
Dengan reflek Laura perlahan melangkahkan kakinya kebelakang hingga ia kembali duduk pada kursi tunggu pasien.
Laura takut Dave akan marah terhadapnya karena ialah yang mengajak Kayla untuk menunggangi kuda.
Flash back on
Setelah sampai di kandang kuda Kayla dan Laura melihat ada beberapa ekor kuda yang biasa untuk di tunggangi oleh para pengunjung.
Namun Laura menatap lama pada seekor kuda hitam yang berada di kandang khusus, terpisah sendiri dari kandang yang biasa di gunakan oleh para pengunjung untuk menunggangi kuda.
Kayla tanpa sengaja melihat Laura menatap kuda hitam tersebut pun mulai berjalan mendekati kandang kuda. Kayla sedikit terpaku sejenak menatap kuda hitam legam di depannya.
"Gagah sekali kuda ini. Badannya tinggi besar dan begitu berotot"
Ucap Kayla di depan kandang tersebut.
"Iya Kay, gue aja kayak terhipnotis gitu liatnya"
Ucap Laura yang sudah berdiri di samping Kayla.
"Bagaimana nona-nona? Apa sudah menentukan ingin menunggangi kuda yang mana?"
Ucap seorang petugas yang menemani mereka.
"Saya ingin menunggangi kuda yang ini Pak"
Ucap Laura menunjuk kuda hitam legam tersebut.
"Maaf nona kalau yang ini belum bisa di gunakan oleh pengunjung karena baru sebulan yang lalu datang dan masih dalam proses menjinakkan"
Ucap petugas tersebut menatap Laura.
"Owwh begitu ya, sayang sekali padahal saya ingin menungganginya"
Ucap Laura lemah.
"Iya maaf nona, memang banyak pengunjung yang ingin menunggangi Morgan namun belum di perbolehkan"
Ucap petugas menatap kandang kuda tersebut lalu beralih menatap Laura dengan senyuman ramah.
"Morgan?"
Ucap Kayla menatap petugas tersebut.
"Iya nona, nama kuda ini Morgan"
Ucap petugas sambil mengusap pelan kepala kuda yang mengarah keluar.
Entah mengapa Kayla begitu penasaran dengan kuda Morgan yang berada di depan matanya. Apa lagi menatap mata kuda tersebut yang seperti memelas menatap Kayla.
"Pak saya ingin menungganginya"
Ucap Kayla menunjuk Morgan.
"Maaf nona, Morgan belum bisa di tunggangi untuk pengunjung karena bisa beresiko membahayakan karena masih dalam proses penjinakan"
Ucap petugas lagi dengan tetap ramah.
"Sebelumnya saya juga sudah pernah menjinakan seekor kuda pak. Jadi biarkan saya mencobanya sebentar ya pak. Kalau tiba-tiba ia memberontak akan saya kembalikan ke Bapak"
Ucap Kayla menatap petugas tersebut dengan tatapan yang meyakinkan.
"Maaf nona belum bisa. Kami tidak mau mengambil resiko"
"Tolong lah pak, sebentar saja, saya sangat penasaran dengan Morgan. Hmm,,, Nanti saya kasih tips deh buat Bapak"
Ucap Kayla setelah melihat kanan kiri dan mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya.
"Baiklah nona, tapi sebentar saja ya"
Ucap petugas tersebut dengan melihat kanan kiri dan menerima uang tersebut.
Kayla tersenyum senang menatap petugas tersebut yang sedang membuka kandang Morgan.
"Kay, loe yakin?"
Ucap Laura menatap Kayla.
"Yakin dong"
Jawab Kayla cepat.
"Tapi bahaya ntar Kay. Loe dengar sendiri kan tu kuda masih proses penjinakan"
Ucap Laura mencoba mencegah Kayla.
"Santai aja. Kita coba dulu. Lagian kayaknya gue jatuh cinta deh sama tu kuda"
Ucap Kayla tersenyum senang setelah petugas mengeluarkan Morgan.
Kayla mengusap pelan tubuh kuda hitam legam dengan bobot hampit dua kali lipat dari tingginya.
"Silahkan nona, tapi sebentar saja ya"
Ucap petugas tersebut memberikan tali tunggangan.
"Baik pak"
Ucap Kayla mengambil tali tersebut dan mulai menginjakkan kakinya pada undakan dan dengan sekali lompatan Kayla telah berada di atas Morgan.
Kayla membawa Morgan berjalan-jalan pelan sambil mengusap pelan kepalanya.
"Liat pak, dia aman kok di tunggangi. Saya pilih dia ya"
Ucap Kayla yang telah kembali mendekati petugas dan Laura.
"Baiklah nona"
Ucap petugas melihat Morgan yang jinak saat di tunggangi oleh Kayla.
Ucap Kayla menatap Laura.
"Hmm,, Gue yang itu aja deh"
Ucap Laura menunjuk seekor kuda berwarna kecoklatan.
"Itu kuda Sumba. Baiklah nona tunggu sebentar"
Ucap petugas yang berjalan menuju kandang kuda Sumba pilihan Laura dan mengeluarkannya.
Laura langsung mengusap pelan tubuh kuda Sumba yang telah berada di dekatnya.
"Hallo tampan, bersahabatlah denganku"
Ucap Laura sambil mengusap pelan tubuh kuda tersebut.
Hingga kuda tersebut mengeluarkan suaranya.
Laura tersenyum senang mendengar kuda tersebut yang merespon ucapannya hingga ia langsung menaiki kuda tersebut.
Kayla dan Laura berjalan pelan sambil menunggangi kuda mereka masing-masing hingga mulai memacu kuda mereka untuk berlari semakin kencang.
Flash back off
Laura menatap brankar Kayla yang tengah di dorong oleh petugas rumah sakit untuk menuju kamar rawat pasien.
Sontak saja ia langsung berdiri dan mengikuti dari belakang. Laura masih belum bisa tenang karena hasil dari pemeriksaan belum keluar.
*****
Dave terus memegang tangan Kayla dengan sesekali mengecup lembut tangan yang bebas tersebut.
"Sayang sadarlah"
Ucap Dave dengan mengusap pelan wajah Kayla yang terlihat pucat dengan perban di kepalanya.
"Tuan"
Ucap Kris yang telah berdiri di samping Dave.
"Katakan"
Ucap Dave tanpa melihat ke arah Kris.
"Dari hasil penyelidikan ternyata kuda yang di tunggangi nona masih dalam proses penjinakan. Petugas telas memberi tahu sebelumnya bahwa kuda tersebut belum layak untuk di tunggangi namun nona Kayla memberi sejumlah uang untuk petugas agar mengijinkannya menunggangi kuda tersebut. Hingga nona Kayla dan temannya membawa kuda tersebut untuk pacuan namun tiba-tiba kuda tersebut mulai memberontak hingga mengakibatkan nona Kayla terjatuh"
Ucap Kris menjelaskan kejadian yang sebenarnya.
Dave memijit pelipis kepalanya yang tiba-tiba terasa berat mendengarkan penjelasan Kris.
"Kamu urus petugas yang menerima uang suap tersebut"
Ucap Dave menatap tajam pada Kris.
"Baik tuan"
Ucap Kris dengan menundukan kepalanya dan beranjak keluar dari ruangan Kayla.
Dave kembali mengusap pelan wajah Kayla.
"Kenapa kamu nakal sekali sayang"
Ucap Dave dengan pelan.
Tokk,, Tokk,, Tokk,,
Terdengar suara pintu yang di ketuk pelan dari luar. Hingga tidak lama kemudian masuklah seorang perawat kedalam ruangan tersebut.
"Maaf tuan, hasil dari pemeriksaa nyonya muda sudah keluar. Di mohon untuk segera menuju ruang dokter"
Ucap perawat dengan takut-takut melihat wajah Dave yang menatapnya tajam.
"Baik. Tolong temani nyonya muda sebentar"
Ucap Dave yang tiba-tiba beranjak keluar ruangan.
"Huuffhh,,, Gilak tu orang, meskipun menakutkan berbicara dengannya tapi wajahnya tampan sekali. Beruntung banget jadi nyonya muda bisa setiap hari menatap wajahnya"
Ucap sang perawat yang mengusap dadanya pelan karena menatap tatapan tajam Dave yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
Saat ini Dave telah duduk di depan seorang dokter spesialis yang menangani Kayla.
Bila di lihat dari wajahnya tentu dokter tersebut tidak muda lagi dengan kerutan yang terlihat jelas di tambah seluruh rambutnya yang hampir memutih.
"Jadi bagaimana kondisi istri saya dok?"
Ucap Dave menatap dokter yang sedang menunjukkan hasil pemeriksaan Kayla di monitor miliknya.
"Baik tuan saya akan menjelaskan hasil dari pemeriksaan secara keseluruhan tubuh nyonya muda baik, tidak ada tulang yang patah atau retak. Namun di bagian kepala nyonya muda yang sempat mengalami benturan sehingga mengakibatkan Concussion atau geger otak. Concussion adalah jenis trauma pada kepala yang ringan dan paling sering terjadi.
Kondisi ini terjadi ketika mendapat hantaman ke arah kepala atau bentuk trauma lain yang memberi efek getaran cukup kuat pada kepala.
Hal ini menyebabkan perubahan kimiawi di otak atau merusak sel-sel otak.
Akibatnya, kondisi ini sering menyebabkan hilang kesadaran atau pingsan secara tiba-tiba selama beberapa menit hingga jam setelah peristiwa terjadi"
Ucap sang dokter sambil menunjuk layar monitornya menampakan hasil pemeriksaan Kayla dengan sesekali ia menatap wajah Dave.
"Jadi bagaimana cara penyembuhannya dok?"
Ucap Dave menatap dokter tersebut dengan tatapan yang melemah mendengar penjelasan sang dokter tentang Kayla.
"Ini saya resepkan beberapa obat yang akan membantu proses penyembuhan nyonya muda, tapi yang paling penting untuk beristirahat total terlebih dahulu, hindari pekerjaan yang membuat pasien terlalu banyak berfikir, hindari berolahraga berat, waktu tidur yang cukup, dan pola makan yang baik akan lebih membantu proses penyembuhan kembali sel-sel otak. Pasien baru bisa beraktifitas kembali setelah melakukan pemeriksaan ulang dengan hasil yang sudah membaik"
"Baiklah dokter, terimakasih"
Ucap Dave lemah sambil beranjak dari kursinya dengan wajah yang sendu mendengar penjelasan dokter tentang Kayla yang mengalami geger otak.