Oh Kayla

Oh Kayla
Penculikan Kayla (satu)



Baru saja Dave memasuki ruangannya setelah melakukan rapat selama satu jam lebih itu. Dia sempat emosi saat mengetahui saat keuntungan hanya naik sepuluh persen. Sedangkan yang dia targetkan harus mencapai dua puluh persen. Masih setengah dari targetnya.


Dave sudah di sambut oleh Bastian dengan senyum menyebalkannya.


"Lama sekali bro, jamuran gue nungguin loe disini" Ucap Bastian menatap Dave.


Namun Dave hanya berlalu di depannya menghiraukan wajah Bastian yang mulai kesal.


"Gue tagih janji loe kemaren?"


Dave hanya melirik kepadanya dengan malas.


"Apa'an?"


"Traktir gue?"


Dengan kedua tangan menopang wajahnya Bastian menaik turunkan alis mata tersenyum menyebalkan duduk di depan Dave.


Sebenarnya Bastian bukanlah orang yang tidak mampu hanya untuk membeli makan siangnya. Namun dia ingin Dave memberi tahu siapa istrinya sekarang. Rasa penasaran yang kuat membuat Bastian menjadi orang yang menyebalkan di mata Dave.


Bastian berniat memberikan penghargaan kepada wanita yang telah beruntung menikahi batu seperti Dave.


Yah, bagi sahabat-sahabatnya "Batu" adalah panggilan khusus untuk Dave. Karena sifatnya yang keras dalam berbisnis dan terkadang sangat menyebalkan.


Contohnya sekarang. Bastian sudah menyedot setengah dari minumannya. Makanan mereka juga sudah habis sejak tadi. Namun Dave belum juga kunjung bicara perihal pernikahannya yang sangat dadakan ini.


"Woi Batu. Dari tadi gue ngomong loe cuekin, malah sibuk liatin tu handphone. Emang liat apa sih?"


Ucap Bastian menatap kesal Dave.


Dengan usil Bastian merampas paksa ponsel Dave dan melihat ada gambar seorang wanita cantik yang tengah tersenyum.


"Cantik"


Ucap Bastian reflek.


"Sini handphone gue" Ucap Dave kesal.


"Siapa tu cewek? Boleh lah buat gue. Mumpung lagi kosong ne"


Ucap Bastian memancing Dave bicara. Namun Dave selalu tertutup soal kehidupan pribadinya.


"Jangan macam-macam. Dia istri gue"


Akhirnya keluar juga kata-kata yang sangat di nantikan Bastian tersebut.


"Pantes loe langsung kawinin dia ya. Takut di ambil orang rupanya hahhaha nemu dimana tuh cewek?"


"Ck.. Udalah jangan bahas istri gue"


Ucap Dave malas.


"Pelit banget sih cerita tentang binik loe"


"Biarin"


Dan Dave pun kembali kemode Batu. Dan menyebalkan sehingga Bastian mendengus kesal.


Dave yang malas mendengarkan ocehan Bastian segera beranjak. Disusul Bastian yang masih nyerocos terus tanpa melihat kanan kiri.


"Aduuhhhh basah gue"


Ucap seorang wanita yang langsung berdiri saat Bastian tanpa sengaja menyenggol gelas yang berisi penuh minumannya.


"Eh, sorry sorry gue gak sengaja. Gue ganti yang baru minumannya ya"


Ucap bastian merasa menyesal telah menumpahkan minuman tersebut.


Wanita tersebut langsung menoleh ke asal suara.


"Gak perlu"


"Kalo gitu kenalan gimana?"


Ucap Bastian tersenyum lebar sambil menyodorkana tangannya.


'Ihhhkk apaan sih nih orang'


Dengan kesal wanita tersebut beranjak meninggalkan Cafe. Bastian yang di abaikan tersenyum kecut menarik kembali tangannya.


Sementara Kayla yang tengah asyik rebahan sambil menonton serial drama kesukaannya.


Tiba-tiba mendapat panggilan video.


"Hallo assalamualaikum mih"


📲 "Halo sayang. Waalaikumsalam"


Sejenak Kayla memperhatikan maminya yang Terlihat pucat dan badannya yang mulai mengurus efek dari penyakitnya. Namun masih terlihat cantik karena selama ini mami rajin perawatan.


"mamih, papih apa kabar? Kay kangen banget"


📲 "Doa kan mami cepat pulih ya sayang. Mami juga kangen banget sama kamu sayang. Kay sehat kan nak?"


"Iya mih. Alhamdulillah kay baik kok.


📲 "Syukurlah. Suami kamu gimana sayang?"


"Iya, dia baik juga kok mih"


"Mamih kapan pulangnya?"


📲 "Belum tahu sayang. Ini mami mau lanjut terapi lagi ya. Doakan mami cepat sehat ya sayang. Assalamualaikum"


Kayla terdiam menatap langit-langit kamar dengan pandangan menerawang jauh.


Setetes air mata keluar kala mengingat kondisi maminya saat ini.


Cup.


Kayla kaget saat tiba-tiba seseorang mengecup keningnya.


"Ngelamunin apa sayang?"


'Hhee kenapa ni orang pulang-pulang jadi romantis. Apa kesambet kali ya? Hhiii'


Kayla sedikit bergidik ngeri menatap Dave.


"Kok diam sih sayang?" Ucap Dave menatap Kayla.


"Hhee gapapa" Jawab Kayla tersenyum paksa.


"Oiyah nanti malam ikutlah denganku"


"kemana?"


"Pesta. Dandan yang cantik ya"


Cup.


Dave kembali memberi kecupan di kening Kayla. Dan tersenyum manis.


'Ehh benar neh kesambet'


Kayla tersenyum paksa dan bergegas menuju kamar mandi sambil memegang dadanya yang terus berdetak tak menentu.


*****


Dave terpaku menatap Kayla yang sudah terlihat sangat cantik dengan make up tipisnya dan gaun yang ia gunakan sangat kontras di kulit putihnya.


"Aku sudah siap"


Ucap Kayla menyadarkan kembali Dave.


"Kamu cantik sekali sayang"


Ucap Dave memuji Kayla. Semburat merah di wajah putih Kayla jelas terlihat. Apa lagi saat Dave menggenggam tangannya menuju mobil.


Kayla merasa sangat senang saat Dave bersikap manis kepadanya.


Sepanjang jalan Dave sesekali melirik Kayla dan tersenyum.


"kenapa melihat ke arahku terus? Fokusla ke depan"


Ucap Kayla yang mulai khawatir karena Dave lebih memperhatikan dirinya di bandingkan jalan. Terlebih saat ini Dave tengah mengemudi.


"Tidak apa aku sudah menekan tombol control otomatisnya. Aku juga bisa mencium mu sekarang"


Dave mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum menggoda Kayla.


"Hhuu awas saja kalo berani"


Cup.


Dave mencium cepat bibir Kayla.


Kayla melototkan matanya. Tidak percaya dengan tindakan Dave yang benar menciumnya.


"Sedikit saja. Tapi Nanti pulang dari sini aku tidak berjanji untuk tidak memakanmu"


"Ehhh.."


Dengan wajah kikuk Kayla membalikkan badannya menatap para pengendara lain dari balik kaca mobil.


Dentuman musik dan iringan para tamu yang ikut bernyanyi terdengar saat salah seorang artis terkenal membawakan sebuah lagu.


Setelah menyalami sang pengantin dan rekan bisnis Dave selaku pemilik acara tersebut Dave mengandeng tangan Kayla menuju pintu keluar hotel.


Namun belum sampai pintu keluar. Dave bertemu dengan salah satu rekan bisnisnya, Dave merasa tidak enak jika harus di lewati begitu saja. Mengingat mereka yang akan bekerja sama dalam pembangunan sebuah hotel berbintang lima di daerah Bandung.


Bincang-bincang pun di lakukan para pebisnis tersebut. Kayla yang merasa jenuh pamit hendak ke toilet sebentar.


Di dalam toilet Kayla hanya mencuci tangannya dan sedikit merapikan riasan rambutnya.


Setelah di rasa cukup Kayla keluar dari dalam toilet. Baru saja melangkahkan kakinya keluar tiba-tiba Kayla ambruk tidak sadarkan diri saat seseorang menutup mulutnya dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.


Dave melirik jam di pergelangan tangannya. Sudah tiga puluh menit sejak Kayla ke toilet tapi tak kunjung kembali. Dave mencoba menghubungi Kayla. Namun ponselnya tidak aktif. Tiba-tiba Dave merasa tidak tenang dan langsung mencari Kayla di toilet.


Sesampainya di sana Dave memanggil-manggil Kayla dari luar. Tidak ada jawaban sama sekali sehingga membuatnya tidak sabar dan langsung masuk ke dalam toilet wanita tersebut. Namun toilet dalam keadaan kosong.


Deg.


Jantung Dave berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.


Dengan segera Dave merogoh ponsel di kantong celananya.


"Periksa cctv hotel ****" Aku kehilangan Kayla"


"Baik tuan"


Perintah Dave kepada Kris asisten pribadinya. Yah, Kris selain asisten pribadinya di dunia bisnis juga merupakan orang kepercayaannya dalam dunia gelap.


################################


Bantu likenya yah buat yang udah baca karya author ini. Biar tambah semangat up nya. terimakasih 😊