
Setelah menempuh perjalanan lebih dari tujuh belas jam akhirnya Kayla dan Dave tiba di tanah air.
Kayla menghirup udara yang terasa menyesakkan di dada, ia memandang sekitarnya yang tidak memiliki perubahan.
Kayla mengusap pelan perutnya yang datar. Menginggat bagaimana ia masih memilikinya saat masih berada di sini yah di tanah airnya, namun sudahlah Kayla tidak ingin berlarut lagi dalam kesedihan itu.
"Sayang, ayo"
Suara Dave mengalihkan pandangan Kayla ke arah dimana Kris telah menunggunya.
Ya, Kris memang lebih dulu kembali ke tanah air. Setelah Kayla mengatakan akan kembali ke tanah air namun Mark sempat menahan mereka selama dua hari di sana. Dengan alasan ada beberapa hal yang ia dan Dave rencanakan yang Kayla sendiri pun tidak tahu itu apa.
Kayla menganggukkan kepalanya mengikuti langkah kaki Dave berjalan ke arah Kris dimana ia telah sigap membukakan pintu mobil.
"Silahkan tuan dan nyonya"
Ucap Kris dengan sedikit menunduk.
Kayla hanya diam menatap ke arah Kris sejenak.
'Kenapa dia tidak berubah? Masih saja kaku'
Terlihat pelipis kepala Kris sedikit berkerut seakan ia bisa membaca isi kepala Kayla dengan berkata 'Memangnya mengapa jika aku seperti ini? Inilah aku yang selalu siap melayani dan melindungi tuanku'
Kayla memutar bola matanya malas dan mulai masuk kedalam mobil yang di ikuti oleh Dave di belakangnya.
Kendaraan yang di kemudikan oleh Kris mulai jalan perlahan meninggalkan landasan. Ya, Kris memang telah mengurus izin khusus untuk bisa menjemput bahkan mengantar Dave melalui pintu khusus yang menuju ke bagian landasan pesawat sehingga tidak heran lagi mengapa ia bisa dengan mudahnya berada di sana.
Kris mengemudikan kendaraannya dengan kecepatan sedang hingga Kayla bisa menikmati suasana sore hari yang mulai terasa padat dimana para pekerja mulai kembali ke rumahnya masing-masing setelah beraktifitas seharian.
Kini Dave dan Kayla telah kembali ke apartemennya, sebuah tempat kecil yang terasa hangat dengan memiliki banyak kenangan disana.
Ckleek.
Kris mendorong perlahan pintu apartemen dan berjalan ke sudut kanan untuk mencari saklar lampu.
Tik.
Seketika seluruh ruangan menjadi terang benderang.
Kayla mulai masuk kedalam dengan melepaskan sepatu bothnya di ikuti oleh Dave.
Setelah memastikan semua barang bawaan Dave dan Kayla masuk ke dalam Apartemen Kris pun pamit undur diri.
Setelah sebelumnya mengatahan bahwa makanan telah tersaji di atas meja dan untuk bahan makanan dan berbagai minuman sudah tersedia juga di dalam lemari pendingin.
"Sayang apa kamu ingin makan sesuatu?"
"Hmm sepertinya tidak,,, Aku lelah, aku hanya ingin beristirahat saja di kamar"
"Baiklah, ayo kita ke kamar saja"
Dave merangkul pinggang Kayla membawanya berjalan naik ke atas menuju kamar mereka untuk beristirahat.
Tiga hari kemudian.
Dave telah kembali dengan kesibukannya seperti biasa. Pergi ke kantor bersama Kris dan Kayla masih sama dengan sebelumnya hanya rebahan dan menonton drama favoritnya.
Ddrrtt.. Drrt..
Bunyi ponsel Kayla mengalihkan pandangannya dari layar televisi dan segera mengangkat panggilan tersebut.
"Hmm,,, "
"Oke meluncur"
Entah mengapa mood Kayla kembali bangkit setelah menerima panggilan tersebut.
Kayla berganti pakaian dan segera berjalan menuju nakas dimana tempat penyimpanan beberapa kunci kendaraan.
Pandangan Kayla teralih melihat sebuah kunci mobil yang ia dapatkan dari hasil taruhan balapan motor yang beruntungnya Dave tidak pernah mempertanyakan dari mana Kayla mendapatkannya, atau mungkin saja Dave menganggap bahwa mobil itu memang milik Kayla secara ia juga merupakan anak pengusaha sukses di tanah air.
Kayla menyambar kunci mobil tersebut dan segera berjalan meninggalkan apartemennya menuju basement dimana tempat parkir beberapa kendaraannya disana.
Kayla menatap mobil BMW hitam pengeluaran terbaru di depannya dan mengusap perlahan kap depan mobil tersebut dengan tersenyum smirk Kayla masuk kedalam mobil.
Kayla melajukan mobilnya perlahan menuju suatu tempat dimana ia akan bertemu seseorang.
Ddrkk,,, Ddrrkkk,,
"Ada apa dengan mobil ini?"
Ucap Kayla mulai panik saat merasa mobil yang ia kendarai mulai berjalan tersendat-sendat.
"Bahkan minyaknya full, lalu kenapa sih?"
Bbluushh.
Mobil yang Kayla kendaraipun mati seketika.
Untunglah Kayla tadi berjalan di pinggir jalan sehingga tidak mengganggu pengendara lain namun satu hal yang Kayla sesalkan bahwa disini masih jauh dari bengkel mobil.
Kayla keluar dari mobilnya dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
Kayla mulai membuka perlahan kap bagain depan mobil tersebut.
Asap menggepul keluar dari sana.
Satu hal yang Kayla sesali mengapa ia tidak belajar tentang mesin dan cara memperbaiki mobil.
Kayla menatap bingung pada bagian mesin mobil tersebut.
"Apa yang rusak ya?"
"Aakkhh sial, tau gini gue gak pakai ne mobil tadi"
Sementara seorang pria dengan balutan jas mewah tengah mengemudikan kendaraannya dengan santai sambil bersenandung sesekali mengikuti irama musik di mobilnya.
Dari kejauhan sepertinya ia mengenali mobil tersebut.
"Mobil itu. Kayaknya gue pernah liat daann--"
Pria tersebut memperlambat laju kendaraannya setelah melihat kaca sepion dan mulai meminggirkan kendaraannya tepat di depan mobil Kayla.
"Kayla"
Seketika Kayla mengalihkan pandangaannya ke arah pria yang berdiri di sampingnya.
Perlahan Kayla membuka kaca mata hitamnya menatap penampilan pria di depannya.
"Siapa ya?"
"Sumpah ya loe,, Gue Sam"
Ucap pria tersebut dengan melepaskan kaca matanya perlahan.
"Serius ini loe?"
"Iya lah, jangan bilang loe hilang ingatan lagi?"
"Hahah, ya kagaklah, lagian loe juga kenapa rambutnya jadi begini?"
Ucap Kayla dengan meneliti penampilan Sam yang jauh berbeda, Sam terlihat lebih dewasa dengan rambutnya yang panjang dan di ikat di bagian belakang dan jangan lupakan rambut-rambut tipis di pipinya sungguh penampilan Sam yang sekarang membuat Kayla terpukau.
"Ini style gue sekarang Kay, gimana keren gak?"
"Keren sih, lebih keliatan macho gitu"
"Hahaha,, Eh, kenapa mobil loe?"
Seketika Kayla kembali teringat dengan mobilnya.
"Gak tau juga ne kenapa tiba-tiba aja mati tadi"
"Owhh gitu, coba gue cek bentar"
Kayla mulai bergeser saat Sam perlahan maju ke bagian depan mobil Kayla dengan cekatan Sam memeriksa bagain mesin mobil tersebut.
"Oowhh,, Ini ada bagian kabelnya yang putus, sepertinya harus di ganti deh. Loe uda telpon bengkel?"
"Belum, kagak punya gue nomor begituan"
Ucap Kayla dengan terkekeh menatap Sam.
"Emang ya loe gak berubah, tunggu bentar gue telpon"
"Hmmm,, Eh, sekalian loe jualin entar ne mobil, gue gak mau pakai lagi"
"Eh kenapa? Sayang loe mobil mahal gini Kay, kan cuma ganti kabel doang"
"Aahh kagak mau gue, ntar mau beli yang baru aja. malas banget makai mobil rusak begini"
"Serah loe deh,, Sultan mah bebass"
"Hhahaha iya dong"
"Jadi gimana?"
"Yaudah loe yang urus ne kunci mobilnya males gue urus ne mobil"
Seketika Kayla melempar kunci mobilnya ke arah Sam. Untunglah Sam siaga dengan cepat menangkap kunci tersebut jika tidak mungkin akan mengenai hidung mancungnya.
"Emang loe mau kemana?"
Seketika Kayla tersenyum mengingat kemana ia akan pergi dan dengan cepat pula Kayla langsung masuk ke dalam mobil Sam setelah sebelumnya mengambil tas dan ponselnya di dalam mobil. Sedangkan Sam hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Kayla yang menurutnya tidak berubah.