Oh Kayla

Oh Kayla
Kepulangan Kayla



Dave masih terdiam di samping Kayla.


Seusai berpamitan dengan keluarga Abah tadi. Kini mereka kembali menuju hotel untuk melakukan peresmian yang akan di laksanakan nanti malam. Dave mengenggam erat tangan Kayla dengan sesekali mengecupnya.


Meskipun Kayla belum bisa mengingat dirinya namun Kayla sudah tidak menjauh lagi ketika Dave mencoba menyentuhnya.


Dave mengingat kembali kata-kata dokter untuk tidak terlalu memaksa memulikan ingatan Kayla karena akan berakibat menyiksa si pasien biarkan dengan cara perlahan untuk memulihkannya.


*****


Selama acara peresmian Kayla hanya diam saja. Namun saat ada yang mengajaknya berbincang obrolan sekitar bisnis Kayla masih menanggapi dengan baik.


Dave tersenyum mendengarnya. Berarti tidak semua hal yang Kayla lupakan buktinya Kayla masih mengingat hal-hal tentang dunia bisnis.


Kini mereka baru saja memasuki kamar hotel.


Kayla terlihat sangat lelah. Setelah bersih-bersih di kamar mandi Kayla langsung merebahkan dirinya di ranjang dan menutup matanya.


Dave yang menyaksikan Kayla sudah mulai terpejam mulai naik ke atas ranjang.


Dave mengecup lama kening Kayla.


Dan membawa Kayla dalam dekapannya.


"Tidak masalah jika kamu belum mau kusentuh. Tapi aku sangat bahagia bisa melihatmu kembali"


Ucap Dave sambil menatap wajah Kayla dan


kembali mengecup kening Kayla.


Kayla yang belum benar-benar tertidur dapat mendengar jelas ucapan Dave. Namun dia lebih memilih diam dan memasuki alam mimpinya.


Matahari mulai menampakan silaunya. Kayla yang baru keluar dari kamar mandi langsung menuju meja rias untuk menyisir rambutnya.


Dave pun beranjak berdiri di belakang Kayla.


"Biar ku bantu menyisir rambutmu"


Ucap Dave dengan memegang tangan Kayla.


Kayla hanya diam namun melepaskan sisir dari genggamannya. Dengan senyuman manis Dave mulai menyisir pelan rambut panjang Kayla.


Kayla hanya melihat dari pantulan cermin. Terlihat Dave benar-benar lembut dan menyayanginya.


"Terimakasih"


Ucap Kayla menatap Dave dari balik cermin.


"Iya, aku senang melihat mu kembali"


Cup. Jangan tinggalin aku lagi ya"


Sembari mengecup pucuk kepala Kayla dan memeluknya dari belakang.


"Hmmm.. Sudah ayo kita berangkat"


Ucap Kayla yang merasa tidak nyaman bila Dave berlama-lama memeluknya.


Sesampainya di mansion Abraham, Kayla sempat terdiam sesaat menatap rumah tersebut. Sekelebat bayangan mulai muncul di kepalanya. Dave yang melihat Kayla mulai memegang kepalanya mendekat dan membawa Kayla ke dalam kamar mereka.


"Istirahat lah dulu. Jangan di paksakan untuk mengingatnya"


Ucap Dave sambil mengusap kepala Kayla dengan penuh perasaan.


Kayla hanya diam dan membalikan badan menghindari tatapan Dave yang sulit ia artikan.


Tok tok tokk..


"Ckk.. Siapa lagi yang menganggu"


Kesal Dave beranjak menuju pintu.


Cklaak...


"Tuan, ada kedua orang tua nona berkunjung"


Ucap pelayan wanita sambil menunduk. Dia takut bersitatap dengan wajah datar Dave.


"Hmm,, Sebentar lagi kami turun"


Ucap Dave datar.


Segera pelayan itu kembali untuk menyampaikan pesannya kepada orang tua nona Kayla.


"Sayaaanngggg"


Ucap mami sambil memeluk Kayla dengan isak tangisnya.


"Ini mami nak, Kay ingat kan? Dan ini papi sayang"


Lanjut mami memegang wajah Kayla.


Bagaikan sebuah kaset yang di putar. Kayla memegang kepalanya. Dengan perlahan Kayla mulai meningat mami dan papinya. Sebuah senyum terbit di bibirnya.


"Mamiii... Papiiii"


Hiks.. Hikss... Mami sudah sehat?"


Tanya Kayla sambil memeluk mami dan papi bersamaan.


Dave yang menyaksikan itu semakin bersyukur ingatan Kayla perlahan-lahan mulai muncul kembali.


*****


Tiinnn.. Tiiiiiiiiiinnn...


"Astaga lamanya.. Jamuran neh gue nungguin! Sumpah nyesal gue jemput ne orang"


Kesal Laura menunggu Sam di luar rumahnya.


"Sorry lama heheh"


Ucap Sam sambil nyengir tanpa dosa.


"Ngalahin cewek aja loe dandannya. Neh bawa. Enak banget loe uda di jemput mau gue supirin segala hhuh"


Sambil melempar kunci mobil yang langsung di tangkap Sam.


Dengan cepat Sam mengemudikan mobil Laura menyalip para pengemudi lain hingga yang di sebelah memegang jok nya dengan sebelah tangan memegang dada.


"Woii gila! Gue belum mau mati"


Sungut Laura menatap Sam kesal.


"Emang siapa yang mau mati. Hahahah pegangan aja aman kok loe sama gue"


Dengan melirikan mata ke arah Laura.


"Aman aman.. Kalo kenapa-kenapa sama gue emang loe mau tangung jawab nikahin gue?"


Ucap Laura cepat menatap Sam.


Samuel yang mendengar ucapan Laura untuk menikahinya sontak menoleh kepada Laura dengan kening berkerut.


"Woi awas. Liat tuh di depan"


Ucap Laura mengalihkan kembali pandangan Sam kedepan.


Kini mobil Laura telah memasuki pekarangan mansion Abraham. Mereka sudah tidak sabar untuk bertemu Kayla. Sudah tiga bulan terpisah hingga saat mendengar Kayla telah di temukan kembali mereka langsung senang. Laura yang sempat berada di luar negeri langsung melakukan penerbangan hari itu juga untuk kembali ke tanah air.


Ting toong.. Ting toonngg.


Cklaakkk...


Seorang pelayan menyambut kedatangan Laura dan Sam serta mengarahkan mereka ke ruang tengah dimana Kayla dan kedua orang tuanya sedang berkumpul.


"Kaylaaaaa.... Sumpah gue rindu banget sama loe hikss hikss"


Ucap Laura berlari dan langsung memeluk erat Kayla.


Kayla hanya tersenyum saja mencoba mengingat-ingat kembali siapa dua orang ini. Seperti tidak asing namun masih sulit untuk ia kenali.


"Kay loe ga kenapa-kenapakan?"


Ucap Samuel menatap Kayla dengan haru.


"Gue ga kenapa-kenapa tapi maaf gue belum bisa mengingat jelas siapa kalian"


Ucap Kayla pelan menatap wajah Laura dan Sam bergantian.


"Gapapa Kay, yang penting loe sehat. Ntar kalo loe uda ingat kita bakalan maen kaya biasa"


Ucap Samuel, maen yang iya maksud adalah balap liar lagi seperti dulu.


Pletaakk..


"Aaww.. Sakit bego"


Ucap Sam mengelus kepalanya yang di jitak Laura. Kayla yang menyaksikan dua orang itu sambil jitak-jitakan pun tertawa terbahak-bahak.


Sejenak mengalihkan pandangan Laura dan Sam ke arah Kayla lagi.


"Iya Kay. Perlahan-lahan entar loe bakalan ingat kita kok. Pokoknya mulai sekarang kita harus sering-sering ngumpul lagi ya"


Ucap Laura merangkul tubuh Kayla.


Kayla tersenyum sembari menganggukan kepala. Entah mengapa Kayla merasa sangat dekat dengan dua orang yang mereka sebut sahabat Kayla.


"Eheemm eheemm.. "


Ucap papi Kayla mengalihkan pandangan Sam dan Laura.


"Ehh,, Ada papi dan mami juga. Maafkan kami yang tidak melihat keberadaanya papih dan mamih yaa"


Ucap Samuel menyalami kedua orang tua Kayla yang di susul oleh Laura.


"Mami apa kabar sekarang?"


Ucap Laura yang sudah duduk di samping mami Sarah.


"Alhamdulillah sekarang badan mami sudah mulai segar. Tapi masih harus rutin terapinya"


Ucap mami Sarah dengan senyum lembut ke arah Laura.


"Iya mih, mami semangat terus ya biar cepat sembuh. Kami sayang sama mami"


Ucap Laura memeluk mami Sarah yang di balas pelukan hangat mami Sarah.


Mereka melanjutkan kembali obrolannya dengan senda gurau yang selalu di lontarkan oleh Sam dan Laura kearah Kayla agar lebih cepat mengingat mereka semua.