinci lagi" gumam Yin Feng seraya menatap kearah sebuah restoran di depannya.
Tidak peduli di benua mana dan di kekaisaran mana ia berada saat ini, restoran masihlah menjadi tempat terbaik untuk mendapatkan informasi secara gratis.
Akan tetapi, setelah berada di sana selama satu jam lebih, Yin Feng justru tidak mendapatkan informasi apapun yang menurutnya berharga dan bisa berguna untuknya.
Semua informasi yang ia dapatkan dari para pelanggan hanyalah informasi umum yang bisa didapatkan di manapun, bahkan sangat tidak cocok disebut sebagai informasi.
"Sebaiknya aku pergi ke tempat lain." Yin Feng berdiri dari tempat duduknya, lalu menghampiri meja kasir untuk membayar pesanannya.
"Tuan, apakah anda membutuhkan informasi?"
Yin Feng mengarahkan tatapan tajam pada wanita yang duduk dibelakang meja kasir, "bagaimana kau bisa mengetahuinya?"
Wanita itu tersenyum, lalu menjelaskan bahwa dirinya mengetahui hal itu dari gerak-gerik Yin Feng, dan hanya orang yang menginginkan informasi yang bisa berlama-lama di restoran.
"Baiklah, aku memang membutuhkan beberapa informasi, apa kau memilikinya?" tanya Yin Feng.
"Tuan bisa datang ke lantai tiga, kami telah menyediakan tempat khusus untuk orang-orang seperti anda" jawab wanita itu.
Wanita itu kemudian memanggil salah seorang temannya, lalu meminta temannya itu untuk membawa Yin Feng ke lantai tiga, tepatnya di ruangan khusus yang ada di sana.
Sesampainya di lantai tiga, pelayan yang mengantarnya lalu mengarahkan Yin Feng ke sebuah ruangan, setelah itu, pelayan tersebut meninggalkan Yin Feng untuk kembali bekerja.
"Semoga saja mereka memiliki apa yang kuinginkan" gumam Yin Feng, lalu membuka pintu ruangan itu.
Ruangan yang dimasuki Yin Feng terlihat cukup luas dan tertata dengan rapi, di dindingnya terdapat banyak lukisan indah yang menyejukkan mata siapapun saat memandangnya.
Meski ruangan itu terlihat sangat indah, namun tidak mampu menipu mata Yin Feng, karena saat memasuki ruangan itu Yin Feng merasakan aura membunuh yang sangat pekat.
Akan tetapi, Yin Feng tidak menunjukkan reaksi apapun, seolah-olah ia tidak merasakan ataupun mengetahui rahasia yang disimpan oleh pemilik ruangan khusus tersebut.
Yin Feng mengangguk, lalu duduk di kursi di depannya, "beri aku beberapa informasi yang berguna."
Wanita cantik itu berdiri dari tempat duduknya, kemudian menghampiri Yin Feng dan duduk di pangkuannya seraya membelai wajah Yin Feng dengan jemari lentiknya.
"Namaku Hui Mei, sebelum aku memberikan informasi, bagaimana kalau kita bersenang-senang terlebih dahulu?"
Hui Mei berbisik ditelinga Yin Feng, pupil matanya memancarkan cahaya kemerahan, pada saat yang bersamaan, dari tubuhnya terpancar aura yang mulai menyelimuti Yin Feng.
"Hahh"
Yin Feng menghela napas panjang, lalu melepaskan aura membunuhnya. Seketika itu juga, Hui Mei langsung terpental hingga menabrak dinding ruangan dengan keras.
Hui Mei memuntahkan seteguk darah segar akibat luka dalam yang dialaminya, tidak hanya itu saja, aura membunuh yang dilepaskan Yin Feng juga membuat Hui Mei merasakan kengerian.
Saat Hui Mei mencoba untuk bangkit, Yin Feng tiba-tiba saja muncul di depannya dan langsung mencengkeram lehernya, lalu mengangkat Hui Mei hingga kakinya tidak lagi menyentuh lantai.
"Dimata orang lain, kau memang terlihat cantik dan menawan, tapi di mataku, kau tidak lebih dari siluman menjijikkan!"
"A-ampuni aku, tu-tuan" ucap Hui Mei terbata-bata.
Tidak lama berselang, belasan gadis cantik lainnya muncul di ruangan itu, di kedua tangan mereka terdapat belati yang telah disiapkan untuk merenggut nyawa Yin Feng.
Akan tetapi, mereka semua hanya berdiam diri dan tanpa bisa melakukan apapun, karena saat ini nyawa pemimpin mereka berada dalam genggaman tangan Yin Feng.
"Jika ingin tawar-menawar, kau harus memberikan harga yang pantas!" ujar Yin Feng.
"A-aku akan mengabulkan apapun yang tuan inginkan dan aku rela menjadi budak mu, tuan."
Pada saat yang hampir bersamaan, belasan wanita cantik lainnya bersiap untuk menyerang Yin Feng, namun tindakan mereka langsung dihentikan oleh Hui Mei.
Meskipun jumlah mereka lebih banyak, namun Hui Mei menyadari bahwa mereka semua bukanlah tandingan Yin Feng, dan jika mau, Yin Feng bisa membunuh mereka semua dengan mudah.
"Aku hanya menginginkan informasi!" ujar Yin Feng.
"Ba-baik, tuan!"
Hui Mei kemudian meminta semua bawahannya untuk meninggalkan ruangan tersebut, ia juga meyakinkan mereka semua bahwa dirinya akan baik-baik saja.
Setelah semua bawahannya keluar, Hui Mei kemudian memikirkan informasi yang mungkin berguna bagi Yin Feng, karena jika informasi itu tidak berguna maka nyawanya akan melayang.
"Tuan, boleh aku mengetahui informasi apa yang anda inginkan?" tanya Hui Mei.
"Keluarkan semua informasi yang kau ketahui, aku akan memilih sendiri mana yang berguna untukku."
"Ba-baik, tuan."
Meski permintaan Yin Feng sangat berlebihan dan bisa membuatnya rugi, namun Hui Mei tidak punya pilihan lain selain menurutinya, sebab ia tidak ingin mati terlalu cepat.
Hui Mei kemudian menghampiri Yin Feng, lalu memaparkan semua informasi yang telah ia dan bawahannya kumpulkan selama beberapa bulan terakhir pada Yin Feng.
"Baiklah, kali ini aku akan mengampuni dirimu dan aku harap, saat aku datang lagi nanti kau sudah memiliki informasi yang lebih berharga untukku!"