
Liu Han kemudian menjelaskan bahwa bunga teratai itu adalah sumber daya yang sangat langka, karena bunga teratai tidak bisa ditemukan dimanapun di daratan Xuanwu ini.
Liu Han juga menjelaskan bahwa bunga teratai itu hanya ada di benua Langit, ia mendapatkannya dari tetua agung keluarga Liu yang baru saja kembali dari benua tersebut.
Semua orang yang ada di ruangan itu tentu saja percaya pada penjelasan Liu Han, karena selama hidup mereka, mereka belum pernah melihat bunga teratai seperti itu sebelumnya.
"Tuan Yin, apakah tuan mengetahui tentang sumber daya ini?" tanya Lin Yue.
"Tentu saja! Dan bagaimanapun caranya, aku harus mendapatkannya!" jawab Yin Feng
"Tapi, sumber daya ini sepertinya sangat mahal" sahut Lin Zhan.
"Aku tidak peduli!" ujar Yin Feng.
Bagi orang lain, bunga teratai Api dan Es mungkin hanya sekedar sumber daya yang sangat langka, namun bagi Yin Feng, bunga itu adalah sumber daya yang sangat-sangat berharga.
Dengan adanya bunga teratai Api dan Es itu, Yin Feng tidak hanya bisa meningkatkan kultivasinya saja, tapi juga akan meningkat penguasaannya terhadap kekuatan api hijau.
"Harga untuk sumber daya ini adalah 100.000 keping emas" ucap Liu Han.
"110.000!"
Suasana sempat hening selama beberapa saat, karena semua orang sedikit kaget ketika mendengar harga yang disebutkan oleh Liu Han, tapi kemudian keheningan itu langsung pecah.
"112.000"
"115.000"
"117.000"
Para peserta di ruang VIP mulai berlomba dan saling menawarkan harga tertinggi, hanya dalam hitungan detik, harga untuk bunga teratai itu telah mencapai angka 200 ribu keping emas.
Sedangkan Yin Feng, ia masih diam sembari mendengarkan pertarungan peserta lain, karena ia ingin menunggu saat yang tepat untuk memberikan penawaran.
"300.000! Ini adalah harga tertinggi yang bisa ku tawarkan!" ujar peserta di ruang VIP nomor empat.
"Sayang sekali, kalau begitu kau harus pulang dengan tangan kosong!" sahut peserta nomor dua.
"500.000!" lanjutnya.
"Bagaimana? Apakah ada yang bisa menandingi ku sekarang?!"
"10.000" ujar Yin Feng.
"Hahahaha! Apa kau tuli? Tidak bisakah kau mendengar harga yang ku tawarkan?!"
"Sial! Jika tidak memiliki uang, sebaiknya jangan menawar!"
"Tidak tahu diri, bahkan harga yang dia tawarkan jauh lebih rendah dari harga aslinya!"
"Tuan, aku tidak bermaksud untuk menyinggung mu, tapi harga awalnya adalah..."
"10 ribu, koin platinum!" ujar Yin Feng memotong ucapan Liu Han.
Bagaikan petir yang menyambar di siang bolong, ucapan Yin Feng tidak hanya berhasil mengejutkan semua orang yang ada di sana, tapi juga membungkam mulut mereka semua.
Bagaimana tidak? Harga yang ditawarkan oleh Yin Feng benar-benar sangat fantastis, karena 10 ribu keping koin platinum sama saja dengan satu juta keping koin emas.
Dengan uang sebanyak itu, seorang rakyat jelata pasti akan hidup dalam kemewahan dan bergelimang harta, bahkan kekayaannya tidak akan habis sampai beberapa keturunan.
Lin Yue dan kedua pengawalnya pun tidak kalah kaget, bahkan mereka yang berasal dari ibukota kekaisaran, tidak akan mampu mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk satu benda.
"Tu-tuan, apa anda serius?" tanya Liu Han terbata-bata, dan entah kenapa tubuhnya tiba-tiba bergetar setelah mendengar ucapan Yin Feng.
"Aku sangat serius! Jika diantara kalian ada yang bisa menawar lebih tinggi lagi, aku juga tidak akan segan untuk meningkatkan harganya sampai 10 kali lipat."
Lagi dan lagi, Yin Feng berhasil membuat mereka terkejut untuk yang kesekian kalinya, jika 1 juta keping koin emas sudah sangat banyak, lalu akan sebanyak apa jika dilipat gandakan sebanyak 10 kali?
"Sial! Dia benar-benar sombong!"
"Memangnya ada orang di dunia ini yang memiliki uang sebanyak itu?"
"Bahkan kaisar sekalipun akan berpikir dua kali sebelum mengatakannya!"
Bagi sebagian orang, ucapan Yin Feng terdengar seperti terlalu dilebih-lebihkan, tapi yang tidak mereka ketahui adalah, Yin Feng memiliki harta yang jauh lebih banyak dari yang mereka bayangkan.
Enam belas tahun yang lalu, Yin Feng memang tidak memiliki apapun, namun keadaannya berubah total setahun yang lalu, tepatnya saat Yin Feng menemukan cincin ruang peninggalan ibunya.
Di dalam cincin ruang peninggalan mendiang ibunya, terdapat tiga tumpukan koin yang menggunung, yaitu tumpukan koin perak, koin emas dan tumpukan koin platinum.
"Ba-baiklah, kalau begitu teratai ini resmi menjadi milik anda, tuan" ucap Liu Han.
Setelah Liu Han mengumumkan bahwa teratai Api dan Es menjadi milik Yin Feng, acara lelang itupun akhirnya selesai, dan para peserta lelang mulai meninggalkan ruangan tersebut.
Sedangkan mereka yang mendapatkan barang lelang, diarahkan menuju ke ruangan khusus, agar mereka bisa mengambil dan membayar barang yang mereka dapatkan.
"Tuan muda, anda sedang ditunggu di ruangan pemimpin" ucap seorang pelayan menghampiri Yin Feng.
"Baiklah, tolong antar kami ke sana."
Pelayan itu mengangguk, kemudian mengajak Yin Feng, Lin Yue dan kedua pengawalnya menuju ke ruangan Liu Han yang ada di lantai empat gedung Asosiasi Phoenix Perak.
"Selamat datang, tuan muda. Maaf karena aku tidak menyambut kedatangan anda sebelumnya" ucap Liu Han.
Sebelumnya, Liu Han mendapatkan laporan mengenai kedatangan anggota asosiasi yang memiliki lencana emas, namun karena sedang sibuk, ia tidak sempat menemuinya secara langsung.
Ketika acara dimulai, Liu Han sempat menanyakan keberadaan Yin Feng pada salah seorang pelayan, namun sayangnya pelayan itu tidak mengetahui keberadaan Yin Feng.
"Tidak apa-apa, lagipula akan sangat merepotkan bila kau datang untuk menyambut ku."
"Tuan Liu, apa anda mengenal tuan Yin?" tanya Lin Yue.
Liu Han menggeleng pelan, "aku baru pertamakali bertemu dengannya, tapi dia adalah anggota asosiasi yang memiliki lencana emas."
"Apa?!"
"Tuan Yin, aku tahu identitas mu tidak biasa, tapi tidak pernah menyangka jika kau adalah anggota penting asosiasi ini" ucap Lin Bai.
"Maaf karena tidak memberitahu kalian sebelumnya" ucap Yin Feng.
"Tidak apa-apa, kami dapat memakluminya."
Lin Yue dan kedua pengawalnya tidak mempermasalahkan hal itu, karena mereka mengetahui betapa berbahayanya jika orang lain mengetahui tentang identitas Yin Feng.
Selain itu, mereka bertiga juga berjanji tidak akan mengungkapkan identitas Yin Feng kepada orang lain, terutama Lin Yue yang telah menerima bantuan Yin Feng sebelumnya.
"Tuan muda..."
"Cukup Yin Feng saja."
Liu Han tersenyum dan mengangguk pelan, "Yin Feng, apa kau bersedia menginap di sini malam ini?"
"Maaf, tapi aku sudah memesan kamar di penginapan."
"Kalau begitu, aku akan memerintahkan para penjaga untuk membatalkan pesanan mu."
"Tidak perlu, aku tidak ingin merepotkan kalian."
"Yin Feng, aku melakukan hal ini demi keselamatanmu" ucap Liu Han.
"Aku tahu itu, tapi kau tidak usah khawatir, aku pasti akan baik-baik saja" sahut Yin Feng.