Oh Kayla

Oh Kayla
Aksi Penyelamatan (Dua)



Doorr,,, Doorr,, Doorr,,,


Suara tembakan mulai terdengar di depan gedung tua tersebut. Beberapa orang penjaga di pintu depan tampak kaget melihat beberapa rekannya berjatuhan membuat mereka mulai sigap mencari dimana posisi meraka yang datang menyerang.


"Kau siap?"


Ucap Dave menatap Kris yang di balas anggukan kepala olehnya.


Dengan langkah pasti Dave dan Kris mulai keluar perlahan dari tempat persembunyian mereka. Sebuah pohon besar dengan akar yang menggantung mengelilingi pohon tersebut membantu untuk penyamaran mereka.


Door,, Dorr,, Dorr,, Doorr,,


Dave dan Kris kembali melepaskan pelurunya ke arah empat orang penjaga yang berdiri waspada di depan gerbang hingga mereka berjatuhan ke tanah.


Mark dan anak buahnya yang berpencar mencari jalan untuk masuk mereka mulai perlahan menaiki pagar penjagaan.


Mark melangkah dengan perlahan menyusup dari arah belakang.


Bugh!! Bugh!! Bugh!!


Mark memberikan beberapa pukulan keras pada anak buah Leon hingga mereka satu persatu berjatuhan ke tanah.


Suara anjing mulai melolong saling bersahutan mendengar suara tembakan membuat mereka semua menjadi panik karena mendapat serangan dari lawannya.


"Hahaha,,, Lihatlah kita kedatangan tamu"


Ucap Leon menatap Kayla dengan mengusap mulutnya yang terasa perih.


"Baguslah, aku berharap itu adalah malaikat maut untukmu"


Ucap Kayla dengan tersenyum sinis.


Mendengar perkataan Kayla membuat darah di tubuh Leon mulai mendidih.


Dorr,,


"Aakkhh!!!"


Kayla menatap darah segar yang mengalir dari kaki kirinya membuat ia meringis menahan perih dan panasnya peluru yang tengah bersarang di kakinya tersebut.


"Lihatlah,, Malaikat mautmu yang akan datang sebentar lagi"


Ucap Leon menatap Kayla yang tengah kesakitan akibat peluru yang ia lepaskan tepat mengenai kaki kiri Kayla.


Doorr,,, Doorr,, Doorr,,


Dave dan Kris kembali melangkah maju dengan terus melepaskan pelurunya tepat mengenai anak buah Leon.


Dorr!!!


"Awas tuan"


Ucap Kris dengan segera menarik Dave bersembunyi di belakang sebuah tiang besar.


Suasana yang gelap membuat pandangan menjadi sulit. Mereka hanya mengandalkan cahaya bulan dan pantulan dari beberapa lampu yang berada di gedung tua tersebut.


"Thanks Kris"


Ucap Dave tulus menatap Kris karena ia telah menyelamatkannya.


"Tuan anda masuklah kedalam untuk mencari nyonya muda, disini biar saya dan anak buah kita yang akan menanganinya"


Ucap Kris menatap Dave.


"Baiklah, hati-hati kau"


Ucap Dave yang di balas anggukan kepala oleh Kris.


Dave menoleh kekanan dan kiri, memastikan keadaan sebelum melangkah perlahan menyusup ke belakang.


Dave melihat beberapa ekor anjing yang terkapar di tanah. Namun dengan cepat ia melangkahinya menuju sebuah ruangan yang tertutup.


Dave mendengar suara tembakan dari dalam ruangan tertutup tersebut. Kembali rasa khawatir mulai memenuhi dirinya.


Braakk,,


Dave mendorong kuat pintu tua tersebut hingga salah satu engsel pintunya terlepas.


Pandangan Dave langsung tertuju pada Kayla dan Leon yang berdiri di depannya.


Darah di tubuh Dave kembali memanas melihat kaki Kayla yang mengeluarkan darah. Bisa ia tebak bahwa suara tembakan tadi adalah peluru yang di lepaskan Leon ke arah kaki Kayla.


Dave mengarahkan pistolnya ke depan memidik tepat ke arah Leon.


"Tembaklah, maka nyawanya juga akan hilang bersamaan dengan nyawaku"


Ucap Leon menatap Dave tajam dengan pistol yang menempel di kepala Kayla.


Ucap Kayla menatap Dave.


Sementara Dave mendengar ancaman Leon sedikit mengurungkan niatnya namun ia tengah berpikir keras mencari cara bagaimanan bisa melepaskan Kayla dan membunuh si brengsek ini.


"Bunuh dia Dave,, Bunuh!! Aku tidak apa-apa"


Ucap Kayla lagi dengan menatap Dave.


"Hahahaha,, Lihatlah beruntung sekali kau memiliki wanita yang rela mati demi menyelamatkan nyawamu"


Ucap Leon menatap Dave dengan tatapan mengejek.


"Siapa kau?"


Ucap Dave menatap tajam Leon.


"Aku? Siapa aku? Hahahhaha"


Leon tertawa keras hingga menggelegar di dalam ruangan kecil tersebut.


"Aku anak dari James, apa kau ingat?"


Ucapan Leon sontak saja membuat Dave kaget, bahkan Kayla dapat melihat jelas perubahan wajah Dave.


"Mengapa kau kaget ha? Apa kau berharap aku juga mati, hahaha bahkan tuhan saja menyelamatkanku untuk menghabisi nyawamu"


Jelas saja Dave kaget mendengar perkataan Leon karena sebelumnya ia telah menyelidiki bahwa James tidak memiliki anak sehingga ia menganggap kejadian sepuluh tahun silam telah berakhir begitu saja.


"Kau jangan bercanda. James tidak memiliki anak"


Ucap Dave menatap tajam Leon.


"Yah, James memang tidak memiliki anak kandung, namun ia mengadopsiku dan merawatku seperti anak kandungnya sendiri"


Ucap Leon menatap sinis Dave.


Flash back


Seorang anak laki-laki tengah mengaduk-aduk sebuah tempat sampah, sebuah senyuman muncul di bibirnya saat menemukan sebuah burger yang telah di makan setengah didalam sebuah bungkusan berwarna coklat.


Dengan melirik kanan dan kiri anak laki-laki tersebut membawa burger tersebut ke sudut jalan. Ia memakannya dengan lahap bahkan tidak memperdulikan orang-orang yang berjalan melewatinya menatap jijik ke arahnya. Tatapan yang selalu ia dapatkan dari semua orang tentunya.


"Hey"


Ucap seorang pria mendekatinya.


Sontak saja anak laki-laki tersebut melangkah mundur, ini adalah pertama kalinya ia di sapa oleh seseorang dengan tampilan yang sangat rapi.


"Mengapa menjauh? Kemarilah"


Ucap pria tersebut yang sontak saja membuat anak laki-laki tersebut menatap waspada terhadapnya.


"Jangan takut. Aku bukan orang jahat. Apa kau mau ikut denganku? Aku tidak memiliki anak. Apa kau mau menjadi anakku"


Lanjut pria itu lagi menatap anak laki-laki tersebut dengan sebuah senyuman hangat.


Sontak saja anak laki-laki tersebut melangkah perlahan mendekati sang pria.


"Siapa nama mu?"


Tanyanya lagi. Namun anak laki-laki tersebut menggelengkan kepalanya sontak saja membuat sang pria sedikit bingung. Namun sedetik kemudian ia kembali tersenyum.


"Aku akan memberimu nama Leon, apa kau suka?"


Ucapnya lagi yang sontak saja membuat anak laki-laki tersebut tersenyum senang dengan menganggukan kepalanya menatap pria tersebut.


"Aku James. Kau bisa memanggilku Daddy"


Semenjak hari itu Leon mulai di sekolahkan oleh James dan memberikan semua fasilitas mewah yang tidak pernah Leon dapatkan sebelumnya, namun Leon dan James tinggal di rumah yang terpisah. Hingga Leon tumbuh besar dengan perlahan ia mulai mengetahui apa pekerjaan James yang sesungguhnya.


Namun tidak pernah ada rasa benci dan takut saat ia mengetahui bahwa James adalah bandar narkoba terbesar. Bahkan Leon menyayangi James seperti orang tua kandungnya sendiri yang ia saja tidak tahu keberadaan dan entah siapa orang tua kandungnya yang sebenarnya.


James adalah musuh Dave dan Robert dalam dunia gelap mereka, hingga suatu malam Dave mengintai pergerakan James hingga ia mengantongi sebuah informasi tentang penyeludupan besar-besaran yang akan di lakukan oleh James.


Selain musuh dalam dunia gelapnya James juga orang yang telah memperkosa adik perempuan Dave satu-satunya hingga ia mengalami depresi dan mengiris pergelangan tanggannya, saat di temukan di apartemen kamarnya ia dalam keadaan sudah tidak bernyawa.


Rasa dandam akibat kematian adiknya itulah yang membuat Dave sangat membenci James.


Malam itu Dave menggagalkan aksi penyeludupan narkoba yang tengah di lakukan James.


Bahkan Dave mengikat tubuh James di dalam sebuah mobil, sebelum membunuh James Dave sempat mengiris telinganya dan mencongkel kedua matanya menggunakan sebuah pisau kecil yang teramat tajam, suara jeritan James membuat rasa puas di hati Dave. Kris yang menyaksikan itu semua bergidik ngeri namun tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun. Setelah merasa puas Dave membakar mobil tersebut hingga hangus.


Kabar kematian James membuat Leon sangat sedih, namun ia menahan diri untuk mengumpulkan kekuatan sebelum membalas dendamnya terhadap Dave.


Flash back off.