Oh Kayla

Oh Kayla
Keberangkatan Dave



Braakk..


"Bagaiman kerja kalian kenapa bisa sampai begini?"


Ucap Dave kesal membanting berkas laporan di depannya.


"Maaf pak, kita mendapat laporan dari cabang yang berada di Kalimantan salah satu gudang penyimpanan kopi terbakar sehingga mengakibatkan beberapa korban dan kerugian"


Ucap salah seorang dari devisi keuangan.


Dave memijit pelipis kepalanya yang tiba-tiba pusing.


"Kalian selesaikan yang disini secepatnya. Kris atur penerbangan besok pagi kita akan meninjau gudang di Kalimantan"


Ucap Dave menatap tajam seluruh anggota meeting sore itu.


"Baik tuan"


Ucap Asisten Kris segera mencatat agenda penting Presdir.


Malam ini Dave pulang sedikit terlambat karena harus memeriksa laporan dan dokumen yang ia tinggalkan selama honey moon kemaren, ditambah dengan laporan kebakaran salah satu gudang di Kalimantan membuat Dave benar-benar merasa pusing.


Pukul sepuluh malam Dave baru kembali ke apartemennya. Dengan wajah lelah dan dasi yang sudah mengendur serta lengan baju yang sudah naik hingga menampakkan otot-otot lengannya.


Ckleekk..


Dave membuka pintu kamar, namun tidak mendapati Kayla di dalam kamar. Sesaat kemudian mulai terdengar suara percikan air dari kamar mandi.


Dave kembali melanjutkan membuka dasinya dan melepaskan jam tangan mahalnya. Menaruh di atas nakas penyimpanan.


Cklak.


Pintu kamar mandi terbuka.


Dave tersenyum menatap Kayla yang keluar menggunakan handuk sebatas pahanya. Dengan rambut yang tergulung ke atas memamerkan leher putihnya.


"Kenapa lama pulangnya? Lembur ya?"


Ucap Kayla menatap Dave.


Dave hanya diam dan terus berjalan mendekati Kayla yang saat ini tengah memakai perawatan wajahnya sebelum tidur.


"Ehh.. "


Kayla sedikit kaget saat Dave tiba-tiba memeluknya dari belakang. Menghirup aroma segar yang menguar dari tubuhnya.


"Sayang ada apa?"


Ucap Kayla menghentikan kegiatannya menatap Dave dari pantulan cermin.


"Biarkan begini sebentar"


Ucap Dave yang menyandarkan kepalanya pada pundak Kayla sambil memejamkan mata.


Kayla mengangguk dengan perlahan mengusap tangan Dave di lingkaran perutnya.


"Sayang. Ikut aku ya ke Kalimantan"


Ucap Dave tiba-tiba dengan tetap memeluk Kayla menatap dari balik cermin.


"Ada apa? Kenapa harus ke Kalimantan?"


Tanya Kayla sedikit bingung menatap Dave.


"Salah satu gudang disana kebakaran aku harus menyelesaikannya. Tapi aku tidak mau berada jauh darimu. Ikut ya besok pagi kita berangkat"


Ucap Dave dengan tatapan sendunya.


Kayla terdiam mendengar suaminya yang akan pergi besok pagi. Ia ingin ikut tapi bingung besok pagi papi dan maminya akan kembali dari Singapura setelah melakukan pengobatan disana.


"Kenapa diam saja?"


Ucap Dave menyadarkan Kayla kembali.


"Hmmm... Bagaimana ya, besok pagi papi dan mami pulang dari Singapura. Aku juga sangat merindukan mereka"


Ucap Kayla menatap Dave dari balik cermin.


"Baiklah kalau begitu, aku pergi sendiri saja. Aku pasti akan sangat merindukanmu"


Ucap Dave menguatkan pelukannya.


"Berapa hari kamu disana?"


Ucap Kayla membalikan tubuhnya menatap Dave.


"Belum tahu bisa jadi dua atau tiga hari. Sampai semuanya selesai. Tapi akan aku usahan untuk segera kembali"


Ucap Dave membelai wajah mulus Kayla dengan Kayla yang mengangukan kepalanya.


"Malam ini aku ingin memintah jatah doubel"


Ucap Dave menatap Kayla dengan tatapan mesumnya.


"Tapi aku,,, "


Dengan sakali tarikan handuk terlepas begitu saja. Menampakan pemandangan yang semakin membangkitkan gairah Dave.


Dengan perlahan Dave membawa Kayla ke atas ranjangnya. Melanjutkan kegiatan yang membuat tubuh mereka berkeringat meski tidak berlarian. Hingga keduanya sampai pada puncak kenikmatan yang membuat tubuh mereka bergetar.


Dave memberi kecupan pada kening Kayla yang terbaring lelah karenanya.


"Terima kasih sayang. Kamu luar biasa"


Ucap Dave membelai bibir merah Kayla.


Sedangkan Kayla hanya tersenyum saja membalas ucapan suaminya yang bagaikan singa kelaparan tersebut. Memangsanya hingga tidak berdaya dan dengan perlahan Kayla memejamkan matanya. Memasuki alam mimpi yang indah.


Sedangkan Dave tersenyum menatap Kayla dan mulai beranjak setelah menutupi tubuh polos Kayla dengan selimut dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


*****


Pagi ini Kayla ikut mengantarkan keberangkatan Dave ke bandara.


Sepanjang jalan hanya mendengarkan aturan-aturan yang di tinggalkan Dave untuknya yang di balas dengan kata "Iya" saja oleh Kayla.


Sebenarnya Kayla sudah memiliki rencana lain setelah keberangkatan Dave. Kayla tersenyum tipis dengan hayalannya tersebut.


"Hey, kamu dengar tidak yang saya bilang apa dari tadi?"


Ucap Dave menyadarkan Kayla kembali.


"Iya sayang aku dengar"


Ucap Kayla mengusap lembut wajah Dave.


Mereka telah sampai di bandara dengan Dave yang masih betah memeluk tubuh Kayla


"Hmm.. Ingat jangan nakal ya"


Ucap Dave menatap lekat mata Kayla.


"Iya sayangku. Kamu juga jaga diri baik-baik awas kalau sampe macam-macam"


Ucap Kayla balik mengingatkan Dave.


"Iya sayang, jangan khawatir aku tidak akan pernah selingkuh darimu, cintaku hanya untukmu. Hanya Kayla seorang tidak akan ada yang lain"


Ucap Dave memberi kecupan singkat pada Kayla.


"Iya iya,, sudah pergilah nanti terlambat"


Ucap Kayla melepaskan tangan Dave yang memeluknya erat.


"Hmm.. Baiklah jaga dirimu ya aku pergi dulu"


Ucap Dave mencium puncak kepala Kayla, sedangkan Kayla hanya mengangguk dan tersenyum secerah mentari.


Setelah mengantar Dave ke bandara, Kayla mengarahkan kendaraannya ke rumahnya untuk menyambut kedatangan papi dan maminya nanti siang.


Sepanjang jalan Kayla bernyanyi mengikuti irama musik di mobilnya dengan sesekali meliukkan badannya mengikuti hentakan musik.


Kayla merasa bebas sama seperti dia sebelum menikah dulu. Dave memang tidak pernah memberi Kayla supir pribadi karena Kayla yang menolaknya.


Kayla tersenyum senang menatap rumahnya yang tetap terjaga dan tidak berubah sama sekali. Meski kedua orang tuanya yang sibuk bolak-balek luar negri untuk urusan bisnis dan pengobatan sang mami.


"Halo bik"


Ucap Kayla kepada bibik yang sudah bekerja di rumahnya dari semenjak Kayla kecil.


"Iya non, non Kayla apa kabar? Sudah lama bibik tidak berjumpa dengan non Kayla"


Ucap bibik menatap haru Kayla.


"Alhamdulillah baik bik. Bibik sehat kan?"


Ucap Kayla menatap bibik dengan senyumanya.


"Syukurlah non. Alhamdulillah bibik sehat non"


Ucap bibik dengan tersenyum yang menampakan kerutan di wajahnya semakin jelas.


"Kayla ke atas dulu ya bik, mau istirahat sekalian nunggu papi dan mami ntar pulang"


Ucap Kayla yang mulai beranjak.


"Iya non, mau bibik buatkan minuman atau makanan apa non?"


Ucap bibik lagi.


"Gak usah bik. Kayla belum haus"


Ucap Kayla kembali melanjutkan jalannya menuju lantai dua dimana kamarnya berada.


################################


Haaii readers setia author,, maaf baru sempat Up karena kesibukan author akhir-akhir ini yang mulai padat. Tapi author usahakan untuk tetap Up meski malam hari ya..


Terimakasih buat yang tetap setia ngikutin author sampai sekarang, tetap LIKE nya ya jangan lupa, terimakasih 😊