
"Kekuatan hewan spiritual ini hampir mendekati tingkat raja, kita tidak mungkin bisa melawannya!"
Qian Zhou terlihat sangat panik setelah menyadari kekuatan singa api, ia juga merasa kesal pada Yin Feng dan yang lainnya karena telah menempatkan dirinya dalam situasi berbahaya.
"Ketua! Sebaiknya kita pergi dari sini!" ujar Ye Han.
Yin Feng tersenyum dan menggeleng pelan, "aku akan melanjutkan pertarungan ini sampai selesai!"
Karena sudah terlanjur, Yin Feng berniat untuk menyelesaikan pertarungan tersebut, selain itu, Yin Feng tidak ingin menjadi seorang pengecut yang hanya bisa melarikan diri dari masalah.
"Tapi melawannya terlalu berbahaya!"
"Tenang saja, aku pasti akan membunuhnya!"
Yin Feng kemudian melepaskan aura kekuatannya dan seketika itu juga, tubuh singa api langsung bergetar ketika merasakan aura yang terpancar dari tubuh Yin Feng.
Tidak hanya itu saja, aura kekuatan yang dilepaskan oleh Yin Feng juga mampu menekan aura singa api. Selain itu, aura Yin Feng juga menghilangkan hawa panas yang berasal dari aura singa api.
"Mari kita mulai!"
Yin Feng tiba-tiba menghilang dari pandangan dan sesaat setelah itu, Yin Feng muncul lagi di hadapan singa api, kemudian melancarkan serangan dengan belati peraknya.
Akan tetapi, serangan Yin Feng berhasil dihindari oleh singa emas, bahkan singa api juga melakukan serangan balasan, namun serangannya pun berhasil ditahan oleh Yin Feng.
Dhuaaar!
Ledakan besar terjadi ketika serangan keduanya beradu, gelombang kejut yang tercipta dari ledakan itu membuat keduanya terdorong mundur sampai beberapa meter.
Yin Feng tersenyum, meski kekuatan singa api tidak sebanding dengan naga penjaga gunung, namun bertarung melawannya memberikan rasa kepuasan tersendiri dalam dirinya.
"Kita sudahi saja main-mainnya!" Yin Feng melapisi belati perak dengan energi spiritual-nya, kemudian melesat maju dengan kecepatan maksimal.
Singa api tidak ingin ketinggalan, ia juga melesat maju mendekati Yin Feng dengan kecepatan maksimalnya, pada saat yang bersamaan, ia menembakkan beberapa bola api dari mulutnya.
Slash!
Slash!
Yin Feng tidak berniat menghindari serangan itu sedikitpun dan dengan menggunakan belati perak, Yin Feng membelah semua bola api yang ditembakkan kearahnya.
Setelah itu, Yin Feng melancarkan serangannya, seketika itu juga bilah energi yang cukup besar tercipta dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi kearah singa api.
Sama halnya dengan Yin Feng, singa api juga tidak menghindari serangan yang diarahkan pada-nya, ia justru melancarkan serangan balasan dengan mengayunkan cakarnya.
Dhuaaar!
Ledakan besar terjadi lagi ketika serangan keduanya beradu di udara, energi spiritual yang sangat padat meluap dan menyebabkan terjadinya gesekan energi.
Meskipun begitu, keduanya masih terus melanjutkan pertarungan, seolah-olah luapan dan gesekan energi spiritual yang terjadi bukanlah sebuah halangan bagi mereka berdua.
Slash!
"Groarrrr!"
Singa api meraung keras ketika Yin Feng berhasil mendaratkan tebasan di tubuhnya, ia mencoba melakukan serangan balasan, namun Yin Feng tiba-tiba saja menghilang.
Detik berikutnya, Yin Feng muncul di sisi lain tubuh singa api, kemudian Yin Feng mendaratkan tendangan keras di bagian perut singa api hingga membuatnya terlempar ke udara.
"Inilah akhirnya!" ujar Yin Feng seraya melompat ke udara mengikuti tubu singa api.
Slash!
Slash!
Setelah itu, Yin Feng melancarkan serangan bertubi-tubi dan hanya dalam hitungan detik, Yin Feng telah berhasil menciptakan puluhan luka sayatan di tubuh singa api.
Tubuh singa api akhirnya jatuh ke tanah, kemudian di susul oleh kepalanya yang telah dipenggal oleh Yin Feng.
***
"Feng Huang, kau benar-benar luar biasa!" ujar Ye Han.
"Itu benar! Aku bahkan tidak menyangka kau bisa mengalahkan singa api itu" He Jin menambahkan.
Semua orang memuji kehebatan Yin Feng karena berhasil membunuh hewan spiritual tingkat dua seorang diri, namun tidak dengan Qian Zhou, ia justru semakin kesal dengan Yin Feng.
"Terima kasih, tanpa bantuan darimu, nyawa kami mungkin sudah melayang" ucap ketua kelompok yang pertama kali menghadapi singa api.
Yin Feng menggeleng pelan, "tidak usah berterima kasih, lagipula aku melakukannya untuk diriku sendiri."
Sejak awal, Yin Feng memang tidak bermaksud untuk membantu kelompok tersebut, alasannya melakukan hal itu hanya karena menginginkan kristal jiwa dalam tubuh singa api.
Meskipun begitu, tindakannya itu secara tidak langsung telah menyelamatkan nyawa kelompok tersebut, sehingga wajar bila mereka mengungkapkan rasa terima kasihnya pada Yin Feng.
"Terimalah, anggap saja sebagai ucapan terima kasih dari kami" pemuda itu menyerahkan 50 kristal jiwa kualitas rendah pada Yin Feng.
"Apa kau yakin?"
"Tentu saja. Dan kuharap kau tidak kecewa dengan jumlahnya, karena kami hanya memiliki 100 kristal jiwa."
Yin Feng mengerutkan dahinya, namun ia tidak mengatakan apapun dan langsung menerima 50 kristal jiwa yang diberikan oleh pemuda itu.
"Terima kasih" ucap Yin Feng.
Pemuda itu tersenyum, kemudian berpamitan pada Yin Feng dan yang lainnnya, lalu bergegas meninggalkan tempat tersebut bersama anggota kelompoknya.
Setelah itu, Yin Feng membedah tubuh singa api dan mengambil kristal jiwanya, Yin Feng juga mengambil beberapa bagian tubuh singa api untuk dikonsumsi ataupun di jual.
Daging singa api memiliki khasiat yang dapat meningkatkan energi spiritual bila dikonsumsi, sedangkan untuk kulit taring dan ekornya bisa di jual dengan harga yang cukup mahal.
"Feng Huang, boleh kami tahu tingkat kultivasi-mu?" tanya He Jin.
"Tingkat kultivasi-ku tidak jauh berbeda dari kalian" jawab Yin Feng.
"Tidak mungkin! Jika kultivasi-mu sama dengan kami, mustahil kau bisa membunuh singa api itu."
"Entahlah, mungkin aku hanya beruntung" sahut Yin Feng.
Mereka semua nampak kecewa mendengar jawaban Yin Feng, namun tidak ada yang bisa mereka lakukan bila Yin Feng menolak untuk memberitahukan tingkat kultivasinya.
"Meski hanya sebuah keberuntungan, tapi tetap saja mustahil untuk mengalahkan singa api itu" Qian Zhou yang sejak awal hanya diam akhirnya angkat bicara.
"Kau benar! Tapi yang jelas usaha tidak akan mengkhianati hasil."
"Cihh... Jangan terlalu besar kepala, karena setelah ini aku tidak akan melepaskan-mu!"
Yin Feng tiba-tiba saja menghentikan langkahnya. "Lakukan apapun yang ingin kau lakukan, tapi kau harus ingat, jika bukan karena guruku, aku jamin kau sudah tidak bernyawa lagi sekarang."
Sama halnya dengan yang lain, Yin Feng pun merasa tidak senang dengan sikap Qian Zhou, meski begitu, ia hanya bisa diam karena tidak ingin membantah perintah gurunya.
Jika bukan karena permintaan Xu Jiang, Yin Feng pasti sudah meninggalkan Qian Zhou sendirian di hutan belantara, atau bahkan melenyapkan nyawa Qian Zhou dengan tangannya sendiri.
"A-apa maksudmu?"
"Bukan apa-apa, tapi sebaiknya kau sadari dimana tempatmu sebelum bicara!"
"Feng Huang! Apa kau mengancam-ku? Memangnya kau pikir kau akan selamat setelah mengatakan hal ini padaku?"
"Tidak usah mengkhawatirkan keselamatan-ku, pikirkan saja keselamatan diri sendiri, karena gurumu tidak ada di hutan ini."