
Beberapa bus pariwisata dengan bertuliskan spanduk berwarna merah "Gathering Abraham Group" sudah terlihat berjejer rapi di depan perusahaan, siap untuk membawa para karyawan yang akan mengikuti kegiatan gathering.
Satu persatu karyawan terlihat mulai memasuki bus lengkap dengan tas dan barang bawaan mereka masing-masing, karena rencananya gathering ini akan dilakukan selama dua hari.
"Loe dimana" Ucap Kayla pada saat telponnya terhubung.
"Nih di depan bus no 4" Jawab seseorang di seberang yang tidak lain adalah Laura.
Tutth..
Sambungan telpon di akhiri sepihak oleh Kayla.
Perlahan Kayla menuju bus yang di maksud Laura.
Bbrugh...
"Eh sorry sorry"
Tiba-tiba dari samping seseorang menabrak Kayla.
"Mbak Santi, kenapa buru-buru?" Tanya Kayla.
"Perut gue sakit Kay, gue ke toilet dulu bilangin tunggu gue ya"
Ucap Santi berlalu menuju toilet terdekat.
"Ehhh.. Perasaan tuh orang sakit perut muluk heran gue"
Ucap Kayla berlalu menuju ke arah Laura.
"Kenapa lagi tuh si mbak?"
Tanya Laura saat mereka menaiki bus.
"Biasa sakit perut" Ucap Kayla.
"Sakit perut muluk ya perasaan, makan apa'an sih tuh orang?" Heran Laura juga.
"Makan bom kalik mangkanya meletup- letup terus" Jawab asal Kayla.
"Hahah bisa aja loe, duduk sini Kay"
Ajak Laura menepuk-nepuk kursi yang masih kosong di sebelahnya.
Meskipun mereka hanya mahasiswa magang tapi di perbolehkan mengikuti gathering kan acara ulang tahun perusahaan bebas dong.
Perlahan bus mereka mulai bergerak menuju pantai yang di perkirakan tiga jam perjalanan akan sampai. Selama perjalanan mereka karokean bersama. Fasilitas bus yang lengkap dan nyaman membuat perjalanan tidak terasa.
Pasir putih di sepanjang bibir pantai dengan ombak yang landai menyambut kedatangan mereka. Suasana pantai yang tidak terlalu ramai atau mungkin memang sudah di boking oleh pihak perusaahaan untuk kegiatan mereka.
"Asli baru tau gue ada pantai sebagus ini disini" Ucap Kayla menatap takjub.
"kebanyakan maen di luar sih loe mangkanya gak tau wisata Indonesia"
Ucap Laura.
"Heheh,, macam loe gak aja"
Balas Kayla yang membuat mereka tertawa.
"Potoin gue dong" Ucap Kayla menyerahkan ponselnya pada Laura.
Ckrek..
"Woow cakep Kay.. gue mau juga dong. Neh potoin" Pinta Laura semangat setelah melihat hasil foto Kayla.
Ckrekk.
"Cckk.. gue belum liat kamera uda loe potoin" Sebal Laura
"Tapi cakep juga sih, ala-ala candid gitu yak" Ucap Laura lagi setelah melihat hasil foto dirinya.
"Iyalah, loe sih lambat pahamnya"
"Hahahah.." Lalu mereka tertawa bersama.
Tes,, tess,,,
"Okeh perhatian semuanya"
Suara dari pengeras suara tersebut mengumpulkan para karyawan yang sempat terhipnotis melihat keindahan pantai.
"Untuk pembagian kamar bisa di lihat namanya di masing-masing bagian devisi, satu kamar diisi tiga orang" Ucap ketua kegiatan.
"Loe liat deh lau, malas gue desak-desakan gitu" Ucap Kayla.
"Cehh dasar loe" Ucap Laura meninggalkn Kayla sendiri.
"Hai kay,, sendiri aja"
Ucap Niko yang menghampiri Kayla sendirian yang di balas senyuman oleh Kayla.
"Nanti kita satu team ya maennya" Ajak Niko
"Liat ntar ya Nik, gue sih ikut Laura aja"
Jawab Kayla.
"Loe akrab banget yah sama Laura"
Ucap Niko lagi.
"Ya gituh" Jawab Kayla cuek.
"Loe cantik Kay hari ini"
Ucap kagum Niko memandang wajah Kayla.
Tanpa di sadari dari kejauhan ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua.
"Hmm,, Kay gueee,, eh Kay loe disini gue cariin juga"
Ucapan Niko terhenti dengan kedatangan Laura.
"Yok Kay, nih gue uda dapat kunci kamar"
Ucap Laura menunjukan kunci di tangannya.
"Kita luan ya Nik"
Ucap Kayla meninggalkan Niko disusul oleh Laura sambil melambai tangan ke arah Niko.
Di depan kamar sudah berdiri mbak Santi menunggu mereka sedari tadi.
"Lama betul kalian, bisa jadi ikan asin gue nungguinnya"
Ucap sewot mbak Santi.
Mereka tidak menyahut hanya tersenyum saling lirik dan langsung membuka kunci kamar.
Setelah selesai meletakan barang bawaannya mereka langsung menuju lapangan untuk memulai kegiatan.
"Ayo,, ayoo,, semuaa bapak ibu berkumpul disini" Ucap pemandu acara.
Setelah berkumpul mereka membentuk lingkaran besar dan menyanyikan beberapa lagu yel-yel untuk membangkitkan semangat para karyawan sebelum memulai kegiatan.
"Bapak, ibu, mas-mas dan mbak-mbak semua, game pertama ini kita akan memasukan bola kedalam lingkaran, disini memerlukan kekompakan masing-masing kelompok. Satu kelompok terdiri dari tujuh orang. Hayo sudah bisa dipilih anggota kelompoknya dari teman yang terdekat saja ya"
Ucap pemandu acara dan dengan seketika para karyawan membentuk kelompok dan mulai memainkan permainan yang pertama.
Game pertama berjalan lancar dan seru. Semua
kelompok nampak fokus dalam bekerja sama.
Tidak butuh waktu lama game pertama di menangkan oleh kelompok dari devisi perancangan.
Dilanjutkan game kedua adalah tarik tambang. Untuk satu kelompok tujuh orang.
Terlihat sangat bersemangat sekali bapak-bapak yang antusias mengikuti permainan tarik tambang ini.
Prokk,, prokk,, prookk,,
Suara penonton yang memberikan semangat terdengar begitu ramai.
Permainan ini di menangkan oleh kelompok tim happy-happy, yah itu adalah nama kelompok mereka sebelum memulai permainan tarik tambangnya.
Game selanjutnya adalah estafet tepung yang terdiri dari enam orang.
"Ayo hayoo sudah bisa di mulai bentuk kelompoknya"
Ucap pemandu kegiatan.
Seketika para karyawan sibuk bersusun baris membentuk kelompok masing-masing.
Terlihat kepala dan wajah mereka sebagian ada yang sudah terkena tepung. Namun mereka tetap semangat melanjutkan permainan ini.
"Okeh untuk game terakhir yaitu bakiak berpasangan"
Ucap pemandu acara. Tiba-tiba Niko langsung mengenggam tangan Kayla.
"Yuk Kay pasangan sama gue"
Ucap Niko menatap Kayla.
"Okeh" Jawab Kayla semangat karna sangat menikmati keseruan acara gathering ini.
Saat itu Kayla berada di belakang Niko sambil memegang pinggangnya. Bersamaan dengan beberapa pasangan lain yg juga mengikuti game ini.
"Semua sudah siap. Kita mulai ya,,, satu,, duaa,, tiiiii,,
"Tunggu" Suara tegas dari arah belakang menghentikan permainan. Semua melirik ke arah asal suara.
Pak presdir,, waahh presdir ganteng sekali,, oohh pangeranku,, ulalaahh jodoh eikeh cakep ciinn uuwhh ototnya itu jadi pengen peluuk deeh,, Ucap para karyawan yang mengidolakan presdir mereka.
Kedatangan Dave menghipnotis para karyawan terutama wanita. Dave yang menggunakan pakaian kasual membuat penampilannya jauh meningkat lebih keren dari biasanya.
Dengan langkah pasti Dave berjalan menuju ke arah Kayla.
"Saya ingin ikut game ini" Ucap Dave menyadarkan mereka semua.
"Oowh iya pak silahkan bergabung, tapi ini sudah penuh apa bapak punya pasangan atau ingin menggantikan salah satu orang disini?" Ucap pembawa acara.
"Saya ingin berpasangan dengan dia"
Ucap Dave menunjuk Kayla.
Sontak saja Niko kaget karna awalnya sudah sangat senang Jayla mau berpasangan dengannya, namun saja belum mulai permainan sudah di gantikan.
Kesal tapi mau bagaimana lagi tidak mungkin ia menolak seorang presdirkan bisa-bisa langsung di rumahkan, hhuu kasian Niko.
"Oowh iya pak silahkan"
Ucap Niko mundur dari permainan di gantikan oleh Dave yang sudah berada di depan Kayla.
"Eheemm.. Jangan canggung, anggap saja saya teman kamu. Kamu boleh memeluk pinggang saya"
Ucap Dave pada Kayla yang hanya diam.
"amaaf pak, tapi saya takut tidak sopan"
Jawab Jayla ragu-ragu.
"Tidak apa"
Ucap Dave sambil menggenggam tangan Kayla mengarahkan ke pinggangnya untuk berpegangan.
Waahh beruntungnya tu anak bisa peluk presdir, aduh gue pengen juga peluk presdir, bisa di gantiin gak gue yang jadi Kaylanya, ga ikhlas eikeh ga ikhlas jodoh eikeh di peluk-peluk gituu aaakkkhhhh,,,
Histeris heboh karyawan yang melihat Kayla memeluk Dave.
"Begini lebih baik"
Ucap Dave tersenyum manis ke arah Kayla.
Deg.
Tiba-tiba jantung Kayla berdetak bagaikan meraton.
'Aduh jantung gue kenapa lagi' Ucapnya dengan semburat merah di wajah Kayla.
"Kita mulai ya,, satu,, dua,, tiiigaa,,,"
Ucap pemandu kegiatan.
Perlahan mereka mulai berjalan bersama dengan Kayla yang berpeganggan di pinggang Dave. Kayla yang baru pertama memainkan permainan ini sempat terjatuh karna salah melangkahkan kaki.
Brruugh,,,
"Aduh" Ucap Kayla yang terjatuh mendorong Dave yang berada di depannya. Namun karna tubuh Dave yang kuat kokoh dan berotot tidak tumbang hanya karena dorongan Kayla.
"Kamu tidak apa-apa?"
Tanya Dave memastikan sambil membantu Kayla berdiri.
"Iya pak gapapa, sorry ya" Ucap Kayla merasa tidak enak.
"Its okey" Jawab santai Dave.
"Hayoo,, hayooo,,, hayoooo cepatt,,,"
Suara semarak karyawan yang memberi dukungan kepada para pemain.
Kayla sudah mulai mengerti dengan cara permainan ini. "Butuh kekompakan nih" pikirnya.
"Ayo pak cepat pak"
Ucap Kayla greget karna Dave seperti sengaja berjalan lambat, sementara beberapa pasangan lainnya sudah memimpin di depan.
"Okeh, pegangan yang kuat"
Ucap Dave tersenyum senang.
"kuat kuat emang naek motor" pikir Kayla sebel.
Dengan semangat mereka mempercepat langkahnya.
"Ayo pak sedikit lagi kita pacu mereka" Semangat Kayla dari belakang Dave.
Bagai mendapat dorongan Dave dan Kayla berjalan kompak dengan cepat. Mereka perlahan memacu pasangan yang sempat memimpin di depan.
"Dan hiya iya iyaaak sedikit lagiiiii,,,,"
Ucap heboh pemandu permainan. Dave dan Kayla memimpin di bagian terdepan.
"Yeeeee kita menang pak"
Ucap Kayla reflek memeluk Dave senang.
Dave yang mendapat pelukan dadakan Kayla tidak menyia-nyiakan kesempatan. Iya juga reflek memeluk Kayla senang. Sontak saja mereka menjadi tontonan para karyawan.
Sedetik kemudian Kayla tersadar setelah melihat Kaura yang melotot sambil melirik-litikan matanya memberi kode kepada Kayla.
"Sorry pak ga sengaja"
Ucap Kayla canggung melepaskan pelukan mereka.
"Iya tidak apa-apa"
Jawab Dave memberi senyuman manis.
"Yaak,, perhatian semuanya, karna semua game sudah kita mainkan maka semuanya sudah bisa membubarkan diri.
Untuk yang memenangkan perlombaan bisa mengambil hadiah pada panitia"
Ucap pemandu acara di ikuti tepuk tangan dan sorakan karyawan yang merasa senang sambil berjalan meninggalkan tempat bermain mereka.